
Xiao Ziya berjalan menuju kamarnya yang berada di Istana Kerajaan Bulan, gadis itu masuk ke dalam kemudian menutup pintu dengan rapat. Setelah kepergian Xiao Ziya, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi saling bertatapan satu sama lain sepertinya mereka ingin tau mengapa Ratu Junyi Zu mengatakan hal seperti itu terhadap Xiao Ziya. Hubungan antara Ratu Min Xunzi dengan Ratu Junyi Zu memang tak sedekat dulu, mereka sudah lama tak saling berkomunikasi satu sama lain dan mungkin ini waktu yang tepat bagi Ratu Min Xunzi untuk menemui kakak perempuannya itu.
"Kalian kembalilah ke kamar masing masing, ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan suami saya." ucap Ratu Min Xunzi terhadap kedua putranya beserta Yie Munha yang masih berada di sana. Min Xome menarik tangan Yie Munha keluar dari ruangan itu sedangkan Min Wungi mengikuti dari belakang, hubungan antara Min Xome dengan Yie Munha semakin akrab setiap harinya entah apa yang terjadi diantara mereka berdua.
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi menyusun rencana mengenai kunjungan mereka ke Istana Kerajaan Bintang Timur, ada banyak hal yang perlu ditanyakan pada Raja Yongling Zu mengenai kondisi sang ratu saat ini. Menghilang sebagian ingatan dari seseorang bukanlah kemampuan yang dimiliki oleh Raja Yongling Zu dan pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu. Setelah berdiskusi cukup lama keduanya sepakat untuk pergi setelah mendengar cerita Xiao Ziya mengenai isi gulungan yang ditinggalkan oleh nenek gadis itu sekaligus ibu dari Ratu Min Xunzi.
"Hari ini saya melihat gadis itu begitu rapuh dan tertekan, jika ada sesuatu yang terjadi di Istana Kerajaan Bintang Timur dan hal itu tak bersangkutan dengan kakak Junyi Zu maka saya akan menghancurkan mereka." ucap Ratu Min Xunzi dengan geram, mungkin banyak hal yang tak akan diceritakan oleh Xiao Ziya selama gadis itu tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur.
Di sisi lain saat ini Putri Beiling Zu masih dalam keadaan sedih, gadis itu belum bisa menerima semua fakta yang membuat Xiao Ziya meninggalkan Istana Kerajaan Bintang Timur. Putri Beiling Zu menatap tajam ke arah Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Jungso Zu, sang putri sangat ingin kabur dan menemui adik perempuannya itu. Kedua kakak laki laki yang selalu ia banggakan tak bisa melakukan apapun untuk menghibur hati Xiao Ziya sebelum gadis itu pergi.
"Apa yang sedang kau pikirkan?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan penuh selidik, ia curiga sang putri tengah merencanakan sesuatu.
"Saya mempunyai mata dan saya berhak melihat ke arah manapun." jawab Putri Beiling Zu dengan nada ketus, ia memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Kami memang tak bisa melakukan apapun ketika Adik Ziya ingin pergi dari sini namun bisakah kau tak menyalahkan kami atas kejadian ini?" tanya Pangeran Jungso Zu dengan tatapan memohon, ia tau saat ini Putri Beiling Zu sedang membenci mereka berdua.
Putri Beiling Zu hanya diam dan tak memberi jawaban apapun atas perkataan Pangeran Jungso Zu, ia hanya ingin segera pergi untuk menemui Xiao Ziya namun siapa yang bisa membantunya untuk kabur dari Istana Kerajaan Bintang Timur yang sekarang sedang dalam penjagaan yang sangat ketat. Saat semua orang sedang sibuk dengan pikiran mereka masing masing, tiba tiba seorang jenderal masuk ke dalam ruang kesehatan dengan membawa sebuah sura pernyataan dari Kerajaan Yuan Liong.
"Salam hormat saya pada seluruh anggota keluarga kerajaan yang berada di sini." ucap jenderal itu, ia tak bisa memberikan salam satu persatu pada mereka semua.
"Hal apa yang ingin Anda sampaikan?." tanya Pangeran Jungso Zu dengan tatapan bingung, biasanya surat pernyataan dari kerajaan lain akan langsung disampaikan pada Raja Yongling Zu namun sang jendral kali ini lebih memilih datang ke ruang kesehatan.
"Saya datang dengan membawa surat pernyataan dari Kerajaan Yuan Liong untuk Selir Mue Zu." ucap jenderal tersebut, jenderal itu langsung memposisikan dirinya bertekuk lutut dihadapan Selir Mue Zu kemudian muka surat pernyataan yang ada di tangannya.
"Anda bisa membacanya agar kami semua mengetahui apa isi surat tersebut." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang penasaran dengan surat pernyataan yang dikirim oleh Kerajaan Yuan Liong untuk Selir Mue Zu.
"Saya yang berhak membaca isi surat tersebut, Anda tak perlu mengetahuinya." ucap Selir Mue Zu dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Putra Mahkota Yunzo Zu.
"Ini perintah langsung dari saya sebagai seorang Putra Mahkota." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang tak ingin dibantah oleh siapapun. Sang jenderal menuruti perintah dari putra mahkota karna posisinya lebih tinggi dari seorang selir, jendral itu mulai membacakan sisi surat tersebut.
__ADS_1
"Saya Putra Mahkota Yuan Konju mewakili Raja Yuan Monzi yang telah meninggal beberapa hari yang lalu memutuskan untuk menghapus Klan Mue dari wilayah Kerajaan Yuan Liong. Karna ulah dari pemimpin Klan Mue beserta dengan sang istri saat ini semua anggota Klan Mue telah dibunuh oleh seorang gadis bernama Xiao Ziya, gadis itu juga orang yang telah membunuh Yang Mulia Raja Yuan Monzi. Saya ingin wilayah Kerajaan Yuan Liong tetap dalam kondisi aman dengan tak menyinggung kembali Nona Besar Xiao Ziya, karna hal itu saya meminta Selir Mue Zu dan anak anaknya agar tak pernah menginjakkan kaki lagi di Wilayah Kerajaan Yuan Liong. Dengan ini saya telah memutuskan hubungan antara Kerajaan Yuan Liong dengan Klan Mue, apapun yang terjadi dengan Klan Mue bukanlah tanggung jawab pihak kerajaan lagi. Hanya itu yang ingin saya sampaikan, sekian terimakasih." ucap sang jenderal yang telah selesai membacakan surat pernyataan dari Kerajaan Yuan Liong.
Mendengar isi dari surat tersebut membuat tubuh Selir Mue Zu gemetaran, jadi Xiao Ziya telah membunuh semua anggota Klan Mue kecuali ayah dan ibunya?. Lalu dimana ayah dan ibunya sekarang berada? mungkinkah mereka di tahan oleh pihak Kerajaan Yuan Liong karna membuat kekacauan yang sangat besar, atau mereka sedang bersembunyi di sebuah tempat yang cukup jauh. Di sisi lain Putri Beiling Zu dan para pangeran tersenyum puas mendengar kehancuran Klan Mue, saat ini tak ada lagi yang akan mendukung Selir Mue Zu untuk naik tahta menjadi seorang ratu.
"Argh sialan, mengapa gadis itu sangat senang merusak kebahagiaan orang lain." teriak Selir Mue Zu dengan suara frustasi. Sang jenderal langsung memberikan salam kemudian pergi dari tempat itu karna tak ingin menjadi korban kemarahan sang selir.
"Bukankah Anda tadi menertawakan kemalangan yang menimpa adik Ziya? saat ini Anda hanya perlu memikirkan nasib Anda sendiri." ucap Putri Beiling Zu dengan tatapan dingin dan nada suara datar. Gadis itu sangat puas dengan hadiah yang diberikan oleh Xiao Ziya sebelum gadis itu pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur.
Tadinya Putri Beiling Zu berada di kamarnya sendiri untuk melihat hadiah yang diberikan oleh Xiao Ziya, ada banyak sekali barang barang mewah yang gadis itu dapatkan. Xiao Ziya juga memberikan sebuah pedang dengan elemen es yang sesuai dengan kekuatan Putri Beiling Zu, karna sang putri merasa pusing sang raja meminta Raja Yongling Zu dan Pangeran Jungso Zu untuk membawa putri kembali ke ruang kesehatan. Setelah sampai di ruang kesehatan Putri Beiling Zu mendengar perkataan dari Selir Mue Zu dan kedua anaknya yang sedang menertawakan kesedihan Xiao Ziya, dan sekarang mereka mendapat balasan yang lebih menyakitkan lagi.
"Cih, Anda tak perlu ikut campur dengan masalah yang menimpa keluarga saya." ucap Selir Mue Zu dengan tatapan tajam.
Putri Beiling Zu bangkit dari tempat tidurnya dan mendekat ke arah Selir Mue Zu untuk melihat lebih dekat bagaimana ekspresi wanita itu, setelah puas melihat wajah kesal Selir Mue Zu Putri Beiling Zu berniat untuk keluar dari ruang kesehatan dan menemui kakek serta neneknya.
"Saya akan melaporkan kehancuran Klan Mue pada kakek dan nenek agar mereka berhenti membantu Anda." ucap Putri Beiling Zu dengan senyuman lebar kemudian bergegas pergi dari ruang kesehatan. Selir Mue Zu ingin menghentikan gadis itu namun ia dihadang oleh Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Jungso Zu dan akhirnya Selir Mue Zu tak dapat melakukan apapun.
Putri Beiling Zu berlari menuju ruangan khusus yang ditempati oleh kakek serta neneknya, setelah sampai di depan ruangan tersebut ia langsung mengetuk pintu dengan cukup kencang agar bisa didengar dengan jelas. Ibu Suri Yanhua Zu membuka pintu kemudian melihat dengan tatapan bingung ke arah cucu perempuannya itu, mengapa Putri Beiling Zu datang menghampiri mereka apakah ada hal penting yang ingin disampaikan oleh sang putri.
"Salam hormat saya pada Ibu Suri Yanhua Zu dan Tuan Yonzan Zu." ucap Putri Beiling Zu dengan sopan, gadis itu membungkukkan badan di hadapan keduanya.
"Kami menerimanya salam darimu Tuan Putri Beiling Zu, apakah ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan hingga datang secara langsung untuk menemui kami?." tanya Tuan Yonzan Zu dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Beberapa saat yang lalu Selir Mue Zu mendapatkan surat pernyataan dari Kerajaan Yuan Liong, isi surat tersebut adalah pemutusan hubungan antara pihak Kerajaan Yuan Liong dengan Klan Mue karna saat ini Klan Mue telah dihancurkan oleh Xiao Ziya. Selain itu karna ulah pemimpin Klan Mue dan sang istri membuat Raja Yuan Monzi dibunuh oleh Xiao Ziya. Dengan hal itu saya berharap agar kalian berdua berhenti mendukung Selir Mue Zu untuk menjadi seorang ratu, meski saat ini hubungan antara Xiao Ziya dan Ratu Junyi Zu sedang renggang namun belum ada ratu lain yang cocok menggantikan posisi Ratu Junyi Zu." ucap Putri Beiling Zu dengan tegas, ia sudah cukup muak dengan semua kelicikan yang direncanakan oleh Selir Mue Zu beserta kedua orang tuanya.
Ibu Suri Yanhua Zu dan Tuan Yonzan Zu sempat terdiam beberapa saat, mereka sulit mempercayai kenyataan bahwa saat ini Klan Mue benar benar hancur di tangan Xiao Ziya. Keduanya merasa sangat bersyukur karna tak menyinggung Xiao Ziya lagi hingga membuat gadis itu ingin menghancurkan Klan Zu, mereka berdua juga masih merasa bersalah atas beberapa kejadian yang menimpa gadis itu.
"Kami sudah berjanji pada Nona Ziya agar mendukung Ratu Junyi Zu sepenuhnya sebelum ia pergi." ucap Ibu Suri Yanhua Zu, sebelumnya Xiao Ziya memang sempat menitipkan pesan pada mereka berdua.
Setelah mendengar hal itu Putri Beiling Zu merasa lega, gadis itu keluar dari ruangan khusus kakek dan neneknya tanpa mengucap sepatah kata apapun. Di sisi lain saat itu Selir Mue Zu sedang kebingungan, dimana ia bisa meminta bantuan untuk mencari kedua orang tuannya, sang selir juga yakin bahwa Raja Yongling Zu tak akan sudi melakukan hal itu.
__ADS_1
"Bagaimana jika ibu meminta bantuan pada beberapa orang yang masih berada di pihak Anda." ucap Pangeran Xilian Zu, ia sedang berusaha memberikan saran.
"Setelah kejadian ini tak ada lagi yang akan berdiri di sisi ibumu ini." ucap Selir Mue Zu, wanita itu sangat pusing karena rencananya benar benar hancur karna ulah seorang gadis saja.
"Situasi semacam ini cukup menguntungkan, saat ini pihak Kerajaannya Bintang Timur sedang mencari kakek dan nenek karna mereka telah menemukan bukti keterlibatan kakek dan nenek dalam penculikan Putri Beiling Zu. Para prajurit kerajaan akan kesulitan menemukan mereka karna Klan Mue sudah hancur, pihak Kerajaan Yuan Liong juga memutuskan hubungan dengan mereka berdua." ucap Putri Ming Zu, gadis itu bisa menemukan kesempatan yang besar dalam masalah kali ini. Untuk sekarang sang ibu tak perlu mencemaskan kondisi kakek dan neneknya karna mereka aman dari hukuman mati.
"Itu memang benar, bagaimana jika mereka dalam kesulitan sekarang?." tanya Selir Mue Zu pada putrinya.
"Kakek dan nenek bukanlah anak kecil yang tak bisa menjaga diri mereka dengan baik, setelah situasi membaik mereka akan datang untuk meminta bantuan pada ibu." ucap Putri Ming Zu dengan senyuman miring, mungkin jika sudah dewasa nanti Putri Ming Zu akan lebih licik daripada sang ibu ataupun kakek neneknya.
Waktu berjalan dengan cepat dan kini malam pun tiba, berita tentang kehancuran Klan Mue sudah tersebar di seluruh wilayah Kerajaan Bintang Timur. Para penduduk Kerajaan Bintang Timur merasa tak percaya dengan berita itu, bagaimana mungkin sebuah klan yang besar dapat dihancurkan oleh seorang gadis saja?. Saat peperangan antara Kerajaan Bintang Timur dengan kerajaan tetangga, Klan Mue memberikan banyak bantuan hingga Kerajaan Bintang Timur bisa mendapatkan kemenangan, lalu dimana semua kehebatan Klan Mue yang mereka kenal?.
Di sisi lain saat ini Raja Yongling Zu sedang mengadakan rapat tertutup dengan seluruh anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur untuk membahas masalah hancurnya Klan Mue, pihak kerajaan harus mengambil sikap tegas atas kejadian ini untuk menenangkan para penduduk yang merasa cemas.
"Baiklah silahkan duduk di tempat kalian masing masing, dan rapat malam ini akan segera kita mulai." ucap Raja Yongling Zu dengan sorot mata tajam, tak ada yang mengira bahwa Xiao Ziya akan melakukan tindakan sejauh ini.
"Untuk saat ini saya meminta agar pihak Kerajaan Bintang Timur untuk menghentikan pencarian terhadap kakek dan nenek." ucap Pangeran Xilian Zu dengan sorot mata kesal, saat ini kakek dan neneknya pasti masih syok karna Klan Mue yang mereka jaga telah hancur begitu saja.
"Mengapa kami harus menghentikan pencarian terhadap kedua penjahat itu." jawab Putri Beiling Zu dengan tatapan sinis, Mue Sanron dan Mue Linzong melakukan kesalahan yang sangat fatal karena berani menculik putri utama dari Kerajaan Bintang Timur.
"Apakah kalian tak memiliki hati nurani untuk membiarkan kedua orang tua itu beristirahat sejenak saja?." cela Putri Ming Zu sembari menatap ke arah Putri Beiling Zu dengan tatapan tak suka. Semenjak kepergian Xiao Ziya, Putri Beiling Zu kembali pada sosok aslinya yaitu gadis dingin, keras kepala, dan menyebalkan.
"Saya akui mereka adalah orang tua yang patut dikasihani, akan tetapi saya tak akan membiarkan mereka bernafas lega setelah apa yang mereka lakukan." ucap Putri Beiling Zu dengan nada bicara dingin.
Putri Beiling Zu dan Putri Ming Zu saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain, mereka akan terus menjadi musuh selama berada ditempat yang sama.
"Apa yang dikatakan oleh Putri Beiling Zu itu benar, Tuan Mue Linzong dan Nyonya Mue Sanron harus bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Hukum di Kerajaan Bintang Timur tak pernah condong pada pihak manapun." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu, jika mereka menghentikan pencarian maka besar kemungkinan bagi Mue Sanron dan Mue Linzong untuk kabur ke tempat yang lebih jauh lagi.
"Ternyata Putra Mahkota juga sama seperti Putri Beiling Zu, kalian berdua tak memiliki hati. Untunglah saat ini gadis parasit itu telah pergi dan tak akan pernah menginjakkan kaki di istana ini lagi." ucap Pangeran Xilian Zu yang dengan terang terangan menyinggung kepergian Xiao Ziya.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, kalian rindu ga sama Xiao Ziya?. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.