
Ini benar benar sebuah lelucon yang sanggat menggelikan bagi Raja Artur dan juga Xiao Ziya, bagaimana bisa ada orang bodoh yang mengaku ngaku menjadi Raja Iblis ketika Raja Neraka dan Ratu Iblis sesungguhnya ada dihadapannya. Lantas siapakah pria gila itu sebenarnya? apa yang membuatnya berani mencemarkan nama baik wilayah neraka. Mungkin saja dia sudah bosan hidup dan ingin mati.
"Bagaimana bisa rantai rantai nerakaku patuh pada apa yang kau katakan gadis kecil." ucap Raja Neraka palsu itu sambil menunjuk Xiao Ziya dengan tangan yang gemetaran. Bagaimana tidak untuk menaklukkan rantai neraka ia menghabiskan banyak jiwa, sedangkan gadis dihadapannya hanya dengan kata kata saja rantai neraka itu sudah tunduk.
"Apakah orang yang akan mati sepertimu layak mengetahui siapa aku?." tanya Xiao Ziya sembari menghampiri sang Raja Iblis palsu. Karna merasa geram dengan tingkah pria itu, Xiao Ziya melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras dan meninggalkan jejak telapak tangan di pipi pria itu.
"Beraninya gadis rendahan sepertimu memperlakukan seorang Raja Iblis seperti ini, apakah kau ingin merasakan kekejamanku." triak pria itu dengan keras. Xiao Ziya melihat ke arah Raja Artur seperti mengisyaratkan sesuatu. Karna Raja Artur mengerti apa yang Xiao Ziya maksud, Raja Arturpun menganggukkan kepalanya.
"Layakkah kau berteriak seperti itu dihadapanku." ucap Xiao Ziya kemudian membakar Raja Iblis palsu itu dengan api pensucian miliknya. Raja Iblis palsu itu berusaha memadamkan api itu dengan segala cara namun ia tetap saja gagal.
"Ampuni aku Ratu, aku sangat berdosa karna telah mengaku ngaku sebagai Raja Iblis." ucap pria itu yang tak sanggup menahan sakit dan panasnya api pensucian milik Xiao Ziya yang 1000 kali lebih panas dari miliknya. Dan pria itu menyadari bahwa status gadis yang ada didepannya bukanlah main main.
"Kau bisa menyesalinya di neraka nanti." ucap Xiao Ziya, tiba tiba saja pria yang mengaku sebagai Raja Iblis itu terbakar hebat dan berubah menjadi abu yang terbang di udara.
Saat kejadian itu berlangsung Kaisar sangat tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ternyata dia salah sudah meremehkan kekuatan dari Xiao Ziya.
"Kebodohan apa yang sudah ku lakukan, jelas gadis itu bukan tandinganku untuk sekarang maupun kapanpun itu." ucap kaisar sambil menitihkan air matanya, sekarang posisinya sebagai kaisar akan tergantikan. Tak ada yang bisa menjamin keselamatannya dan juga keluarganya.
Perang semakin memanas para murid dari Akademi Kekaisaran tak mampu menghancurkan kubus pelindung yang diciptakan Xiao Ziya. Pasukan Iblis milik Ziya berhasil mengalahkan semua pasukan hewan buas dari Sekte Iblis abal abal itu. Semua prajurit dari pihak kekaisaran yang masih tersisa juga memilih untuk menyerah karna mereka tau kemenangan sudah terlihat jelas ada pada pihak Klan Xiao.
"Akhirnya peperangan ini selesai juga aku sangat lelah sekali." ucap Muyen sambil meregangkan badannya.
"Aku akan memijatmu nanti." ucap Xiao Yuna dengan malu malu.
Entah apa yang pasangan itu fikirkan mengapa mereka terlihat sangat mesra padahal peperangan baru saja selesai, masih banyak yang harus mereka urus.
"Semuanya trimakasih atas kerja keras kalian, tanpa kalian semua kita tak akan bisa memenangkan peperangan ini." triak Xiao Ziya yang merasa sangat senang sambil menitihkan air matanya. Ia sangat bahagia karna peperangan ini dimenangkan oleh pihaknya namun ia juga sedih karna banyak yang terluka.
"Hidup nona Xiao Ziya, hidup nona Xiao Ziya." ucap mereka secara serempak, entah apa yang ada difikiran mereka semua namun mereka tau peperangan ini tak akan mereka menangkan tanpa rencana yang matang dari Xiao Ziya.
"Baiklah kalian semua bisa beristirahat dan juga menyembuhkan mereka yang terluka, sisanya biar aku dan saudara saudariku yang urus." ucap Ziya yang mempersilahkan para sekutunya untuk beristirahat terlebih dahulu.
__ADS_1
Xiao Ziya meminta pasukannya untuk mengumpulkan mayat mayat para prajurit dari pihak kekaisaran di satu titik. Mayat mayat itu harus segera dibakar jika tidak akan menyebabkan penyakit bagi wilayah Kekaisaran Qiyu.
"Saudariku apa yang akan kita lakukan pada keluarga kekaisaran." ucap Xiao Yuna sambil menatap Xiao Ziya penuh dengan tanda tanya.
Sedangkan para murid Akademi Kekaisaran mulai membubarkan diri, ada yang kembali ke akademi, ada juga yang memilih untuk mencari keberadaan anggota klannya untuk menanyai apa yang sebenarnya terjadi. Selain itu mereka yang masih bermarga Yin masih diam di tempat mereka sangat khawatir dengan apa yang akan dilakukan Xiao Ziya pada keluarga kekaisaran.
"Nona Ziya mohon belas kasih anda pada keluarga kekaisaran, saya mohon agar anda mengampuni nyawa mereka." ucap Yin Siyi sambil berlutut dihadapan Xiao Ziya.
"Apakah mereka layak untuk ku beri kesempatan untuk hidup? apakah di masa depan kau bisa menjamin bahwa mereka tak akan berhianat?." ucap Xiao Ziya yang memberikan pertanyaan pada Yin Siyi.
"Jangan tertipu dengan mereka semua adikku, bila saja hari ini pihak kita yang kalah pasti mereka sudah menghabisi seluruh keturunan Klan Xiao." ucap Xiao Yan yang memberi peringatan pada adiknya, apa yang dikatakan Xiao Yan memang benar.
"Jadi bagimana nona Yin Siyi apa yang bisa anda berikan pada saya sebagai ganti nyawa mereka semua?." tanya Xiao Ziya yang semakin menyudutkan Yin Siyi.
"Nona Ziya saya mohon jangan membunuh kami, kami tau apa yang telah kami lakukan itu salah namun saya mohon pengampunan dari nona Ziya." ucap Pangeran Yin Wiyan dengan mata berkaca kaca, dia adalah pangeran termuda dan sepertinya dia yang paling tak mengerti mengapa peperangan ini terjadi.
"Apakah kaisar siap menjadi pelayanku?." tanya Xiao Ziya dengan nada sinis, ia tau semua ini terjadi karna sikap serakah dan angkuh dari sang kaisar, sebagai penguasa dari sebuah wilayah yang besar dia tak bisa menjaga dan mengayomi rakyatnya. Bagi Xiao Ziya, kaisar tak pantas untuk hidup.
"Lebih baik kau musnahkan saja mereka semua Nona Ziya, kau lihat saja betapa angkuhnya pria tua tak tau diri itu " ucap Pangeran Kegelapan yang sudah berusaha menahan emosinya.
"Aku punya penawaran yang bagus untukmu kaisar, apakah kau mau mendengarkannya?" tanya Xiao Ziya yang terlihat seperti merencanakan sesuatu.
"Penawaran seperti apa?." ucap sang kaisar yang sepertinya sedikit tertarik walau belum mengrtahui apa yang Xiao Ziya tawarkan.
"Aku akan membiarkanmu hidup, memberikan setengah wilayah kekaisaran padamu asalkan kau rela seluruh keluargamu mati disini." ucap Xiao Ziya yang mendekat ke arah kaisar.
"Apa kau bercanda ayah tak akan setega itu pada kami." ucap Pangeran Yin Liu yang yakin bahwa ayahnya tak akan menukar nyawa mereka dengan kekuasaan. Namun sepertinya ia harus kecewa saat mendengar jawaban dari ayahnya.
"Hahaha jika aku bisa hidup dan mendapat kekuasaan tentu saja aku rela menukar nyawa keluargaku dengan itu semua, bunuh saja mereka semua aku tak peduli." ucap sang kaisar yang merasa sangat puas dengan penawaran Xiao Ziya. Nyawa keluarganya bukanlah hal penting bagi kaisar, dia hanya mementingkan hidupnya sendiri.
Xiao Ziya melihat ke arah para pangeran dan para putri yant terlihat sangat terkejut, sang permaisuripun tak menyangka bahwa pria yang sangat ia cintai adalah seorang ******** yang tak peduli dengan keluarganya sendiri.
__ADS_1
"Ayah mengapa kau sangat jahat pada kami, bukankah kami semua yang selalu mendukungmu." ucap Putri Yin Sui sambil menitihkan air matanya, akhirnya mereka yang ada di pihak Klan Xiao yang masih ada di sana sedikit mengerti maksut dari Xiao Ziya.
"Apakah kekuasaan begitu berarti bagimu? bagaimana bisa aku menjadi istri dari pria yang sangat kejam." ucap sang permaisuri sambil terduduk lemas, semuanya telah berakhir ia dan anak anaknya akan mati tak ada yang tersisa.
Xiao Ziya bertepuk tangan tiba tiba, hal itu mengejutkan semua orang. Mungkin apa yang dilakukan Ziya memang terlihat sangat aneh bagi mereka yang tak mengerti.
"Itukan orang yang kalian bela mati matian. Ternyata kaisar kita selama ini tak lebih dari pria arogan yang haus dengan kekuasaan." ucap Xiao Ziya dengan lantang, dan itu membuat anggota kekaisaran merasa malu dengan apa yang telah mereka lakukan.
Apakah pria seperti ini layak untuk hidup, jawab aku!!!." triak Xiao Ziya.
"Tidak." jawab mereka semua secara serentak. Xiao Ziya mengambil sebuah belati yang ada di belakanh baju besinya, kemudian gadis itu melempar belati itu tepat pada jantung sang kaisar.
"Apa yang kau lakukan bukankah seharusnya mereka yang mati." ucap sang kaisar dengan terbata bata sambil berusaha mencabut belati yang menancap di jantungnya. Namun hari ini sang kaisar angkuh itu benar benar mati.
"Zue gege, buka penjara besimu." ucap Xiao Ziya dan Pangeran Kegelapan menuruti apa yang dikatakan oleh adiknya.
"Nona Ziya apa maksud dari semua ini?." ucap sang permaisuri yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya.
"Pria ini pantas mati, kalian tak perlu memangisinya. Apa kalian tadi dengar nyawa kalian tak berarti untuknya. Aku melakukan semua ini agar kalian sadar bahwa pria ini tak lebih dari sampah keluarga dan Kelaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum kearah anggota kekaisaran yang masih tersisa.
"Apakah kau memberikan kesempatan kembali untuk kami semua? apakah kami masih bisa hidup?." ucap Pangeran Yin Cui yang merasa terharu sebenarnya apa yang ada di fikiran dan hati Ziya hingga gadis itu bisa begitu baik dan juga jahat di saat yang bersamaan.
"Tentu saja, namun ingat kalian sekarang hanyalah bangsawan biasa, kekuasaan kekaisaran akan jatuh pada Klan Xiao dan juga klan lain yang menjadi sekutu kami." jelas Xiao Ziya yang disetujui oleh para mantan pangeran dan putri.
Bisa tetap hidup setelah semua yang mereka lakukan adalah sebuah anugrah, semoga suatu hari nanti tak ada masalah baru yang bersangkutan dengan Klan Yin jika tidak Xiao Ziya akan memusnahkan mereka.
**Hai hai semuanya maaf aku ga update berhari hari karna suatu alasan, jangan ngamuk ya kalian hehehe. Gimana kabar kalian semua sehat kan? jangan lupa jaga kesehatan badan walau hati sedang tersakiti.
Jangan lupa dukung author
dengan cara vote, komen, like, rate, share**.
__ADS_1