
Pagipun tiba Xiao Ziya terbangun dari tidur lelapnya sebelum pergi gadis itu sempat mengelilingi rumah tua di sana benar benar tak ada apapun selain barang barang usang yang sudah lumayan berdebu. Jika ada rumah ditengah hutan berarti dulunya ada seseorang yang tinggal di rumah itu, namun siapa yang tinggal di hutan belantara yang dipenuhi oleh monster monster menyeramkan.
"Siapa yang tinggal di tempat ini dulunya, mengapa tak ada petunjuk sama sekali." ucap Xiao Ziya yang sepertinya penasaran.
Karna tak menemukan apapun di sana akhirnya gadis itu memilih untuk melanjutkan perjalanannya kembali ke Wilayah Kerajaan Hitam. Ia melesat menunggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi sehingga dapat mempersingkat waktu, dalam beberapa saat saja Xiao Ziya sudah sampai di perbatadan Wilayah Kerajaan Hitam.
Saat baru sampai di sana Xiao Ziya melihat sesuatu yang sangat aneh, terlihat langit hitam dengan petir bergemuruh di sebuah titik apakah ada sesuatu yang terjadi selama ia pergi. Karna khawatir Xiao Ziya langsung bergegas pergi kesana, benar saja awan hitam beserta petir itu hanya ada di atas langit Istana Kerajaan Hitam. Siapa orang yang telah melakukan hal ini?.
"Akhirnya nona kembali." ucap salah seorang penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Hitam yang terlihat begitu cemas. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dan hal itu bersangkutan dengan Xiao Ziya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Xiao Ziya pada prajurit penjaga gerbang itu.
"Nona segeralah masuk dan lihat sendiri." ucap sang prajurit penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Hitam yang tak bisa menceritakan kronologi kejadian yang sedang terjadi.
Akhirnya Xiao Ziya masuk kedalam wilayah Istana Kerajaan Hitam, gadis itu langsung pergi menuju halaman belakang istana karna peir petir itu sedang menyambar di sana. Saat pertama kali datang yang Xiao Ziya lihat adalah Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz yang sedang berada di sebuah lingkaran sihir sedangkan Raja Zeus dikurung disutu mantra pelindung. Dilain sisi Xiao Ziya melihat tubuh Zinren yang tergeletak diantara Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz. Tubuh pemuda itu berwarna hitam karna racun yang menyebar di seluruh tubuhnya.
Saat mencari kesana kemari siapa orang yang berani melakukan hal ini Xiao Ziya melihat orang tua Zinren yang sedang bersila dan membacakan sesuatu sedangkan Pemimpin Akademi Wunyeng menjaga perisai pelindung yang mengurung Raja Zeus agar sang raja tak bisa kabur.
"Apakah orang tua manusia bodoh itu ingin menyerahkan nyawa kedua kakak laki lakiku sebagai ganti kesembuhan putranya, sungguh lucu sekali." ucap Xiao Ziya yang merasa geram dengan tingkah orang tua Zinren yang tak tau malu.
Xiao Ziya mengambil pedang hitam yang ada di dalam cincin penguasa mutlaknya, setelah itu Xiao Ziya menancapkan pedang hitam itu ketanah hingga terjadi gelombang yang sangat besar. Perisai yang menyelimuti tubuh Raja Zeus pecah saat terkena gelombang itu. Orang tua Zinren dan Pemimpin Akademi Wunyeng merasa terkejut dan menoleh ke arah Xiao Ziya.
"Akhirnya kau datang juga bocah ingusan, jika kau tak ingin kedua kakak laki lakimu ini mati maka cepat sembuhkan putraku." ucap ibu Zinren yang memaksa Xiao Ziya untuk menyembuhkan putrnya.
"Pada siapa kalian ingin menukarkan nyawa kedua pangeran ini?." tanya Xiao Ziya yang sedang mengamati pola sihir pengorbanan yang mengelilingi tubuh Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz yang sedang terbaring di tanah.
"Kami akan menyerahkan nyawa mereka ada para dewa, tentu para dewa akan mendengar permintaan kami." ucap Ibu Zinren yang mengira bahwa para dewa dan dewi akan mengabulkan permintaan mereka.
Xiao Ziya tersenyum tipis saat mendengar jawaban orang tua Zinren, benarkan para dewa akan mendengarkan permohonan mereka hanya karna mereka menumbalkan nyawa Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz, mari kita lihat saja nanti.
"Hey para dewa jika dari kalian ada yang berani mengambil nyawa kedua pangeran ini, maka saya akan datang kedunia dewa untuk meratakannya." triak Xiao Ziya menggunakan kekuatan aura emasnya. Triakan gadis itu tentu saja sampai di dunia dewa.
Sedari awal para dewa hanya melihat apa yang dilakukan oleh orang tua Zinren dari atas sana, mereka memang tak ingin mengabulkan permintaan pasangan suami istri itu karna mereka mengenal kedua pangeran yang nyawanya akan ditumbalkan. Mendengar triakan ancaman dari Xiao Ziya membuat para dewa semakin tak berminat untuk menyembuhkan pemuda bernama Zinren yang sedang kritis itu.
"Sebaiknya kita diam saja, jangan ada yang memancing amarah nona Xiao Ziya." ucap Dewa Agni yang memberikan saran agar tak ada satu dewapun yang mengusik gadis itu.
Beberapa waktu yang lalu mereka semua sudah menjadi saksi keganasan Xiao Ziya saat gadis itu sedang marah, dewa agung saja kalah ditangan gadis itu apalagi mereka.
"Lagipula kita tak bisa menyinggungnya karna ia juga seorang dewi." ucap Dewa Hiloz yang ingat bahwa Xiao Ziya juga merupakan seorang dewi, kehadirannya di dunia dewa disambut dengan baik oleh mereka semua.
"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengentikan ritual yang dilakukan oleh pasangan suami istri itu?." tanya Dewa Yengmu, ritual itu harus segera dihentikan jika tidak maka akan ada salah satu dewa yang akan ditarik turun ke dunia atas dengan paksa karna mantra yang orang tua Zinren bacakan adalah mantra memanggil dewa.
__ADS_1
"Sialan mengapa para dewa tak menanggapi permohonan kita, apakah mereka benar benar takut pada gadis itu." ucap ayah Zinren yang kesal karna rencananya gagal, semua ini karna ulah Xiao Ziya. Jika bukan karna tiba tiba gadis itu datang maka ritualnya akan berhasil.
"Lepaskan kedua putraku, kalian bertiga tak akan ku ampuni." ucap Raja Zeus yang juga sangat marah karna dengan beraninya mereka bertiga melakukan sesuatu hal sesat di istananya.
"Ahahaha lakukanlah jika kau masih hidu setelah ini." ucap pemimpin Akademi Wunyeng yang mulai menyerang Raja Zeus, sepertinya selain menyembuhkan Zinren mereka memang memiliki niatan untuk memberontak.
Raja Zeus tak tinggal diam ia juga membalas setiap serangan yang dilakukan oleh pemimpik akademi. Kedua pria itu terus bertarung dan beradu ilmu sihir, pertarungan yang sangat sengitpun terjadi. Raja Zeus yang sudah sangat marah mengeluarkan pedang miliknya yang berhiaskan batu berlian merah yang mengandung sihir elemen api.
"Tak akan ku biarkan kalian menyakiti putra putraku." ucap Raja Zeus yang tak ingin pasrah saja melihat kedua putranya sedang terbaring lemah di atas tanah. Pedang milik Raja Zeus terbakar oleh api merah setelahnya Raja Zeus mengayunkan pedang itu pada pemimpin Akademi Wunyeng dengan kecepatan tinggi. Pemimpin akademi kesulitan mengimbangi tebasan demi tebasan yang dilakukan oleh sang raja sehingga ia terluka di bagian bahu sebelah kiri.
"Ini semua karna putri angkatmu yang tak ingin menyembuhkan muridku." ucap Pemimpin Akademi Wunyeng yang tetap menyalahkan Xiao Ziya atas kejadian tempo lalu.
"Jangan melimpahkan kesalahan dan ketidakmampuanmu pada putri cantikku." ucap Raja Zeus yang tak suka saat pemimpin akademi terus terusan menyalahkan Xiao Ziya.
"Putrimu itu sanggup menyembuhkan muridku namun ia bersikeras tak ingin melakukannya." ucap pemimpin akademi dengan nada yang tinggi, jika sedari awal Xiao Ziya bersedia menyembuhkan Zinren mara pemuda itu tak perlu mengalami masa kritis seperti sekarang ini.
"Terlalu banyak bicara." ucap Xiao Ziya yang melemparkan sebuah pisau kecil ke arah Pemimpin Akademi Wunyeng, pisau itu menancap tepat di jantung pemimpin akademi sehingga ia langsung mati ditempat.
"Teganya kau membunuh pemimpin akademi, lihat saja bagaimana Kepala Akademi Wunyeng akan menghukummu." ucap ayah dari Zinren yang tak pernah menduga bahwa Xiao Ziya tak perlu berfikir panjang saat ia ingin menghabisi nyawa orang lain, gadis itu sangat menyeramkan melebihi apa yang ada di dalam bayangan mereka.
"Nanti juga giliran kalian yang akan menyusulnya." ucap Xiao Ziya dengan senyum mengerikan andalannya, gadis itu sudah seperti dirasuki oleh iblis. Wajar saja karna ia adalah ratu dari para iblis tentu sifat kejam itu ada di dalam dirinya.
"Sebelum seorang dewa datang kesini sebaiknya kau menyembuhkan putra kami." ucap Ibu Zinren yang ingin putranya segera sembuh.
"Ayah hukuman apa yang biasanya dijatuhkan oleh kerajaan pada pemberontak?." tanya Xiao Ziya yang bertanya pada Raja Zeus tentang hukuman apa yang biasanya Raja Zeus berikan pada seorang pemberontak.
"Hukuman penggal kepala." ucap Raja Zeus yang menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya.
Xiao Ziya terlihat cukup puas mendengar hukuman yang akan dijatuhkan kepada orang tua Zinren. Gadis itu mengambil pedang hitamnya yang masih menancap di tanah kemudian menatap tajam ke arah ayah Zinren.
"Ayah tak perlu repot repot memenggal kepala mereka, biar saya saja yang melakukannya." ucap Xiao Ziya yang melesat menuju Ayah Zinren kemudian menebas kepala pria itu menggunakan pedang hitam miliknya dengan seketika kepala ayah Zinren terlepas dari tubuhnya.
Melihat suaminya di penggal tepat di hadapannya sendiri membuat ibu Zinren syok berat dan langsung terjatuh di tanah. Ia menatap miris kearah kepala sang suami yang menggelinding di tanah dan berhenti tepat di sampingnya, mata suaminya itu melotot mungkin ia terkejut saat Xiao Ziya tiba tiba saja memenggal kepalanya.
"Suamiku apa yang telah kau lakukan pada suamiku." ucap ibu Zinren dengan histeris ia tak bisa terima dengan apa yang sudah Xiao Ziya lakukan pada suaminya.
"Bukankah Raja Zeus sudah mengatakan pemberontak harus dipenggal, saya hanya memudahkan algojo saja agar mereka tak perlu memenggal kepala kalian berdua." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara dinginnya, gadis itu tak peduli bagaimana perasaan wanita yang ada di hadapannya itu. Siapa yang menyuruh mereka untuk mengusik hidup seorang Xiao Ziya?, ini adalah balasan untuk apa yang mereka lakukan.
"Karnamu anakku terkena racun, dan karnamu juga aku kehilangan suamiku." triak ibu Zinren dengan keras, ia berdiri dan hendak menampar Xiao Ziya, namun tangannya dicekal oleh Raja Zeus. Ia tak ingin putrinya disakiti oleh siapapun.
"Jauhkan tangan kotormu dari putriku." ucap Raja Zeus yang menghempaskan tangan ibu Zinren dengan kasar.
__ADS_1
"Kalian memang keluarga yang kejam dan tak memiliki hati." ucap Ibu Zinren yang kini memaki Xiao Ziya dan Raja Zeus, bukankah wanita itu dan suaminya yang ingin menyerahkan nyawa Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz pada para dewa untuk menggantinya dengan kesembuhan Zinen.
"Salahkan saja dirimu sendiri." ucap Xiao Ziya yang tak terpengaruh dengan ucapan wanita yang ada di hadapannya itu.
"Ayah saya muak melihat wajah wanita itu, sebaiknya ia seger menghilang dari dunia." ucap Xiao Ziya dengan sebuah siluet merah menyala yang melintas di sudut mata gadis itu. Xiao Ziya kembali mengayunkan pedangnya kepala ibu Zinren lepas dari badannya, kini pasangan suami istri itu telah menghilang dari dunia untuk selamanya.
Karna tak suka melihat mayat yang berserakan Xiao Ziya membakar tubuh pasangan suami istri itu dengan api hitam miliknya sedangkan jasad Pemimpin Akademi Wunyeng ia masukkan kedalam sebuah peti mati rencananya Xiao Ziya akan mengirim jasad pemimpin akademi ke Akademi Wunyeng.
"Sebaiknya ayah segera membawa kedua pangeran kedalam istana, tabib istana mampu menyadarkan mereka berdua." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Raja Zeus agar membawa Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz kedalam istana.
"Baiklah jika begitu, ayah pergi terlebih dahulu." ucap Raja Zeus yang memanggil beberapa prajurit untuk mengangkat tubuh kedua pangeran. Setelahnya mereka pergi masuk kedalam istana Kerajaan Hitam.
Xiao Ziya menatap ke arah Zinren yang masih tergeletak di atas formasi sihir yang dipasang oleh kedua orang tuanya, karna pemuda itu tak ingin mendengar apa yang Xiao Ziya katakan akhirnya ia bernasip seperti itu. Nampaknya Xiao Ziya sedang merencanakan sebuah hukuman yang pantas untuk pemuda itu.
Xiao Ziya mengambil beberapa jarum emas dari dalam cincin semestanya kemudian Xiao Ziya merendam jarum emas itu kedalam sebuah ramuan berwarna hitam pekat, setelah direndam beberapa saat Xiao Ziya menancapkan jarum jarum emas itu ke beberapa titik akupuntur Zinren. Sambil menunggu pemuda itu sadar Xiao Ziya memakan beberapa buah mangga yang ia simpan di dalam cincin semestanya.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Zinren sadar, pemuda itu membuka matanya perlahan. Namun sebelum kesadaran pemuda itu kembali seratus persen Xiao Ziya mencabut semua jarum emas miliknya. Setelah benar benar sadar Zinren memuntahkan cairan berwarna hitam pekat dalam jumlah yang sangat banyak.
"Dimana aku?." ucap Zinren yang kebingungan karna seharusnya ia berada di Akademi Wunyeng namun mengapa tiba tiba ia berada di tempat yang tak ia kenali.
"Sekarang kau ada di halaman belakang istana Kerajaan Hitam, apakah kau sudah lupa apa yang kau lakukan tempo lalu? kau telah membangkitkan sesosok iblis hingga iblis itu meracunimu." ucap Xiao Ziya yang menceritakan sedikit tentang kejadian saat pertandingan antara murid inti dengan murid jenius.
"Lalu mengapa aku ada di sini dan dimana teman temanku yang lain?." tanya Zinren yang sepertinya masih linglung akibat terlalu lama koma.
Xiao Ziya menceritakan sesuatu pada Zinren, gadis itu menceritakan bahwa untuk menyelamatkan nyawanya kedua orang tua Zinren mengorbankan diri mereka, dan Pemimpin Akademi Wunyeng juga ikut mati karna ia tak bisa menjaga formasi sihir dengan baik. Mendengar apa yang diceritakan oleh Xiao Ziya membuat pemuda itu sangat sedih ia tak menyangka karna ulahnya kedua orang tuanya harus meregang nyawa.
"Apa bukti jika perkataanmu itu benar?." tanya Zinren yang sedikit ragu, bisa saja gadis yang ada di hadapannya itu hanya membual saja.
"Lihatlah bukankah saat ini tubuhmu masih berada di tengah tengah formasi sihir." ucap Xiao Ziya dengan begitu meyakinkan. Zinren langsung berdiri dan menunduk kebawah, ia apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya memang benar tubuhnya masih ada di sebuah formasi sihir.
"Jadi kedua orang tuaku benar benar telah tiada?." ucap Zinren yang ingin memastikannya lagi.
"Mereka mati dengan cara yang sangat mengenaskan, jika saja kau mendengarkan perkataanku saat itu maka semua ini tak akan terjadi. Jika kau ingin menyalahkan seseorang atas kejadian ini maka salahkanlah dirimu sendiri." ucap Xiao Ziya yang kemudian pergi dari hadapan Zinren, gadis itu hendak mengirimkan tubuh Pemimpin Akademi ke Akademi Wunyeng. Sebelumnya Xiao Ziya telah mencabut pisau yang menancap di jantung pemimpin akademi dan gadis itu juga menutup lukanya.
Zinren mengikuti Xiao Ziya dari belakang ia ingin tau kemana gadis itu pergi, masih ada satu pertanyaan yang membuat pemuda itu merasa bingung mengapa Xiao Ziya ada di tempat ritual jika orang tuanya tak mengundang gadis itu.
"Hey tunggu sebentar ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." ucap Zinren yang berlari menyusul Xiao Ziya yang telah keluar dari gerbang Istana Kerajaan Hitam.
"Apa?." ucap Xiao Ziya dengan dingin pada pemuda itu.
"Mengapa kau ada di sana? mengapa kau tak menghentikan orang tuaku saat mereka ingin melakukan ritual itu?." tanya Zinren pada Xiao Ziya.
__ADS_1
"Pertama mereka melakukan ritual di halaman istana Kerajaan Hitam dan saya tinggal di sana tentu saja saya ada di sana, kedua apapun yang dilakukan oleh orang tua anda bukan urusan saya." ucap Xiao Ziya yang menjawab pertanyaan dari Zinren, karna tak ingin ditanyai lagi oleh pemuda itu akhirnya Xiao Ziya memilih untuk melesat pergi dari sana.
Hai hai semuanya aku update lagi gimana kabar kalian semoga sehat terus ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiahnya juga ya, like like like, komen buat ninggalin jejak atau saran, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga.