RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bukan Gadis Biasa


__ADS_3

Saat Xiao Ziya pergi ternyata yang datang adalah panatua, ketua pertama, dan ketua kelima. Mereka datang dengan tangan kanan panatua yang memegang sebuah cambuk.


"Untuk apa kalian datang kesini." ucap Xiao Minji yang merasa kedatangan mereka bertiga dengan niatan yang tak baik.


"Jika waktu itu kau mau menikah denganku maka nasibmu tak akan semengenaskan ini." ucap panatua Klan Xiao yang ada di dunia atas, ternyata ia menyiksa wanita itu hanya karna cintanya ditolak.


"Lebih baik aku mati daripada menikah denganmu." ucap Xiao Minji yang tak ingin menikah dengan pria jahat seperti panatua Klan Xiao.


Xiao Cungze mengangkat cambuknya tinggi tinggi kemudian ia mencambuk Xiao Minji hingga wanita itu merintih kesakitan, badannya terasa perih dan hatinya juga sakit. Ia berharap gadis yang ia temui tadi dapat membebaskannya dengan hukuman gila ini.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di atap salah satu paviliun, gadis itu tengah melihat kegiatan apa saja yang dilakukan oleh orang orang Klan Xiao yang ada di dunia atas. Ternyata tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh Klan Xiaonya, hanya saja disini sangat minim dengan kemanusiaan. Saat menoleh ke bagian barat ia menemukan Xiao Ningxu yang sedang dikerumuni beberapa gadis dan pemuda. Setelah mengamati lebih seksama ternyata mereka sedang menggangu Xiao Ningxu.


Xiao Ziya melesat dan turun tepat diantara pemuda dan gadis yang menggangu Xiao Ningxu, tentu saja kedatangan Xiao Ziya secara tiba tiba membuat mereka terkejut.


"Pergilah kalian dan jangan menggangu Ningxu jiejie." ucap Xiao Ziya yang menatap mereka dengan tatapan tajam. Aura membunuh yang keluar dari tubuh Xiao Ziya tentu saja membuat mereka ketakutan.


"Siapa kau, kami tak ada urusan denganmu. Jika kau adalah tamu maka bersikaplah seperti seorang tamu." ucap Xiao Jinjin anak dari ketua pertama yang berusaha mengusir Xiao Ziya. Namun Xiao Ziya tetap berdiri tegak ditempatnya.


"Pergilah sebelum ayah kami datang." ucap Xiao Finling anak ketua keempat yang mengancam Xiao Ziya dengan cara melapor pada sang ayah.


Mendengar perkataan dari gadis itu tentu saja membuat Xiao Ziya merasa geli, ternyata yang mengganggu Xiao Ningxu adalah sekelompok pengecut yang bersembunyi dibelakang ayah mereka.


"Mengapa kau tertawa." ucap Xiao Zinjun yang tak terima karna ditertawakan oleh gadis yang lebih muda darinya.


"Bagaimana bisa saya tak tertawa ketika mengetahui fakta bahwa yang menggangu Ningxu jiejie adalah sekelompok pengecut." ucap Xiao Ziya secara blak blakkan dan membuat para putra putri ketua Klan Xiao yang ada di dunia atas itu marah.


Seorang pemuda hendak melayangkan sebuah pukulan pada Xiao Ziya namun tak berhasil, Xiao Ziya memukul perut pemuda itu hingga ia terpental jauh dan memuntahkan seteguk darah. Melihat lawan mereka terlalu kuat akhirnya para putra dan putri ketua Klan Xiao itu lari untuk menyelamatkan diri mereka.

__ADS_1


"Lihat saja kau pasti akan menyesal." ucap seorang pemuda yang mengancam Xiao Ziya namun Xiao Ziya tak peduli dengan ancaman yang pemuda itu berikan.


Xiao Ningxu memeluk Xiao Ziya dengan erat ia menangis sejadi jadinya, gadis itu merasa sangat beruntung karna bertemu dengan gadis baik seperti Xiao Ziya.


"Hey tenanglah jiejie, mari kita kembali ke paviliun, pasti ayahmu dan kakak laki lakimu sangat khawatir padamu." ucap Xiao Ziya yang mengajak Xiao Ningxu untuk kembali ke paviliun ketua kedua.


Benar saja ayah dan kakak laki laki Xiao Ningxu sedang menunggunya di gerbang masuk paviliun, saat melihat Xiao Ningxu datang bersama Xiao Ziya perasaan ayah dan kakak laki laki Xiao Ningxu merasa senang.


"Kemana saja kau putriku." ucap Xiao Minzo yang melihat tubuh Xiao Ningxu dari atas hingga bawah untuk memastikan jika putri kesayangannya itu baik baik saja.


"Aku sempat diganggu oleh beberapa anak tadi, untung saja adik Ziya datang membantu saya." ucap Xiao Ningxu.


Xiao Minzo mengucapkan trimakasih pada Xiao Ziya karna telah menyelamatkan putrinya. Setelah itu mereka semua masuk kedalam paviliun dan pergi ke kamar masing masing.


Waktu berjalan dengan sangat cepat pagipun telah tiba dan Xiao Ziya sudah pergi dari kamarnya, gadis itu pergi ke tanah kosong tempatnya membuat janji dengan kelima pemuda yang akan ia latih. Sampai saat di sana ternyata kelima pemuda itu sudah datang kelihatannya mereka sangat bersemangat untuk berlatih.


"Pagi guru, kami sudah siap berlatih." ucap kelima pemuda itu penuh dengan semangat.


Xiao Ziya mengeluarkan kelima jenderal iblisnya dari cincin semesta. Melihat lima orang muncul begitu saja membuat kelima pemuda itu terkejut.


"Hormat kami pada junjungan muda." ucap kelima jenderal iblis milik Xiao Ziya yang memberikan salam.


"Saya terima salam hormat kalian." ucap Xiao Ziya dengan ramah.


"Ada keperluan apa hingga junjungan memanggil kami berlima?." ucap salah seorang jenderal iblis yang ingin tau apa tujuan junjungan muda mereka.


"Kalian lihat kelima pemuda yang ada di hadapan saya, saya ingin masing masing dari kalian melatih mereka dengan baik." ucap Xiao Ziya yang menyerahkan pelatihan kelima pemuda itu pada kelima jenderal iblisnya.

__ADS_1


"Kami akan melaksanakan tugas dari junjungan muda dengan baik." ucap kelima jenderal iblis milik Xiao Ziya.


"Saya ingin kalian berlima patuh pada kelima jenderal saya karna merekalah yang akan melatih kalian." ucap Xiao Ziya pada kelima pemuda itu, dengan sigap kelima pemuda itu menganggukkan kepala mereka.


Setelah urusannya dengan kelima pemuda itu selesai Xiao Ziya kembali ke Klan Xiao yang ada di dunia atas, Xiao Ziya merasakan hal buruk sedang terjadi pada keluarga ketua kedua. Benar saja saat sampai di Klan Xiao ia melihat Xiao Minzo, Xiao Hinji, Xiao Minji dan juga Xiao Ningxu sedang disiksa oleh beberapa orang yang berasal dari Klan Xiao.


"Perisai sihir air terbuka." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan salah satu ilmu sihir yang ia pelajari dari kitab yang ia temukan bersama jasad Xiao Wingza. Ilmu sihir yang Xiao Ziya gunakan cukup kuat untuk melindungi keluarga ketua kedua.


"Dari mana kau mempelajari sihir turun temurun dari Klan Xiao." ucap Xiao Cungze yang merasa sangat marah karna ilmu sihir yang dikeluarkan Xiao Ziya jauh lebih kuat dari miliknya.


"Tentu saja dari panatua terdahulu, saya datang kesini untuk membenarkan sesuatu yang salah." ucap Xiao Ziya yang membuat Xiao Cungze gemetaran.


"Hari ini saya akan membebaskan ibu dari Xiao Ningxu dari hukuman." ucap Xiao Ziya dengan terus terang, namun banyak pihak yang menertawakannya.


"Dengan bantuan siapa kau akan melakukan hal itu gadis kecil." ucap Xiao Yinli yang menertawakan perkataan Xiao Ziya yang tak masuk akal.


"Keluarlah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima ratus pasukan iblis miliknya, merasakan aura yang keluar dari orang orang berzirah hitam itu membuat panatua dan ketua Klan Xiao yang ingin mencelakai keluarga ketua kedua gemetaran. Tak ada yang menyangka jika gadis yang mereka remehkan memiliki latar belakang yang tak biasa.


"Siapa kau sebenarnya!." triak Xiao Cungze yang tak bisa diam saja ia harus tau asal usul dari Xiao Ziya.


Xiao Ziya melemparkan sebuah token hitam kearah Xiao Cungze dan pria itu menangkapnya. Melihat token yang diberikan oleh Xiao Ziua membuat Xiao Cungze bercucuran keringat.


"Apa hubunganmu dengan Raja Zeus." ucap Xiao Cungze dengan nada yang lemah.


"Saya putri angkat Raja Zeus, kemarin ketika kerajaan Zu Long mempermalukan saya Raja Zeus dan kedua putranya datang untuk membela saya dan bertanya apakah saya menginginkan peperangan. Jadi panatua Cungze sudah mengerti apa yang akan terjadi pada kalian jika kalian berani menyakiti saya." ucap Xiao Ziya dengan nada tegas dan soror mata yang tajam.


Hai semua maaf kalau dikit author lagi sakit ini aja maksain diri buat nulis padahal liat layar hp kepala author sakit terus pusing. Jangan lupa follow, vote, like, komen, rate, share

__ADS_1


__ADS_2