RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tamu Raja Artur


__ADS_3

Setelah selesai memberitaukan apa saja yang ingin ia sampaikan pada kakak laki lakinya, Xiao Ziya memilih untuk berkeliling istana karna dia merasa sedikit bosan. Ternyata tinggal disebuah istana yang tinggi dan megah bukanlah hal yang menyenangkan ia lebih suka tinggal di paviliunnya yang ada di Klan Xiao.


"Apa yang sedang kau lakukan saudariku?." tanya Xiao Yuna yang entah datang dari mana.


Xiao Yuna sedang bergandengan tangan dengan Muyen, pasangan itu benar benar membuat semua orang yang melihatnya merasa iri namun hal itu tidak berlaku untuk Xiao Ziya.


"Ekhem apakah kalian kesini untuk memamerkan kemesraan?." tanya Xiao Ziya yang memandang kearah kedua tangan yang sedang bergandengan itu.


"Bukan seperti itu adik Ziya, kami datang untuk bertanya kapan kita akan kembali ke akademi?." ucap Muyen yang menjelaskan kedatangan mereka yang tiba tiba itu.


"Kita akan kembali ke akademi nanti malam, kalian bisa berjalan jalan sekarang." ucap Xiao Ziya yang sudah bisa menebak bahwa pasangan itu ingin berjalan jalan ke pasar yang tak jauh dari istana kekaisaran.


Akhirnya Xiao Yuna dan Muyen berpamitan untuk pergi berjalan jalan, sedangkan Xiao Ziya berencana untuk pergi kedaerah perbatasan untuk melihat apakah hewan hewan buas yang menyerang beberapa waktu lalu sudah pergi ataukah belum.


Semestinya setelah Pangeran Xi Minho mati, para hewan buas itu sudah terbebas dari sihir yang mempengaruhi mereka.


"Aku harus memastikan hal itu terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Tak lama kemudian Xiao Ziya sampai di sebuah desa yang dekat dengan perbatasan, disana terlihat sangat tenang para penduduk menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya.


"Ini jauh lebih baik, hal seperti ini tak boleh terjadi lagi." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke desa desa lain.


Untunglah serangan dari hewan buas yang menggila itu benar benar terhenti sekarang semua berjalan seperti biasanya. Karna merasa sedikit lapar akhirnya Xiao Ziya memilih untuk mampir kesebuah kedai yang ada di dekat perbatasan.


"Selamat datang nona muda, anda ingin memesan apa?." ucap seorang pelayan yang sepertinya masih seumuran dengannya.


"Aku pesan menu terbaik yang kalian miliki." ucap Xiao Ziya dengan singkat, kemudian gadis itu mengedarkan matanya untuk melihat kesekeliling.


"Disini lumayan ramai padahal mereka ada di daerah perbatasan." ucap Xiao Ziya yang masih sibuk mengamati lingkungan sekitar.


Tak lama pesananya datang, Xiao Ziya pun menyantap makanan yang telah disajikan gadis itu membayar 3 keping emas.


"Nona ini terlalu banyak. Makanan yang anda pesan tak ada satu keping emas." ucap gadis pelayan itu dengan perasaan cemas.


"Tidak apa apa ambil saja untukmu." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum. Entah kapan uang yang ia punya di cincin penyimpananya itu habis, tumpukan koin emas, permata, berlian itu sangat menggunung belum lagi ia mendapat jatah bulanan dari Klan Xiao dan juga dari Xiao Yan yang kini menjadi seorang kaisar.


"Jika boleh tau kapan kedai ini buka, terakhir saya berkunjung kesini kedai ini belum ada." tanya Xiao Ziya yang merasa sangat penasaran.


"Kedai ini baru buka kemarin nona, karna serangan hewan buas juga baru saja reda." ucap gadis pelayan itu dengan jujur.

__ADS_1


Xiao Ziya hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja. Pantas saja bangunan di sini terasa sangat baru, mungkin saja mereka membangunnya dengan kekuatan sihir sehingga dapat dibangun dengan cepat.


Saat Xiao Ziya sedang hikmat menyantap makananya dia mendengarkan sebuah berita yang cukup penting. Tiga orang pria yang sedang duduk di bangku paling ujung sedang bergosip sembari meminum arak mereka.


"Kudengar beberapa hari lagi akan diadakan turnamen tahunan semu akademi yang ada di dunia bawah akan saling bersaing." ucap salah satu dari mereka.


Ketika mendengar hal itu Xiao Ziya hanya bisa menaikkan satu aslisnya, ia mengira turnamen tahunan itu masih lama namun tanpa ia duga itu akan terjadi beberapa hari lagi.


"Memangnya berapa hari lagi turnamen itu akan dilaksanakan ?." tanya salah satu dari mereka.


"Kira kira 12 hari lagi." jawab salah satu dari mereka.


12 hari itu waktu yang cukup untuk Xiao Ziya menyelesaikan semua urusannya. Setelah menyelesaikan makannya Xiao Ziyapun pergi dan kembali ke istana kekaisaran.


Saat ia masuk kedalam kamar terlihat Zoe sedang bermain dengan ayahnya, mungkin saja mereka berdua sudah menunggu kepulangan Xiao Ziya.


"Tata tiya tata tiya." racu Zoe sambil lompat kegirangan diatas tempat tidur Xiao Ziya.


"Akhirnya putriku pulang, darimana saja kau nak. Apakah kau tau tao Zoe mencarimu." ucap Xiao Cunyu sambil menatap Xiao Ziya dengan hangat.


"Apakah kau merindukan jiejie." ucap Xiao Ziya kemudian membawa bayi laki laki itu dalam pangkuannya.


Terlihat Zoe sangat ceria ketika berada di dekat Xiao Ziya, tentu saja bayi laki laki yang lucu itu sangat merindukan kakak perempuannya.


Xiao Ziya terdiam sejenak, sepertinya gadis itu sedang berfikir apakah Xiao Zoe bisa ia ajak ke akademi atau tidak. Namun membawa Xiao Zoe ke akademi bukanlah ide yang buruk.


"Baiklah aku akan membawa adikku yang lucu ini ke akademi, setelah tugas ayah selesai ayah bisa menjemputnya. Lagipula 12 hari lagi turnamen tahunan antar akademi yang ada di dua bawah akan berlangsung." ucap Xiao Ziya yang tak merasa keberatan jika harus menjaga adiknya.


"Trimakasih, dan maaf ayah sudah merepotkanmu. Ayah akan menyelesaikan tugas secepat mungkin. Kalau begitu ayah harus pamit kembali ke klan." ucap Xiao Cunyu yang kemudian mencium kening Xiao Ziya dan Zoe sebelum ia pergi.


Sebenarnya Xiao Cunyu bisa saja menitipkan putra kecilnya itu pada Xiao Yan ataupun orang orang di Klan Xiao. Namun ia melihat bayi kecil itu sangat merindukan putrinya jadi Xiao Cunyu memutuskan untuk menitipkan Zoe pada Xiao Ziya.


"Bukankah kau tumbuh sedikit lebih besar humm." ucap Xiao Ziya sambil mencium hidung Zoe.


Mereka berdua tampak sangat senang, ya entah mengapa Zoe terasa sangat spesial.


"Tata tiya uma." ucap Zoe sambil mencium pipi Xiao Ziya.


Saat ini mereka berdua sedang tertawa bersama. Tidak ada salahnya kita menyayanyi seseorang walau tak ads hubungan darah sekalipun.

__ADS_1


Ditempat lain tepatnya Kerajaan Daun Perak Yuan Zie terlihat sangat kesepian dia sudah mulai jenuh dengan suasana istana yang sangat membosankan. Pria itu sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Alangkah baiknya aku mengadakan pesta untuk mencari calon istri." ucap Yuan Zie sembari menandatangani beberapa berkas yang sangat menumpuk.


Entah mengapa pria bujang itu tiba tiba memikirkan ingin memiliki seorang istri. Apakah Yuan Zie sudah mendapatkan sebuah pencerahan. Sepertinya tak lama lagi Raja Artur akan memiliki seorang menantu dan juga cicit.


"Namun tugas tugas ini akan membuat kepalaku pecah, aku harus pergi menemui kakek untuk meminta saran." ucap Yuan Zie yang langsung keluar dari ruang kerjanya dan pergi kesebuah ruangan.


Setelah itu Yuan Zie membacakan sebuah mantra sihir. Tiba tiba saja pria itu berteleportasi menuju wilayah kerajaan neraka. Mihat kedatangan Yuan Zie para penjaga gerbang istana langsung memberikan hormat.


"Hormat pada cucu Junjungan." ucap mereka secara serentak.


"Hormat kalian kuterima, apakah kakek ada di dalam?." tanya Yuan Zie pada salah satu prajurit iblis yang menjaga gerbang.


"Junjungan Yang Mulia Artur sedang berbincang dengan seorang tamu, Tuan Zie bisa masuk kedalam jika ingin menemuinya." ucap salah satu prjurit iblis yang menjaga gerbang.


Akhirnya Yuan Zie masuk kedalam, namun ia merasa enggan untuk masuk ke ruang kerja kakeknya karna saat ini sedang ada tamu penting yang sedang mengobrol dengan kakeknya itu. Namun dilain sisi Yuan Zie sangat penasaran siapa tamu dari sang kakek.


Tok tok tok


Akhirnya Yuan Zie memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruang kerja kakeknya daripada ia harus penasaran.


"Masuklah cucuku." ucap Raja Artur yang mengenali aura milik Yuan Zie.


Akhirnya Yuan Zie masuk kedalam dan melihat seseorang yang sangat asing baginya. Seorang pria dengan mata biru, rambut berwarna perak, telinga sedikit lebih lancip dari manudia pada umumnya ya pria itu sangatlah menawan.


"Perkenalkan dia adalah Tuan Xiliu dari dunia peri, dia datang untuk berkunjung." ucap Raja Artur yang memperkenalkan temannya pada cucunya.


"Apakah tuan ini adalah teman kakek?." tanya Yuan Zie yang sangat penasaran, mengapa ada yang mau berteman dengan kakeknya yang aneh itu.


"Iya dia adalah teman lamaku, perkenalkan pemuda yang ada dihadapanmu itu adalah cucuku." ucap Raja Artur yang memperkenalkan Yuan Zie.


"Hormatku pada Tuan Xiliu." ucap Yuan Zie sambil membungkukkan badan.


Xiliu hanya menjawab dengan senyuman, jujur saja kepribadian Xiliu ini sangatlah misterius. Jika ia adalah teman lama dari Raja Artur berarti Xiliu seumuran dengan Raja Artur bukankah itu sangat luar biasa.


"Apakah temanmu sedingin itu?." ucap Yuan Zie dengan spontan.


"Mohon maaf mulut cucuku terkadang menyebalkan." ucap Raja Artur yang merasa tak enak.

__ADS_1


**Hai hai semua gimana kabar kalian? sehat selalu ya. makan teratur jangan keseringan gadang okey. Umm kalian di 2021 ini apa sih mimpi yang pengen kalian capai?? author kepo heheh ga papa kan? oh ya yang masih sekolah semangat ya kerjain tugas tugasnya.


Jangan lupa yang belum follow author wajib follow ya biar aku makin semangat dan itu wujud cinta kalian ke aku. Jangan lupa Vote ya, like, komen, rate, share**.


__ADS_2