RATU IBLIS

RATU IBLIS
Balaskan Dendam Mu Yungha!


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugasnya melenyapkan benalu seperti Xiao Ciyun kini Ziya menatap ke arah Yungha dengan tatapan puas. Kini siapa yang akan membela Yungha setelah kepergian ayah tirinya itu, tidak ada petinggi Klan Xiao yang menyukai keberadaan Yungha di klan mereka.


Xiao Ziya membakar kertas mantra emas yang tersebar di seluruh ruangan putih itu dan dalam sekejap mereka semua langsung kembali ke aula utama Klan Xiao. Ziya berjalan mendekat ke arah Yungha yang masih terdiam membisu, sepertinya ia sulit mempercayai apa yang terjadi barusan.


"Saya menang dan Anda kalah, silahkan pergi dari klan ini karna saya tidak pernah menyambut kedatangan Anda di sini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang ia tunjukkan pada Yungha.


Kesadaran Yungha langsung kembali setelah mendengar perkataan dari Xiao Ziya, bagaimana nasibnya nanti ketiga ibu serta saudaranya yang lain mengetahui bahwa ia diusir dari Klan Xiao?. Pasti sang ibu akan sangat marah dan langsung menyiksanya hingga emosi ibunya itu mereda.


"Bagaimanapun juga saya tetaplah anak angkat dari Tuan Xiao Ciyun dan berhak tinggal di paviliun yang ia miliki." ucap Yungha yang sangat berani mengatakan hal itu di hadapan Xiao Ziya.


"Hak?? hak seperti apa yang Anda maksud Nona Yungha. Kami semua tidak menyukai keberadaan Anda di klan ini, lagipula Anda tidak bisa melakukan apapun selain merengek, menangis, dan meminta belas kasih pada orang lain. Klan Xiao tidak menerima bakat seperti itu, segeralah pergi sebelum saya meminta para prajurit untuk menyeret Anda keluar dari sini." tegas Xiao Ziya dengan tatapan tajam.


"Baiklah saya akan pergi sekarang, sebelum itu saya harus mengemas semua barang barang milik saya yang masih berada di paviliun milik Tuan Xiao Ciyun." ucap Yungha. Jika ia bisa pergi ke paviliun milik ayah angkatnya, setidaknya Yungha bisa membawa beberapa harta pribadi milik Xiao Ciyun seperti emas, berlian, dan benda benda berharga lainnya.


"Tidak... silahkan pergi tanpa membawa apapun. Semua barang barang itu dibeli menggunkan uang kas klan ini dan akan kami jual untuk kepentingan Klan Xiao." jawab Xiao Ziya.


"Bagaimana bisa seperti itu, jangan keterlaluan Nona Xiao Ziya!!! barang milik saya adalah milik saya, bagaimana bisa Anda ingin menjualnya demi kepentingan Klan Xiao!." bentak Xiao Yungha yang merasa tidak terima.


Xiao Ziya melesat ke arah Yungha, setelah jarak diantara keduanya semakin dekat dengan cepat Xiao Ziya menggenggam tangan Yungha kemudian membaca mantra teleportasi. Dalam sekejap mata mereka menghilang dari pandangan semua orang yang masih berada di aula utama.


"Sebaiknya kita kembali mengerjakan tugas masing masing, tidak perlu melakukan upacara pemakaman untuk Xiao Ciyun karna jasadnya juga tidak ada." ucap Xiao Yuza. Pria itu bergegas keluar dari aula utama Klan Xiao.


"Ya itu benar, sebaiknya kita kembali ke tempat masing masing dan melakukan aktivitas seperti biasanya." ucap beberapa ketua klan yang ikut meninggalkan aula utama.


Kini yang tersisa hanyalah Xiao Cunyu bersama putra pertamanya, mereka berdua merasa lega karna masalah ini telah selesai berkata Xiao Ziya. Kini tak ada lagi gadis pengganggu yang akan membuat keributan sepanjang waktu.


"Ayah akan kembali ke ruang kerja, sampai jumpa putraku." pamit Xiao Cunyu.


"Sampai jumpa ayah, saya harus menyelesaikannya beberapa tugas yang ayah berikan kemarin." jawab Xiao Yan, ia berlari keluar dari aula utama menuju paviliun miliknya.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan Yungha sedang dalam perjalanan melintasi dimensi ruang dan waktu, ini teleportasi pertama yang Yungha rasakan dan perihnya terasa sangat mual. Yungha melirik ke arah Xiao Ziya yang sedang menatap lurus ke depan dengan tenang seolah olah susah terbiasa dengan hal aneh semacam ini.


"Kemana kau akan membawaku pergi? bukankah sudah ku katakan aku harus berkemas terlebih dahulu." protes Yungha pada Xiao Ziya dengan tatapan kesal.


"Diamlah jika saya tidak mengajak mu berbicara." jawab Xiao Ziya dengan nada ketus. Setelah masalah ini selesai ia akan membuat peraturan baru di Klan Xiao yaitu dilarang mengadopsinya orang luar tanpa persetujuannya darinya terlebih dahulu. Ini adalah kali kedua Xiao Ziya dibuat kerepotan oleh gadis gadis gila yang diadopsi para petinggi Klan Xiao.


Setelah beberapa menit berlalu keduanya muncul di sebuah halaman rumah yang cukup besar. Tubuh Yungha langsung merasa lemas setelah menyadari bahwa Xiao Ziya membawanya kembali ke tempat tinggalnya.

__ADS_1


"Bawa saya pergi dari sini Nona Ziya, Anda bisa membuang saya kemanapun namun jangan bawa saya ke tempat ini." mohon Yungha sembari menarik narik lengan baju Xiao Ziya.


"Berhentilah merengek seperti anak kecil, ini adalah rumah mu tempat dimana seharusnya kamu tinggal!." ucap Xiao Ziya dengan suara yang cukup kencang hingga pemilik rumah tersebut terganggu.


Seorang wanita paruh baya dan seorang pria keluar dari dalam rumah itu, dengan segera Yungha bersembahyang di balik badan Xiao Ziya. Sang wanita paruh baya menatap ke arah Ziya dari ujung rambut hingga ujung kaki, wanita itu mulai tersenyum saat menyadari gadis yang ada di hadapannya seorang nona muda kaya raya.


"Siapa Nona Muda ini? ada keperluan apa hingga Anda datang ke gubuk kami?." tanya wanita paruh baya itu dengan binar mata yang sangat cerah.


"Apakah Anda ibu dari gadis ini?." tanya Xiao Ziya sembari menarik Yungha agar tidak terus bersembunyi di balik badannya.


Seketika ekspresi wajah wanita paruh baya itu berubah menjadi kesal, ini pertama kalinya Xiao Ziya menemukan seorang ibu yang membenci putri kandungnya sendiri. Banyak orang yang telah mengusik kehidupan Xiao Ziya kemudian berakhir dengan tragis, namun banyak orang tua yang memohon pada Ziya agar anak mereka dibebaskan dari kematian meskipun hal semacam itu tidak akan pernah terjadi.


"Apa yang dilakukan oleh gadis bodoh itu, bagaimana bisa saya memiliki putri sepertinya?. Ah saya ingat dia adalah anak angkat pemimpin Klan Xiao." ucap wanita paruh baya yang sedang berakting di hadapan Xiao Ziya.


"Putri angkat Tuan Xiao Cunyu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung. Gadis itu memainkan perannya dengan sangat baik.


Ibu Yungha terdiam beberapa saat, ia sangat ingat nama pemimpin Klan Xiao saat ini adalah Xiao Ciyun lalu mengapa nona muda itu menyebutkan nama yang lain?.


"Bukan Nona, pemimpin Klan Xiao saat ini adalah Tuan Xiao Ciyun." jawab wanita paruh baya itu.


"Anda salah bibi. Beberapa saat yang lalu Tuan Xiao Ciyun telah meninggal karna itulah pemimpin klan yang baru akan dipilih. Menurut informasi yang say dapatkan Tuan Xiao Cunyu adalah satu satunya kandidat yang ada." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius.


"Tentu saja tidak, anak angkat tidak dapat mewarisi harta kekayaan dari orang tua angkatnya. Klan Xiao akan menyimpan serta menjual beberapa barang barang milik pemimpin klan terdahulu sebagai kas klan." jelas Xiao Ziya pada wanita paruh baya yang berstatus sebagai ibu kandung Xiao Yungha.


"Lalu untuk apa Anda membawa putri angkat Tuan Xiao Ciyun kemari?." tanya ibu Yungha dengan kebingungan.


"Karna Anda adalah ibu kandungnya tentu saja saya akan mengembalikan Yungha pada Anda." jawab Xiao Ziya. Perkataannya itu membuat ibu Yungha terkejut, jadi sedari awal nona muda yang ada di hadapannya itu sudah mengetahui fakta bahwa Yungha adalah putrinya.


"Ah mungkin Anda salah nona, perkenalkan saya Junhi Yanji dan ini putra saya Junhi Zohu. Saya hanya memiliki dua anak dan gadis itu bukanlah anak saya. Sebaiknya Nona Muda menyelidiki identitas gadis itu terlebih dahulu." sangkal wanita bernama Junhi Yanji pada Xiao Ziya. Perkataannya membuat Ziya hampir tertawa, tak mungkin Ziya pergi ke tempat itu tanpa menyelidiki fakta fakta mengenai Yungha terlebih dahulu.


"Perkenalkan saya Xiao Ziya putri dari Tuan Xiao Cunyu sekaligus orang yang telah membunuh ayah angkat gadis ini. Saya datang kesini untuk mengembalikan putri Anda yang tidak berguna." ucap Xiao Ziya. Ia mendorong Yungha agar lebih dekat dengan ibu kandungnya itu.


Saat tubuh Yungha ingin menabrak sang ibu, dengan segera ibunya menghindari dan Yungha berakhir jatuh tersungkur. Kakak laki laki dari gadis itu hanya menatap ke arah sang adik perempuan dengan tatapan marah.


"Kami tidak membutuhkan gadis ini, sebaiknya Nona Ziya membawanya pergi." ucap Juhi Zohu pada Xiao Ziya. Jika sang adik tidak mendapat warisan sepeserpun untuk apa ia kembali ke rumah sang ibu.


"Gege!!! aku ini adik mu. Selama ini kau makan dan hidup dengan enek karna uang pemberian dariku. Bukankah selama ini kau dan ibu selalu meminta ku untuk berpura pura menjadi gadis malang agar diadopsi keluarga kaya??. Mengapa bukan kau saya yang menawarkan diri menjadi simpanan Nyonya kaya raya!!." triak Yungha yang sudah sangat lelah dengan kehidupan yang ia jalani. Semua rencana masa depannya rusak begitu saja dan ia harus kembali pada keluarganya yang sangat ia benci.

__ADS_1


Plak....


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Yungha yang masih terduduk di rerumputan. Yungha menatap ke arah sang ibu dengan tatapan penuh kebencian, mengapa diantara ketiga anak ibunya hanya ia yang diperlukan seperti ini?.


"Jangan mengatakan yang tidak tidak pada kakak mu." tegur Juhi Yanji pada Yungha dengan tatapan tak suka.


"Jadi ini alsan Nona Yungha begitu membenci saya?. Jika Anda merasa tak senang dengan perlakuan keluarga Anda sendiri maka bunuh lah mereka. Dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang bisa menekan Anda seperti sekarang ini." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah. Kali ini ia berbicara sebagai seorang junjungan muda dari Alam Neraka.


Yungha menoleh ke arah Xiao Ziya beberapa saat, sepetinya ia sedang mempertimbangkan saran yang diberikan oleh Ziya. Setelah beberapa saat tiba tiba ekspresi wajah Yungha berubah seperti seseorang yang dipenuhi dengan dendam.


"Sialan mengapa kau mengatakan hal seperti itu, bagaimanapun juga aku tetaplah ibunya." ucap Junhi Yanji yang mulai merasa khawatir. Bagaimana jika Xiao Ziya berhasil mempengaruhi fikiran putrinya itu?.


"Ibu?? bukankah sedari tadi Anda mengatakan bahwa Yungha bukanlah putri Anda?. Dasar munafik!." ucap Xiao Ziya.


Yungha mengepalkan tangannya dengan kuat, ia berdiri dan langsung menghantam tubuh Junhi Zohu dengan sekuat tenaga. Kakak laki laki Yungha terpental beberapa meter kebelakang hingga ia menabrak dinding rumah dan memuntahkan darah segar, melihat kakaknya yang terluka Yunha malah tersenyum bahagia.


"Putraku !!!." triak Juhi Yanji sembari berlari menghampiri putra kesayangannya itu. Saat melewati Yungha ia mendorongku bahu gadis itu perlahan dan kini Yungha berada di dekat Xiao Ziya.


"Bertahanlah ibu akan mencarikan tabib terbaik untukmu. Jangan pergi tinggalkan ibu." ucap Juhi Yanji dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu menangis saat putranya terluka akan tetapi tidak pernah peduli apapun yang terjadi pada Yungha.


"Lihat itu, betapa sayangnya ibumu pada pemuda yang kau sebut dengan Gege." bisik Xiao Ziya pada telinga Yungha. Kebencian kembali meluap dari dalam tubuhnya, samar samar Xiao Ziya dapat merasakan aura membunuh dari tubuh gadis itu.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin semesta miliknya, ia memberikan pedang tersebut pada Yungha lalu membisikkan sesuatu. Tiba tiba amarah Yungha memuncak, ia berlari secepat mungkin dengan membawa pedang pemberian Xiao Ziya dan bersiap untuk menusuk sang ibu dari belakang.


Jleb....


Pedang itu menusuk seseorang namun bukan ibu Yungha melainkan adik perempuannya. Beberapa saat yang lalu ada seorang anak perempuan yang mengintip dari celah pintu rumah, ia segera berlari ke arah kakak perempuannya yang hendak menusukkan pedang pada ibu mereka. Tidak ada sorot mata rasa bersalah yang Yungha tunjukkan meskipun ia menusukkan pedang itu pada sang adik perempuan.


"Dasar iblis, kau sangat tega membunuh adik perempuan mu sendiri. Aku menyesal pernah melahirkan mu ke dunia ini!." bentak ibu Yungha dengan sangat kencang. Wanita itu memangku mayat putri keduanya dengan darah yang terus meluap dari bekas tusukan pedang.


"Dia juga pantas mati, kalian berdua juga harus mati. Tidak akan ku biarkan kalian bahagia disaat aku harus menderita seperti ini. Orang jahat seperti kalian pantas untuk mati!!." triak Yungha seperti orang kesetanan. Mata gadis itu berubah menjadi hitam secara keseluruhan, ia mengayunkan pedangnya kesana kemari dan melukai ibu serta kakak laki lakinya itu dengan cukup parah.


Juhi Yanji menatap ke arah Xiao Ziya seperti sedang meminta pertolongan akan tetapi Ziya tidak peduli. Ini yang seharusnya Yungha lakukan sejak lama jika ia ingin hidup dengan tenang bukannya berpura pura menjadi gadis malang untuk diadopsi keluarga kaya.


"Hentikan putriku, aku ini masih ibumu." ucap Juhi Yanji, ia berusaha untuk mengembalikan kesadaran Yungha yang telah dikuasai oleh amarah dan dendam.


"Yah Anda hanya bisa mengatakan omong kosong saat dalam kondisi terpojok." gumam Xiao Ziya.

__ADS_1


"Ahahaha kalian berdua harus mati!!!." triak Yungha. Ia menebas kepala ibu serta kakak laki lakinya dalam satu gerakan. Kini Yungha telah meluapkan emosinya pada semua orang yang telah membuatnya menderita.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2