
Hermione sudah masuk kedalam ruang ugd, yang lain menunggu diluar. Mereka berjalan bolak balik seperti setrikaan.
"Gue harus balas dia" ucap Andre ingin pergi tapi dihalang oleh Evan.
"Bokap lo juga luka diem disini" ucap Evan memegang tangan Andre
"Dia bukan bokap gue, bokap gue udah mati" ucap Andre dengan suara tinggi sambil menghempaskan tangan Evan.
"Gak ada orang tua yang tega nyakitin anaknya sendiri, gak ada" ucap Andre.
"Jadi gue anggap dia bukan bokap gue, gue gak pernah ada bokap didunia ini, gue nyesel pernah muji dia sebagai pahlawan gue, dia bukan pahlawan dia musuh, musuh terbesar gue" ucap Andre lagi.
"Akhhhhh" Andre meninju dinding sampai retak lalu pergi entah kemana.
Iliana, Mona dan Dela meneteskan air mata merasa sakit didadanya saat Andre mengucapkan itu, mereka seperti merasakan rasa sakit yang dirasakan Andre dan Hermione selama ini. Evan, Julio dan Drew menenangkan mereka bertiga padahal mereka juga sama sakitnya.
Dimas dan yang lainnya bingung karena mereka tak mengetahui masalahnya tapi mereka tak peduli yang mereka pedulikan saat ini Hermione.
Berjam-jam berlalu akhirnya dokter keluar dari ruang ugd, mereka yang sedari tadi menunggu langsung berdiri.
"Keluarga pasien" ucap dokter.
"Saya suaminya" Dimas refleks mengatakan itu membuat yang lain menoleh kearahnya tapi dia tak peduli.
"Begini Tuan, istri anda sudah melewati masa kritisnya dan sekarang dia koma" ucap dokter.
"Tulang punggung istri anda ada yang retak tapi tenang kami sudah mengobatinya mungkin beberapa minggu lagi akan pulih, luka-luka ditubuh lainnya juga sudah kami obati sekarang pasien akan dipindahkan keruang icu karena membutuhkan perawatan intensif" ucap dokter.
"Terima kasih infonya" ucap Dimas. Dokter itu pergi dari sana.
***
Andre pergi mencari mangsa untuk menyerap energi manusia dan dia bisa mentransfer kepada Hermione. Dia kembali kerumah sakit setelah mendapatkan energi beberapa manusia.
Andre merasakan aura Evan dan yang lainnya diarah ruang icu, dia berjalan kearah sana. Saat sampai benar saja mereka berkumpul disana.
"Gimana?" tanya Andre.
"Koma" jawab Drew. Andre berjalan masuk kedalam ruangan yang lain hanya diam saja diluar karena mereka sudah melihat keadaan Hermione.
Saat Andre masuk kedalam ruangan dia meliht kakaknya dipasang berbagai macam alat ditubuhnya, ntah itu berpengaruh untuk iblis seperti Hermione atau tidak.
"Kak jangan tidur cepet bangun" ucap Andre memegang tangan Hermione lalu mentransfer energi manusia kepada Hermione.
"Kalau kakak bangun pasti kakak bakal nolak ditransfer energi ini" ucap Andre lemah, dia menjadi pucat setelah mentransfer energinya.
"Kalau pun nerima itu juga dipaksa dan kakak nerimanya hanya sebagian saja, sekarang aku kasih semuanya untuk kakak" ucap Andre.
"Cepet sembuh kakakku sayang" ucap Andre mencium kening Hermione.
Andre berjalan keluar dari ruang icu, saat keluar orang yang tidak tau kenapa dia jadi pucat bingung dan khawatir.
Evan membantu Andre supaya duduk, dia memegang tangan Andre lalu memberikan sedikit energi miliknya karena energinya juga sudah lemah karena bertarung tadi.
"Udah" ucap Andre pelan. Evan melepaskan tangannya dari tangan Andre. Drew memegang tangan Andre secara diam-diam karena takut jika Dimas dan yang lain liat bisa disangka yang aneh-aneh.
Andre sedikit terlihat tidak pucat, walaupun sedikit itu tak masalah, yang lain ikut mentransfer energinya ke Andre sedikit-sedikit karena energi mereka juga sama sudah lemah. Sekarang Andre sudah hampir tak terlihat pucat.
"Eh gue pamit dulu ya ada urusan" ucap Evan.
"Gue juga sama, telpon gue kalau ada apa-apa" ucap Iliana.
__ADS_1
"Hati-hati" ucap Dela. Evan dan Iliana pergi ingin mencari mangsa untuk diserap energinya lalu ditransfer kepada Hermione.
Mereka semua bergantian perginya dan setiap mereka keluar kamar pasti dalam keadaan pucar itu membuat Dimas, Reno, Fadil dan Ariel dkk bingung.
"Mungkin karena sedih ngeliat kak Dara/Dara terbaring lemah" itu yang selalu dipikirkan oleh mereka.
***
1 minggu berlalu mereka selalu menjenguk keadaan Hermione. Setiap pulang sekolah atau kampus Andre, Dimas, Reno, Fadil, dan Ariel dkk selalu menjenguk sedangkan Evan dan yang lain selalu menjaga Hermione saat mereka sekolah dan kampus. Terkadang Sarah dan 2 temannya bernama Wawa dan Santi ikut menjenguk, tujuan mereka hanya menemui cogan yang menjaga Hermione saja atau pdkt dengan Ariel dkk.
Aroon sempat beberapa kali menjenguk saat dia tidak sibuk kerja, Bram selalu menelpon Hermione karena ponsel baru Hermione menggunakan nomor yang sama, 1 nomor untuk Dara dan 1 lagi untuk Hera.
Jari tangan Hermione mulai bergerak, Andre yang sedari tadi menggenggam tangannya untuk mentransferkan energi senang karena ada peningkatan. Mata Hermione mulai terbuka perlahan, Andre mengusap punggung tangan Hermione.
"Kakak udah sadar" ucap Andre melihat wajah Hermione, Hermione hanya tersenyum dan mengangguk.
"Udah Dre transfer energinya" ucap Hermione lemas.
"Nanti kak sedikit lagi" ucap Andre melanjutkan mentransfer kembali.
"Nah udah, aku panggil dokter ya" ucap Andre ingin pergi tapi tangannya dipegang oleh Hermione, Andre kembali duduk.
"Percuma dek gak bakal mempan" ucap Hermione tersenyum, dia lalu duduk dibantu oleh Andre.
"Ohh iya lupa kak saking senengnya" ucap Andre dia lalu mencium seluruh inci wajah Hermione setelah itu memeluk Hermione erat. Hermione mengusap kepala Andre lembut.
"Aku sayang kakak, aku gak mau kehilangan kakak" ucap Andre.
"Kakak juga dek" ucap Hermione mencium pucuk kepala Andre.
"Terbalik seharusnya aku yang kayak gitu bukan kakak" Andre menengadahkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ihhh seneng banget kakak udah sadar" Andre meneteskan air matanya.
"Nangis bahagia" ucap Andre.
"Dara lo udah sadar" suara Evan mengagetkan mereka berdua, Evan langsung berlari dan memeluk Hermione. Orang yang berada diluar ruangan mendengar suara Evan mengucapkan itu langsung masuk kedalam.
"Iya gue udah sadar" ucap Hermione.
"Berkat kalian semua" bisik Hermione.
"Apasih yang gak buat ratu, nyawa aku aja bakal aku korbanin" ucap Evan ikut berbisik.
"Dara" Iliana, Mona dan Dela menyingkirkan Andre dan Evan lalu memeluk Hermione.
"Kita kangen" ucap Iliana.
"Jahat lo selama 1 minggu baring aja disini" ucap Mona.
"Iya gak kasian apa sama kita sedih terus liat lo" ucap Dela.
"Gue gak nyuruh kalian sedih" ucap Hermione.
"Iya juga ya" ucap Dela, mereka lalu melepaskan pelukannya.
"Kakak" Reno langsung memeluk Hermione.
"Maaf" ucap Reno.
"Untuk?" tanya Hermione.
__ADS_1
"Karena gak bisa jaga kakak pas lagi dirawat" jawab Reno.
"Kamukan sekolah" ucap Hermione.
"Kakak jagain aku sampai gak masuk kuliah dan kerja masa aku gak kayak gitu" ucap Reno.
"Bentar lagi kan ulangan semester 1 kamu harus sekolah" ucap Hermione.
"Biarin aja" ucap Reno melepaskan pelukannya.
"Pas berantem sama gue gak pernah kayak gini" ucap Drew mengacak-acak rambut Hermione.
"Karena tenaga lo masih dibawah gue" ucap Hermione sombong.
"Iya deh yang kuat, aku mah bisa apa atuh" ucap Drew.
"Bisa bikin anak aja lo mah" ucap Julio.
"Kalau itu pasti" ucap Drew, Dela langsung mencubit pinggang Drew.
"Apa sih kan bener" ucap Drew mengusap pinggangnya.
"Serah" ucap Dela malas.
"Cepet sembuh lo" ucap Julio mencubit pipi Hermione.
"Iya udah kok" ucap Hermione.
"Harus sembuh dong kan kita berdua mau liburan" ucap Dimas tersenyum melihat Hermione.
"Ohhh berdua nih iya iya bagus" ucap Andre.
"Yaiyalah bagus liburannya juga mau ke Bali" ucap Dimas.
"Gak ngajak" ucap Fadil.
"Emang kalian mau ikut?" tanya Dimas.
"Maulah" jawab mereka semua.
"Ok kalian boleh ikut, selesai pembagian rapot semester 1 baru kita pergi" ucap Dimas.
"Makasih kak Dara mau ngajak kita" ucap Fadil memeluk Hermione.
"Gue yang bilang Dara yang dipeluk" ucap Dimas.
"Jangan modus deh" ucap Evan.
"Sekali-sekali meluk bidadari" ucap Fadil melepaskan pelukannya.
"Bidadari yang turun dari neraka" batin Andre, Evan, Julio, Drew, Iliana, Mona, dan Dela.
"Cepet sembuh ya kak, oh iya kalau udah sembuh ajarin kita untuk belajar ya" ucap Sani.
"Iya nih sedikit kok cuman ajarin matematika, bahasa inggris, fisika, kimia, ips, seni budaya, semua deh kalau bisa" ucap Dani.
"Iya nanti diajarin" jawab Hermione.
"Kita juga ya" ucap Wawa, Hermione hanya mengangguk.
Ariel hanya tersenyum melihat Hermione sudah sadar, dia tak mengeluarkan suara sama sekali. Hermione membalas senyuman Ariel tipis.
__ADS_1
Bersambung...