
Setelah mereka menyelesaikan masalah yang terjadi belasan tahun yang lalu, mereka berempat kembali ke kamar masing masing karna hari sudah cukup malam. Di sisi lain Yie Gu baru saja terbangun setelah ia kehabisan energi, pria tua itu menatap ke sekeliling dan berusaha untuk berdiri. Yie Gu mengepalkan tangannya dengan kencang kemudian memukul sebuah almari yang ada di depannya, ia begitu kesal karna rencana yang telah dibuat gagal begitu saja. Mengapa banyak sekali orang yang peduli dengan gadis bernama Xiao Ziya itu, mereka rela melakukan apapun untuk kesembuhannya.
"Cih, seharusnya gadis itu tak pernah terlahir ke dunia." gumam Yie Gu dengan sorot mata penuh kebencian.
Yie Gu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian berganti pakaian, setelah selesai ia bergegas keluar dari kamarnya dan rencananya kali ini adalah meminta bantuan Ketua Klan Yie untuk melakukan sedikit perlawanan pada Kerajaan Bulan. Mungkin Yie Gu ingin memancing terjadinya peperangan diantara kedua belah pihak, kemudahan ia akan mencari sebuah kesempatan untuk menghabisi Xiao Ziya.
"Beritahukan seluruh anggota Klan Yie untuk berkumpul di aula utama, saya menunggu kedatangan mereka sekarang juga." ucap Yie Gu pada sekelompok prajurit yang berdiri di depan kamar tidurnya.
"Baiklah kami mengerti, silahkan pemimpin klan untuk pergi terlebih dahulu ke aula utama." ucap para prajurit kemudian mereka langsung berpencar untuk memberitahukan hal tersebut pada para Ketua Klan Yie.
Yie Gu masuk ke dalam aula utama Klan Yie, ia duduk di sebuah kursi yang posisinya lebih tinggi dari kursi yang lain. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya semua Ketua Klan Yie berkumpul namun kali ini mereka menatap ke arah Yie Gu dengan tatapan kesal, mungkin mereka sedang memikirkan rencana gila apa yang sedang disiapkan oleh pria tua bangka itu.
"Ada apa Pemimpin Klan mengumpulkan kami semua di sini?." tanya Yie Jungmin dengan tatapan datar, setelah kematian Yie Fufu kebencian anggota Klan Yie pada pemimpin mereka semakin besar.
"Saya ingin kalian semua ikut serta dalam sebuah rencana yang telah saya persiapkan." jawab Yie Gu dengan senyuman lebar seperti manusia yang tak memiliki rasa malu, ia tau semua orang yang sedang berkumpul di ruangan itu membencinya namun ia nekat untuk meminta bantuan mereka semua.
"Saya tidak bersedia." ucap Yie Sanron dengan tegas, ia tak ingin terlibat apapun dengan rencana yang dibuat oleh pria tua gila itu.
"Ini perintah dari saya sebagai pemimpin Klan Yie!." bentak Yie Gu, ia tak menerima penolakan dari siapapun.
"Memangnya rencana seperti apa yang sedang Anda buat?." tanya Yie Jungso dengan rasa penasarannya.
"Kita akan menyerang secara diam diam gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, saat ink Xiao Ziya masih dalam masa pemulihan dan saya yakin pasukan kita sanggup menerobos masuk ke dalam. Setelah berhasil masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan kita langsung membunuh semua penduduk yang ada di wilayah perbatasan kemudian kembali ke Klan Yie." jelas Yie Gu pada seluruh Ketua Klan Yie.
Beberapa ketua klan berdiri dari tempat duduk mereka dan langsung meninggalkan aula utama tanpa mengatakan apapun, saat ingin membuka pintu aula mereka sedikit kesulitan karna ada puluhan prajurit yang sedang menahannya dari luar. Yie Gu yakin hal seperti ini pasti akan terjadi saat ia ingin meminta bantuan pada Ketua Klan Yie, karna itulah ia meminta beberapa prajurit untuk menahan pintu aula dari luar.
"Anda meremehkan kami Tuan Yie Gu?." ucap Yie Jungmin, ketua pertama Klan Yie itu menoleh ke arah Yie Gu dengan sorot mata penuh kemarahan.
Yie Jungmin mengeluarkan pedang miliknya kemudian bersiap untuk membelah pintu aula utama itu menjadi dua, pedang milik Yie Jungmin mengeluarkan cahaya keemasan dan ia langsung menebaskan pedangnya itu ke pintu. Kini pintu aula utama Klan Yie terbelah menjadi dua, ada beberapa prajurit yang terluka dengan hal itu namun Yie Jungmin dan beberapa ketua klan yang lain tak peduli. Untuk apa mereka mengikuti rencana gila dari Yie Gu untuk membunuh para penduduk Kerajaan Bulan yang tinggal di wilayah perbatasan? apakah pria tua itu sudah kehilangan akal sehatnya?.
__ADS_1
Meskipun saat ini Xiao Ziya sedang dalam kondisi lemah namun masih banyak sekutunya yang bersedia untuk membantu gadis itu, jika sampai terjadi peperangan diantara kedua belah pihak maka dapat dipastikan Klan Yie akan benar benar hancur.
"Kalian dilarang untuk pergi, ini perintah saya sebagai seorang pemimpin Klan Yie." ucap Yie Gu, untuk saat ini ia bisa mengandalkan posisinya sebagai ketua Klan Yie.
"Kami juga bisa menolak perintah dari Anda karna kami adalah ketua Klan Yie." jawab Yie Sanron dengan tatapan tajam, memangnya kenapa jika pria tua itu memiliki status sebagai pemimpin Klan Yie? ia sudah sangat muak mendengarkan hal seperti itu.
"Kedudukan kalian semua ada di bawah saya, karna hal itu apapun yang saya perintahkan kalian harus menurutnya." ucap Yie Gu dengan tegas, ia berusaha mengeluarkan aura membunuh dari dalam tubuhnya akan tetapi usahanya gagal. Efek setelah menggunakan mantra teleportasi itu sangatlah besar, ia rasa tak akan bisa bertahan hidup lebih dari sepuluh tahun kedepan. Sebelum kematiannya itu datang Yie Gu ingin merasakan duduk di tahta Kerajaan Bulan.
Beberapa Ketua Klan Yie tetap pergi dan mengabaikan perkataan Yie Gu, sepertinya rencana pria tua itu tak akan berjalan dengan lancar. Kini yang tersisa di dalam aula utama Klan Yie tinggallah tiga orang Ketua Klan Yie saja, entah mereka ingin ikut serta dalam rencana yang dibuat oleh Yie Gu ataukah hanya merasa penasaran saja dengan detail rencana yang dimiliki oleh pria tua itu.
"Kalian bertiga harus ikut serta dalam rencana saya kali ini, kalian akan mendapatkan posisi yang bagus setelah Kerajaan Bulan jatuh ke tangan saya." ucap Yie Gu dengan senyuman miring, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan ketiga Ketua Klan Yie yang tersisa, setidaknya mereka bisa memimpin pasukan untuk menyerang wilayah perbatasan Kerajaan Bulan.
"Posisi apa yang ingin Anda berikan pada kami jika rencana ini berhasil? apakah anda biasa menjamin keselamatan kami bertiga?." tanya Yie Zunlong, ketua ke enam dari Klan Yie.
"Saya akan menjamin keselamatan kalian dalam rencana penyerangan kali ini, akan saya pastikan tak akan ada satu orangpun dari Istana Kerajaan Bulan yang datang untuk membantu para prajurit perbatasan." ucap Yie Gu dengan percaya diri, apakah pria tua itu melupakan kejadian penyihir hitam yang juga ikut menjaga wilayah perbatasan Kerajaan Bulan? para penyihir hitam memiliki kemampuan untuk melesat dan menghilang dari satu tempat ke tempat yang lain karna itu tak mungkin rencana penyerangan kali ini tak akan diketahui pihak Kerajaan Bulan.
Ketiga ketu Klan Yie itu saling bertatapan satu sama lain kemudian mereka tertawa dengan cukup kencang, Yie Gu tak mengerti apa yang sedang ditertawakan oleh mereka bertiga. Mungkinkah ketiga Ketua Klan Yie itu merasa sangat puas dengan rencana yang telah ia buat, hingga membayangkan posisi yang akan mereka dapatkan nanti. Akhirnya Yie Gu ikut tertawa dan hal itu langsung menghentikan tawa ketiga Ketua Klan Yie.
"Jika Anda ingin mati, jangan mengajak kami seperti ini. Kami tau rencana yang Anda memiliki tak akan berjalan dengan lancar." ucap Yie Zunlong dengan tatapan tajam.
"Jika Anda memang sanggup mengalahkan Nona Muda Xiao Ziya seharusnya saat ini Anda sudah duduk di tahta Istana Kerajaan Bulan namun apa yang terjadi? semua rencana Anda gagal Tuan Yie Gu. Banyak orang yang telah Anda korbankan, banyak nyawa yang telah melayang karna keserakahan Anda itu. Orang jahat seperti Anda sampai kapanpun tak akan pernah menemukan kepuasan dan kebahagiaan, lihatlah dimana istri, anak, dan cucu Anda sekarang ini? perlahan lahan mereka menghilang dari kehidupan Anda dan yang tersisa hanyalah rasa kesepian saja." ucap Yie Bixen secara terang terangan pada pria tua yang ada di hadapannya itu, ambisi yang terlalu berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan hal hal berharga yang telah mereka miliki.
"Setelah saya mencapai puncak kejayaannya mereka pasti akan kembali pada saya termasuk cucu tak tau diri itu." ucap Yie Gu dengan tatapan penuh kemarahan, orang orang seperti Yie Munha akan kembali saat ia memiliki semuanya.
"Ketiga cucu Anda mendapatkan perlakuan yang baik selama mereka tinggal di Istana Kerajaan Bulan, untuk apa mereka kembali ke Kastil Klan Yie yang lebih buruk dari penyiksaan di neraka?. Kami tak akan ikut dalam rencana Anda, entah itu sekarang ataupun selama lamanya. Sebaiknya Anda segera menyadari seberapa besar kesalahan yang telah Anda lakukan sebelum semuanya terlambat Tuan Yie Gu." ucap Yie Zunlong.
Ketiga Ketua Klan Yie yang tersisa itu segera pergi dari aula utama Klan Yie, mereka masih menyayangi nyawa masing masing. Kini tinggal Yie Gu yang berada di dalam aula utama, ia menatap ke arah kursi kursi kosong yang seharusnya diduduki oleh para Ketua Klan Yie. Ternyata sangat sulit untuk menarik mereka semua untuk berada di sisinya, mungkin Yie Gu hanya bisa meminta bantuan pada Yie Laingfu dan Yie Angli.
Malam semakin larut dan suasana di Lapisan Dunia Manusia Abadi sangatlah sepi, semua orang telah masuk ke dalam rumah mereka masing masing untuk beristirahat. Karna kesunyian malam waktu pun berjalan dengan sangat cepat, matahari samar samar mulai menunjukkan cahayanya. Seorang gadis masih meringkuk di atas tempat tidur, sepertinya Xiao Ziya sangat lelah hingga ia memiliki rencana untuk bangun siang hari ini. Beberapa orang yang tinggal di dalam Istana Kerajaan Bulan susah mulai melakukan aktivitas mereka terutama para pelayan dan juga prajurit.
__ADS_1
"Selamat pagi." sapa Tuan Muda Min Xome pada Xiao Xun yang baru saja keluar dari kamarnya, siapa yang tau bahwa kamar mereka berdua bersebelahan.
"Selamat pagi Tuan Muda Min Xome." jawab Xiao Xun dengan senyuman ramah, meskipun pemuda yang ada di hadapannya itu adalah saudara sepupunya namun hubungan diantara mereka berdua belum terlalu dekat.
"Apa yang akan Anda lakukan selama tinggal di sini? apakah Anda ingin mengikuti rutinitas latihan pagi kami?." tanya Tuan Muda Min Xome yang ingin mengajak Xiao Xun untuk berlatih di lapangan belakang Istana Kerajaan Bulan.
"Kami? memangnya siapa saja yang ikut dalam rutinitas latihan pagi ini?." tanya Xiao Xun dengan tatapan bingung, ia dan kakak pertamanya tak mengetahui apapun yang dilakukan olah para pemuda yang tinggal di Istana Kerajaan Bulan.
"Saya, Min Wungi, Zu Junyang, Zu Genzi, dan juga Yie Munha." jawab Tuan Muda Min Xome dengan singkat.
"Ah baiklah saya akan ikut dalam rutinitas latihan pagi kalian, apakah Anda bisa mengajari saya beberapa hal baru? mungkin tentang ilmu berpedang ataupun ilmu sihir yang Anda ketahui?." tanya Xiao Xun yang ingin diajari oleh Tuan Muda Min Xome karna kemampuan pemuda itu berada di atasnya.
"Saya tak merasa keberatan untuk mengajarkan beberapa teknik menggunakan sihir, mari kita pergi sekarang." ucap Tuan Muda Min Xome yang langsung menarik tangan Xiao Xun menuju lapangan tempat mereka biasanya berlatih.
Tok tok tok...
Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh Ratu Min Xunzi, setelah cukup lama mengetuk pintu kamar keponakan kesayangannya itu akhirnya Xiao Ziya membuka pintu kamar dengan mata yang masih terpejam, sepertinya keinginan gadis itu untuk bangun siang nanti hancur begitu saja.
"Ada apa bibi Min Xunzi?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi wajah yang sangat lucu, Ratu Min Xunzi hanya menatap ke arah keponakannya itu sembari menahan tawa.
"Bibi hanya ingin memastikan kondisi mu saat ini, sepertinya beberapa energi yang ada di dalam tubuh mu sudah bisa dikendalikan dengan sempurna. Bibi dan paman mu akan pergi ke Klan Yie bersama dengan Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya, kami ingin menangkap Yie Gu agar tak ada lagi orang gila yang mengacau di saat saat seperti ini." ucap Ratu Min Xunzi yang memberitahukan rencananya untuk pergi ke Klan Yie. Mungkin mereka akan kesulitan untuk mendapatkan izin masuk ke dalam wilayah Klan Yie namun itu bukanlah masalah besar.
"Pergi ke wilayah Klan Yie? sebaiknya bibi dan yang lain menunggu saja di dekat wilayah perbatasan. Saya yakin pria tua seperti Yie Gu tak akan berdiam diri sebelum keinginannya tercapai, Yie Gu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk membuat kekacauan di wilayah Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat hafal dengan sikap manusia busuk seperti Yie Gu.
"Bagaimana jika pria tua bangka itu tak datang ke wilayah perbatasan?." tanya Ratu Min Xunzi, ia sedikit ragu karna Yie Gu batu saja dikalahkan oleh putra pertamanya dan Tuan Muda Zu Junyang.
"Dia akan datang, kalian tunggu saja. Tak perlu membuang buang tenaga untuk pergi ke wilayah Klan Yie karna ikan besar akan masuk ke dalam jala." jawab Xiao Ziya penuh dengan keyakinan.
"Baiklah jika begitu, saya akan segera memberitahukan pada yang lain tentang perubahan rencana. Saya pergi terlebih dahulu, sampai jumpa." ucap Ratu Min Xunzi yang langsung menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
__ADS_1
Xiao Ziya menghela nafas panjang, untunglah wanita itu masuk dalam daftar orang yang ia sayangi jika tidak sudah sedari tadi Xiao Ziya akan memukulnya karna berani menganggu waktu tidurnya yang sangat berharga. Xiao Ziya masuk kembali ke dalam kamar kemudian bergegas pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang terasa lemas itu, Xiao Ziya hampir lupa bahwa ia ingin menanyakan beberapa hal pada ibu Zu Genzi mengenai ilmu pengobatan yang wanita itu milik.
Hai hai semua author balik lagi nih, maaf telat update karna hari ini ada acara seratus hari kepergian almarhum kakek aku. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.