
"Baiklah saya tidak akan meminta Xiao Yan untuk bergantung jawab atas kesalahan yang telah ia lakukan pada putri saya." ucap Xiao Ciyun, pria itu bersikeras menganggap bahwa Xiao Yan lah dalang di balik semua kejadian tersebut meskipun Xiao Ziya sudah memiliki bukti atas perbuatan Yungha dengan seorang pemuda tak dikenal.
"Lancang sekali mulut Anda terus menerus menyalahkan kakak laki laki saya, apa Anda kasihan dengan Yungha yang berpura pura tidak memiliki keluarga itu?." tanya Xiao Ziya sembari menatap sinis ke arah Xiao Ciyun.
Xiao Ciyun yang tak mengerti apa yang dikatakan oleh Ziya hanya bisa diam sembari menatap bingung ke arah gadis itu sedangkan Xiao Yungha semakin terpojok. Ia tak pernah menyangka bahwa Xiao Ziya akan menyelidiki latar belakangnya dengan sangat detail hingga mengetahui bahwa Yungha masih memiliki keluarga.
Yungha segera berlari ke arah Xiao Ciyun kemudian memeluk kaki ayah angkatnya itu sembari menangis sesenggukan.
"Sudah cukup Nona Ziya, saya memang sengaja untuk memfitnah Tuan Muda Xiao Yan karna saya takut apa yang saya lakukan semalam akan berakhir buruk. Bagaimana jika saya hamil anak pemuda yang tidak jelas asal usulnya itu? hiks hiks masa depan saya pasti akan hancur. Namun saya tidak menyangka Anda akan membuat situasi menjadi seperti ini, ayah dan ibu saya telah meninggal saat saya berusia sepuluh tahun. Anda tidak akan tau bagaimana sulitnya menjalani hidup tanpa kedua orang tua." ucap Yungha, air mata palsu gadis itu masih mengalir dengan sangat deras hingga membuat Xiao Ziya merasa sangat muak.
"Ah sungguh malang nasib mu, sekarang kau sudah memiliki kehidupan yang layak setelah menjadi anak angkat pemimpin Klan Xiao. Tapi bagaimana nasib kakak laki laki serta adik perempuan mu? bukankah mereka jauh menderita sekarang!." Xiao Ziya tersenyum puas, ia tau siapa keluarga Xiao Yungha dan dimana mereka tinggal.
"Cukup jangan membuat putriku semakin sedih seperti ini. Karna masalah hari ini telah selesai kalian bisa kembali ke ruang kerja masing masing." perintah Xiao Ciyun pada para petinggi klan yang berkumpul di aula utama.
"Saya datang kesini bukan hanya untuk ikut campur dalam masalah yang terjadi pada Yan Gege. Sepertinya ini saat yang tepat bagi paman Xiao Ciyun untuk turun dari posisi pemimpin klan. Saya sangat khawatir bila Klan Xiao akan hancur karna terlalu lama dipimpin oleh pria bodoh dan naif seperti Anda, berbuat baik pada orang lain bukanlah hal yang melanggar aturan namun terlalu baik hingga menjadi bodoh merupakan kesalahan besar." ucap Xiao Ziya dengan tatapan mata tajam.
Ziya berjalan naik ke atas hingga ia sampai di tempat duduk khusus untuk Pemimpin Klan Xiao. Dengan kaki kirinya Ziya menendang Xiao Ciyun hingga jatuh ke bawah bersama dengan Yungha, setelah kedua lalat itu berada di posisi yang tepat Ziya duduk dengan tenang di kursi pemimpin Klan Xiao sembari menatap tajam ke arah keduanya.
"Bagaimana dengan perjanjian yang telah kita sepakati? bukankah Anda mengatakan otoritas Klan Xiao sepenuhnya berada di tangan saya!." triak Xiao Ciyun dengan sangat kencang, ia tak akan tinggal diam jika Ziya ingin merebut posisi pemimpin klan darinya.
"Saat baru sampai ke wilayah Klan Xiao beberapa saat yang lalu saya melihat banyak penduduk turun ke jalan dan meminta belas kasih pada para pedagang yang baru datang ataupun kultivator yang singgah ke tempat ini. Lima belas tahun menjadi anggota Klan Xiao mungkin Anda adalah pemimpin terburuk sepanjang masa hingga membiarkan penduduknya kelaparan tanpa memikirkan solusi apapun. Saya lihat Tuan Xiao Ciyun lebih peduli dengan Nona Yungha daripada krisis ekonomi yang sedang terjadi. Otoritas yang saya berikan pada Anda sepenuhnya saya cabut, jika Anda merasa tidak terima mari bertarung satu lawan satu dengan saya." jelas Xiao Ziya mengenai perjanjian yang akhirnya harus ia langgar demi kebaikan banyak orang.
"Cih mereka hanya melebih lebihkan saja, krisis ekonomi yang terjadi di Klan Xiao tidaklah parah hingga kami membutuhkan bantuan dari gadis seperti mu." sangkal Xiao Ciyun. Ia tidak ingin mengakui keterbatasannya setelah otoritas Xiao Ziya dicabut secara penuh.
"Mungkin hanya Tuan Xiao Ciyun yang berfikir demikian. Sayang sekali posisi pemimpi klan sudah tidak cocok lagi dengan sifat Anda yang sekarang." jawab Xiao Ziya, ia tidak peduli bagaimana nasib Ciyun setelah turun dari posisinya.
Xiao Ciyun meremas tangannya dengan keras, tatapan penuh rasa benci ia layangkan pada Xiao Ziya. Ziya menaikkan sebelah alisnya, ia membalas tatapan itu dengan tatapan datar.
"Argh seharusnya gadis seperti mu mati saja!." triak Xiao Ciyun dengan ledakan energi dari dalam tubuhnya.
Mata Xiao Ciyun berubah menjadi merah darah, tubuhnya terus bertumbuh besar dengan tinggi yang hampir sama dengan langit langit aula utama Klan Xiao. Warna kulit Xiao Ciyun juga berubah menjadi hitam dengan sebuah tanduk yang ada di kepalanya. Ziya tersenyum miring saat mengetahui Xiao Ciyun telah berada di jalan iblis, ini adalah cara paling singkat bagi kultivator yang ingin meningkatkan kekuatannya.
"Sialan sejak kapan Anda mempelajari ilmu hitam seperti ini. Klan Xiao tidak pernah menerima para kultivator yang berada di jalan iblis seperti Anda." bentak Xiao Yuza, ia begitu marah setelah mengetahui fakta tersebut.
"Jadi ini alasan perubahan sikap Ciyun secara drastis beberapa bulan terakhir? sungguh disayangkan dia terjerumus ke jalan yang salah." gumam Xiao Cunyu dengan menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Diam kalian semua!!." triak Xiao Ciyun, suaranya menciptakan gelombang suara yang sangat besar. Beberapa ketua Klan Xiao sampai terpental menabrak dinding aula utama.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk.....dia tiga kali lipat jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sebaiknya Nona Xiao Ziya berhati hati." Xiao Yuza memuntahkan seteguk darah segar. Ia juga memperingati Xiao Ziya agar lebih berhati hati karna Xiao Ciyun dalam wujud iblisnya bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi.
Di saat para petinggi Klan Xiao merasakan ketegangan setelah Xiao Ciyun berubah wujud hal sebaliknya terjadi pada Yungha, ia menatap ayah angkatnya itu dengan binar mata yang cerah. Yang ada di fikiran Yungha saat ini hanyalah sang ayah dapat mengalahkan Xiao Ziya dan mengambil posisinya kembali sebagai Ketua Klan Xiao.
"Tempat ini terlalu sempit untuk kita bertarung, bukankah begitu Tuan Xiao Ciyun?. Dengan senang hati saya akan menyiapkan sebuah tempat yang luas agar kita bisa bertarung dengan bebas." ucap Xiao Ziya.
"Dimensi ruang terbukalah!." triak Xiao Ziya sembari melemparkan beberapa kertas mantra berwarna emas ke udara. Dalam sekejap semua orang dibawa ke sebuah tempat yang sangat aneh, ruangan berwarna putih yang tak berujung. Mungkin jika mereka berlarian sepanjang hari di ruangan itu, mereka tidak akan pernah menemukan ujungnya.
"Tempat yang sangat luas. Mari kita selesaikan masalah kita sekarang juga Tuan Ciyun." raut wajah Ziya berubah menjadi serius. Mata gadis itu berwarna menjadi hitam pekat dengan rambut yang terbakar dengan api, tumbuh dua gigi taring yang sangat tajam serta dua tanduk kecil yang sangat lucu. Hal yang paling mencolok dari perubahan penampilan Xiao Ziya adalah mahkota berwarna hitam pekat yang ada di atas kepalanya. Mahkota itu memancarkan aura yang sangat pekat sangat mirip dengan aura kematian.
"Sabit hitam muncullah." sebuah sabit hitam keluar dari cincin penguasa mutlak milik gadis itu. Sabit tersebut memiliki aura kematian yang lebih menyeramkan dari mahkota hitam.
"Mari kita lihat siapa yang akan bertemu dengan ajalnya. Apakah itu saya ataukan Anda Tuan Xiao Ciyun." ucap Xiao Ziya, ia telah selesai melakukan semua persiapan.
"Jangan terlalu banyak bicara gadis sialan, mengalahkan mu adalah hal yang sangat mudah." jawab Ciyun. Pria itu mengeluarkan sebuah kapak berwarna merah dari udara kosong, kapak itu tampak menakutkan namun bukan apa apa jika disandingkan dengan sabit hitam milik Xiao Ziya.
Duar.....
Duar....duar...
Suara hantaman kapak Xiao Ciyun yang mengenai bagian lantai dari ruangan putih itu. Ruangan tersebut sempat terguncang beberapa kali dan hebatnya tidak terjadi kerusakan.
"Meskipun saya ayahnya, saya tidak tau banyak hal mengenai putri saya. Apapun yang dia lakukan adalah hak pribadinya dan sebagai seorang ayah saya tidak ingin terlalu ikut campur." jawab Xiao Cunyu yang tak mengetahui seberapa banyak identitas yang dimiliki oleh putrinya itu.
"Sebaiknya kita tetap di sini dan melihat pertarungan antara Nona Xiao Ziya dengan Xiao Ciyun. Jika kita nekat untuk ikut campur maka kematian akan langsung datang." ucap Xiao Yuza, ia rasa saat ini Nona Muda Ziya tidak membutuhkan bantuan apapun dari mereka. Biarkan saja pertarungan ini berjalan dengan semestinya tanpa ada campur tangan pihak lain.
"Saya sangat setuju dengan saran Anda." jawab Xiao Zuen.
"Lagipula adik Ziya sangat tidak suka jika ada orang lain yang ikut campur dalam masalahnya tanpa ia minta." tambah Xiao Yan, pemuda itu ingat dengan jelas bagaimana sifat dari sang adik perempuan.
"Ayah jiga setuju dengan usulan paman mu itu. Sayangilah nyawa kalian masing masing." jawab Xiao Cunyu. Pria itu duduk bersila beralaskan lantai putih, ia fokus melihat pertarungan itu.
Xiao Ziya mengayunkan sabit kematian miliknya ke arah kaki kiri Xiao Ciyun, dalam satu tebasan kaki pria itu langsung terpotong. Namun ada hal aneh yang terjadi, kaki Xiao Ciyun tumbuh kembali. Xiao Ziya menganggukkan kepalanya, akhirnya ia mengerti jenis iblis apa yang sedang dihadapi saat ini.
"Bunuh saja gadis itu ayah, kita bisa menguasai seluruh Klan Xiao bahkan wilayah Kekaisaran jika gadis itu mati." triak Yungha dengan suara yang sangat kencang, gadis itu sedang memprovokasi ayah angkatnya.
"Ayah akan melakukannya sesuai dengan permintaan mu putriku, setelah ini kita akan hidup tenang tanpa ada yang mengganggu." jawab Xiao Ciyun. Ia kembali mengayunkan kapak merahnya ke arah Xiao Ziya akan tetap sabit hitam milik gadis itu terlalu kokoh dan sulit untuk dipatahkan.
__ADS_1
Xiao Ciyun terus mengayunkan kapaknya meskipun gagal mengenai Xiao Ziya, ia sangat yakin perlahan lahan ketahanan sabit milik Ziya akan berkurang kemudian hancur menjadi abu.
Krak......
Suara retakan yang berasal dari kapak besar milik Xiao Ciyun, kapak itu retak dan hampir saja hancur.
"Anda perlu sebuah senjata yang lebih kokoh dari kapak mainan itu paman Ciyun." komentar Xiao Ziya mengenai kapak milik Ciyun yang hampir hancur itu.
"Diamlah gadis sialan, mengapa kau terlalu banyak berbicara ketika sedang bertarung." balas Xiao Ciyun. Telinganya sudah sangat panas ketika mendengar kata kata yang keluar dari mulut Xiao Ziya. Mungkin saja gadis itu sengaja menjatuhkan mental lawannya dengan perkataannya itu.
"Karna saya punya mulut dan saya tidan bisu. Jika paman tidak ingin menanggapi perkataan saya maka paman bisa diam saja, mudah bukan?." jawab Xiao Ziya. Sebuah senyuman tanpa rasa bersalah ditunjukkan pada Xiao Ciyun, kemarahan pria itu kembali tersulut. Kali ini Xiao Ciyun mengeluarkan sebuah tombak berwarna hitam pekat dengan ukuran wajah iblis di bagian ujungnya.
Tanpa basa basi Xiao Ziya menghantam tombak itu menggunakan sabit kematian miliknya hingga hancur dan Xiao Ciyun kembali kehilangan senjata miliknya.
"Apakah tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain menghancurkan senjata milik ayah? sedari tadi kau tidak melakukan serangan balasan." sindir Yungha.
"Ah ternyata Nona Yungha ingin pertarungan ini segera berakhir? baiklah saya akan menuruti permintaan Anda." jawab Xiao Ziya yang tersenyum manis ke arah Yungha.
Xiao Ziya memejamkan mata beberapa detik kemudian membukanya lagi, Ziya melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Xiao Ciyun. Gadis itu menebas setiap bagian tubuh dari Xiao Ciyun menggunkan sabit kematian miliknya. Perlahan lahan jiwa milik Ciyun tercabik-cabik oleh sabit kematian itu dan tidak bisa melakukan regenerasi.
Yungha menelan ludahnya dengan kasar, jadi ini yang dimaksud oleh Xiao Ziya dengan mempercepat pertarungan?. Jika tau akan berakhir seperti ini maka Yungha akan memilih untuk diam saja.
"Argh tidak tolong berhentilah, jiwaku mulai hancur karna sabit mu itu." rintih Xiao Ciyun dengan suara yang memilukan. Beberapa petinggi Klan Xiao memilih untuk menutup mata dan telinga mereka agar tidak melihat ataupun mendengar hal mengerikan itu.
"Hentikan Nona Ziya hentikan!! saya mohon ampun." triak Xiao Ciyun sebelum jiwanya benar benar hancur tak bersisa.
Xiao Ziya berhenti menyerang ketika tubuh Ciyun yang saat itu salam wujud iblis telah hancur menjadi bagian bagian kecil. Ziya menjentikkan jarinya kemudian mayat Xiao Ciyun yang hancur terbakar oleh api hitam yang sangat pekat hingga menghilang dan tak bersisa.
Lihat ini guys.
**Gimana author bisa nulis dengan tenang kalau ada pembaca yang kelakuannya kayak gini? maksudnya apa minta izin pos novel Ratu Iblis di platform lain???. Jangan kayak gini ya! kalau suka sama novel aku ya nikmatin aja. Bisa bisanya mikir buat ambil keuntungan dari kerja keras orang lain.
Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.
BTW INI BALASAN DARI AKU BUAT PERMINTAAN DIA ITU, MUNGKIN TERKESAN KASAR TAPI ITULAH AKU**.
__ADS_1