
Xiao Ziya menatap ke arah Raja Artur dan Xilia secara bergantian kemudian gadis itu menghela nafas pelan. Xiao Ziya mulai menjelaskan siapa Raja Artur pada Xilia, dan Siapa Xilia pada Raja Artur akhirnya mereka berdua tak berselisih faham lagi.
"Lebih baik kita mencari sarapan di luar." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari apartemennya diikuti Raja Artur dan Xilia.
Di sisi lain saat ini Ratu Min Xunzi sudah sampai di wilayah Sekte Sihir Hitam yang ada di dunia atas, Ratu Min Xunzi menggenggam telapak tangannya penuh dengan amarah karna banyak penduduk wilayah Sekte Sihir hitam yang mati berceceran. Ternyata kabar mengenai dunia manusia abadi yang mulai menyerang di berbagai tempat memanglah benar, untunglah Ratu Min Xunzi bisa kembali dengan cepat.
"Sialan, berani beraninya pria itu membuat masalah denganku." ucap Ratu Min Xunzi, seluruh tubuh wanita itu dilapisi oleh asap berwarna hitam. Semua mayat penduduk sekte sihir hitam bangkit kembali dalam wujud tengkorak hidup, mata merah menyala mereka membuat siapa saja akan merasa ketakutan.
"Bunuh semua orang orang dunia abadi yang datang menyerang wilayah kita." ucap Ratu Min Xunzi dengan penuh amarah.
Ratusan tengkorak hidup mulai berpencar ke beberapa tempat, amarah, rasa kesal, dan dendam menyelimuti mereka. Beberapa orang yang berasal dari dunia abadi mulai terbunuh, meski mereka lebih kuat dari para tengkorak hidup itu perlu diketahui jika tengkorak hidup yang diciptakan Ratu Min Xunzi akan terus ada dan bisa memulihkan luka mereka dengan cepat. Jika ingin memusnahkan tengkorak hidup itu hanya ada satu cara yaitu dengan membunuh Ratu Min Xunzi.
Beberapa kelompok orang mulai merasa ketakutan, dengan cepat mereka membaca mantra teleportasi agar bisa kembali ke wilayah dunia manusia abadi. Orang yang dikirim oleh kakak ipar dari Ratu Min Xunzi adalah manusia abadi yang belum sempurna sehingga mereka bisa terbunuh dengan sedikit usaha.
"Mereka benar benar menyebalkan hanya karna tak bisa mati hanya dengan tertusuk pedang." ucap Ratu Min Xunzi yang berjalan menuju kastil miliknya, ia akan membuat beberapa rencana untuk mengatasi orang orang dari dunia abadi yang mulai meresahkan.
Xiao Ziya, Xilia, dan Raja Artur berada di sebuah restoran yang ada di dekat apartemen, mereka memesan banyak makanan untuk sarapan kali ini. Entah mengapa perasaan Xiao Ziya mulai tak enak seperti ada hal besar yang akan terjadi di dunia semesta tingkat rendah, gadis itu berusaha menepis rasa khawatirnya dan fokus pada makanan yang telah disajikan.
"Apa yang sedang kau pikirkan gadis nakal?." ucap Raja Artur yang masih bisa melihat kecemasan dari sorot mata Xiao Ziya.
"Mungkin ini hanya perasaan saya saja." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan terpaksa, baru kali ini ia merasa sekhawatir ini.
Saat ketiga orang itu sedang menikmati makanan mereka, tiba tiba langit berubah menjadi hitam pekat dari atas langit muncul ratusan orang yang menyebar ke berbagai wilayah di dunia semesta tingkat rendah. Xiao Menatap keluar restoran dengan tatapan tajam, ia melihat orang orang aneh yang sedang membantai penduduk dunia semesta tingkat rendah, mereka menebas, menusuk, dan membakar setiap orang yang ditemui.
"Mereka sangat berbahaya sebaiknya kita pergi." ucap Raja Artur yang bisa merasakan keanehan dari tubuh orang orang itu, ada beberapa penduduk lokal yang berusaha melawan dengan menusukkan pisau ataupun menembak namun tak ada bekas luka sama sekali.
"Pergilah bersama gadis kecil ini, saya akan membantu mereka." ucap Xiao Ziya dengan Kilauan mata berwarna merah menyala, ia sangat marah karna orang orang aneh yang entah berasal dari mana berani membuat kerusuhan.
"Jangan mengorbankan dirimu hanya untuk orang orang asing." ucap Raja Artur yang berusaha untuk menasehati Xiao Ziya. Meski melindungi orang yang lebih lemah adalah kewajiban para kultivator, namun untuk kali ini orang orang yang harus Xiao Ziya hadapi memiliki kondisi tubuh yang sangat unik.
"Pergilah Raja Artur, jika bisa tolong pergi ke dunia bawah untuk melihat bagaimana situasi di sana." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Raja Artur untuk kembali ke dunia bawah dan melihat apakah keluarganya baik baik saja di sana. Tak lupa Xiao Ziya meminta pada Raja Artur untuk menitipkan Xilia pada sang ayah.
"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendirian menghadapi orang sebanyak itu?." tanya Raja Artur yang tak ingin melihat Xiao Ziya terluka.
"Saya mohon pada anda." ucap Xiao Ziya dengan penuh keyakinan bahwa ia mampu mengurus orang orang aneh yang sedang menyerang dunia semesta tingkat rendah.
"Baiklah, jaga dirimu baik baik. Jika sesuatu terjadi padamu maka akan ku bakar dunia ini." ucap Raja Artur yang menggendong Xilia kemudian menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
Xiao Ziya mendengar jeritan dari luar restoran, dengan segera ia mengambil pedang hitam yang ada di dalam cincin semestanya. Sebelum pergi dari restoran ia meminta seluruh pengunjung dan karyawan restoran untuk berkumpul.
"Bisakah kalian percaya pada saya untuk kali ini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, semua pengunjung terdiam mereka sangat ketakutan melihat pembantaian yang terjadi di luar restoran.
"Selama nona bisa melindungi kami maka kami siap melakukan apapun." ucap salah seorang pekerja restoran yang memilih untuk percaya pada Xiao Ziya karna gadis itu memiliki aura yang sangat kuat.
__ADS_1
"Tetaplah berada di dalam restoran apapun yang terjadi, saya telah memasang mantra pelindung di restoran ini. Bukakan pintu jika ada kerabat atau keluarga kalian yang meminta bantuan, kalian mengerti?." tanya Xiao Ziya dengan tegas, dengan cara ini ia bisa mengurangi jumlah korban.
"Baiklah kami mengerti, kembalilah dengan selamat nona." ucap semua orang yang ada di restoran itu, mereka tak memiliki pilihan lain selain mempercayai gadis asing itu.
Xiao Ziya melesat keluar dari restoran, ia menyerang orang orang aneh itu menggunakan pedang hitam miliknya. Perlu beberapa serangan dengan energi qi yang cukup besar untuk membuat mereka terluka, Xiao Ziya menatap dengan keheranan mengapa orang orang itu sangat berbeda.
"Wah ternyata ada seorang kultivator di tanah manusia terlemah ini." ucap salah seorang pria dengan tatapan merendahkan.
"Siapa kalian, untuk apa kalian membuat kekacauan di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, ia berniat benar tak menyukai orang orang aneh itu.
"Kami dari dunia manusia abadi, kau tak akan bisa membunuh kami semua walah semua energi qi yang kau miliki terkuras habis." ucap salah satu dari mereka.
Xiao Ziya menyeringitkan dahinya, dunia manusia abadi terdengar familiar di telinga gadis itu. Seketika Xiao Ziya teringat bahwa ibu dan juga ayah tirinya tinggal di dunia manusia abadi, apakah orang orang ini dikirim oleh ayah tirinya???.
"Saya akan melindungi orang orang ini meski saya bukan bagian dari mereka." ucap Xiao Ziya yang sudah membulatkan tekadnya, setelah berhasil dengan urusannya ia akan kembali ke dunia bawah untuk memastikan keselamatan seluruh anggota keluarga.
"Mungkin saya tak sekuat pemimpin kalian tapi saya bisa mengatasi kalian." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima ratus pasukan iblis dari dalam cincin semestanya.
"Kami siap membantu junjungan." ucap kelima jenderal iblis yang berlutut di hadapan Xiao Ziya. Sejalan dengan meningkatnya kekuatan Xiao Ziya semua pasukan iblis miliknya mengalami peningkatan juga.
"Saya ingin kalian dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama beranggotakan tiga ratus tiga pasukan yang akan membantu saya untuk melawan orang orang ini, dan sisanya bertugas untuk menyelamatkan penduduk sekitar, bawa mereka ke tempat aman saya akan memasang beberapa sihir pelindung di tempat tempat tertentu." ucap Xiao Ziya, ia membuat rencana itu dalam waktu kurang dari lima menit, entah berhasil atau tidak ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan orang orang dunia semesta tingkat rendah.
"Baik kami siap menjalankan perintah junjungan." ucap semua pasukan iblis milik Xiao Ziya.
"Serang pada jantung mereka!." perintah Xiao Ziya yang dipatuhi oleh pasukan utama.
Orang orang dari dunia manusia abadi mulai kewalahan menghadapi pasukan iblis milik Xiao Ziya, kekuatan satu prajurit biasa setara dengan jenderal perang bintang dua yang ada di dunia manusia abadi pantas saja gadis itu sangat percaya diri bahwa ia dapat membunuh mereka bagaimanapun caranya.
"Sialan, gadis itu penghalang terbesar kita." ucap salah seorang utusan dari dunia manusia abadi.
Xiao Ziya terus menyerang menggunakan pedang hitam miliknya, setelah menemukan celah ia segera melesat pergi dan membuat sihir pelindung di beberapa tempat seperti mall, mini market, dan gedung gedung tinggi yang ada di sekitarnya. Penduduk dunia semesta tingkat rendah melihat dengan mata kelapa mereka sendiri bagaimana seorang kultivator asing sedang berjuang untuk menyelamatkan mereka sedangkan badan badan pemerintah yang selalu mengatakan bahwa mereka akan melindungi rakyatnya malah sibuk melindungi diri mereka sendiri.
"Semoga nona itu baik baik saja." ucap salah seorang pekerja kantoran yang sedang mengintip dari jendela kantornya.
"Kita harus berterimakasih pada nona itu nanti." ucap pekerja lain yang merasa terharu, jika bukan gadis itu siapa lagi yang dapat membantu mereka.
Xiao Ziya terus menyerang tanpa henti meski energi qi dan energi spiritualnya mulai terkuras cukup banyak, sudah ada ratusan orang dari dunia manusia abadi yang ia bunuh. Awalnya Xiao Ziya mengira bahwa mereka hanya datang dalam skala kecil nyatanya ada puluhan ribu orang dari dunia abadi yang datang untuk meluluh lantahkan dunia semesta tingkat rendah.
"Kita harus menyelesaikan gadis itu secepatnya." ucap beberapa orang dari dunia manusia abadi yang menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, Xiao Ziya cukup kewalahan menghadapi mereka karna satu tusukan pedang hitamnya tak cukup untuk melukai mereka.
"Gadis itu mulai kelelahan, serang terus dan jangan berikan jeda." ucap seorang pria penuh dengan semangat.
Bunga mawar api dan mawar es yang ada di dalam dunia spiritual milik Xiao Ziya mulai mengeluarkan kekuatan mereka, mawar mawar itu tak akan membiarkan tubuh inti yang menyimpan kekuatan mereka mati begitu saja. Dalam waktu singkat kekuatan Xiao Ziya puluh bahkan meningkatkan beberapa kali lipat, orang orang dari dunia manusia abadi terbelalak melihat hal itu.
__ADS_1
"Sekarang giliran saya." ucap Xiao Ziya, ia memfokuskan kekuatannya pada ujung pedang hitam yang sedang ia genggam.
Serangan Xiao Ziya lebih efektif daripada sebelumnya, hanya dengan tiga tusukan saja ia bisa membunuh satu orang dari dunia manusia abadi. Xiao Ziya menjadi lebih semangat, semua binatang pengikut setianya ingin keluar namun Xiao Ziya melarang karna mereka adalah kartu AS yang harus disembunyikan. Xiao Ziya merasa serangan kali ini hanyalah ancaman saja, tak ada jaminan jika orang orang dari dunia abadi tak akan melakukan serangan selanjutnya.
"Jangan mundur kita masih menang jumlah." ucap salah seorang wanita yang menatap Xiao Ziya penuh dengan kebencian, jika gadis itu tak ada di sana maka tugas mereka akan selesai dengan cepat tanpa kendala.
Di tempat lain saat ini pasukan iblis milik Xiao Ziya yang ada di kelompok kedua sedang sibuk mengevakuasi orang orang dunia semesta tingkat rendah yang ada di luar gedung. Beberapa orang yang terluka mereka antar ke rumah sakit yang sudah dilapisi oleh sihir pelindung, semua orang bertanya siapa yang meminta mereka untuk melakukannya. Jawaban dari pasukan iblis milik Xiao Ziya sangat sederhana yaitu Nona Ziya.
"Masih banyak penduduk yang perlu diungsikan ke tempat aman." ucap salah satu jenderal yang ada di kelompok kedua. Ia melihat seorang anak perempuan yang bersembunyi di bawah kolong kursi taman, di belakang gadis itu ada beberapa orang dari dunia manusia abadi yang sedang mencari mangsa untuk mereka bunuh.
Dengan cepat sang jenderal iblis melesat menuju sang gadis kecil, ia menggendong gadis kecil itu dan melawan beberapa orang dari dunia manusia abadi. Beberapa prajurit yang melihat hal itu langsung membantu jenderal mereka, setelah situasi aman sang jenderal membawa gadi kecil menuju sebuah gedung perkantoran yang dekat dengan tempat mereka saat ini.
Sang jenderal mengetuk beberapa kali pintu gedung tersebut namun tak ada seorangpun yang membukakannya, mereka menganggap bahwa pria dan gadis kecil yang ada di depan gedung adalah ancaman besar. Mungkin orang orang yang ada di dalam sana melupakan satu fakta bahwa mereka bisa selamat karna bantuan pasukan iblis milik Xiao Ziya.
"Cepat bukakan pintu agar gadis ini bisa masuk." ucap sang jenderal iblis dengan kesal, mengapa manusia sangat egois dan tak ingin membantu saudara mereka sendiri.
"Di dalam sudah sangat penuh." ucap seorang pria dengan jas hitam dan sebuah jam tangan mahal, mungkin ia salah satu pejabat pemerintah.
Xiao Ziya dari kejauhan melihat salah satu jenderal iblisnya sedang menggendong anak kecil dan mengetuk pintu sebuah bangunan yang sudah ia lapisi dengan sihir pelindung. Karna merasa ada sesuatu yang aneh akhirnya Xiao Ziya melesat menuju jenderal tersebut.
"Apa yang terjadi di sini?." tanya Xiao Ziya dengan nada dingin, ia melihat ke arah orang orang yang ada di dalam bangunan tersebut.
"Mereka tak ingin membukakan pintu untuk gadis kecil ini nona." ucap jenderal iblis itu dengan tatapan penuh kebencian.
"Kalian ingin bersikap angkuh di hadapan saya, bukakan pintu sekarang." ucap Xiao Ziya dengan tegas namun tak ada seorangpun yang mendengar perkataanya, di saat genting seperti ini seharusnya mereka saling membantu satu sama lain.
Karna merasa sangat geram, Xiao Ziya melepas sihir pelindung yang ada di gedung tersebut dan membuat sebuah pembatas dimana semua orang yang ada di luar biasa masuk sedangkan mereka yang berada di dalam tak akan bisa keluar. Xiao Ziya menunjuk salah satu gedung yang sudah membukakan pintu untuk gadis kecil itu, meski jaraknya cukup jauh sang jenderal dengan cepat mengantar sang gadis.
"Terimakasih paman karna telah menyelamatkan saya." ucap gadis itu dengan sangat bahagia kemudian masuk kedalam. Gadis itu tak tau yang menyelamatkannya adalah seorang perempuan ataupun laki laki, akan tetapi dari suaranya ia yakin orang itu laki laki.
"Masuklah, jaga dirimu baik baik." ucap sang jenderal yang langsung pergi untuk melanjutkan tugasnya.
Beberapa orang dari dunia manusia abadi mencoba untuk membuka beberapa gedung tempat para penduduk bersembunyi, saat akan melewati sihir perlindungan tubuh mereka tersengat aliran listrik yang sangat kuat. Mereka terus mencari gedung mana yang bisa mereka masuki akhirnya gedung tempat orang orang yang tak menerima gadis kecil tadi dapat di masuki oleh mereka. Beberapa penduduk dunia semesta tingkat rendah sudah terbunuh.
"Mengapa mereka bisa masuk kedalam, bukankah gadis itu mengatakan bahwa gedung ini dilapisi sihir pelindung." ucap pria berjaz hitam yang menolak gadis kecil tadi secara terang terangan. Beberapa orang mencoba untuk keluar namun mereka tak bisa melakukan hal tersebut.
"Bagaimana ini kita terjebak di dalam." ucap seorang gadis muda dengan tubuh gemetaran. Samar samar mereka melihat Xiao Ziya yang sedang melewati gedung tersebut.
"Mengapa kau tak melindungi kami, dan sihirmu sama sekali tak berfungsi." ucap sang pria berjaz hitam.
"Saya sudah melepas sihir pelindung itu. Mereka yang tak mau membantu saudaranya tak pantas mendapat bantuan dari saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblis nya kemudian kembali menyerang beberapa orang dari dunia manusia abadi dengan pedang hitamnya. Orang orang yang ada di gedung itu hanya bisa menyesali perbuatan mereka tanpa sanggup melakukan perlawanan. Akhirnya semua orang yang berada di dalam gedung terbunuh dan orang orang dari dunia manusia abadi yang ada di dalam tak bisa keluar.
Hai hai semua author kembali lagi ih, jangan lupa jaga kesehatan kalian ya guys. Ada yang mau di tanyain ga dari author kalau ada tinggal komen nanti aku jawab deh khusus hari ini wkwkwk. Vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like karna like gratis, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Love you all.
__ADS_1