
Para Ketua sepertinya sedikit kebingungan saat membagi kelompok. Untuk menghindari pertengkaran antar ketua akhirnya Xiao Ciyun sebagai ketua pertamalah yang membagi kelompok. Kelompok pertama Xiao Yuza, Xiao Zuen, dan juga Xiao Cunyu yang mendapatkan tugas memberikan surat pada sekutu. Xiao Anmi, Xiao Xiling, dan juga Xiao Bing yang akan terjun langsung ke masyarakat.
"Sebentar ketua Ciyun, mengapa anda tak ada dalam kelompok pertama maupun kelompok kedua?." tanya Xiao Xiling yang merasa bingung semua mendapatkan tugas masing masing kecuali ketua pertama.
"Tentu saja aku akan memantau kondisi Klan Xiao di saat kalian pergi, bagaimanapun banyak kemungkinan yang akan terjadi di saat kalian tak ada di sini nanti." jawan Xiao Ciyun yang di setujui oleh ketua lainnya. Akhirnya merekapun juga membubarkan diri masing masing.
Xiao Cunyu pergi ke paviliunnya untuk melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi putra kecilnya siapa lagi jika bukan Xiao Zoe. Setelah Zoe hadir di kehidupannya membuat ia tak merasa kesepian saat di tinggal oleh anak anaknya.
"Pelayan bagaimana keadaan putra kecilku?" tanya Xiao Cunyu pada salah seorang pelayan wanita yang ia percaya untuk menjadi pengasuh Zoe.
"Tuan muda Zoe sedari tadi hanya tidur saja dan bermain. Saya juga sudah menyuapinya." ucap sang pelayan yang melaporkan hal apa saja yang sudah Zoe lakukan.
Mendengar putra kecilnya baik baik saja membuat Xiao Cunyu lega dan langsung pergi untuk ikut berkumpul dengan ketua yang ada dalam kelompok pertama.
Ditempat lain kini Xiao Ziya dan juga para pemuda dan pemudi dari Klan Xiao sedang berkumpul di halaman belakang klan yang biasanya dijadikan tempat untuk latihan.
"Apakah semua sudah berkumpul?" tanya Xiao Ziya sambil melihat ke arah depan.
"Siap, semua sudah berkumpul nona Ziya." ucap mereka secara serempak, bagaimanapun status Xiao Ziya lebih tinggi daripada mereka walaupun umur Ziya masih sangat muda.
"Baiklah dengar aku baik baik dua hari lagi kita akan melakukan serangan pada pihak Kekaisaran, ini bukan pemberontakan pada tanah air tapi ini adalah langkah yang akan kita buat untuk menggulingkan kekuasaan sang kaisar yang tak adil dan semena mena." ucap Xiao Ziya yang sedang menjelaskan pada yang lainnya, karna tak semua tau maksud dan tujuan dari penyerangan yang akan dilakukan
Mereka mendengarkan semua yang di katakan oleh Xiao Ziya hingga semangat mereka semua tersulut, sebagai anggota dari Klan Xiao tentu saja mereka tak akan terima saat klan tercintanya di hina dan direndahkan.
"Untuk itu dalam dua hari ini kalian harus berlatih dengan giat, lakukan semua rencana yang sudah ku katakan, kalian bertugas menjaga klan bukan ikut berperang di garis depan kekaisaran. Mengapa aku memilih tugas ini untuk kalian para pemuda dan murid Klan Xiao? karna aku percaya kalian mampu melakukannya jangan kecewakan kepercayaan yang telah ku berikan pada kalian. Kita sama sama berjuang apakah kalian semua mengerti !!!." triak Xiao Ziya dengan suara yang lantang, gadis itu memang sangat cocok untuk menjadi seorang pemimpin.
"Baik kami semua mengerti nona Ziya, kami tak akan mengecewakanmu." jawab mereka dengan serempak. Akhirnya semua sudah tersusun dengan rapi, Xiao Ziya hanya perlu mengawasi pergerakan dari pihak kekaisaran dan sekutu mereka.
"Adikku kemarilah." ucap Xiao Yan yang sedang duduk di bawah salah satu pohon yang ada di halaman belakang. Saat Xiao Ziya mengumpulkan para pemuda dan pemudi tadi para kakak kakaknya hanya melihat dari belakang. Mereka sangat bangga melihat bagaimana gadis kecil itu memberikan motivasi dan semangat pada mereka yang mendapat tugas menjaga klan.
Karna dipanggil oleh Xiao Yan akhirnya Ziyapun berjalan menghampiri. Saat Xiao Ziya sudah dekat dengan Xiao Yan pemuda itu menarik tangan adiknya hingga Xiao Ziya jatuh kepangkuan Xiao Yan.
__ADS_1
"Ekem mengapa aku bisa kalah start dari Yan gege." ucap Xiao Xun sambil menatap sinis ke arah Xiao Yan yang sedang memangku Ziya.
"Sudahlah bisakah kalian berhenti bertengkar, adik ziya pasti sangat lelah." ucap Xiao Yuna yang merasa kesal dengan sikap kakak beradik itu.
Xiao Ziya hanya tersenyum melihat mereka yang sedang bertengkar. Inilah hal hal sederhana yang membuat Xiao Ziya sangat mencintai keluarga dan juga Klannya.
"Saudari Ziya bagaimana kau bisa memeberi arahan pada orang sebanyak itu?." tanya Muyen yang merasa Xiao Ziya sangatlah ahli dalam hal memimpin sebuah kelompok.
"Karna aku memiliki pasukan yang biasanya ku latih, dan beberapa kali memimpin mereka saat berperang." ucap Xiao Ziya dengan nada yang santai namun memberi efek yang besar bagi mereka para perwakilan dari Sekte bambu perak.
"Apakah adik Ziya bercanda? kau masih begitu muda bagaimana bisa melakukan semua hal ini?" tanya Su Miji yang merasa sedikit iri dengan kehebatan Xiao Ziya.
"Umur tak menentukan pengalaman dan kemampuan seseorang." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum.
Akhirnya mereka membicarakn seputar rencana penyerangan dua hari lagi dan menyusun berbagai rencana. Sedangkan saat ini kelompok pertama sudah mulai melakukan pergerakan. Xiao Zuen yang bertugas memuliz surat sedangkan Xiao Yuza dan juga Xiao Cunyu yang bertugas mengirim surat.
Ada beberapa klan yang menerima surat dari Klan Xiao diantaranya adalah Klan Luo, Klan Ling, Klan Yun, Klan Yuan, dan juga Klan Wen. Entah apa yang difikirkan oleh pihak kekaisaran mengapa mereka berani menyinggung banyak pihak sekaligus.
Saat tiba di depan gerbang Klan Luo, para penjaga menghentikannya dan menanyakan apa tujan Xiao Yuza datang ke Klan Luo.
"Ada perlu apa ketua kedua dari Klan Xiao berkunjung ke klan kami, jika anda hanya ingin menciptakan permusuhan lebih baik anda kembali ke klan." ucap sang penjaga dengan nada yang sedikit ketus, bukan karna mereka sombong namun akhir akhir ini banyak yang datang hanya untuk membuat masalah dengan Klan mereka.
"Aku ke sini hanya hinggin memberikan surat pada pemimpin klan kalian, ini sangat pengting Klan Xiao ingin menjalin persahabatan dengan Klan Luo." Jelas dari Xiao Yuza dengan nada yang tegas.
Akhirnya para penjaga gerbangpun mengerti dan mempersilahkan Xiao Yuza masuk. Setelah masuk ia langsung di arahkan menju tempat tinggal pemimpin Klan Luo.
"Salam Pemimpin Klan Luo." ucap Xiao Yuza sambil membungkukkan badannya.
"Ada kepengingan apa hingga ketua kedua Klan Xiao datang kemari." ucap Luo Mingan sembari mempersilahkan Xiao Yuza untuk duduk.
"Saya datang kemari untuk memberikan sebuab surat, jika pemimpin Klan Luo setuju dengan isi surat ini anda bisa datang ke Klan Xiao." ucap Xiao Yuza yang memberikan sebuah surat resmi dari Klan Xiao pada Luo Mingan.
__ADS_1
Karna merasa tak sabar dengan apa isi surat tersebut akhirnya Luo Mingan membacanya. Saat membaca surat itu jelas ekspresi Luo Mingan sangat terkejut.
"Siapa yang memberikan ide ini pada kalian?" tanya Luo Mingan yang merasa isi dari surat tersebut sangatlah luar biasa.
"Nona Xiao Ziyalah yang mencetuskan ide ini, dia ingin menghancurkan sifat sombong dan sewenang wenang dari kekaisaran." ucap Xiao Yuza sambil tersenyum dengan bangga.
"Gadis itu benar benar luar biasa, Klan Xiao sangat beruntung memiliki jenius seperti nona Xiao Ziya." ucap Luo Mingan yang juga merasa senang dengan kerja sama yang di tawarkan dalam surat itu.
Satu persatu surat sudah di kirim ke klan klan yang bersangkutan, ada beberapa yang langsung menyetujuinya ada pula yang masih meminta sedikit waktu untuk berfikir.
Sedangkan saat ini kelompok kedua sedang berada di sebuah pasar yang jauh dari Klan Xiao mereka.
"Permisi mengapa di sepanjang jalan ini banyak kedai kedai yang tutup?" tanya Xiao Xiling pada salah satu pedagang yang ada di sana.
"Akhir akhir ini pihak kekaisaram meminta umpeti yang besar pada pedagang kecil seperti kami, sehingga ada beberapa orang yang memilih untuk berhenti berjualan." jelas sang pedagang dengan wajah lesuhnya .
"Jika ada pihak yang menggulingkan kekaisaran apakah kalian para pedagang akan marah?" tanya Xiao Xiling lebih lanjut, bagaimanapun pendapat dari mereka juga sangat penting.
"Jika Klan Xiao kalian yang melakukannya kami akan sangat senang, kami percaya kalian lebih baik dari mereka." ucap sang pedangang yang segera merubah ekspresi wajahnya.
Xiao Xilingpun merasa lega, akhirnya dia menceritakan hal hal yang akan di lakukan Klan Xiao dan klan lain kedepannya, mendengar itu sang pedangang merasa lega akhirnya ketidakadilan yang di alami selama ini bisa segera dimusnahkan.
**Hai hai semua maaf ya aku jarang banget up
lagi ga mood banget author, aku nulis gini tuh cape banget beneran dah. Semoga bisa semangat lagi kaya dulu.
Jangan lupa vote yang banyak
like like like
komen tapi jangan spam promosi aku ngrasa ga dihargain banget
__ADS_1
rate, dan tips ya**