
Besok harinya, Hermione sedang memainkan ponselnya. Didalam ruangan itu tak ada siapa-siapa kecuali dirinya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Masuk" ucap Hermione, orang yang mengetuk pintunya langsung masuk kedalam.
"Gimana sekarang keadaan kakak masih ada yang sakit?" tanya Ariel, yang mengetuk pintunya adalah Ariel.
"Gak" jawab Hermione menyimpan ponsel diatas meja lalu melihat Ariel.
"Kak maaf" ucap Ariel memegang tangan Hermione.
"Untuk?" tanya Hermione.
"Untuk semua kesalahan aku, aku udah macem-macem sama kakak maaf" ucap Ariel.
"Iya" jawab Hermione.
"Kakak maafin aku?" tanya Ariel, Hermione mengangguk.
"Makasih" Ariel langsung memeluk Hermione.
"Aku bakal tanggung jawab kak serius" ucap Ariel.
"Udahlah jangan dipikirin masalah itu" ucap Hermione.
"Gak bisa gitu dong, aku udah ngelakuin itu sama kakak jadi aku harus tanggung jawab" ucap Ariel melepas pelukannya.
"Kamukan ngelakuin itu bukan sama aku aja sama yang lain juga, terus yang lain gimana" ucap Hermione, Ariel terdiam mendengar perkataan Hermione.
"Udah jangan mikir itu" ucap Hermione, tiba-tiba ada yang menelponnya Ariel melihat nama yang menelpon Hermione, Hermione langsung mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.
"Halo..... sibuk...... udah sehat kok..... ntah mungkin nanti..... gak tau kapan kesananya..... hmmm" Hermione menyimpan ponselnya kembali setelah telponnya terputus.
"Sebenarnya Bram siapa sih kok telpon kakak terus?" tanya Ariel.
"Manusialah" jawab Hermione.
"Maksudnya ada hubungan apa kakak sama dia" ucap Ariel.
"Rekan bisnis" jawab Hermione.
"Masa rekan bisnis sampai nelpon terus kayak gitu" ucap Ariel.
"Dia suka sama kakak tapi kakak gak" ucap Hermione.
"Ohhh, masih muda?" tanya Ariel.
"Umurnya 30 tahun keatas gitu" jawab Hermione.
"Udah tua berarti" Ariel lega mendengar itu.
"Bisa dibilang begitu" ucap Hermione. Hermione menyingkirkan selimut yang menutupi kakinya.
"Mau kemana kak?" tanya Ariel.
"Toilet" jawab Hermione, Ariel membantu Hermione memindahkan kaki Hermione.
"Bisa sendiri kali" ucap Hermione dengan kaki yang sudah menginjak lantai tapi posisi masih duduk ditepi ranjang.
"Nanti jatuh kak" ucap Ariel memegang pundak Hermione.
"Kebakaran" teriak Reno yang baru datang bersama Dimas mengagetkan mereka berdua.
Hermione langsung loncat memeluk Ariel, Ariel yang tak seimbang mundur kebelakang dan jatuh terduduk disofa bersama Hermione.
"Mana kebakaran?" Hermione melihat sekeliling sambil memeluk Ariel, Ariel melihat Hermione yang bergerak terus membuat celananya sesak.
__ADS_1
"Gak ada Ra, Reno jail" ucap Dimas, Reno yang melihat Hermione berada dipangkuan Ariel sambil memeluknya cemburu.
"Ehem" Reno berdeham.
Hermione langsung melihat posisi dia dan Ariel, Hermione langsung beranjak dari pangkuan Ariel dan merapikan bajunya.
"Maaf" ucap Hermione.
"Iya gak apa-apa" jawab Ariel berdiri dari duduknya.
Hermione melangkah perlahan dengan sigap Ariel membantu Hermione.
"Biar aku bantu" ucap Ariel.
"Gak usah repot-repot aku bisa kok" ucap Hermione.
"Gak repot" jawab Ariel. Reno melihat itu semakin cemburu dia lalu ikut membantu Hermione.
"Reno bantu juga" ucap Reno. Dimas yang melihat itu menggelengkan kepalanya ada rasa sesak didadanya tapi yasudahlah.
"Udah sana aku bisa" ucap Hermione saat sudah didepan pintu kamar mandi.
"Bener nih, gak mau ditemenin?" ucap Reno.
"Itu mah maunya lo aja" ucap Ariel. Hermione tak peduli dia langsung masuk dan menutup pintunya kasar.
"Tuhkan Dara marah" ucap Dimas duduk disofa, Reno dan Ariel berjalan kearah sofa lalu duduk.
"Mana ada" ucap Reno.
"Lah pasiennya mana nih?" tanya Andre yang baru datang bersama teman iblisnya.
"Tuh ditoilet" jawab Dimas.
Hermione keluar dari toilet, Andre langsung menggendong Hermione.
"Diem" ucap Andre lalu menyimpan tubuh Hermione diranjang, Hermione hanya cemberut.
"Gimana bisa pulang gak Drew?" tanya Hermione.
"Hari ini juga udah bisa pulang" tanya Drew.
"Jadi mau pulang sekarang?" tanya Julio.
"Ntar nunggu gue udah mati baru pulang" jawab Hermione.
"Ihh mulutnya" Andre mmenampar bibir Hermione pelan.
"Apaan sih" ucap Hermione menyusap bibirnya.
"Udah jangan berantem mending beres-beres" ucap Mona.
Mereka semua lalu membereskan barang-barang milik mereka yang disimpan dikamar rawat Hermione.
Setelah itu mereka pulang kerumah Hermione, Hermione berada dimobil bersama Andre.
"Papa ngilang lagi" ucap Andre memecahkan keheningan didalam mobil itu.
"Biarin aja paling lagi mulihin tenaganya" ucap Hermione.
"Mati aja sekalian males banget aku liatnya" ucap Andre datar, Hermione menggenggam tangan Andre yang tidak memegang stir.
"Kalau dia mati siapa yang bakal jadi musuh kita" ucap Hermione.
"Oh iya bener juga" ucap Andre tersenyum melihat Hermione sekilas lalu fokus kejalan.
__ADS_1
Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka berdua, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Walaupun papa hidup aku gak akan biarin dia nyakitin kakak lagi kayak dulu, cukup dulu aja jangan sekarang. Selama ini juga aku gak pernah tau apa yang terjadi saat kakak dijual, tapi saat pertama bertemu setelah 1 tahun kakak pergi aku bisa menyimpulkan kalau kakak disiksa disana" batin Andre yang tak didengar oleh Hermione.
"Setiap mau ngeliat masa lalu kakak selalu saja hitam, pas nanya pasti kakak mengalihkan pembicaraan. Kenapa kak? Kenapa kakak gak pernah membagikan penderitaan kakak ke aku? kakak selalu menutup rasa sakit yang kakak rasakan. Sebenarnya aku ini dianggap kakak apa, kita kakak dan adik tapi kakak gak pernah curhat ke aku tentang kehidupan kakak, aku ini seperti orang asing yang baru dikenal kakak aja" batin Andre lagi.
Mereka sampai dirumah besar milik Hermione, setelah mengantar Hermione sampai masuk kedalam rumah Dimas, Reno dan Ariel langsung pulang.
"Setelah berabad abad akhirnya pulang juga" ucap Hermione duduk disofa.
"Baru 1 minggu" ucap Iliana.
"Lebay deh" ucap Dela.
"Eh Bram gimana?" tanya Evan.
"Nanti deh masalah itu gue pikirin" jawab Hermione.
"Mending mikirin keadaan kakak dulu, pulihin dulu tenaganya" ucap Andre.
"Iya masalah Bram atau semacamnya lupain aja, mending cari mangsa lagi untuk mulihin tenaga lo" ucap Drew.
"Ambil energi manusia Bram, Reno atau Ariel aja kali biar gak repot nyari lagi harus berubah wujud lagi jadi orang lain" ucap Dela.
"Bener tuh, tapi menurut gue mending Reno atau Ariel dulu supaya lo gak repot berubah jadi Hera dan pergi kekota yang ditinggalin Bram" ucap Mona.
"Ntar gue urus masalah kayak gitu" ucap Hermione.
"Sebaiknya sekarang lo kekamar istirahat" ucap Julio, Hermione langsung menghilang dari sana.
"Langsung pergi aja, untung dia ratu" ucap Julio.
"Sabar" ucap Mona menepuk-nepuk pundak Julio pelan.
Hermione berbaring diatas kasur empuknya, dia sedang memikirkan rencana selanjutnya yang akan dia jalankan.
"Kenapa pas liat ekspresi Reno cemburu aku suka banget ya, kayak ada kesan tersendiri gitu" ucap Hermione.
Tring...
Hermione mengambil ponselnya, dia membuka pesan yang dikirim oleh Ariel.
✉️Ariel 'Banyakin istirahat kak supaya cepet sembuh'
✉️Hermione 'Udah sembuh dari tadi Riel'
✉️Ariel 'Tetep aja harus istirahat, keadaan kakak masih belum sehat'
✉️Hermione 'Iya ih bawel'
✉️Ariel 'Udah dulu kak, kakak harus istirahat bye dari aku yang menyayangimu'
Hermione tersenyum melihat chat terakhir dari Ariel, dia menyimpan ponselnya diatas meja.
"Kalau Reno liat chat Ariel ini gimana reaksinya ya pasti gemesin" ucap Hermione pelan sambil membayangkan ekspresi Reno.
Ditempat Dimas...
"Dari ekspresi Reno tadi pas liat Hera meluk Ariel bisa dibilang dia cemburu" ucap Dimas yang ada didalam kamarnya.
"Kalau dia tau yang sebenarnya apa dia akan cinta juga sama kayak aku yang cinta sama Hera" ucap Dimas.
"Gak masuk akal sih manusia cinta dengan iblis, tapi mau gimana lagi" ucap Dimas.
"Ini benar-benar diluar kendali aku, aku gak bisa ngendaliin mau cinta sama si ini itu. Aku gak terlalu berharap kalau Hera membalas perasaan aku karena aku tau dia iblis mungkin 50:50 untuk bisa jatuh cinta atau gak sama sekali" ucap Dimas.
__ADS_1
Bersambung...