RATU IBLIS

RATU IBLIS
Rencana ( 1 )


__ADS_3

Xiao Ziya hanya bisa pasrah ketika dua orang itu mengikuti dibelakangnya, setelah sampai di ruang makan suasananya sudah ramai. Ternyata orang orang menunggu kedatangan Xiao Ziya sebelum memulai sarapan.


"Apakah kalian sedang menungguku?" tanya Xiao Ziya dengan sedikit perasaan bersalah.


"Iya kami menunggu nona Ziya." jawab Yienran yang sudah merasa lapar sedari tadi.


"Sejak kapan Yan gege ada di sini? dan siapa pemuda yang ada di sampingnya?" tanya Xiao Yuna yang mewakili pertanyaan semua orang.


"Mari kita sarapan terlebih dahulu, nanti aku akan menjelaskan semuanya. Selain itu ada beberapa hal yang ingin ku bahas dengan kalian." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


Akhirnya mereka bisa makan dengan tenang dan kenyang. Mungkin sebagian dari mereka sudah sangat kelaparan hingga makan dengan porsi besar tanpa rasa sungkan padahal di meja sebelah berisi para ketua yang juga sedang menikmati makanan. Beberapa saatpun telah berlalu, mereka semua sudah menyelesaikan acara sarapan bersama.


"Karna semuanya sudah selesai makan, sekarang aku akan menyampaikan sesuatu. Mohon ijin pada para ketua." ucap Xiao Ziya dengan sopan.


"Silahkan nona Ziya menyampaikan hal yang ingin anda sampaikan." ucap Xiao Ciyun yang tak mungkin juga menentang keinginan gadis itu.


"Akhir akhir ini Klan Xiao kita memiliki konflik internal dengan pihak kekaisaran, perlakuan mereka pada klan kita sangatlah tak pantas. Mereka menghentikan pemasokan sumberdaya, mempersuli klan kita dalam membeli beberapa keperluan obat di paviliun obat, merendahkan klan kita yang sudah resmi menjadi kelompok bangsawan. Bahkan para pangeran berani menghina klanku di depanku. Aku sangat menentang dengan apa yang mereka lakukan. Dan jika kalian ingin tau mengapa Yan gege bisa ada di sini itu semua karna kekaksaran menjadikannya tahanan, seseorang yang sangat berjasapun mereka acuhkan, untung saja ada Zue gege yang menyelamatkan kakakku. Jika kita terus diam bukankah harga diri klan kita akan di injak injak oleh pihak kekaisaran? apakah kalian akan terima dengan perlakuan mereka." ucap Xiao Ziya dengan nada penuh dengan semangat dan juga kemarahan yang terpancar jelas dari sorot matanya.


"Apa yang dikatakan putriku itu benar, bagaimana kita bisa diam saja selama ini?." ucap Xiao Cunyu yang setuju dengan perkataan putrinya.


"Aku setuju dengan adik Ziya, sudah waktunya kita menyerang." ucap Xiao Bin.


"Kami juga akan ikut membantu." ucap Muyen yang mewakili teman temannya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan nona Ziya?" tanya Xiao Ciyun yang ingin mengetahui rencana dari Xiao Ziya.


"Kita harus menyerang kekaisaran, namun sebelum melakukan itu kita perlu meyakinkan rakyat bahwa penyerangan kita bukanlah bentuk pemberontakan terhadap tanah air melainkan pemberontakan yang dilakukan untuk melengserkan kaisar yang tidak kompeten. Dan menurut mata mata kepercayaanku ada beberapa klan lain yang memiliki nasib yang sama seperti klan kita, jadi kita bisa mengajak mereka untuk bekerja sama." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan beberapa rincian dari rencananya.


"Bagaimana bisa gadis itu sudah memiliki rencana yang begitu matang? aku merasa kalah sebagai kakaknya." batin Xiao Xun sambil melihat Xiao Ziya.


"Sejak kapan kau memikirkan semua ini nona Ziya?" ucap Xiao Xiling yang merasa keheranan.

__ADS_1


"Kemarin malam aku sudah memikirkan semuanya, ikuti saja rencanaku. Apakah kalian semua siap!!." ucap Xiao Ziya dengan suara yang lantang. Saat ini Xiao Ziya memang sangat mendominasi daripada yang lainnya. Bahkan ketua pertamapun bukan apa apa bila dibandingkan dengan gadis itu.


"Kami siap." ucap mereka secara serempak dengan nada penuh semangat.


Akhirnya satu persatu membubarkan diri untuk kembali kepaviliun masing masing untuj beristirahat sejenak sebelum nanti siang berkumpul di aula untuk membahas pembagian tugas mereka.


Saat ini Xiao Ziya sedang ada di salah satu pohon persik yang ada di halaman rumahnya, entah mengapa dari dulu hingga sekarang hobi gadis itu adalah bersantai di atas pohon.


"Lihat saja nanti, akan kupastikan pihak kekaisaran akan menyesal telah bersikap seenaknya pada klanku dan juga rakyat Qiyu." ucap Xiao Ziya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Tak lama kemudian ada tiga orang yang memasuki paviliun Xiao Ziya, tampaknya mereka sedang mencari keberadaan gadis itu.


"Dimana adikku itu berada, mengapa ia sangat sulit untuk ditemui." ucap Xiao Xun yang sedang mencari Xiao Ziya di dalam paviliunnya.


"Aku tak bisa menemukannya di halaman depan." ucap Xiao Yan yang menghampiri Xiao Xun.


"Mari kita cari gadis itu di halaman belakang." ucap Xiayuzue yang berjalan menuju halaman belakang diikuti oleh Xiao Yan dan juga Xiao Xun.


"Apakah kalian sedang mencariku?" ucap Xiao Ziya sambil loncat kebawah.


"Astaga mengapa kau memiliki hobi yang sangat aneh adikku, kau itu perempuan bagaimana bisa kau naik dan loncat dari atas pohon seperti itu." ucap Xiao Yan yang langsung menghampiri adiknya kemudian mencubit pelan hidung Xiao Ziya.


"Yan gege mengapa kau suka sekali mencubit hidungku sakit tau." ucap Xiao Ziya yang sedang merajuk pada kakaknya.


"Sudah sudah ingat tujuan utama kita saat mencari adik kita ini." ucap Pangeran Kegelapan dengan nada yang tegas.


"Ada perlu apa hingga tiga pemuda tampan ini mencariku?" tanya Xiao Ziya sambil melihat kakaknya satu persatu. Namun Xiao Ziya tak bisa menebak mengapa mereka mencarinya.


"Kami ingin tau terlebih dahulu rencanamu secara lengkap, dan kami bertiga juga ingin maju di barisan yang paling depan bersamamu." ucap Xiao Yan yang menjelaskan maksud kedatangan mereka bertiga.


"Dan aku ingin bertanya berapa jumlah kakak laki laki yang kau punya selain dua kakak kandungmu ini?." ucap Xiao Xun yang penasaran dari mana adiknya mendapat kakak laki laki yang tampan seperti pria yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


Xiao Ziya hanya diam sambil menatap ke arah Pangeran Kegelapan, dia juga sedang mengingat ingat berapa jumlah kakak laki laki yang ia miliki selain kedua kakak laki laki kandungnya itu, namun Ziya tak bisa mengingat berapa jumlah mereka semua.


"Entahlah jika ku ingat ingat itu lebih dari 4." ucap Xiao Ziya dengan wajah polosnya.


"Baiklah baiklah ternyata adikku sangat populer hingga memiliki banyak kakak laki laki." ucap Xiao Xun sambil mengacak pelan rambut Xiao Ziya.


Karna Xiao Ziya sangat malas untuk menjelaskan rencana berulang ulang, gadis itu menyuruh ketiga pemuda itu untuk bersabar menunggu rapat yang akan diadakan di aula nanti. Akhirnya ketiga pemuda itu hanya bisa pasrah dan pergi ke tempat mereka masing masing, dan lagi lagi Pangeran Kegelapan memilih untuk mengikuti Xiao Yan.


"Humm ku rasa Pangeran Kegelapan dan Yan gege akan sangat dekat." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk ke dalam paviliunnya untuk mandi dan berganti pakaian.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di aula utama Klan Xiao semua ketua sudah berlumpul dan mereka berkumpul lebih awal daripada yang lainnya.


"Cunyu bagaimana kau bisa memiliki putri yang berwawasan luas seperti Xiao Ziya, gadis itu benar benar luat biasa. Pemikirannya saja lebih dewasa daripada usianya." ucap Xiao Zuen yang merasa bahwa Xiao Cunyu adalah salah satu ayah yang paling beruntung di dunia ini.


"Entahlah dulu putriku sangat manja dan pemalu namun sekarang dia terlihat sangat dewasa sampai aku tak mengenalinya." ucap Xiao Cunyu dengan senyuman hangat di bibirnya.


"Baiklah kita akan menunggu kedatangan nona Ziya, dan mendengar apa yang sebenarnya gadis itu rencanakan." ucap Xiao Ciyun.


Tak lama kemudian para pemuda, dan nona muda yang ada di Klan Xiao mulai memasuki aula dan duduk di tempat yang sudah di siapkan. Dan yang paling akhir datang adalah Xiao Ziya, gadis itu mengenakan gaun berwarna merah sangat cocok dengan sikapnya yang tegas dan pemberani.


"Baiklah tanpa basa basi lagi, saya persilahkan nona Ziya untuk maju, dan menjelaskan rencana yang nona miliki." ucap Xiao Ciyun.


Suara langkah kaki Xiao Ziya mengisi ruangan itu, aura pemimpin yang dikeluarkan gadis itu membuat orang orang yang ada di sekitarnya menaruh rasa hormat padanya.


"Baiklah aku ingin menyampaikan beberapa hal, pertama aku ingin para ketua dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama untuk mengirim surat pada beberapa klan yang juga mengalami hal yang serupa dengan kita, karna dukungan dari mereka juga sangat penting kita tak pernah tau seberapa kuat kekaisaran sekarang. Kelompok kedua ditugaskan untuk mencari opini yang baik dan menjelaskannya pada masyarakat sekitar tentang penyerangan yang akan kita lakukan pastikan tak ada penghianat. Dan untuk para pemuda dan nona muda serta muris dari Klan Xiao Biar aku sendiri yang mengurusnya nanti." ucap Xiao Ziya yang sudah mempersingkat rencananya agar mudah dimengerti.


Akhirnya mereka membubarkan diri kecuali para ketua yang sedang berdiskusi siapa yang akan menjadi kelompok pertama dan kedua.


...**Hai hai semua maaf author baru bisa up lagi karna ada beberapa urusan akhir akhir ini alhamdulillah malam ini ada waktu jadi aku ngetik dadakan kaya tahu bulat....


Jangan lupa dukung author dengan cara vote sebanyak banyaknya, komen tapi jangan spam promosi bikin aku ga mood ngetik, like, rate, tips.

__ADS_1


Jangan lupa follow aku ya**


__ADS_2