RATU IBLIS

RATU IBLIS
Badai


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Xi Sunbi, Xiao Ziya dan kedua pengikutnya memilih untuk segera pergi dari ruang kerja kepala akademi. Xiao Ziya yang tengah bingung ingin melakukan kegiatan akhirnya keluar dari wilayah Akademi Merpati dan melihat lihat ke wilayah sekitar yang hanya hamparan salju dan beberapa gunung es, suhu yang ada di sana sangat dingin sehingga Yoongi yang merupakan srigala api hampir membeku. Karna srigala apinya tak kuat dengan suhu dingin yang begitu ekstrim akhirnya Yoongi dimasukkan kedalam cincin semesta. Kini tinggal Xiao Ziya dan juga Mongi saja.


"Suhu di daerah ini benar benar dingin nona muda, bagaimana anda bisa menahannya." ucap Mongi yang penasaran dengan ketahanan tubuh yang dimiliki oleh nona mudanya itu.


"Saya melapisi tubuh luar saya dengan api putih yang cukup untuk menahan dinginnya sihu di wilayah ini." ucap Xiao Ziya yang menjawab rasa penasaran dari Monggi.


Dari arah wilayah paling selatan terlihat sebuah badai salju yang cukup besar membentuk seperti gulungan ombak, Xiao Ziya yang melihatnya menatap tajam ke arah depan. Ia merasa itu bukanlah badai salju biasa sepertinya memang ada sesuatu yang tak beres.


Dengan segera Xiao Ziya masuk kembali ke dalam wilayah Akademi Merpati, ia pergi ke aula utama akademi. Di sana sudah banyak ketua dan para petinggi lainnya yang sedang berkumpul.


"Mengapa kau ada di sini kau bukan bagian dari Akademi Merpati." ucap Ning Runhi yang menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak suka.


"Bukan urusanmu." ucap Xiao Ziya dengan singkat namub berhasil memancing amarah Ning Runhi yang sudah ia tahan tahan selama ini.


"Sialan, jika bukan karna kepala akademi menghormatimu pasti aku sudah membunuh gadis tak tau sopan santun seperti dirimu." ucap Ning Runhi yang begitu marah sebagai ketua keempat dari Akademi Merpati ia merasa bahwa harga dirinya sudah diinjak injak oleh gadis yang bernama Xiao Ziya itu.


Padahal jika diteliti lebih baik lagi Xiao Ziya tak pernah mencari masalah dengan ketua yang bernama Ning Runhi.


"Ada apa hingga nona masuk kedalam aula utama dengan wajah yang cemas seperti itu?." tanya Xi Sunbi yang merasa bahwa apa yang ingin disampaikan oleh Xiao Ziya adalah hal yang sangat penting.


"Saya melihat sebuah badai dari wilayah paling selatan, badai itu tak terlihat seperti badai biasa." ucap Xiao Ziya yang memiliki prasangka buruk tentang badai itu.


Xi Sunbi sempat berfikir sejenak sama dengan beberapa petinggi Akademi Merpati yang lain. Badai dari wilayah paling selatan dari dunia barat biasanya badai seperti itu hanya terjadi dalam kurun waktu dua tahun sekali, baru tahun kemarin badai itu datang namun bagaimana bisa tahun ini badai itu datang lagi.


"Bagaimana bisa badai itu datang lagi." ucap Liu Ninju yang merupakan wakil kepala akademi.


"Ini sangat aneh tahun kemarin badai itu sudah berlalu." ucap Xi Sunbi yang tiba tiba merasa sangat panik.


Akademi Merpati belum mempersiapkan diri mereka biasanya para petinggi akademi akan membuat sebuah sihir pertahanan yang bisa melindungi Akademi Merpati dari badai itu, namun kali ini badai itu datang tiba tiba tak sesuai dengan jadwal yang biasanya.


"Apa yang harus kita lakukan, kita tak akan sempat membuat sihir pertahanan." ucap Sin Linji yang tak tau lagi apa yang harus mereka lakukan.


"Jika kalian bisa percaya pada saya maka saya akan membuat sihir pertahanan." ucap Xiao Ziya yang menawarkan pada para petinggi Akademi Merpati agar ia membuat sihir pelindung untuk melindungi Akademi Merpati.


Para petinggi Akademi Merpati saling bertatapan satu sama lain, mereka tak tau harus percaya pada Xiao Ziya ataukah tidak karna mereka juga tak memiliki pilihan yang lain.


"Namun jika kau gagal kau harus segera pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi." ucap Ning Runhi yang memiliki kesempatan untuk mengusir Xiao Ziya dari Akademi Merpati dan tak pernah kembali lagi ke sana.


"Namun jika saya berhasil maka kau harus mencabut statusmu sebagai ketua dari Akademi Merpati." ucap Xiao Ziya yang juga tak ingin kalah bertaruh.


Ning Ruhi menyanggupi perkataan dari Xiao Ziya karna ia sangat percaya bahwa gadis itu tak akan bisa membuat sihir pelindung yang bisa melindungi seluruh Wilayah Akademi Merpati. Para petinggi dari Akademi Merpati saja harus mengerahkan kekuatan mereka semua untuk bertahan dari badai yang sangat ganas itu. Sedangkan Xi Sunbi yang sudah mengetahui kekuatan dari Xiao Ziya sangat percaya bahwa gadis itu bisa membuat sihir pelindung yang sangat kuat dalam waktu yang sangat singkat.


"Baiklah jika begitu saya akan membuat sihir pelindung sekarang juga." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari aula utama Akademi Merpati.


Xiao Ziya pergi ke lapangan yang biasa digunakan sebagai tempat berlatih para murid Akademi Merpati karna tempat itu adalah titik tengah dari Akademi Merpati. Para petinggi mengikuti kemana Xiao Ziya pergi mereka akan mengawasi apa yang dilakukan oleh gadis itu.

__ADS_1


"Para murid akademi yang sedang berlatih saya harap untuk menepi ke pinggir lapangan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang meminta para murid Akadem Merpati untuk menyingkir terlebih dahulu karna ia akan membuat membaca mantra sihir pelindung di sana.


Tadinya para murid ragu ragu namun melihat beberapa teman mereka yang mematuhi perintah dari Xiao Ziya akhirnya mereka semua pergi ke tepi lapangan.


"Apakah gadis itu ingin mempermalukan dirinya sendiri?." ucap Ning Ruhi yang terlihat sangat senang ketika ia melihat gadis yang menjuluki dirinya sebagai master dari Akademi Kekaisaran Qiyu itu akan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan murid murid Akademi Merpati.


Xiao Ziya mulai berjalan ke tengah tengah lapangan setelah sampai gadis berdiri diam di sana untuk beberapa saat setelah itu ia membacakan sebuah mantra sihir kuno, tiba tiba muncul tujuh lapisan pelindung dengan warna yang berbeda sihir pelindung itu menyelimuti seluruh Wilayah Akademi Merpati. Ning Runhi yang tak mengetahui jika mantra sihir milik Xiao Ziya adalah mantra tingkat tinggi hanya tersenyum dan tetap meremehkan Xiao Ziya.


Xiao Ziya yang telah selesai membuat sebuah pelindungpun menghampiri para petinggi Akademi Merpati yang juga berada di tepi lapangan.


"Ahahaha kau sedang bercanda?." ucap Ning Runhi yang masih saja memandang remeh ke arah Xiao Ziya.


"Tidak, otakmu saja yang dangkal." jawab Xiao Ziya dengan singkat, gadis itu tak peduli dengan apa yang ada di dalam fikiran Ning Runhi.


Setelah menunggu selama sepuluh menit badai yang sangat dasyat melewati Akademi Merpati, dengan mendongakkan kepala ke atas mereka bisa melihat jika badai itu berbentuk gulungan ombak. Selain itu dalam badai tersebut terdapat seekor naga putih yang sangat panjang yang sedang menyemburkan es putih.


"Bagaimana bisa ada sebuah naga di sebuah badai?." ucap Xi Sunbi yang tak menyangka bahwa dalam badai kali ini ada seekor naga yang sangat panjang.


"Entahlah semoga saja pelindung sihir milik nona Xiao Ziya dapat menahannya." ucap Sin Linji yang berharap bahwa pelindung sihir milik Xiao Ziya mampu melindung mereka semua.


Sedangkan saat ini pandangan Xiao Ziya teralihkan pada naga putih panjang yang sangat cantik, naga yang indah namun mengapa ia ada di tengah tengah badai mengerikan itu. Apakah sang naga adalah pengendali badai atau naga itu sedang terjebak di dalam badai. Saat mengamati lebih teliti Xiao Ziya melihat naga putih itu sepertinya sedang kesakitan. Xiao Ziyapun bersalan menuju gerbang keluar Akademi Merpati untuk menyelamatkan sang naga putih.


"Nona jangan kesana." triak Rui Bing yang memperingatkan Xiao Xiao Ziya untuk tidak keluar dari wilayah Akademi Merpati.


"Tutup jalannya." triak panatua pertama yang tak ingin terjadi hal buruk pada Xiao Ziya.


"Saya ingin keluar dan mengeluarkan naga putih itu dari badai." ucap Xiao Ziya yang merasa kesal.


"Itu sangat berbahaya nona, kami khawatir nona tak akan selamat bila bersikeras menerjang badai itu." ucap Xi Sunbi yang tak bisa mempertanggung jawabkan apapun jika sampai gadis itu mati atau terluka di wilayahnya. Karna ia juga tau bahwa seluruh rakyat Kekaisaran Qiyu dan beberapa kerajaan lain sangat mencintai sosok Xiao Ziya yang cantik namun sangat tegas.


"Saya akan baik baik saja jadi jangan halangi jalan saya." ucap Xiao Ziya yang tetap ingin menyelamatkan naga putih itu.


Tatapan tajam dari Xiao Ziya membuat para murid yang tadinya menghadang jalan Xiao Ziya kini mulai menyingkir karna merasakan tekanan yang sangat kuat dari gadis itu. Karna tak ingin di halangi lagi akhirnya Xiao Ziya melesat kearah gerbang keluar wilayah Akademi Merpati. Saat telah sampi di luar ia melihat sebuah badai yang sangat dasyat terus menerus melewati wilayah Akademi Merpati.


"Hai naga apa kau bisa mendengarku." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk membuat jarak yang lumayan jauh dari badai itu.


Sang naga putih yang ada di dalam badai sedang merintih kesakitan, ia merasa heran karna ada seorang manusia yang memanggilnya.


"Masuklah kembali ke rumahmu, kau tak akan bisa menahan dingin dan ganasnya badai ini." ucap sang naga putih yang memperingatkan manusia yang memanggilnya tadi. Walau sang naga putih tak bisa melihat Xiao Ziya karna dirinya sedang tergulung badai.


"Tenanglah tuan naga putih, saya akan menyelamatkanmu." ucap Xiao Ziya yang sedang memikirkan cara untuk membebaskan naga itu, jika ia menarik sang naga putih dari badai itu akan memerlukan waktu yang sangat lama, jika ia membuat sebuah tornado api maka kemungkinan besar sebagian wilayah yang dilapisi salju akan memelah.


"Badai misteri es." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk melawan badai ganas itu dengan badai miliknya.


Sebuah pusaran tornado terlihat sangat besar menjulang kelangit, pusaran itu malahap apapun yang dilaluinya. Akhirnya kedua badai itu saling bertemu, sang naga yang ada di dalam badai dasyat itu merasa sangat kebingungan begitupun dengan para petinggi Akademi Merpati yang juga merasa keheranan.

__ADS_1


Saat dua badai itu saling bertabrakan terdengar sebuah ledakan yang sangat keras hingga mengguncang tanah berlapis salju yang menyelimuti wilayah Akademi Merpati.


"Wah ini sungguh di luar dugaan." ucap Xi Jinhu yang tak menyangka bahwa Xiao Ziya juga bisa membuat sebuah badai yang sangat hebat.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya badai milik Xiao Ziyalah yang menang. Setelah itu badai milik Xiao Ziya juga lenyap entah kemana, terlihatlah sebuah naga putih yang sangat panjang. Naga itu berbeda dengan dua ekor naga yang ada di dalam cincin semesta Xiao Ziya karna sang naga putih memiliki tubuh panjang dan sangat indah.


Naga itu meringis kesakitan karna sebagian tubuhnya terluka akibat terseret badai beberapa kilo meter dari tempatnya. Xiao Ziya menghampiri naga itu.


"Tuan naga apakah kau bisa percaya padaku?." tanya Xiao Ziya pada naga putih itu.


Sang naga putih melihat ke arah gadis yang telah menyelamatkannya, entah baru kali ini ia bertemu dengan manusia yang sangat peduli terhadap seekor binatang ilahi sepertinya, biasanya manusia biasa akan mengira naga putih adalah naga biasa yang tak memiliki kekuatan apapun sehingga mereka mengabaikan keberadaan naga putih.


"Iya saya percaya padamu." ucap sang naga putih yang memilih untuk percaya pada gadis yang baru saja ia temui.


Xiao Ziya mengambil sebuah pil dari dalam cincin penguasa mutlaknya, sebuah pil berwarna merah dengan dua garis keemasan sebagai hiasannya. Xiao Ziya meminta naga putih itu untuk membuka mulutnya dan Xiao Ziya meletakkan pil itu di mulut sang naga.


"Sekarang telanlah pil itu." ucap Xiao Ziya yang langsung dituruti oleh sang naga.


Setelah meminum pil yang diberikan oleh Xiao Ziya, perlahan namun pasti kondisi sang naga berangsur membaik. Sang naga merasa sangat senang ketika bisa pulih kembali, naga itu menatap Xiao Ziya dengan binar matanya yang sangat terang.


"Trimakasih karna bersedia membantu saya." ucap sang naga putih yang tak tau harus membalas kebaikan gadis yang ada di hadapannya dengan apa.


"Baiklah jika begitu saya akan kembali ke dalam." ucap Xiao Ziya yang ingin kembali masuk ke dalam Akademi Merpati.


"Saya ingin membalas kebaikan nona." ucap naga putih itu yang ingin membalas kebaikan Xiao Ziya.


Xiao Ziya meminta pada sang naga untuk menemuinya dua hari lagi di depan gerbang Akademi Merpati karna Xiao Ziya ingin berbincang bincang pada naga putih itu. Sang naga putih menganggukkan kepalanya kemudian ia terbang pergi kembali ke tempatnya.


Xiao Ziya masuk kembali ke lapangan utama Akademi Merpati, di sana sudah ada para petinggi akademi yang menanti Xiao Ziya kembali.


"Nona baik baik saja syukurlah." ucap beberapa petinggi Akademi Merpati yang sangat senang karna Xiao Ziya kembali dengan selamat.


"Bukankah badainya telah selesai jadi bagaimana ketua Ning Runhi dengan taruhan kita." ucap Xiao Ziya yang tak lupa dengan taruhan yang mereka buat.


Ning Runhi terlihat berkeringat dingin, bagaimanapun posisinya sebagai ketua dari Akademi Merpati ia dapatkan setelah ayahnya meninggal dan posisi itu diberikan padanya sehingga ada beberapa ketua yang memang tak menyukai keangkuhan Ning Runhi.


"Kau pasti yang telah menciptakan badai sebelumnya lalu berpura pura bahwa ada badai yang menerjang." ucap Ning Runhi yang menyalahkan Xiao Ziya atas datangnya badai itu.


"Kau tak bisa melihat dengan jelas? Warna badai salju milikku berbeda dengan badai tahunan yang terjadi di sini." ucap Xiao Ziya yang tak ingin di salahkan karna memang ia tak melakukan apapun.


"Kau pasti dalang dibalik semua ini." triak Ning Runhi yang masih saja melemparkan kesalahan pada Xiao Ziya.


"Ah kau tak ingin menjalankan taruhan ini? seperti inikah ketua dari Akademi Merpati?." ucap Xiao Ziya yang kini menatap dengan dingin.


Para petinggi yang ada di sana merasa tersindir dengan perkataan Xiao Ziya, para petinggi menatap Ning Runhi dengan tajam mereka tak ingin nama Akademi Merpati tercoret hanya karna ulah seorang ketua.

__ADS_1


Hai hai semunya akhirnya aku update lagi makasih karna udah dukung aku sejauh ini ya, jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, dan tips ya.


__ADS_2