RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pergi Bersama


__ADS_3

Setelah lama berbaring di atas tempat tidur dengan mata yang terus terjaha hingga pagi karna gadis itu semalaman sedang menyerap energi qi yang ada di sekitarnya, untuk kembali ke dunia bawah menggunakan pintu teleportasi tentu diperlukan sedikit waktu yang cukup lebih lama dari biasanya sehingga banyak membutuhkan energi qi.


"Hah ternyata sudah pagi dan saya baru menyadarinya." ucap Xiao Ziya yang menghembuskan nafaskan kasar kemudian gadis itu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Setelah menggunakan gaun berwarna biru cerah gadis itu langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju kamar Raja Zeus untuk melihat bagaimana kondisi sang raja di sana. Saat akan masuk kedalam kamar beberapa prajurit yang menjaga pintu Kamar Raja Zeus menghentikan gadis itu.


"Mohon maaf nona, saat ini Yang Mulia Raja Zeus sedang mandi." ucap salah seorang prajurit penjaga pintu masuk kamar sang raja.


"Apakah ayah sudah sadar?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi senangnya karna Raja Zeus sadar lebih cepat daripada perkiraan gadis itu.


"Benar semalam Yang Mulia Raja Zeus sudah siuman dan kondisinya juga sudah membaik." jawab salah seorang prajurit yang ada di sana.


"Baiklah trimakasih atas informasinya saya permisi." ucap Xiao Ziya yang memilih pergi dari pada menunggu Raja Zeus selesai mandi.


Xiao Ziya membacakan mantra teleportasi karna ia ingin pergi ke Wilayah Neraka ia ingin tau bagaimana kabar Raja Artur, apakah kakek tua itu sedang depresi karna tugas tugasnya yang menumpuk dengan sangat banyak jangan sampai ia gantung diri karna merasa frustasi.


Xiao Ziya tiba di salah satu desa yang cukup jauh dari Istana Kerajaan Neraka, saat teleportasi gadis itu bisa sampai di mana saja tak selalu sesuai dengan keinginanya. Setelah itu Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju ke Istana Kerajaan Hitam tanpa sengaja di desa itu ia berpapasan dengan gadis menyebalkan yang membuat ia naik darah beberapa waktu yang lalu.


"Wah bukankah ini nona kaya raya yang telah menyelamatkan saya?." ucap Yui Zume dengan suara yang sedikit keras serta nada meledeknya yang membuat siapapun ingin memukul gadis itu hingga tewas.


"Ah bukankah ini gadis yang tak tau malu itu."ucap Xiao Ziya yang menahan tawanya, gadis itu tak akan diam saja saat ini.


"Jadi mengapa nona ada di desa tempat kelahiran saya ini? apakah anda datang untuk merekrut saya menjadi pelayan pribadi anda?." ucap Yui Zume dengan senyum lebar tak tau malunya.


Xiao Ziya memutar bola matanya dengan malas seorang penjilat tetaplah penjilat seharusnya ia menghabisi gadis itu saja krmarin atau memotong lidah sang gadis agar ia tak terlalu banyak mengatakan hal yang tak berguna seperti tadi.


"Kau tak layak ada di sisiku." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya kemudian gadis itu masuk kesebuah kedai yang menjual berbagai macam makanan dengan bahan dasar daging. Yui Zume juga ikut masuk kedalam dan duduk di hadapan Xiao Ziya.


"Pergilah kau merusak pemandangan." ucap Xiao Ziya dengan kata kata kasarnya gadis itu akan kejam ketika benar benar tak menyukai seseorang.


"Saya ingin makan di sini bersama dengan anda." ucap Yui Zume tanpa malu karna urat malunya sudah sangat frustasi dengan sikap gadis itu.


"Pelayan kemarilah." ucap Xiao Ziya yang memanggil pelayan dari kedai itu. Seorang pemuda dengan paras cukup tampan menghampiri Xiao Ziya.


"Apa ada yang ingin nona pesan?." ucap pelayan pemuda itu yang bertanya apa yang ingin dipesan oleh nona muda cantik yang ada di hadapannya itu.


"Sebelum saya memesan bisakah anda menyeret gadis benalu ini? saya ingin makan sendirian namun tiba tiba dia datang." ucap Xiao Ziya dengan tatapan kesalnya pada Yui Zume.


Pemuda yang merupakan seorang pelayan di kedai itu melihat ke arah Yui Zume kemudian ia menarik tangan Yui Zume dengan paksa hingga sang gadis berteriak kesakitan. Seorang wanita paruh baya datang dan menarik Yui Zume dari pemuda pelayan itu.


"Apa yang kau lakukan pada putriku!!." ucap ibu Yui Zume yang terlihat marah.


Mendengar wanita itu memanggil Yui Zume dengan sebutan putriku bukankah ia adalah ibu dari gadis tak tau malu. Namun mengapa beberapa hari yang lalu Yui Zume mengtakan bahwa ibunya telah menjual dirinya untuk menebus semua hutang hutang milik sang ibu? apakah pasangan ibu dan anak ini adalah orang orang tak tau malu?.


"Bawa putri anda pulang saya muak melihatnya." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik perhatian wanita paruh baya itu.


"Jaga ucapanmu putriku adalah gadis terhormat." ucap sang wanita paruh baya dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Gadis terhormat mana yang suka memeras orang lain." ucap Xiao Ziya yang langsung membuat wanita paruh baya itu terdiam seketika.


Karna tak ingin mengurusi pasangan ibu dan anak yang gila itu Xiao Ziya langsung memesan beberapa menu makanan dengan harga yang tinggi, mendengar apa yang dipesan oleh Xiao Ziya membuat pasangan ibu dan anak itu langsung duduk di kursi yang dekat dengan Xiao Ziya.


"Saya tidak mengundang kalian berdua untuk makan bersama dengan saya." triak Xiao Ziya yang sangat kesal pada kedua wanita gila itu.


"Tapi kami sangat ingin menikmati makanan yang nona pesan biarlah kami ada di sini." ucap ibu Yui Zume yang ternyata lebih gila daripada putrinya.


Xiao Ziya meminta pada pelayan pemuda itu untuk tidak membawa makanan yang ia pesan ke meja makan sebelum kedua wanita menjijikan itu pergi dari hadapannya karna itu akan mengurangi selera makan Xiao Ziya. Pelayan pemuda itu menuruti apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya karna ia tak ingin membuat pelanggannya pergi.


"Saya bisa membunuh kalian berdua di sini, tanpa ada hukum yang bisa menyentuh saya." ucap Xiao Ziya dengan kilatan cahaya merah yang terlintas di ujung mata gadis itu.


"Lakukanlah jika kau memang bisa." ucap ibu Yui Zume yang sepertinya sedang menantang maut.


"Namun tangan saya terlalu mahal untuk menyentuh barang busuk seperti kalian berdua." ucap Xiao Ziya dengan senyuman dan tatapan sinisnya.


Xiao Ziya memanggil kelima jenderal pasukan iblisnya yang ada di dalam cincin semesta, setelah kelima jenderal iblisnya muncul suasana di kedai itu berubah dengan drastis aura dingin dan mencekam yang menyeruak di seluruh ruangan. Beberapa iblis yang juga ada di kedai itu memilih untuk tidak ikut campur karna mereka tak ingin mati konyol di sana.


"Apa apaan ini mengapa kau ingin menyerang kami berdua." ucap Ibu Yui Zume yang tak terima bahwa gadis yang ada di sampingnya memiliki lima pengawal yang sangat kuat sedangkan ia dan putrinya tak memiliki hal semacam itu.


"Ya karna saya tak ingin mengotori tangan saya dengan darah kalian jadi terpaksa saya meminta kelima jenderal ini untuk mengeksekusi mati kalian berdua." ucap Xiao Ziya dengan suara lirih namun bisa membuat siapa saja yang mendengarnya merinding dan merasakan kematian telah dekat.


"Raja Artur pasti akan menghukummu jika ia tau tentang apa yang kau lakukan di Wilayah Kekuasaanya." ucap Ibu Yui Zume yang tak tau tentang kebenaran identitas Xiao Ziya.


"Ah bagaimana bisa ia marah pada penerusnya sendiri? bahkan ia mengatakan agar saya melakukan apapun yang saya sukai. Jadi saya bisa membunuh kalian di sini." ucap Xiao Ziya dengan suara lembut namun membuat pasangan ibu dan anak itu sangat tertekan.


Di awal pertemuan Xiao Ziya dengan Yui Zume ia memberikan kesempatan pada gadis gila itu agar ia bisa merubah sikap dan tingkah lakunya namun setelah bertemu kembali akhirnya Xiao Ziya tau bahwa ia telah ditipu oleh gadis dengan wajah polos tanpa dosanya itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk Xiao Ziya menjatuhi mereka berdua hukuman yang berat.


"Para jenderal iblisku tangkap kedua wanita ini saya akan mencari kebenaran dari perkataan Yui Zume." ucap Xiao Ziya yang meminta pelayan pemuda untuk membawakan pesananya karna ia sudah sangat kelaparan.


Setelah pesananya datang Xiao Ziya memberikan koin emas lebih pada pelayan pemuda itu, Xiao Ziya meminta tolong pada sang pemuda untuk mencari siapa saja orang di desa itu yang telah menjadi korban penipuan dari Yui Zume dan juga ibunya. Pelayan itu langsung pergi karna upah yang diberikan Xiao Ziya sama seperti gajinya selama dua tahun di kedai itu.


"Jangan karna kau punya banyak kaoin emas kau bisa menyudutkanku." ucap Yui Zume yang merasa tak senang dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya.


"Apakah kau iri padaku? ah kau memang tak layak." ucap Xiao Ziya yang memasukkan potongan daging goreng tepung kedalam mulutnya.


Setelah beberapa saat menunggu pelayan pemuda itu datang dengan membawa lebih dari seratus warga desa tersebut, Xiao Ziya tak merasa terkejut melihat jumlah yang lumayan banyak karna pasti banyak orang dari luar desa yang menjadi korban mereka berdua.


"Katakan apa yang kalian eluhkan dan berapa kerugian yang kalian tanggung karna pasangan ibu dan anak ini. Saya hendak mengeksekusi mati mereka berdua jika memang mereka membuat banyak kekacauan." ucap Xiao Ziya penuh dengan wibawa, satu persatu penduduk desa memberi tau secara singkat apa yang Yui Zume dan ibunya lakukan pada mereka. Xiao Ziya mendengarkan keluh kesah semua warga desa, bahkan ada beberapa yang rugi ribuan koin emas karna pasangan ibu dan anak gila itu.


"Baiklah setelah mendengar keluhan kalian mereka berdua memang pantas di hukum mati. Jenderal jenderal iblisku bawa mereka ke tanah lapan yang sepi potong lidah mereka terlebih dahulu baru kalian penggal kepala mereka berdua. Untuk jasadnya bakar hingga tak tersisa." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada kelima Jenderal Iblisnya, mereka berlima langsung pergi membawa Yui Zume dan ibunya. Kelima Jenderal Iblis milik Xiao Ziya akan melakukan eksekusi sesuai dengan perintah junjungan mereka.


"Untuk warga yang mendapat kerugian koin emas saya akan menggantinya, saya ingat semua yang kalian katakan jadi jangan harap bisa menipu saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman cerahnya, semua warga merasa senang dan berbaris dengan rapi.


Mereka semua mendapatkan ganti rugi sesuai dengan pengeluaran mereka karna pasangan ibu dan anak yang gila itu, setelah semua warga mendapatkan ganti rugi mereka sangat bertrimakasih pada junjungan muda mereka yang baik hati itu, setelahnya para warga pergi.


"Buknkah nona akan rugi jika melakukan hal itu?." tanya sang pelayan pemuda yang tak mengerti pola fikir Xiao Ziya yang jauh dari jangkauakn otaknya.

__ADS_1


"Saya tidak rugi karna setiap koin emas saya berkurang maka akan bertambah sendirinya." ucap Xiao Ziya sebelum ia pergi meninggalkan kedai itu kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Nerak. Gadis itu memilih untuk melesat dengan kecepatan tinggi agar segera sampai. Para Jenderal Iblis yang Xiao Ziya tinggal di desa itu bisa menyusulnya ke Kerajaan Neraka nanti setelah mereka menyelesaikan tugas.


Saat ini Xiao Ziya sudah ada di Kerajaan Neraka gadis itu berada di taman belakang Istana Neraka bersama dengan Raja Artur dan Lee Wungzo.


"Bukankah hari ini adalah hari ulang tahunmu anak nakal." ucap Raja Artur yang ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Xiao Ziya.


"Ya sekarang usia saya sudah tiga belas tahun." ucap Xiao Ziya yang merasa senang karna ia akan bertambah dewasa nantinya.


"Bagi keluargamu kau tetaplah gadis kecil." ucap Raja Artur yang ingat dengan sifat sifat manusia biasa.


"Bagaimana bisa kau masih semuda itu." ucap Lee Wungzo yang merasa dirinyalah yang paling tua diantar yang lain.


Raja Artur dan Lee Wungzo memberikan beberapa kotak hadiah pada Xiao Ziya, gadis itu mengatakan ia akan membukanya setelah mendapatkan hadiah dari semua orang. Setelah itu Lee Wungzo harus pergi menuju suatu tempat karna ada masalah yang harus diselesaikan oleh naga keabadian itu sedangkan Raja Artur harus kembali fokus pada tugas tugasnya yang masih sangat banyak.


"Kemana Tuan Lee akan pergi?." tanya Xiao Ziya yang memberi nama julukan pada naga keabadian itu.


"Saya akan ke dunia bawah dan menemui salah satu kenalan saya." ucap Lee Wungzo pada Xiao Ziya dengan jujur karna ia sudah mulai akrab dengan gadis itu.


"Bolehkah saya ikut? akan sangat membosankan hanya berdiam diri di Istana Hitam sembari menunggu perjamuan makan malam selesai disiapkan." ucap Xiao Ziya yang meminta izin pada naga keabadian karna gadis itu ingin ikut dengannya.


Naga keabadaian menyetujui keinginan Xiao Ziya, sang naga yang tadinya masih dalam wujud manusia kini sudah berubah menjadi wujud naganya, ia meminta pada Xiao Ziya untuk naik ke atas punggungnya. Setelah itu mereka berdua terbang menurun menuju dunia atas, kecepatan naga keabadian seratus kali lebih cepat daripada Zier harimau kesayangan Xiao Ziya sehingga Lee Wungzo dan Xiao Ziya akan sampai di dunia atas dalam hitungan menit saja.


Setelah beberapa saat terbang akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju. Naga keabadian kembali dalam wujud manusianya mereka menyusuri hutan yang sangat lebat hutan itu belum pernah Xiao Ziya injak sebelumnya selama ia ada di dunia atas.


"Kita akan pergi menemui siapa di hutan belantara seperti ini Tuan Lee?." tanya Xiao Ziya yang penasaran siapa yang ingin ditemui oleh naga keabadian itu.


"Teman lama saya, sudah lama saya tak mengunjunginya." ucap Lee Wungzo yang sepertinya tak ingin memberitau identitas orang yang ingin ia temui sehingga Xiao Ziya hanya diam tanpa bertanya apapun lagi karna gadis itu tak ingin membuat masalah.


Setelah cukup lama menyusuri hutan belantara itu akhirnya mereka sampai di sebuah kota yang cukup unik memurut Xiao Ziya, gadis itu terus mengikuti Lee Wungzo hingga mereka sampai di sebuah banggunan yang paling tinggi. Beberapa prajurit membungkuk dan memersilahkan Lee Wungzo untuk masuk kedalam sedangkan mereka menahan Xiao Ziya.


"Gadis ini saya bawa bersama saya." ucap Lee Wungzo yang ingin para penjaga gerbang itu mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


"Namun tak sembarangan orang yang dapat menemui junjungan kami, setidaknya ia harus memiliki status yang sedikit tinggi." ucap penjaga gerbang itu yang memberitau orang orang seperti apa yang bisa menemui junjungan mereka.


"Pergilah kedalam Tuan Lee saya tak ingin menyulitkan anda." ucap Xiao Ziya yang tak merasa masalah jika ia harus menunggu di luar.


"Gadis ini adalah junjungan dari neraka, dia juga seorang dewi, dia juga memiliki jabatan yang tinggi di dunia bawah apakah itu tak cukup layak?." tanya Lee Wungzo yang sedikit kesal pada para prajurit penjaga gerbang masuk.


Saat para prajurit penjaga gerbang masuk tengah berfikir tiba tiba ada seorang pemuda yang menghampiri mereka, pemuda yang tentu saja kenal dengan Xiao Ziya.


"Bagaimana nona Xiao Ziya bisa sampai ke sini?." tanya Ling Zungze yang terkejut dengan kehadiran Xiao Ziya begitupun dengan gadis itu yang bingung menga salah satu murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang selama ini mengikutinya saat ia ada di Wilayah Kerajaan Zu Long ada di tempat itu.


"Apalakah tuan muda mengenal gadis ini?." tanya prajurit penjaga gerbang yang ingin memastikan.


"Ah dia adalah teman dekat saya." ucap Ling Zungze yang memberi tau bahwa Xiao Ziya adalah teman dekatnya.


"Maaf karna kami telah tidak sopan ada nona muda, silahkan masuk kedalam." ucap para prajurit yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.

__ADS_1


Xiao Ziya sudah menebak sedari awal kedatangan Ling Zungze kedunia bawah lebih tepatnya Akademi Kekaisaran Qiyu bukanlah hal yang sederhana mungkin nanti ia akan bertanya langsung pada pemuda itu dan mengapa Ling Zungze sering membuntutinya.


Hai hai semuanya author update lagi, maaf kemarin aku ga update karna lagi ga enak badan. Gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna itu wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, tips, share, rate juga ya.


__ADS_2