RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bertemu Dengan Aron


__ADS_3

Malam terasa sangat panjang, Xiao Ziya terlelap dalam tidurnya sedangkan Permaisuri Yuzang Lui masih terikat sulur hitam dalam keadaan menggantung. Sang permaisuri merasa sangat lelah karna berjam jam dalam posisi seperti itu, ia terus menatap ke arah Xiao Ziya sembari mengucapkan sumpah serapah yang cukup kejam.


Waktu terus berlalu, malam yang gelap kini berganti dengan cerahnya pagi dan Xiao Ziya belum memiliki niatan untuk bangun dari tidurnya.


"Ck gadis itu tidur seperti kerbau, apakah belum cukup baginya tidur semalaman. Seharusnya jika dia sangat suka memenangkan mata jangan pernah bangun lagi untuk selama lamanya." gumam Permaisuri Yuzang Lui dengan suara pelan.


"Hoaaam." Xiao Ziya menguap dan membuka mulutnya dengan cukup lebar. Gadis itu merasa terganggu karna terus menerus mendengar kata kata menyebalkan dari Permaisuri Yuzang Lui yang masih berada di dalam kamarnya.


Perlahan lahan Xiao Ziya membuka matanya dan langsung disuguhi pemandangan yang tidak mengenakkan. Xiao Ziya segera meregangkan badan kemudian langsung berjalan menuju kamar mandi sedangkan Permaisuri Yuzang Lui masih berada di tempat yang sama tanpa bisa bergerak sedikitpun. Perlu waktu selama dua puluh menit untuk Xiao Ziya mandi karna sebelum membasuh tubuhnya dengan air ia harus berdiam diri selama beberapa menit untuk menyesuaikan suhu tubuhnya.


"Selama pagi Permaisuri Yuzang Lui, apakah Anda ingin mandi juga? Humm lebih baik tidak karna kedua tangan dan kaki Anda masih terikat." sapa Xiao Ziya pada Permaisuri Yuzang Lui saat ia baru saja keluar dari kamar mandi.


"Untuk apa Anda menawarkan hal itu pada saya jika sudah mengetahui jawabannya." ucap Permaisuri Yuzang Lui dengan tatapan kesal.


"Terlalu menyebalkan jika harus melihat wajah Anda setiap waktu karna itu lebih baik Anda masuk ke dalam." ucap Xiao Ziya yang langsung memasukkan Permaisuri Yuzang Lui ke dalam cincin semesta miliknya. Setidaknya Xiao Ziya tidak perlu melihat wajah wanita itu secara terus menerus sebelum membunuhnya nanti.


Setelah selesai Xiao Ziya langsung keluar dari kamarnya menuju ruang kerja Kaisar Zue, ada beberapa hal yang perlu ia sampaikan pada sang kaisar. Seharusnya Xiao Ziya mengatakannya malam tadi namun harus ditunda karena kehadiran Permaisuri Yuzang Lui yang sangat tidak diharapkan oleh gadis itu.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja Kaisar Zue yang diketuk oleh Xiao Ziya, setelah mendapatkan izin gadis itu langsung masuk ke dalam dan duduk di sebuah kursi yang telah disediakan. Xiao Ziya menatap ke arah Kaisar Zue dengan tatapan dingin, gadis itu ingin meminta penjelasan mengapa sang kaisar bersedia membuat kontrak kerjasama dengan Kekaisaran Binzo yang sedang di pimpin oleh Klan Yuzang padahal ia tau wilayah Kekaisaran Binzo adalah milik Xiao Ziya.


"Selamat pagi Nona Muda Xiao Ziya, ada keperluan apa hingga Anda datang menemui saya?." tanya Kaisar Zue, ia sudah merasa kurang nyaman saat mendapatkan tatapan dingin dari gadis itu.


"Anda tau bukan wilayah Kekaisaran Binzo adalah milik saya? lalu mengapa Anda menyepakati kontrak kerja sama yang dibawa oleh Permaisuri Yuzang Lui?. Jika para penduduk di wilayah itu sangat menyukai Yuzang Yanglang memimpin daerah mereka maka biarkan saja, beberapa wilayah dalam kekuasaan saya tidak perlu membantu mereka meski sekarat sekalipun." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin. Ia akan melepas tanggung jawab atas kebutuhan pokok para penduduk Kekaisaran Binzo jika hal itu benar benar terjadi.


"Maaf sebelumnya, saat ini wilayah Kekaisaran Binzo mengalami perpecahan. Ada sekelompok penduduk yang senang dengan kepemimpinan Kaisar Yuzang Yanglang dan sebagian lagi telah menjadi pemberontak karna mereka tidak menyetujui pengangkatan kaisar baru tanpa persetujuan dari Nona Muda Xiao Ziya. Saya berniat membawa para penduduk Kekaisaran Binzo yang masih menganggap Anda sebagai pemimpin mereka untuk tinggal sementara waktu di wilayah Kekaisaran Binzo." jelas Kaisar Zue pada Xiao Ziya. Ia menceritakan sedikit mengenai kondisi di wilayah Kekaisaran Binzo saat ini.


"Baiklah saya akan menyelenggarakan masalah ini sendiri. Ah iya saya ingin menanyakan sesuatu pada Anda." ucap Xiao Ziya Yang baru mengingat sebuah pertanyaan yang ingin ia tanyakan sejak tadi malam.


"Silahkan, saya akan menjawab jika mengetahuinya." ucap Kaisar Zue dengan rasa penasaran.


"Apakah ada lapisan dunia yang berada di bawah Dunia Bawah?." tanya Xiao Ziya dengan pertanyaan yang sangat membingungkan. Kaisar Zue diam beberapa saat dan mencoba untuk mencerna pertanyaan dari gadis itu.


"Dunia terbawah? sepertinya saya belum pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya. Menurut peta tatanan lapisan dunia, dunia terbawah yang ada adalah dunia yang sedang kita tempati saat ini." jawab Kaisar Zue dengan jujur.


Lalu darimana cacing parasit itu berasal? menurut penelitian singkat yang dilakukan oleh Xiao Ziya cacing cacing itu memiliki energi kehidupan yang lebih rendah daripada makhluk hidup lain yang berada di dunia bawah, selain itu beberapa orang berjubah hitam yang ia temui sebelumnya juga memiliki karakteristik yang sama. Jika tidak ada lapisan dunia yang lebih rendah dari Dunia Bawah maka dimana mereka tinggal? mungkinkah di dalam lapisan inti dunia bawah?.

__ADS_1


"Mengapa tiba tiba Anda menanyakan hal seperti itu? apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda?." tanya Kaisar Zue dengan tatapan bingung.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah kotak kaca berisikan beberapa cacing parasit yang berhasil ia kendalikan, Kaisar Zue melihat cacing itu dengan tatapan geli. Hewan apa yang disimpan oleh Xiao Ziya di dalam kotak kaca itu? mengapa terlihat sangat menggelikan.


"Ini adalah cacing parasit penyebab wabah yang menjangkiti hampir seluruh penduduk Dunia Bawah, menurut penelitian yang saya lakukan binatang ini memiliki energi kehidupan yang lebih rendah dari makhluk hidup yang tinggal di Dunia Bawah. Karna itu saya membuat sebuah kesimpulan bahwa ada dunia lain yang lebih rendah dari Dunia Bawah." jelas Xiao Ziya secara singkat pada Kaisar Zue.


"Lebih baik Nona Ziya bertanya pada Raja Artur ataupun para Dewa yang Anda kenal, mungkin saja salah satu diantara mereka mengetahui hal ini." saran Kaisar Zue pada Xiao Ziya. Saat menjadi Pangeran Kegelapan ia tak pernah mencari tau hal hal semacam ini, ia hanya fokus pada tugas tugasnya saja.


"Baiklah saya akan menanyakan hal ini pada yang lain. Terimakasih atas sarannya, saya harus pergi terlebih dahulu. Selamat mengerjakan tugas tugas Anda Kaisar Zue." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar kemudian ia keluar dari ruang kerja Kaisar Zue.


Setelah kepergian Xiao Ziya, Kaisar Zue menghela nafas panjang. Sepertinya akan banyak masalah yang akan dihadapi oleh gadis itu di masa depan, semoga saja Xiao Ziya bisa melewati masalah masalah di masa mendatang.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang berjalan menuju Klan Xiao, sebelum pergi ke wilayah Kekaisaran Binzo untuk menyelesaikan masalah di sana ia ingin mengunjungi tempat kelahirannya itu terlebih dahulu. Saat dalam perjalanan ia melihat para penduduk sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing masing, suasana di wilayah Kekaisaran Binzo sangatlah damai. Setelah berjalan cukup lama Ziya merasa bahwa cacing cacing yang ada di dalam perutnya sudah demo meminta jatah makan, akhirnya gadis itu mampir ke sebuah restoran yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Xiao Ziya masuk ke dalam restoran kemudian duduk di salah satu kursi kosong, seorang pelayan datang dan menanyakan makanan apa yang ingin ia pesan.


"Saya ingin dua mangkuk sup pangsit isi daging, satu porsi ayam asam manis, dan satu gelas susu." ucap Xiao Ziya, ia menyebutkan beberapa menu makanan yang ingin di pesan.


"Baiklah mohon tunggu beberapa saat hingga pesanan Anda datang." ucap si pelayan yang langsung pergi ke dapur untuk menyerahkan daftar menu yang dipesan oleh Xiao Ziya.


Sembari menunggu pesanannya datang Xiao Ziya melihat ke sekeliling restoran tersebut. Ia melihat seorang pemuda yang cukup familiar sedang meneguk beberapa cangkir arak putih bersama pemuda lainnya, Xiao Ziya menatap lekat ke arah pemuda itu dan mencoba untuk mengingatnya lagi.


Saat Xiao Ziya sedang menatap ke arah Aron tiba tiba salah satu pemuda yang duduk didampinginya menoleh ke arah Xiao Ziya kemudian pemuda itu menepuk pundak Aron beberapa kali.


"Ada apa?." tanya Aron dengan tatapan bingung, meskipun sudah minum banyak arak putih Aron masih terjaga dan tidak mabuk.


"Ada seorang gadis yang sedang memperhatikan mu sedari tadi, apakah kau mengenalnya?." tanya pemuda itu pada Aron dengan ekspresi keheranan. Jika dilihat lihat sepertinya gadis itu berasal dari keluarga kaya karna gaun yang ia kenakan terbuat dari kain sutra kualitas tinggi, raut wajahnya yang sangat cantik menambah kesan bahwa ia keluarga terpandang.


"Mungkin kau salah lihat, mana mungkin ada gadis yang tertarik dengan pemuda seperti ku ini." jawab Aron yang merasa enggan untuk menoleh ke belakang.


"Coba lihatlah sebentar saja, siapa tau kalian memang saling kenal." ucap pemuda itu yang tatap memaksa Aron untuk menoleh kebelakang namun tatap tak digubris.


Di saat Aron dan beberapa temannya sedang berdebat, seorang pelayan restoran keluar dari dapur membawa sebuah nampan besar berisikan makanan yang di pesan oleh Xiao Ziya. Pelayan itu menata rapi makanan itu di meja Ziya.


"Maaf sebelumnya, Anda ingin membayar di awal ataukah di akhir?." tanya pelayan restoran itu dengan sopan pada Xiao Ziya. Beberapa pelanggan yang memesan menu banyak untuk dirinya sendiri biasannya adalah orang sibuk dan kebanyakan diantara mereka memilih untuk membayar di awal.


Xiao Ziya memberikan seratus keping koin emas pada pelayan restoran itu, sang pelayan merasa kebingungan karna makanan yang dipesan hanya seharga dua puluh keping koin emas dan lima puluh koin tembaga, jumlah yang dibayarkan terlalu banyak. Saat pelayan restoran itu ingin mengembalikan sebagian koin emas itu Xiao Ziya langsung menolaknya.


"Anda bisa membaginya dengan juru masak yang telah membuatkan makanan ini untuk saya, anggap saja itu imbalan untuk kalian." ucap Xiao Ziya pada si pelayan.

__ADS_1


"Ini terlalu banyak Nona Muda dan kami tidak bisa menerimanya." ucap pelayan restoran itu yang bersikeras menolak pemberian dari Xiao Ziya.


"Ambillah saya tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun, terimakasih untuk pelayanannya saya ingin makan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang sengaja mengatakan hal itu agar si pelayan segera pergi dan berhenti memperdebatkan tip yang ia berikan.


"Maaf sebelumnya, saya merasa familiar dengan wajah Nona Muda. Apakah saya boleh mengetahui siapa nama Anda?." tanya pelayan itu yang tak bisa menahan rasa penasaran di dalam hatinya. Ia ingat bahwa pernah melihat wajah gadis itu di suatu tempat dalam jangka waktu yang sudah sangat lama dan kali ini ia bertemu dengannya lagi.


"Saya Xiao Ziya, senang bisa berjumpa dengan Anda." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dengan santai.


Tubuh pelayan restoran itu bergetar, pantas saja ia merasa familiar dengan wajah gadis dihadapannya itu. Di sisi lain semua pengunjuk restoran mengarahkan pandangan mereka pada Xiao Ziya, ternyata kabar kepulangan gadis itu benar benar nyata.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, maaf karna saya tidak bisa mengenali Anda. Pantas saja saya merasa familiar, dulu Anda sering datang ke restoran ini untuk sarapan ataupun makan malam. Saya permisi terlebih dahulu, selamat menikmati pesanan Anda." ucap pelayan itu sembari membungkukkan badannya kemudian pergi dari hadapan Xiao Ziya.


Mendengar nama Nona Mudanya di sebut oleh seorang gadis tentu membuat Aron terkejut, gelas berisikan arak putih yang ia pegang jatuh begitu saja dan membasahi bajunya. Aron segera bangkit dari tempatnya duduk dan menghampiri gadis yang mengatasnamakan bahwa dirinya adalah Xiao Ziya, Aron hanya ingin membuktikan apakah hal itu benar ataukah tidak.


"Mengapa Anda mengaku menjadi Nona Muda Xiao Ziya!." bentak Aron yang saat itu berada di belakang Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengangkat sebelah alisnya, mengapa ia harus mengaku ngaku menjadi dirinya sendiri. Mungkin Aron terlalu banyak minum hingga tidak bisa berfikir dengan jernih?.


"Apa maksud mu Aron? mengapa saya harus mengaku ngaku menjadi diri saya sendiri?." ucap Xiao Ziya sembari menoleh ke arah Aron yang saat itu berada di belakangnya.


Mata Aron bertatapan langsung dengan mata Xiao Ziya, pemuda itu diam membeku tak mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini. Nona Mudanya telah kembali? setelah bertahun tahun tak pernah melihat wajah cantik dari orang yang ia layani itu akhirnya Aron bisa melihatnya lagi. Tanpa sadar air mata mulai jatuh, Xiao Ziya kebingungan menghadapi kondisi itu karna ia tak mengerti apa yang menyebabkan Aron menangis.


"Hey tenanglah, mengapa kau menangis seperti itu? apakan sesuatu telah terjadi pada mu selama saya pergi?." tanya Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, senang bisa melihat Anda kembali dalam kondisi sehat seperti ini. Maaf telah membuat Anda terkejut dengan tiba tiba menangis seperti ini, saya hanya terlalu senang karna bisa bertemu dengan Anda lagi." jawab Aron dengan jujur pada nona mudanya itu.


"Pasti sangat berat bagimu untuk menjalani beberapa tahun belakangan ini, maaf karna telah membebani mu dengan banyak tugas." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sedih, ia tak tau jika Aron merasa kelelahan dengan semua itu.


"Bukan seperti itu Nona Ziya, saya hanya merindukan Anda. Semua tugas yang Anda berikan telah selesai saya lakukan, beberapa bulan terakhir saya tidak melakukan apapun hingga merasa bosan." jawab Aron dengan cengiran tak bersalahnya itu.


"Baiklah nanti saya akan memberikan banyak tugas untuk mu, apa kau sudah makan? sedari tadi saya hanya melihat kau sedang minum arak bersama teman teman mu itu." tanya Xiao Ziya.


"Kami datang ke restoran ini karna arak putih yang mereka miliki sangatlah lezat." jawab Aron.


"Ah ternyata begitu, mati bergabung dengan saya. Ajaklah teman mu untuk memesan makanan biar saya yang membayarnya." ucap Xiao Ziya yang berniat untuk mentraktir Aron bersama keenam temannya itu.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2