
Tuan Lin Fenzu dan Nyonya Lin Muhi terus berlari sekencang yang mereka bisa agar segera sampai di rumah, beberapa penduduk desa yang melihatnya hanya bisa memberikan ekspresi bingung pada pasangan suami istri itu. Setelah cukup lama berlari akhirnya mereka berdua sampai di pekarangan rumah, mata Nyonya Lin Muhi membelalak dengan lebar dan lututnya terasa lemas. Tanpa sadar wanita itu menjatuhkan lututnya ke tanah kemudian menangis dengan cukup kencang, apa yang ia lihat seperti sebuah mimpi. Anak terakhirnya yaitu Lin Guzo sedang berdiri di ambang pintu masuk rumah dengan sebuah senyuman yang sangat manis.
Nyonya Lin Muhi tak bisa memikirkan apa apa lagi, semua ini terasa seperti sebuah keajaiban. Tuan Lin Fenzu membantu istrinya untuk berdiri kemudian mengantar sang istri menuju putra mereka yang telah sembuh.
Setelah berada di hadapan Lin Guzo, Nyonya Lin Muhi langsung mengambil posisi berjongkok. Ia mengusap pelan pipi putranya yang kini sudah berusia lima tahun itu, setelah memastikan apa yang ia lihat bukanlah bayangan semata Nyonya Lin Muhi langsung memeluk Lin Guzo dengan erat.
"Hiks..hiks... putraku telah sembuh. Ibu sangat senang melihat mu bisa berdiri dan berjalan seperti anak anak lain." ucap Nyonya Lin Muhi dengan air mata yang terus mengalir. Pada siapa ia harus berterimakasih? kesembuhan putranya pasti bukan keajaiban semata.
Saat Lin Guzo baru saja lahir tabib yang membantu persalinan Nyonya Lin Muhi mengatakan bahwa bayi laki laki itu terlahir dengan kondisi cacat, kakinya tak akan pernah bisa digerakkan meskipun ia menjalani berbagai macam pengobatan. Saat Lin Guzo berusia dua tahun ayah dan ibunya membawa anak laki laki itu pada tabib serta alkemis terbaik namun mereka semua menyerah dan tak ada jalan agar Lin Guzo bisa sembuh.
"Ibu jangan menangis seperti ini, aku merasa sedih jika ibu menangis." ucap Lin Guzo sembari membalas pelukan sang ibu dengan tangan kecilnya itu.
"Ibu menangis karena terlalu bahagia. Apa yang sebenarnya terjadi mengapa tiba tiba kedua kaki mu sembuh putraku?." tanya Nyonya Lin Muhi dengan tatapan penasaran.
Tuan Lin Fenzu mengajak istri serta anaknya untuk masuk ke dalam rumah, tak baik jika pembicaraan mereka di dengar oleh tetangga yang lain. Nyonya Lin Muhi duduk di sebuah kursi sembari memangku putranya.
"Ceritakan pada ibu apakah ada sesuatu yang terjadi sebelum kedua kakimu sembuh putraku?." tanya Nyonya Lin Muhi yang sudah tak memiliki banyak waktu. Ia harus segera kembali ke restoran untuk menyiapkan tempat yang dipesan Nona Muda Xiao Ziya.
"Tadi ada seorang pria tampan yang turun dari langit dan mendatangi ku. Kedua tangannya mengeluarkan cahaya berwarna putih keemasan yang sangat terang, lalu pria itu memegang kedua kaki ku ibu. Dia mengatakan bahwa Sang Dewi Agung telah memberikan perintah untuk memberkati keluarga ini, Sang Dewi merasa tersanjung dengan kebaikan yang telah dilakukan oleh nyonya keluarga ini. Pria itu mengatakan bahwa ini berkat pertama yang diberikan oleh Dewa dan Dewi untuk keluarga kita. Bukankah Nyonya dari keluarga ini adalah ibu? apa yang telah ibu lakukan?. Dimana ibu bertemu dengan sosok Dewi Agung itu?." jelas Lin Guzo, ia juga menanyakan beberapa hal yang tak ia pahami. Lin Guzo tau ibu dan ayahnya adalah seorang kultivator biasa jadi sangat tidak memungkinkan jika mereka berteman dengan Sang Dewi Agung.
Nyonya Lin Muhi terdiam beberapa saat, ia mencoba untuk mengingat ingat kembali kejadian beberapa hari terakhir ini. Sepertinya tak ada hal spesial yang ia lakukan, setelah terdiam cukup lama akhirnya wanita itu mengingat sesuatu. Saat ia mengatakan pada Nona Xiao Ziya agar tak perlu membayar untuk menyewa restorannya sang nona muda mengatakan semoga hidupnya diberkati oleh Dewa dan Dewi. Mungkinkah sosok Nona Muda Xiao Ziya yang ia kenal selama ini memiliki posisi yang sangat tinggi di Alam para Dewa dan Dewi?.
Tubuh Nyonya Lin Muhi tiba tiba bergetar, siapa yang menyangka bahwa hal kecil yang ia lakukan membuat sebuah perubahan yang sangat besar seperti ini. Nyonya Lin Muhi tak pernah mengharapkan imbalan apapun karna pertemuan yang akan dilangsungkan di restorannya menyangkut kehidupan banyak orang termasuk dirinya juga.
"Ah iya bersiaplah putraku. Sore nanti kita akan bertemu dengan sosok Dewi Agung yang telah memberkatimu." ucap Nyonya Lin Muhi dengan senyuman lebar meski air matanya tak kunjung berhenti mengalir.
"Benarkah? ibu kenal dengan sosok Dewi Agung yang meminta pria tadi menyembuhkan ku." tanya Lin Guzo dengan antusias tinggi.
"Ya ibu mengenalnya dan banyak orang yang mengenalnya juga. Namun ketika bertemu dengan Dewi Agung nanti panggil saja dia dengan sebutan Nona Xiao Ziya." ucap Nyonya Lin Muhi. Ia berfikir mungkin Nona Muda Xiao Ziya sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai Dewi Agung dengan beberapa alasan pribadi.
"Mengapa begitu?." tanya Lin Guzo dengan tatapan bingung.
"Sang Dewi ingin menjalani kehidupan yang tenang jadi dia menyembunyikan identitasnya dari banyak orang. Jangan membuatnya merasa sedih dengan menghancurkan kehidupan damainya itu putra ku." pesan Nyonya Lin Muhi.
"Baiklah ibu, aku akan pergi mandi sekarang dan bersiap siap untuk bertemu dengan Nona Dewi." ucap Lin Guzo. Anak laki laki itu berlari menuju kamarnya.
Di sisi lain Tuan Lin Fenzu masih bingung mengapa sang istri menyebut bahwa Nona Muda Xiao Ziya adalah sosok Dewi Agung. Nona Muda memanglah sangat kuat dan tak ada satupun kultivator dari Dunia Bawah yang mampu untuk menandinginya, meskipun begitu bukan berarti Nona Ziya adalah Dewi Agung yang telah memberkati keluarga mereka.
"Apa kau sedang membohongi putra kita hanya untuk membuatnya senang?." tanya Tuan Lin Fenzu dengan tatapan tajam yang ia arahkan pada sang istri.
"Tidak, untuk apa aku berbohong padanya. Nona Xiao Ziya memang sosok Dewi Agung yang telah memberkati keluarga kita." jawab Nyonya Lin Muhi dengan tatapan sinis. Mungkin sulit bagi sang suami untuk menerima kenyataan diluar logika itu.
"Bagaimana mungkin seorang manusia naik menjadi seorang Dewi?." tanya Tuan Lin Fenzu.
__ADS_1
"Mengapa tidak jika itu adalah Nona Xiao Ziya. Dia satu satunya orang yang mengatakan semoga kehidupan yang ku jalani diberkati oleh Dewa dan Dewi, tak lama setelah Nona Xiao Ziya pergi meninggalkan restoran kau datang dengan membawa berita bahagia ini. Jika bukan Nona Ziya lalu siapa lagi sosok Dewi Agung yang putra kita maksud itu." jelas Nyonya Lin Muhi pada sang suami agar suaminya itu bisa mengerti.
Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sedang menatap ke luar jendela penginapan tempatnya tinggal, ia memperhatikan para penduduk yang sedang beraktivitas di sekitar penginapan. Sebelum pertemuan nanti ia ingin menemukan sebuah nama untuk wilayah baru yang akan ia dirikan.
"Humm apa nama yang cocok untuk wilayah ini?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri.
"Mungkin Kerajaan Bianglin? Bianzu? atau apa." ucap Xiao Ziya yang merasa kebingungan. Wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo yang telah beralih menjadi milik Xiao Ziya memiliki tanah yang cukup luas mungkin hampir setengah dari wilayah Kekaisaran Binzo secara keseluruhan.
"Umm... bagaimana dengan Kerajaan Binglin." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar. Akhirnya ia menemukan nama yang cocok untuk wilayah kerajaan baru yang akan ia bangun.
Setelah menemukan nama yang cocok untuk wilayah kerajaan baru yang akan ia bangun, Xiao Ziya berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai dasar penginapan. Ia melihat ke arah beberapa pengunjung kemudian matanya terarah pada seorang pria yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
Xiao Ziya tersenyum miring kemudian berjalan mendekat ke arah pria itu, Ziya membalas tatapan tajam itu dengan seringai yang menyeramkan dan seketika mata pria itu bergetar ketakutan.
"Apakah Anda memiliki urusan dengan saya? mengapa sedari tadi Anda menatap saya dengan tajam seperti itu?." tanya Xiao Ziya secara terang terangan. Ia merasakan aura kehidupan milik pria tersebut sangatlah rendah berarti ia berasal dari tempat yang sama dengan beberapa orang yang ia temui di wilayah Kerajaan Daun Perak sebagai penyebar wabah cacing parasit.
"Saya sedang memperhatikan di sekitar penginapan ini dan tak sengaja menatap ke arah Anda. Maaf jika sikap saya membuat Nona Muda merasa kurang nyaman." ucap pria itu dengan senyum yang terkesan dingin.
"Ah ternyata begitu, saya harap kedatangan Tuan kesini bukan untuk membuat keributan." jawab Xiao Ziya. Gadis itu bergegas pergi keluar dari penginapan menuju sebuah pasar yang tak jauh dari sana.
Pria itu menatap kepergian Xiao Ziya dengan tatapan tak suka, kilasan cahaya berwarna merah kehitaman muncul dari matanya.
"Siapa gadis itu? mengapa saya tak merasakan adanya kultivasi di dalam tubuhnya." ucap pria asing itu dengan tatapan heran. Tak mungkin jika gadis itu adalah orang yang sedang dicari oleh tuan mudanya.
"Mari beristirahat terlebih dahulu sebelum melakukan pencarian, mungkin ini akan memakan sedikit waktu." ucap pria tersebut yang langsung pergi menuju kamar penginapan yang telah ia pesan.
Saat ini Xiao Ziya sedang memegang beberapa tusuk manisan buah sembari berjalan jalan di sekitar pasar, gadis itu merasa lapar namun ia tak ingin makan makanan berat terlebih dahulu karna dalam pertemuan sore nanti akan banyak makanan enak yang dihidangkan.
Bruk....
Seorang pemuda seusia Xiao Ziya menabrak gadis itu secara tidak sengaja. Xiao Ziya masih berdiri tegak pada posisinya semula sedangkan pemuda tersebut jatuh tersungkur di tanah. Xiao Ziya mengulurkan tangannya dan membantu pemuda itu untuk berdiri.
Xiao Ziya menaikkan sebelah alisnya, ia rasa wajah pemuda itu sangat tidak asing. Saat pemuda tersebut ingin pergi tangannya langsung dicengkeram oleh Xiao Ziya.
"Apa yang sedang Anda lakukan di tempat ini Ziloz Gege." tanya Xiao Ziya dengan tatapan tajam. Untuk apa putra dari Dewa Hiloz berkeliaran di sekitar Dunia Bawah? tak mungkin jika Ziloz sedang menjalankan tugas dari ayahnya.
"Emm.. saya harus pergi sekarang juga Nona Muda Xiao Ziya, tak bagus bagi saya untuk berlama lama berada di tempat ini." ucap Ziloz yang ingin membaca mantra teleportasi namun ia langsung dihalangi oleh Xiao Ziya. Kini Ziya menatap putra Dewa Hiloz itu dengan tatapan tajam.
"Sebelum pergi jawab terlebih dahulu mengapa Ziloz Gege turun langsung ke Dunia Bawah? apakah ada tugas yang sedang Anda jalankan?." tanya Xiao Ziya, gadis itu benar benar ingin tau hal yang sedang dilakukan oleh Ziloz.
"Saya datang kemari untuk menjalankan tugas dari Anda. Apakah Anda lupa baru saja memberkahi kehidupan seseorang?." ucap Ziloz dengan tatapan bingung.
"Ha?? apa yang sedang Anda katakan itu." ucap Xiao Ziya. Sepertinya ia lupa dengan status sebagai Dewi Agung, apapun yang ia ucapkan mengenai Dewa ataupun Dewi kan menjadi kenyataan.
__ADS_1
Xiao Ziya berusaha mengingat ingat kembali apa yang telah ia lakukan, gadis itu langsung menepuk jidatnya perlahan.
"Ah saya lupa dengan identitas saya sebagai Dewi Agung, apa yang telah kau lakukan pada keluarga wanita itu?." tanya Xiao Ziya. Secara tidak sengaja ia telah memberkati kehidupan wanita pemilik restoran akan tetapi itu bukanlah hal yang buruk. Jika dilihat lihat wanita itu memang baik dan kebaikannya terpancar dari hati.
"Saya menyembuhkan kaki putra wanita itu yang mengalami kelumpuhan sejak ia lahir. Sepertinya anak itu masih berusia kisaran antara lima atau enam tahun." jawab Ziloz dengan santai, apa yang ia lakukan bukanlah hal buruk jadi Xiao Ziya tak akan marah padanya.
"Kerja bagus, apakah Ziloz Gege benar benar akan kembali sekarang?. Saya ingin mentraktir Anda makan siang di sebuah kedai mie daging yang cukup terkenal di pasar ini, ah sepertinya Anda sedang sibuk karna itu saya akan pergi sendiri." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi sedih. Gadis itu berjalan menjauh meninggalkan Ziloz.
"Tunggu sebentar, bagaimana Nona bisa meninggalkan saya begitu saja." ucap Ziloz yang langsung berlari untuk menyusul Xiao Ziya yang sudah cukup jauh.
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya dan Ziloz sampai di sebuah kedai mie daging yang sangat ramai, antrian cukup panjang dan sepertinya Xiao Ziya harus menunggu lama untuk memesan makanan.
"Apa ini tempat yang Nona Ziya maksud? wah sangat ramai. Sepertinya kita harus menunggu lama untuk memesan." ucap Ziloz dengan suara yang cukup kencang.
Pemilik kedai yang tadinya sedang sibuk menulis pesanan para pembeli langsung teralihkan dan menatap ke arah barisan bagian belakang begitupun dengan pembeli yang sedang mengantri. Kini Xiao Ziya dan Ziloz sedang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.
Tiba tiba saja secara serempak para pembeli yang sedang mengantri menyingkir ke sisi kiri dan memberikan jalan pada Xiao Ziya dan pemuda yang datang bersamanya untuk memesan terlebih dahulu.
"Ah apa yang sedang kalian lakukan? saya akan mengantri seperti yang lain." ucap Xiao Ziya dengan perasaan canggung.
"Silahkan Nona Xiao Ziya memesan terlebih dahulu, kami semua merasa senang karna bisa memberikan pelayanan terbaik pada Anda." ucap salah seorang pengunjung kedai dengan senyum hangat.
"Ini terasa tidak adil bagi kalian yang telah mengantri sedari tadi." ucap Xiao Ziya yang bersikeras tak ingin menyerobot antrian.
"Jangan menolak kami seperti ini Nona Ziya, anggap saja kami sedang membalas hutang budi terhadap Anda. Kami akan merasa sangat senang jika Anda memesan terlebih dahulu." ucap beberapa orang secara bersamaan, mereka menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh harap.
Xiao Ziya menghela nafas panjang, akhirnya gadis itu mengalah dan berjalan menuju barisan paling depan bersama Ziloz.
"Maaf atas ketidaknyamanannya. Terimakasih karna kalian semua berbaik hati dan memberikan jalan pada saya untuk memesan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis.
"Kami senang bisa melakukan sesuatu untuk Nona Ziya meskipun itu bukan hal yang besar." jawab para pembeli di kedai mie daging itu secara bersamaan.
"Nona Ziya ingin memesan apa?." tanya pemilik kedai dengan ramah.
"Tiga porsi mie daging, dua porsi ayam pedas manis, dan dua gelas minuman. Saya akan menunggu di meja sebelah sana, terimakasih untuk pelayanannya." ucap Xiao Ziya sembari berjalan menuju tempat kosong kemudian duduk di susul oleh Ziloz.
**Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
Buat yang mau masuk gc
masuk aja ke gc satunya**.
__ADS_1