RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ada Penghianat


__ADS_3

Xiao Ziya saat ini tengah berada di paviliunnya gadis itu sedang menunggu seragamnya sebagai seorang master dari Akademi Kekaisaran, semua yang akan menjalankan misi diwajibkan menggunakan seragam mereka masing masing tanpa terkrcuali untuk menunjukkan identitasnya.


"Semoga saja esok pagi semua seragamku telah selesai dibuat." ucap Xiao Ziya yang sedang ada di dalam kamarnya, ia menunggu kedatangan Aron untuk melapor.


Akhirnya yang ditunggu tunggu pun tiba, Aron datang dan masuk kedalam kamar Xiao Ziya melalui jendela yang ada di kamar gadis itu. Untung saja Xiao Ziya mulai terbiasa dengan prilaku aneh yang mata matanya itu lakukan jika tidak mungkin saya Xiao Ziya sudah memukulnya dengan begitu keras karna merasa terkejut.


"Salam nona Ziya saya datang untuk melapor." ucap Aron yang langsung memberi hormat pada Xiao Ziya. Walau mereka sudah seperti kakak adik namun etika sebagai nona dan juga mata mata kepercayaan tetap harus dilaksanakan.


"Apa yang gege temui akhir akhir ini." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk mendengar laporan dari Aron.


"Saya sudah pergi ke beberapa kekaisaran dan kerajaan terdekat di sana tak ada pergerakan dari aliansi hitam manapun, mungkin aliansi aliansi hitam itu masih menetap di suatu tempat." ucap Aron yang beberapa hari yang lalu mendapat tugas dari Xiao Ziya untuk menyelidiki pergeran aliansi hitam di kekaisaran dan kerjaan kerajaan terdekat.


"Baiklah kalau begitu besok saya akan pergi ke Kekaisaran Lungzo untuk menjalankan misi. Selama saya tak ada tolong jaga orang orang terdekat saya." ucap Xiao Ziya yang memberikan amanah pada Aron untuk menjaga orang orang terdekatnya ketika ia harus pergi.


Dengan senang hati Aron menuruti perintah dari Xiao Ziya, setelah ia selesai melapor Aron memutuskan pergi karna banyak hal yang harus ia lalukan.


"Hah untuk apa aku sediakan pintu." ucap Xiao Ziya yang mencoba untuk bersabar.


Haripun mulai malam namun Xiao Ziya tak dapat tidur karna fikirannya sedikit kalut. Saat berbelanja dengan kakak sepupunya yaitu Xiao Muer ia diberikan sebuah gaun berwarna putih cerah yang sangat indah namun entah kenapa Xiao Ziya merasa bahwa gaun itu menyimpan sesuatu sehingga malam ini Xiao Ziya berniat untuk menyelidikinya.


Xiao Ziya menggunakan pakaian seba hitam dan menggunakan penutup wajah untuk menyamar. Gadis itu pergi menuju Klan Xiao secara diam diam ia tau bahwa saat ini Xiao Muer pasti ada di sana. Xiao Ziya hanya memastikan apakah kecurigaannya kali ini benar atau salah.


Saat ini Xiao Ziya sudah berada di atap salah satu paviliun yang ada di Klan Xiao tepatnya paviliun milik ketua ketuju Klan Xiao yang merupakan ayah dari Xiao Muer. Xiao Ziya mengintip dari cela cela atap paviliun disana terlihat Xiao Muer sedang membicarakan sesuatu dengan ayahnya.


Xiao Ziya mulai menajamkan indra pendengarannya agar ia bisa tau apa yang mereka berdua sedang bicarakan.


"Bagaimana putriku apakah kau sudah memberikan gaun itu pada Xiao Ziya." ucap Xiao Bing yang merupakan ketua ketuju Klan Xiao.


"Iya ayah saya sudah memberikannya, kami tadi tak sengaja berjumpa di pasar." ucap Xiao Muer yang terlihat sangat senang. Sebenarnya apa yang ayah dan anak itu sedang lakukan.


"Besok ketika gadia itu memakai gaunnya maka ia akan terkena racun yang sudah kutaburkan di sana, dengan begitu wajahnya akan menjadi buruk rupa." ucap Xiao Bing yang ternyata menaruh dendam pada Xiao Ziya. Apa salahnya jika Xiao Ziya memiliki paras yang cantik bukankah itu sudah sangat wajar lagipula putrinya sendiri juga sangat cantik.


"Saya benar benar kesal pada gadis itu bagaimana bisa pria yang saya sukai menggirim surat lamaran padanya. Jalang kecil itu benar benar kurang ajar." ucap Xiao Muer sambil menggenggam tangannya dengan erat.


Ternyata hal yang membuat ayah dan putrinya itu ingin mencelakai Xiao Ziya dan merusak wajahnya adalah karna seorang pria saja? sungguh alasan yang luar biasa menggelikan. Lagipula bukankah Xiao Ziya sudah menolek semua surat lamaran yang ia dapatkan jadi Xiao Muer masih memiliki kesempatan untuk mengejar pria yang ia suka.


"Selain itu bukankah Xiao Ziya sudah merebut segalanya yang seharusnya menjadi milikmu putriku." ucap Xiao Bing yang dulu memiliki rencana untuk menikahkan putrinya dengan seorang pangeran dari pihak Kekaisaran Qiyu namun Xiao Ziya telah membunuh mereka semua sehingga kini putrinya tak bisa menjadi seorang ratu.


"Gadis itu terlalu percaya bahwa kita benar benar ada di pihaknya, walaupun ia kuat bukankah ia sangat polos." ucap Xiao Muer yang tertawa penuh dengan kemenangan.


Xiao Ziya yang mendengarkan semua itu merasa geram, ia akan menyelesaikan masalahnya dengan orang orang yang sudah menyakiti sang ayah kemudian Xiao Ziya akan memberi pelajaran pada ayah dan anak itu.


Xiao Ziya segera pergi dari sana dan menemui sang ayah, ia ingin meminta ayahnya untuk mengawasi pergerakan dari ketua ketuju secara diam diam.


Tok tok tok

__ADS_1


Suara pintu paviliun Xiao Cunyu yang sedang diketuk oleh Xiao Ziya. Xiao Cunyupun membukakan pintu dan sedikit terkejut saat melihat putrinya sedang berpenampilan serba hitam.


"Apa yang sedang kau lakukan dengan dandanan seperti itu." tanya Xiao Cunyu yang keheranan dengan putrinya sendiri.


"Sebaiknya kita membicarakan ini di dalam saja ayah." ucap Xiao Ziya yang merasakan ada mata mata diantara para pelayan yang melayani ayahnya itu.


Xiao Cunyu menuruti keinginan sang putri dan meminta Xiao Ziya untuk masuk kedalam. Namun putrinya itu terlihat aneh karna sedari tadi menengok ke kanan dan kekiri seperti sedang mencari sesuatu.


"Ada apa putriku." ucap Xiao Cunyu yang sedikit khawatir jika ada hal buruk yang terjadi pada putri cantiknya itu.


"Ada dua orang yang sedang mengawasi kita ayah, saya dapat merasakannya." ucap Xiao Ziya yang langsung melempar dua jarum akupuntur perak kedua arah yang berbeda.


Dua wanita yang merupakan pelayan dari Xiao Cunyu tiba tiba terjatuh ya kedua pelayan itu adalah mata mata dan salah satu dari mereka adalah mata mata milik ketua ketuju.


Xiao Ziya mengenal pelayan yang menggunakan baju berwarna biru itu ia adalah mata mata milik Xiao Yan yang sengaja dikirim ke paviliun ayahnya untuk mengawasi kondisi sang ayah sehingga Xiao Ziya melepaskan mata mata itu.


"Kau tetaplah di sini dan dengar apa yang aku katakan kemudian laporkan semua pada Kaisar muda." ucap Xiao Ziya yang dibalas anggukan oleh gadis bergaun biru.


Sedangkan gadis bergaun hijau tua itu masih tersungkur dan tak bisa berdiri jarum akupuntur yang dilempar Xiao Ziya tepat mengenai titik kelemahannya.


"Siapa yang membayarmu untuk menjadi mata mata." ucap Xiao Ziya dengan tatapan yang tak bersahabat.


"Aaa...aa saya hanya pelayan biasa." ucap gadis bergaun hijau tua itu yang terus saja mengelak dan tak ingin mengakui bahwa ia adalah seorang mata mata.


"Mengapa ketua ketuju ingin memata mataiku?." ucap Xiao Cunyu yang tak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Akhirnya Xiao Ziya menceritakan semua yang ia ketahui, ketua ketuju tak suka padanya karna salah satu pemuda yang mengirim surat lamaran adalah pria yang menjadi incaran putri ketua ketuju selain itu ketua ketuju dan putrinya selama ini hanya berpura pura berada di pihaknya karna mereka sedang menunggu saat yang tepat untuk menyerang Xiao Ziya secara diam diam.


Tadi Xiao Ziya mendapatkan gaun putih indah yang ternyata sudah diberikan racun. Mendengar apa yang diceritakan oleh sang putri membuat Xiao Cunyu sangat marah. Karna masalah seorang pemuda mereka berniat untuk melukai putrinya bukankah mereka itu sangat tak masuk akal.


"Karna itu aku datang pada ayah untuk mengawasi pergerakan mereka selama aku pergi menjalankan misi dan untuk mata mata ini lebih baik kita bunuh saja dia." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam kearah gadis bergaun hijau tua itu.


"Mohon ampun nona Ziya tolong ampuni nyawa saya." ucap gadis bergaun hijau tua itu yang meminta pengampunan pada Xiao Ziya. Namun Xiao Ziya merasakan niat buruk dari sang pelayan sehingga Xiao Ziya tak berniat mengampuninya.


"Ah kau ingin meminta pengampunan dariku hahaha kau sedang bercanda. Musnahlah." ucap Xiao Ziya yang langsung membakar sang pelayan bergaun hijau tua seketika pelayan itu lenyap tak tersisa.


Mata mata yang dikirim oleh Xiao Yan hanya bisa menahan rasa takutnya utung saja ia adalah mata mata yang dikirim untuk menjaga Xiao Cunyi andai saja ia mata mata yang bertugas untuk melukai Xiao Cunyu mungkin saat ini juga adalah hari terakhir baginya untuk hidup di dunia.


"Karna ayah sudah mengetahui hal itu maka ayah harus berhati hati, dan kau sampaikan pada Kaisar Muda untuk mengirim beberapa prajurit yang bisa menjaga paviliun ayah." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah pada mata mata utusan Xiao Yan dengan segera mata mata itu pergi menunu istana kekaisaran.


Sedangkan Xiao Ziya harus segera pergi karna ia juga harus beristirahat untuk menyiapkan dirinya di esok hari. Xiao Cunyu masih tak menyangka jika Xiao Bing selama ini hanya berpura pura baik padanya.


"Hah sangat sulit untuk mempercayai orang lain." ucap Xiao Cunyu yang menghela nafasnya kemudian ia melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu itu.


Setelah sampai di paviliunnya yang ada di akademi Xiao Ziya memandangi gaun yang diberikan oleh Xiao Muer ia meremas gaun itu dengan kesal kemudian membakarnya hal yang paling dibenci oleh Xiao Ziya adalah penghianatan.

__ADS_1


"Hah mengapa banyak sekali orang yang mencari masalah denganku, apakah mereka tak ingin hidup tenang dan damai." ucap Xiao Ziya yang heran dengan jalan fikiran orang orang yang senang mengusiknya itu.


Saat ini Xiao Minmin sudah menyelesaikan semua seragam yang dipesan oleh Xiao Ziya, ia membuat seragam dengan menggunakan kekuatan sihirnya sehingga cepat dan tak memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya lagipula bayaran yang diberikan sangatlah tinggi dan luar biasa sehingga Xiao Minmin berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan sergam milik Xiao Ziya.


"Akhirnya semuanya selesai juga, besok aku akan mengantarnya pada Master Ziya." ucap Xiao Minmin yang tersenyum bahagia. Namun ia sangat kagum pada Xiao Ziya karna desain baju yang ia buat sangatlah keren dan juga anggun. Belum pernah Xiao Minmin melihat baju yang cantik walau bawahannya adalah celana dan juga sebuah baju luar yang aneh menurutnya.


Malam hari berjalan dengan begitu cepat dan Xiao Ziya hanya bisa tertidur sebentar saja, itu sudah lebih baik daripada gadis itu tak tidur sama sekali.


"Hoaaam tak terasa sudah pagi saja." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia menggunakan gaun simpel sembari menunggu Xiao Minmin mengantarkan seragam yang ia pesan.


Tok tok tok


"Permisi Master Xiao Ziya saya Xiao Minmin datang untuk mengantar seragam anda." ucap Xiao Minmin yang masih mengetuk gerbang masuk paviliun Xiao Ziya.


Mendengar itu Xiao Ziya langsung berlari dan segera membuka gerbang, terlihat wajah Xiao Minmin yang begitu ceria ia segera menyerahkan segaram milik Xiao Ziya.


"Trimakasih atas kerja kerasmu." ucap Xiao Ziya yang merasa puas dengan jahitan rapi Xiao Minmin ia menambahkan sebuah pil awet muda untum Xiao Minmin.


Tentu saja Xiao Minmin menerimanya dengan senang hati saking senangnya saat kembali ke kantor registrasi ia menari nari hingga para murid yang melihat tingkahnya itu merasa heran.


Xiao Ziya segera masuk kembali kedalam paviliun dan mencoba seragam barunya, terlihat sangat pas untuk Xiao Ziya. Xiao Ziya mengikat rambutnya kemudian memasang sebuah hiasan rambut berupa pita hitam dengan begitu penampilan gadis itu sangat sempurna. Jangan lupakan jas panjang yang membuatnya terlihat semakin keren dan juga luar biasa.


"Ah ini benar benar sempurna, aku harus segera pergi dan tak boleh menundanya lagi." ucap Xiao Ziya yang kemudian keluar dari paviliunnya selama ia pergi Xiao Ziya memasang sihir perlindung pada paviliunnya yang ada di akademi dan juga di Klan Xiao.


Saat Xiao Ziya berjalan banyak murid yang berdecak kagum dengan penampilan baru gadis itu sebagai seorang master.


"Lihatlah Master Ziya terlihat sangat hebat." ucap Bexuin yang dulunya merupakan teman satu kelas Xiao Ziya.


"Ah dewiku mengapa kau terlihat begitu bercahaya." ucap Qin Yu yang merupakan salah seorang murid luar yang mengejar ngejar Xiao Ziya.


"Kau jangan berhayal, Master Ziya tak akan tertarik pada pemuda sepertimu." Feng Yuer yang mengingatkan pada temannya itu agar tak terlalu berharap pada Xiao Ziya. Bagaimanapun gadis yang diinginkan Qin Yu memiliki status yang sangat tinggu surat lamaran dari pangeran saja ditolak mentah mentah oleh gadis itu bagaimana dengan nasib temannya yang naif itu.


"Ah kau menghancurkan semangatku." ucap Qin Yu yang terlihat sedih mendengar komentar tajam dari temannya sendiri.


"Bangunlah dan trima kenyataan yang ada." ucap Feng Yuer yang masih saja ingin membuat temannya itu tersadar.


Xiao Ziya yang mendengarkan hal itu hanya bisa tersenyum saja namun apa yang dikatakan oleh Feng Yuer memang benar adanya. Sampai saat ini Xiao Ziya memang tak tertarik dengan siapapun.


Kepergian Xiao Ziya untuk menjalakan misi kali ini sedikit membuat teman teman Xiao Ziya merasa sedih, mereka merasa Xiao Ziya jarang memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri, bagaimana jika gadis itu tiba tiba jatuh sakit.


"Jangan lupa makan teratur ya saudariku." triak Xiao Yuna dari jauh namun masih bisa didengarkan oleh Xiao Ziya. Gadis itu melambaikan tangannya dari jauh. Semua mengantar kepergian Xiao Ziya kali ini dengan suka cita dan berharap gadis itu akan kembali dengan segera.


**Hai hai semuanya hari ini aku update lebih awal karna emang pengen istirahat aja nanti siangnya, aku pengen sih crazy up tapi ada yang bisa crayz gift hadiah ga?.


Jangan lupa follow aku ya yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah, Like like like, komen, rate, share**.

__ADS_1


__ADS_2