
Hermione berjalan menaiki tangga, keadaan dilantai 1 sudah bersih. Hermione membuka pintu kamarnya perlahan, ternyata didalam Dimas, Reno dan Ariel sudah bangun lebih tepatnya mereka gak tidur sama sekali.
"Ngapain kalian?" suara Hermione mengagetkan mereka bertiga yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
Dimas, Reno dan Ariel melihat Hermione tanpa berkedip karena Hermione hanya menggunakan handuk kimono.
"Gak penting juga gue tau tentang itu" Hermione berjalan kearah walk in closet lalu dia masuk kedalam sana.
Dimas, Reno dan Ariel masih bengong. Tak lama Hermione keluar menggunakan pakaian casual, dia mengambil vape yang ada dimeja sebelah ranjang lalu mengambil minumannya.
Hermione melihat Dimas, Reno dan Ariel datar. Setelah itu dia berjalan keluar kamar sambil menghirup vapenya.
Dimas menyusul Hermione diikuti yang lain, saat turun tangga mereka bertemu dengan Andre. Andre melihat mereka cuek tapi pas melihat kearah Dimas dia seperti mengejek tapi tak terlihat, Andre lalu berjalan lebih cepat dari mereka.
"Bagi dong" ucap Andre merebut minuman beralkohol yang ada ditangan Hermione lalu meminumnya.
"Itu punya gue sialan" ucap Hermione.
"Punya kakak punya aku juga" ucap Andre.
"Pagi-pagi udah ribut aja" ucap Iliana duduk disofa bergabung dengan Hermione dan Andre.
"Eh kalian ngapain berdiri terus disana" ucap Iliana melihat Dimas dan yang lainnya ditangga. Fadil, Dani dan Sani juga ada disana.
"Eh en enggak kok kak" ucap Fadil gugup, mereka lalu berjalan menuruni tangga kembali.
"Ini siapa yang beresin?" tanya Hermione. Dimas dan yang lainnya lalu duduk disofa.
"Telpon tukang siomay disuruh bersihin, ya seperti biasa telpon cleaning servise" jawab Iliana.
"Ohh" balas Hermione. Tiba-tiba ada yang menelepon Hermione dilayar tertera nama orang yang menelpon ternyata Bram. Dimas melihat nama tersebut karena ponsel Hermione disimpan dimeja.
Andre langsung menekan tombol merah mematikan telponnya. Tapi Bram menelpon lagi dan Andre mematikan lagi, Andre melakukannya lagi dan lagi Hermione bodo amat dengan hal itu. Karena kesal Andre langsung mengangkatnya.
"Woi anj1ng jangan telpon terus lo pikir dia gak sibuk hah, lo siapanya dia sih nelpon terus dia gak guna tau gak, dasar pengganggu" ucap Andre lalu membanting ponselnya, membuat Dimas dan yang lainnya kaget.
"Apaan sih berisik banget ngangguin aja" ucap Evan turun tangga.
"Gue dari kemarin gak tidur ya gara-gara kalian" ucap Julio.
"Kalian siapa bego? Lo juga ikut berisik" ucap Drew.
"Semuanya berisik" ucap Mona.
"Gue gak" ucap Evan duduk disamping Iliana.
"Gak pernah ketinggalan" ucap Iliana.
"Pinter banget sih" ucap Evan.
"Udah pesen makanan belum woi?" tanya Dela.
"Udah" jawab Drew.
"Orang lain pagi-pagi minum teh, kopi, susu kalau ini wine" ucap Julio.
"Mau?" tanya Hermione.
"Ya maulah" jawab Julio mengambil botol minuman milik Hermione.
"Kalian ngapain?" tanya Evan.
__ADS_1
"Kita kesini mau liat keadaan kalian kemarin" jawab Dimas.
"Ngapain ngeliat keadaan kita jam segitu aneh" ucap Evan.
"Gak ada kerjaan banget" ucap Julio.
Tiba-tiba ada suara sirine terdengar didalam sana.
"Hah apa tuh polisi, ambulans" ucap Dela kaget.
Dor...
Hermione langsung lari keluar dari rumah.
"Bego, itu sirine tanda ada orang yang bikin masalah dirumah" ucap Mona.
"Eh gue lupa, lah Dara mana?" ucap Dela.
"Udah lari tuh keluar pas denger suara tembakan" jawab Julio santai.
"Ohhh" ucap Dela.
1
2
3
"Apa suara tembakan?!" ucap Andre langsung lari.
"Lah kenapa sih kan cum~ bego banget gue" Julio langsung lari diikuti yang lain.
Diluar rumah...
"Mana bos siluman kalian hah?" tanya Hermione.
"Dasar iblis, punya sopan santun tidak kau dengan kami yang lebih tua dari kau" ucap salah satu pria itu.
"Gue memang iblis, dan lo gak berhak ngatur gue mau sopan atau tidak dengan kalian" ucap Hermione.
"Serang" ucap pria itu, 5 pria langsung menyerang Hermione sebenarnya mereka ingin menyerang dengan bola api tapi datang yang lain jadi mereka saling menyerang dengan cara memukuli saja.
Hermione melawan mereka dibantu dengan Andre tiba-tiba orangnya semakin bertambah banyak ntah dari mana munculnya. Evan, Julio, Drew, Iliana, Mona, dan Dela langsung membantu.
"Kalian semua masuk kedalam rumah cepet" Hermione mendekati Dimas dan yang lainnya.
"Gak" ucap Dimas.
"Dengerin gue masuk cepet" ucap Hermione.
"Gak kalian berantem kita juga harus ikut" ucap Ariel.
"Mau gak mau kalian harus masuk" ucap Hermione.
"Woi Ana, Mona, Dela bawa mereka dan jaga mereka didalam" ucap Hermione lanjut melawan anak buah siluman.
"Ayo cepat masuk" ucap Iliana menarik Dimas dan Reno.
"Gak mau kak" Reno memberontak melihat orangnya semakin banyak. Mona manarik Ariel dan Fadil, Dela menarik Dani dan Sani.
"Kita laki-laki bisa berantem jadi tenang aja, liat orangnya makin banyak" ucap Sani.
__ADS_1
Dela menutup pintunya, dia lalu mengunci pintu.
"Kenapa dikunci aku mau bantuin" ucap Fadil.
"Diem mereka bukan lawan kalian!" bentak Mona.
"Dara cewek dia masih diluar dan kita disini santai gitu" ucap Dimas.
"Lo tau siapa kita jadi lo pasti ngerti, mereka bukan lawan kalian" Iliana menekan setiap katanya, matanya menatap tajam.
"Mereka sejenis kalian?" batin Dimas, Iliana mengangguk pelan.
"Tapi kak Dara sama yang lain" ucap Reno.
Bugh
Bugh
Bugh
Dor
Brak
Akh
Bum
Bugh
Hanya suara itu yang didengar oleh mereka semua.
"Siluman itu sangat licik" ucap Iliana geram.
"Anj1ng memang tu orang, tau aja kalau kita gak akan bisa melawan lebih dari ini" ucap Mona.
"Yang ngelawan mereka cuman Dara, Andre, Evan, Julio sama Drew sedangkan mereka banyak kita telpon anak buah aja gimana" usul Dela.
"Telpon suruh kesini cepet" ucap Mona. Dela menelpon seseorang.
Dimas dan yang lainnya sangat cemas apalagi diluar yang berantem ada Hermione.
"Bang kak Dara gimana?" tanya Reno.
"Dia pasti bisa lawan mereka" ucap Dimas.
Akhhh
DARA
Seketika yang ada didalam rumah saling pandang kaget, cemas, dan takut.
"Suara kak Dara" ucap Reno.
"Kak Dara kenapa?" ucap Ariel.
"Tadi suara teriakan kak Dara terus yang lain langsung teriak nama kak Dara" ucap Fadil.
"Kita gak mungkin diem aja" ucap Dani.
"Kita harus tolongin mereka" ucap Sani.
__ADS_1
Dimas melihat kearah Iliana, Mona dan Dela sedangkan yang dilihat hanya diam saja.
Bersambung...