
Xiao Ziya sudah ada di dalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya dan kemudian menutup mata. Tak terasa hari begitu cepat berlalu semua persiapan turnamen juga sudah selesai. Besok adalah hari dimana semua perwakilan dari berbagai akademi yang ada di dunia bawah akan berlomba untuk mendapatkan juara pertama.
"Yuan, apa kau melihat nona Ziya?." tanya Ling An yang sedari tadi tak melihat kehadiran Xiao Ziya.
Kemarin mereka juga tak bertemu dengan Xiao Ziya dan saat Ling An mengetuk pintu kamarnya tak ada jawaban dari gadis itu. Seharusnya mereka berkumpul dan sarapan bersama pagi ini namun sepertinya Xiao Ziya memang sedang tak bisa di ganggu atau masih terlelap dalam tidurnya.
"Mungkin nona Ziya masih tidur, semalam saya melihat nona keluar dalam waktu yang lama." ucap Xu Yuan yang semalam melihat Xiao Ziya pergi dari penginapan.
"Kita sarapan saja sekarang, jika sudah bangun junior Ziya pasti akan sarapan juga." ucap Yin Yifeng dan Yuan Keyzo secara bersamaan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu tanpa kehadarian Xiao Ziya. Yang di bicarakan akhirnya bangun juga, Xiao Ziya mulai mengerjap kerjapkan matanya dan mulai membiasakan matanya dengan cahaya matahari yang masuk kedalam kamar.
"Hoaam, ternyata sudah pagi." ucap Xiao Ziya yang langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai Xiao Ziya turun ke bawah penginapan untuk sarapan seperti biasanya. Namun tiba tiba gadis itu merasakan hawa dingin yang luar biasa. Jika sudah seperti ini bisa dipastikan jika perwakilan dari Akademi Merpati juga ada di sana.
"Hais mengapa aura mereka membuat orang lain membeku seperti ini." ucap Xiao Ziya yang sedikit tak terbiasa dengan aura dingin seperti itu. Karna tak ingin mati membeku akhirnya Xiao Ziya melapisi tubuh luarnya dengan aura api abadi berwarna hitam yang ia miliki.
"Bukankah itu gadis yang membayarkan biayaya selama kita tinggal di sini." ucap Ruo Bai yang sepertinya sudah dapat mengenali Xiao Ziya dengan baik. Semua perwakilan dari Akademi Merpati menoleh ke samping dan melihat ke arah Xiao Ziya.
Dengan segera Xi Sunbi menghampiri Xiao Ziya karna ia ingin bertrimakasih pada gadis itu, tanpanya mungkin mereka harus kesusahan mencari penginapan yang lain.
"Selamat pagi nona Ziya, apakah nona memiliki waktu untuk berbincang dengan kami sebentar." ucap Xi Sunbi yang menaruh rasa hormat pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya menyetujui ajakan Kepala Akademi Merpati untuk berbincang dengan mereka sebentar. Xiao Ziya kini duduk di antara perwakilan dari Akademi Merpati.
"Ada keperluan apa hingga kepala akademi ingin berbincang dengan saya." ucap Xiao Ziya yang belum mengerti maksut dari Kepala Akademi Merpati ingin berbincang dengannya.
"Saya ingin mengucapkan trimakasih pada nona karna telah membantu kami, apa yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan nona?." ucap Xi Sunbi yang ingin membalas kebaikan dari Xiao Ziya.
"Mungkin suatu saat saya akan berkunjung ke daerah selatan, jika waktunya sudah tiba maka saya akan membutuhkan bantuan kalian." ucap Xiao Ziya yang mengutarakan keinginannya untuk pergi ke wilayah paling selatan dari dunia bawah.
"Baiklah kami semua akan menunggu kedatangan nona." ucap Xi Sunbi yang merasa puas dengan jawaban dari Xiao Ziya.
"Saat tiba di sana saya akan membawa nona berjalan jalan." ucap Yin Er yang merasa sangat senang karna bisa berjumpa dengan Xiao Ziya lagi.
"Tidak tidak aku yang akan mengajak nona Ziya berjalan jalan." ucap Ruo Bai yang tak mau kalah dengan sahabatnya.
__ADS_1
Setelah selesai berbincang mereka mulai memesan makanan untuk sarapan, seperti biasa di pagi hari Xiao Ziya akan makan buah buahan dan satu gelas susu segar itu sudah cukup untuk dirinya.
"Saya pamit dulu karna ada urusan lain." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi keluar dari penginapan.
Besok adalah hari dimana turnamen akan dilangsungkan tentu saja Xiao Ziya sangat tidak sabar untuk melihat bakat bakat yang dimiliki oleh para murid yang mewakili akademi mereka masing masing. Dan Xiao Ziya sangat berhawap diantara murid murid yang ikut berpartisipasi ada yang bisa membuatnya mengeluarkan kekuatan sebesar tiga puluh persen dari keseluruhan yang ia miliki.
"Kemana perginya Kepala Akademi Ling An dengan yang lainnya? apakah mereka sudah pergi sebelum aku bangun." ucap Xiao Ziya yang sedang mencari anggota perwakilan Akademi Kekaisaran Qiyu.
Karna tak bisa menemukan mereka akhirnya Xiao Ziya pergi ke tempat diadakannya turnamen karna persiapan sudah selesai pasti ia diizinkan untuk masuk kedalam dan melihat lebih dekat tempat itu.
Saat ini Xiao Ziya sudah berada di gerbang masuk lapangan yang dijadikan tempat turnamen. Di depan gerbang masuk terdapat ratusan prajurit Kekaisaran Binzo yang ditugaskan untuk menjaga keamanan tempat itu.
"Maaf apa nona ingin masuk kedalam? tidak semua orang bisa masuk kedalam sana." ucap seorang prajurit yang memberi peringatan pada Xiao Ziya agar tak sembarangan masuk kedalam.
"Saya salah satu perwakilan dari akademi yang akan mengikuti turnamen, jadi bolehkah saya masuk kedalam?." tanya Xiao Ziya yang sangat ingin masuk dan mempelajari tempat yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.
"Bisakah nona menunjukkan kartu identitas yang nona miliki." ucap prajurit itu yang tak boleh percaya begitu saja dengan ucapan seseorang yang baru pertama kali ia lihat.
Xiao Ziya menunjukkan kartu identitasnya sebagai murid dari Akademi Kekaisaran, prajurit itupun mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.
"Hah akhirnya aku bisa melihat tempat ini dari dekat." ucap Xiao Ziya yang melangkahkan kakinya kedalam tempat diadakannya turnamen.
Dan di tengah tengahnya terdapat arena bertarung dan beberapa arena lain yang belum Xiao Ziya mengerti kegunaanya. Gadis itupun terus melangkah dan melihat kesetiap sudutnya. Anehnya mengapa hanya ia dan beberapa pekerja saja yang ada di sini. Tadinya Xiao Ziya mengira Kepala Akademi Ling An dan yang lainnya ada di sini juga. Perwakilan dari akademi lain juga tak ada.
Saat Xiao Ziya sedang mengamati pola pola sihir yang mereka susun sebagai pelindung di setiap arenanya ada seorang anak kecil berusia tiga tahun yang tak sengaja menabrak Xiao Ziya lalu anak kecil itu terjatuh.
"Uwaaaaaaa hiks hiks." ucap anak kecil itu yang kini sedang menangis.
Xiao Ziya langsung menggendong anak perempuan lucu itu.
"Hey adik manis dimana orang tuamu mengapa kau di sini sendirian?." tanya Xiao Ziya yang merasa keheranan karna tak ada siapapun di samping anak perempuan itu. Anak yang masih berusia tiga tahun dibiarkan berjalan jalan sendiri bukanlah sesuatu yang patut untuk ditiru. Coba saja orang jahat yang menemukan anak ini pasti ia sudah membawa kabur dan menjualnya ke perdagangan manusia yang ada di pasar gelap.
"Kaka cantik ciapa?." ucap anak perempuan itu dengan ekspresi polos yang sangat lucu. Entah mengapa anak perempuan itu juga merasa nyaman ketika ada di dalam gendongan Xiao Ziya.
"Adik manis bisa memanggilku dengan sebutan Ziya jiejie." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dengan ramah pada gadis itu.
Akhirnya Xiao Ziya menyurusi tempat turnamen sambil menggendong anak perempuan itu, saat Xiao Ziya bertanya siapa nama sang anak itu menjawab Ruhi.
__ADS_1
"Jadi dengan siapa Ruhi datang kesini?." tanya Xiao Ziya yang ingin mencari orang tua atau kakak dari Ruhi. Jika dilihat dari pakaian yang Ruhi kenakan ia terlihat seperti seorang bangsawan.
Tak lama setalah itu ada seorang pemuda dan gadis dengan wajah yang begitu mirip mungkin saja mereka kembar berlarian ke arah Xiao Ziya. Pemuda itu menodongkan pedangnya pada Xiao Ziya.
"Lepaskan adik kami, apa yang akan kau lakukan padanya." ucap pemuda itu yang ternyata seorang pangeran dari Kekaisaran Binzo.
Jika pemuda itu seorang pangeran berarti Ruhi seorang putri kekaisaran. Saat Xiao Ziya ingin menurunkan Ruhi dari gendongannya, anak perempuan itu malah memeluk Xiao Ziya dengan sangat erat.
"Ruhi bukankah merka kakak perempuan dan laki lakimu, sekarang Ruhi ikut mereka ya." ucap Xiao Ziya dengan sabar dan suara yang lembut walau pedang itu masih ditodongkan ke arahnya.
"Kaka cantik menyenangkan, mereka berdua membocankan." ucap Putri Zo Ruhi yang sangat senang ketika berjalan jalan dengan Xiao Ziya.
"Adik ikutlah dengan kami, gadis itu mungkin punya niat jahat padamu." ucap Putri Zo Jeni yang ingin mengambil Zo Ruhi dari gendongan Xiao Ziya namun anak perempuan itu tak ingin melepaskan pelukannya pada Xiao Ziya.
"Apa kau telah menyihir adik kami sehingga menjadi seperti ini, dan bagaimana bisa gadis sepertimu masuk kedalam tempat turnamen." ucap Pangeran Zo Binje yang semakin waspada pada Xiao Ziya.
"Bagaimana putra dan putri kaisar bisa sebodoh ini? kalian yang bersalah karna meninggalkan Putri Ruhi sendirian dan dengan seenaknya kalian menuduh saya ingin menculiknya? jika saya seorang penculik apakah saya masih akan berdiam diri di sini." ucap Xiao Ziya yang ingin menertawakan kedua anak kaisar Binzo itu.
Zo Binje dan Zo Jeni terlihat berfikir sejenak, dan apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di hadapan mereka memanglah benar. Pangeran Zo Binje menurunkan pedangnya dan meminta maaf atas sikap tak sopannya pada Xiao Ziya.
"Jika saya boleh tau bagaimana nona bisa masuk kedalam sini?" tanya Pangeran Zo Binje.
"Saya salah satu murid yang mewakili Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan kartu identitas yang ia miliki.
"Maaf atas kelancangan kami berdua nona Ziya, dan maaf kami sudah menuduh nona." ucap Putri Zo Jeni yang merasa malu.
Hari dah siang, Pangeran Zo Binje dan juga kedua putri harus segera kambali ke Istana Kekaisaran Binzo jika tidak ayah mereka akan sangat khawatir.
"Ruhi mari kita pulang, besok Ruhi akan bertemu lagi dengan nona Ziya. Bukankah begitu nona." ucap Putri Zo Jeni yang berusaha untuk membujuk adiknya.
"Besok jiejie akan ikut turnamen, Ruhi harus datang untuk menyemangati jiejie." ucap Xiao Ziya yang membuat Putri Zo Ruhi tersenyum dan mau digendong kakak perempuannya.
"Baiklah kami permisi terlebih dahulu dan trimakasih telah menemani adik kami." ucap Pangeran Zo Binje dan Putri Zo Jeni secara bersamaan kemudian mereka pergi.
Sedangkan Xiao Ziya masih betah berada di tempat itu, ia duduk di salah satu kursi yang bertuliskan namanya. Ternyata kursi para peserta turnamen diberi nama.
"Sekarang sudah sepi dan aku bisa bersantai." ucap Xiao Ziya yang langsung memejamkan matanya.
__ADS_1
**Hai hai semuanya aku update lagi nih wkwkwk.
Jangan lupa ya vote, kasih hadiah ke aku, like, komeb sebanyak banyaknya, rate, share**.