
Kabar tentang Xiao Ziya sudah kembali dari gunung merah dengan selamat dan berhasil menyelamatkan semua orang dari amukan gunung itu sudah sampai di telinga Kaisar Yan, entah mengapa sang kaisar merasa iri dengan keberhasilan adiknya itu.
"Sialan sekarang semua penduduk kekaisaran pasti sangat menghormati dan merasa berhutang budi pada gadis itu, jika situasinya terus seperti ini maka posisi saya sebagai seorang kaisar akan terancam." gumang Kaisar Yan dengan pelan.
Malam itu ia berencana untuk pergu ke penjara bawah tanah yang ada di Istana Kekaisaran Qiyu untuk membebaskan kekasihnya yaitu Wi Xume yang sedang di tahan. Kaisar Yan keluar dari kamarnya secara perlahan agar tak membangunkan Jenderal Zue yang berada di kamar sebelah, ia juga meminta pada prajurit yang berjaga di depan kamarnya untuk diam dan tak melapor pada sang jenderal. Kana mendapat ancaman dari Kaisar Yan, prajurit itupun hanya bisa pasrah dan mematuhi perintah sang kaisar.
Setelah berhasil keluar dari kamar ia berjalan menuju gudang penyimpanan harta kekaisaran untuk mengambil beberapa koin emas. Rencananya Kaisar Yan akan menyuap beberapa penjaga untuk membebaskan kekasihnya dari penjara. Setelah selesai mengambil koin emas Kaisar Yan bergegas pergi menuju penjara bawah tanah. Benar saja penjagaan di sana lebih ketat daripada sebelumnya, para penjaga melarang Kaisar Yan untuk masuk kedalam sel tahanan.
"Ini koin emas untuk kalian, sekarang biarkan saya masuk kedalam dan membebaskan Wi Xume." ucap Kaisar Yan yang meberikan sogokan pada para penjaga, namun para penjaga penjara bawah tanah menolak sogokan yang diberikan oleh Kaisar Yan.
"Ini bukan berapa banyak koin yang ada berikan Yang Mulia Kaisar, namun kami tak ingin menghianati nona Ziya yang sudah berjuang keras untuk menyelamatkan kami semua." ucap salah seorang penjaga penjara bawah tanah yang menolak uang sogokan dari Kaisar Yan.
"Mungkin dengan koin koin emas itu kami bisa membiyayai keluarga kami untuk beberapa bulan kedepan, namun apa yang nona Ziya berikan pada kami lebih berharga dari koin koin emas itu." ucap Penjaga penjara bawah tanah yang lain, tanpa bantuan nona muda mereka mungkin saja mereka semua sudah mati akibat material yang dikeluarkan oleh gunung merah. Mempunyai banyak koin emas memang hal yang sangat menyenangkan, akan tetapi masih bisa hidup hingga saat ini adalah hal yang patut mereka syukuri.
Kaisar Yan tak menyangka jika prajurit prajuritnya sangat setia pada Xiao Ziya dan dengan berani menolak permintaanya, sepertinya Xiao Yan merasa sangat marah sehingga ia mengeluarkan sebuah pedang dan ingin membunuh para penjaga penjara bawah tanah itu.
"Jika kalian tak bisa diajak bicara secara baik baik maka saya akan menghabisi kalian semua tanpa ampun." ucap Kaisar Yan yang ingin menebas kepala salah satu prajurit penjaga penjara bawah tanah.
Traaang.
Suara dua bilah pedang yang saling bertabrakan. Kali ini yang datang bukanlah Xiao Ziya karna gadis itu masih tidur dengan nyenyak dan memulihkan energi qi serta energi spiritual. Yang menghalangi Kaisar Yan membunuh para prajurit penjaga penjara bawah tanah adalah Aron, pemuda itu mendapatkan tugas dari Xiao Ziya untuk mengawasi gerak gerik Kaisar Yan serta Wi Xume, jika ada hal buruk yang terjadi Xiao Ziya mengizinkan Aron untuk mengangkat senjatanya.
"Sialan mengapa kau menghalangiku, pergilah ini bukan urusan bawahan sepertimu." ucap Kaisar Yan, ia masih ingat dengan jelas bahwa pemuda yang ada di hadapannya itu adalah salah satu kaki tangan dari Xiao Ziya.
"Ini sudah tugas saya karna semua pengikut setia nona Ziya harus saya lindungi." ucap Aron yang tak akan pergi dari sana. Aron menghantam pedang Kaisar Yan menggunakan pedang miliknya hingga pedang milik sang kaisar terhempas sangat jauh.
"Adikku pasti akan memarahimu jika kau lancang menyakitiku seperti ini." ucap Kaisar Yan, ia menggunakan nama Xiao Ziya sebagai tameng agar tak dilukai oleh bawahan adiknya sendiri.
"Nona Ziya pernah berkata pada saya, saya boleh melukai anda namun tidak diizinkan untuk membunuh anda. Karna jika tindakan anda sudah terlewat batas maka nona sendirilah yang akan mengambil nyawa anda." ucap Aron dengan tegas serta tatapan mata yang tajam, ia begitu kesal dengan keidiotan Kaisar Yan.
"Saya tak mengizinkanmu untuk melukai saya." ucap Kaisar Yan yang ingin menggunakan otoritasnya sebagai seorang kaisar untuk melarang Aron menyakitinya.
__ADS_1
"Memangnya apa konstribusi anda dalam hidup saya?." tanya Aron dengan senyum meremehkan kemudian ia membuat beberapa luka pedang di tangan serta di punggung sang kaisar.
Kaisar Yan mencoba untuk melawan, akan tetapi gerakan Aron lebih cepat daripada dirinya sehingga Kaisar Yan tetap terluka. Karna sang Kaisar Yan sadar bahwa ia tak akan menang melawan Aron akhirnya ia memilih pergi.
"Trimakasih karna tuan sudah menyelamatkan kami semua dari amarah kaisar." ucap para penjaga penjara bawah tanah yang merasa sangat lega karna mereka baik baik saja sampai saat ini.
"Saya yang seharusnya bertrimakasih pada kalian karna sudah setia pada nona Ziya." ucap Aron yang merasa senang saat para prajurit Kekaisaran Qiyu lebih setia pada nona mudanya daripada sang kaisar.
"Ini bentuk rasa hormat kami pada nona." ucap para prajurit penjaga gerbang.
Aronpun pamit pada mereka semua karna masih banyak tugas yang harus ia laksanakan, sedangkan di sisi lain para murid inti dari Akademi Wunyeng yang ada di dunia atas sedang mempunyai sebuah rencana untuk menjenguk adik mereka yaitu Xiao Ziya yang ada di dunia bawah.
"Sepertinya kita harus segera pergi ke dunia bawah untuk menjenguk adik Ziya." ucap Xiao Sunjin yang sudah merindukan Xiao Ziya.
"Kita akan pergi kesana setelah ujian kenaikan kelas nanti, mungkin beberapa murid dari kelas lain aksn ikut." ucap Zen Linji yang juga tak sabar untuk pergi ke dunia bawah, ia juga tau jika bukan hanya murid dari kelas inti saja yang dekat dengan Xiao Ziya.
"Saya mendapat kabar dari seorang mata mata yang ditugaskan untuk mengawasi adik Ziya, ia mengatakan bahwa saat ini adik Ziya pasti merasa sangat sedih karna kakak tertuanya lebih memilih seorang gadis yang baru ia kenal daripada adiknya sendiri." ucap Al Ergan dengan tangan yang ia kepal kuat kuat. Jika ia bertemu dengan kakak pertama Xiao Ziya maka Al Ergan akan melayangkan satu tonjokan padanya.
Entah bagaimana nanti jika semua kakak laki laki yang ada di pihak Xiao Ziya berkumpul dan memukuli Xiao Yan hingga babak belur, mungkin Xiao Yan akan sadar bahwa adik perempuannya itu tak akan kekurangan kasih sayang meski ia hilang dari dunia sekakipun.
Pagipun tiba dan Xiao Ziya baru saja bangun dari tidur lelapnya, gadis itu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh serta berganti pakaian santai. Setelah selesai Xiao Ziya langsung keluar dari kamar dan pergi menuju dapur untuk membuat sarapan, namun sudah ada Wi Algi yang sedang menyiapkan berbagai macam makanan di atas piring dan akan menatanya di meja makan.
"Apakah gege memasak semua ini?." tanya Xiao Ziya yang menatap berbagai jenis makanan yang sudah ada di atas piring.
"Gege sudah mendengar kabar bahwa adik berjuang keras untuk melindungi banyak orang, adik Ziya pasti merasa lelah sehingga gege berinisyatif untuk membuat sarapan." ucap Wi Algi yang tak ingin membuat adiknya itu kelelahan. Menurut Wi Algi adik perempuannya yang baru itu jauh lebih baik daripada Wi Xume yang tak tau diri itu.
"Saya sudah sangat lapar gege." ucap Xiao Ziya yang bersikap manja pada Wi Algi. Pemuda itu merasa gemas pada adik angkatnya. Wi Algi menata semua makanan di meja makan.
Setelah semuanya tertata rapi di atas meja makan, Xiao Ziya dan Wi Algi duduk di kursi mereka masing masing kemudian mereka berdua mengambil makanan yang ingin mereka santap. Sarapan berjalan dengan suasana hening, setelah selesai Xiao Ziya membereskan meja makan dan mencuci piring.
"Ini koin emas untuk gege, saya harap gege membeli beberapa baju dan keperluan lain karna gege akan tinggal di sini dalam jangka waktu yang cukup lama." ucap Xiao Ziya yang memberikan sekantung koin emas pada Wi Algi. Dengan ragu ragu pemuda itu menerima pemberian dari Xiao Ziya.
__ADS_1
"Saya akan menggantinya saat sudah mendapat pekerjaan di sini." ucap Wi Algi yang merasa tak enak hati jika menerima sekantung uang itu dengan cuma cuma. Ayah dan ibunya saja tak pernah memberikan koin emas sebanyak itu untuknya.
"Gege tak perlu mengembalikannya, jika gege merasa sungkan maka gege bisa bekerja dengan saya. Yang perlu gege lakukan hanyalah menjaga paviliun ini agar tetap bersih dan aman. Saya akan menggaji gege setiap bulannya dengan nominal yang sesuai." ucap Xiao Ziya yang memberikan pekerjaan menjaga dan merawat paviliunnya pada Wi Algi karna gadis itu sangat jarang berada di paviliunnya sendiri.
"Trimakasih atas kebaikan adik Ziya, saya tak akan pernah melupakannya." ucap Wi Algi yang merasa sangat senang karna ia bisa tinggal bersama dengan Xiao Ziya.
Xiao Ziya pamit pergi karna ia harus ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk memastikan apakah semuanya baik baik saja ataukah tidak. Satu hal yang mengganjal di difikiran Xiao Ziya, bagaimana bisa pemuda sebaik Wi Algi lahir dan tumbuh besar dalam sebuah keluarga yang isinya pemeran antagonis semua. Setelah beberapa saat berjalan Xiao Ziya sampai di Istana Kekaisaran Qiyu, semua anggota kekaisaran menyambut gadis itu dengan ramah kecuali Kaisar Yan yang merasa kesal.
"Untuk apa kau datang kesini?." tanya Kaisar Yan dengan ketus pada Xiao Ziya. Sepertinya Kaisar Yan sangat marah pada adik perempuannya.
"Memangnya ini kekaisaran nenek moyang anda??." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara yang lebih ketus daripada Kaisar Yan.
"Saya adalah kaisar di sini, dan saya memiliki wewenang mutlak atas Wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap Kaisar Yan dengan nada bicara sombongnya padahal ia hanya perwakilan dari adiknya saja.
"Terserah kau saja, sama malas menanggapi manusia bodoh seperti anda." ucap Xiao Ziya yang langsung berjalan pergi menjauh dari Kaisar Yan. Sedangkan sang kaisar menggerutu mendapat ejekan dari Xiao Ziya.
Xiao Ziya berjalan menuju penjara bawah tanah untuk melihat bagaimana kondisi Wi Xume apakah gadis itu sudah menyesali perbuatannya ataukah belum. Penjaga penjara bawah tanah mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam. Xiao Ziya melihat Wi Xume sedang memukuli tahanan lain yang satu sel dengannya.
"Apa yang sedang kau lakukan, siapa yang memberikanmu izin untuk memukuli mereka?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara dinginnya. Wi Xume mengehtikan kegiatan menyiksanya itu dan melihat ke arah Xiao Ziya.
"Saya adalah calon ratu di wilayah ini, saya memiliki hak untuk melakukan apapun pada mereka." ucap Wi Xume dengan senyum gilanya yang membuat siapa saja ingin memukul gadis itu.
"Penjaga pisahkan orang gila ini dari tahanan yang lain, beri hukuman cambuk sebanyak lima puluh kali tanpa henti." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada penjaga penjara.
Akhirnya Wi Xume dipaksa pindah ke sel tahanan lain. Wi Xume menatap Xiao Ziya dengan tajam kemudian mencoba untuk menampar Xiao Ziya namun tangannya ditahan.
"Argh ini semua terjadi karna ulahmu gadis sialan." ucap Wi Xume yang meneriaki Xiao Ziya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Ziya padanya.
"Saya dengar kau menjual dirimu pada Kaisar Yan. Jika kau tak punya rasa malu setidaknya kau punya harga diri sebagai seorang perempuan. Berapa harga yang harus saya bayar untuk membeli wanita hina sepertimu?." ucap Xiao Ziya dengan senyum kejam kemudian ia menghempaskan tangan Wi Xume dengan keras hingga menimbulkan bekas memar.
Hai hai guys aku update lagi nih walau ga banyak karna nulisnya juga dadakan habis maghrib tadi. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga ya.
__ADS_1