RATU IBLIS

RATU IBLIS
Cukup Bersantai Saja


__ADS_3

Puti Zo Ruhi hanya bisa menghela nafas pasrah, ia tak bisa melakukan apapun selain menuruti perintah dari Xiao Ziya.


Saat ini yang perlu dilakukan hanyalah menunggu pasukan Kekaisaran Binzo datang dan langsung membantai mereka. Kini Ziya sedang sibuk membuat beberapa sihir pembatas di desa-desa dekat perbatasan antara wilayah bagian barat dengan bagian selatan.


"Kami siap membantu Nona Ziya jika dibutuhkan. Kami khawatir Kaisar Yuzang Yanglang mengirimkan pasukan dalam jumlah yang besar untuk melawan Anda nantinya." ucap salah seorang kepala desa, ia tak ingin hal buruk menimpa Xiao Ziya karna gadis itu satu satunya harapan bagi para penduduk yang tinggal di wilayah selatan.


"Kalian tetaplah di sini dan jangan ikut campur apapun yang terjadi, saya sudah membuat sihir pembatas di beberapa tempat dan memasang pelindung juga. Pastikan tak ada penduduk yang keluar dari area aman karna saya tak punya banyak tangan untuk membantu kalian semua." ucap Xiao Ziya dengan tegas. Akan sangat merepotkan jika penduduk turun langsung untuk membantunya, mereka akan menjadi sasaran empuk para prajurit dari pihak musuh.


"Baiklah kami mengerti, maaf karna merepotkan Nona Ziya untuk menangani masalah ini." ucap sang kepala desa.


Ia mengerti mengapa Xiao Ziya melarang penduduk biasa untuk ikut dalam peperangan skala kecil ini, kehadiran mereka akan menjadi beban bagi Xiao Ziya karna gadis itu tak akan bisa fokus untuk mengalah musuh. Kini beberapa kepala desa mulai kembali ke desa mereka masing masing dan memberikan himbauan pada para penduduk untuk mematuhi perintah dari Nona Xiao Ziya, untunglah tak ada penduduk yang membantah meskipun diantara mereka ada yang merasa kecewa.


Di sisi lain kini ribuan prajurit telah siap dengan pakaian perang lengkap serta persenjataan yang mereka bawa untuk melawan Xiao Ziya. Beberapa Jenderal berkumpul dan mulai berbaris di kelompok mereka masing masing, untuk peperangan skala kecil kali ini tak akan dipimpin oleh Kaisar Yuzang Yanglang melainkan Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno.


"Selamat malam semuanya!." sapa Pangeran Yuzang Xin dengan suara lantang dan semangat membara. Sepertinya sang pangeran sudah tidak sabar untuk mengalahkan Xiao Ziya dan mempermalukan gadis itu dihadapan para penduduk yang memilih untuk memihak padanya.


"Malam Pangeran!." jawab ribuan prajurit secara serempak.


"Malam ini kita semua akan bergerak ke wilayah bagian selatan, bunuh para penduduk yang mencoba untuk membantu Xiao Ziya dan sisakan mereka yang bersedia untuk beralih pada Kaisar Yuzang Yanglang. Ingat tugas utama kita adalah mengalahkan Xiao Ziya, lakukan apapun untuk melukai gadis itu meskipun harus menggunakan cara yang licik. Meskipun kabarnya Xiao Ziya sangatlah kuat namun ia kalah dengan jumlah kita sebanyak ini. Apa kalian semua mengerti!." ucap Pangeran Yuzang Zuno dengan tatapan datar serta amarah yang bergelora dalam tubuhnya.


"Siap kami mengerti!." jawab para prajurit secara serempak. Suara mereka terdengar hingga ke telinga para penduduk yang tinggal di sekitar area Istana Kekaisaran Binzo.


"Mari berangkat sekarang juga, jalankan sesuai rencana." ucap Pangeran Yuzang Xin yang langsung naik ke atas kudanya kemudian memacu kuda itu dengan kecepatan tinggi memalui gerbang utama Istana Kekaisaran Binzo.


Pangeran Yuzang Zuno, beberapa jenderal, serta ribuan prajurit berjalan secara serempak di belakang Pangeran Yuzang Xin. Mereka akan tiba di perbatasan antara wilayah barat dengan wilayah selatan dalam kurun waktu kurang lebih empat puluh menit.


Di sisi lain tiga orang pemimpin kelompok pasukan khusus Xiao Ziya yang ditugaskan untuk pergi ke Kekaisaran Binzo menatap dengan tatapan bingung ke arah ribuan prajurit dengan zirah lengkap, kemana mereka semua akan pergi? apakah Kaisar Yuzang Yanglang mulai melakukan pergerakan untuk menaklukkan beberapa kerajaan yang ada di dekat Kekaisaran Binzo?.


"Bukankah mereka tampak mencurigakan, sangat tidak mungkin jika Kaisar Yuzang Yanglang ingin menyerang kerajaan lain dengan pasukan yang sangat sedikit itu." ucap Xin Mu, ia adalah pemimpin kelompok dua pasukan khusus milik Xiao Ziya.


"Ya perkataan mu benar juga, lalu kemana mereka akan pergi malam malam begini?." ucap Zuren dengan tatapan bingung.


Ketiga orang utusan Xiao Ziya itu sedang berada di sebuah kedai makanan yang tak jauh dari Istana Kekaisaran Binzo, mereka sengaja mampir sebentar untuk mengisi perut yang lapar. Saat ketiganya sedang saling bertatapan dengan ekspresi bingung, tiba tiba saya pemilik kedai datang dengan mengantarkan makanan pesanan mereka.

__ADS_1


"Apakah kalian tak tau bahwa Kaisar Yuzang Yanglang ingin menyerang wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo." ucap pemilik kedai sembari meletakkan beberapa mangkuk mie pangsit pedas.


"Mengapa Kaisar ingin menyerang wilayah kekuasaannya sendiri? apakah ada konflik yang terjadi?." tanya Xin Mu. Ia ingin menggali informasi dari pemilik kedai, mungkin saja hal itu berkaitan dengan nona mudanya.


"Kabarnya saat ini Nona Muda Xiao Ziya sedang berada di wilayah bagian selatan untuk membantu para penduduk yang terinfeksi wabah. Sepertinya sang Nona Muda hanya ingin membantu para penduduk yang ada di pihaknya saja hingga membuat Kaisar Yuzang Yanglang merasa marah dan meminta kedua pangeran membawa pasukan untuk menyerang wilayah bagian selatan." ucap pria pemilik kedai dengan ekspresi kesal. Mungkin ia tak menyukai Xiao Ziya karna gadis itu tak bersedia menjual ramuan penawar pada sang kaisar untuk membantu banyak orang.


"Mengapa Anda terlihat marah seperti itu paman? jika Anda berada di posisi Nona Muda Xiao Ziya pasti akan melakukan hal yang sama. Awalnya Kekaisaran Binzo adalah milik Nona Ziya ketika ia berhasil meruntuhkan kaisar terdahulu, namun karna ada beberapa hal penting yang harus diurus ia pergi meninggalkan Dunia Bawah dan lupa menunjuk seseorang untuk memimpin Kekaisaran Binzo sementara waktu. Setelah ia kembali ia mendengar kabar bahwa wilayah Kekaisaran Binzo telah dikuasai oleh Klan Yuzang tanpa izin darinya. Wajar saja jika Nona Xiao Ziya hanya membagikan ramuan penawar buatannya itu pada orang orang yang setia berada di sisinya." jelas Xu Ho dengan panjang lebar pada pria pemilik kedai tempat mereka singgah. Xu Ho merasa para penduduk Kekaisaran Binzo yang tinggal di wilayah bagian barat mulai kehilangan akal sehat mereka hingga menyalahkan Xiao Ziya atas ketidakmampuan kaisar baru menemukan penawaran untuk wabah yang sedang merajalela.


Pria pemilik kedai hanya bisa diam dan langsung meninggalkan tiga pria asing itu, ia tak ingin melanjutkan perdebatan yang hanya akan berakhir dengan kekalahannya. Pria pemilik kedai juga menyadari bahwa tindakannya lebih memilih untuk berdiri di sisi Kaisar Yuzang Yanglang bukanlah hal yang benar, jika Xiao Ziya berhasil merebut wilayah Kekaisaran Binzo lagi entah apa yang akan terjadi pada mereka nantinya.


Di sisi lain saat ini pasukan Kekaisaran Binzo yang di pimpin oleh Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno telah sampai di perbatasan antara wilayah bagian barat dengan wilayah bagian selatan. Terlihat desa-desa yang ada wilayah selatan tampak sepi, sepertinya para penduduk tertidur dengan lelap tanpa menyadari ada bahaya yang mengancam nyawa mereka. Pangeran Yuzang Yanglang memberikan isyarat pada para prajurit yang ada di barisan depan untuk menyerbu desa yang ada di perbatasan, saat mereka melangkah mendekat tiba tiba terhenti oleh sebuah penghalang yang tak terlihat.


"Mengapa kalian diam saja? cepat serang dan hancurkan desa itu." bentak Pangeran Yuzang Zuno dengan sorot mata marah.


"Maaf pangeran, sepertinya ada seseorang yang membuat penghalang di perbatasan. Kami tak dapat menembus penghalang itu meskipun mengerahkan tenaga penuh." ucap salah seorang prajurit yang memberikan laporan pada Pangeran Yuzang Zuno agar ia tak salah faham dengan tindakan mereka.


"Majulah Jenderal!!." triak Pangeran Yuzang Xin dengan suara lantang, ia memerintahkan para jenderal untuk menghancurkan penghalang yang menghentikan langkah mereka.


Para jenderal yang ikut dalam aksi penyerangan itu langsung mengeluarkan pedang mereka, seluruh tenaga telah dikerahkan namun tetap saja tak ada yang bisa menghancurkan sihir penghalang yang dibuat oleh Xiao Ziya.


"Sepertinya kalian kesulitan untuk masuk ke dalam." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tips.


Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara, seketika kedua pangeran itu tersulut emosi. Ternyata dalang dibalik munculnya sihir pembatas antara wilayah bagian barat dan wilayah bagian selatan adalah Xiao Ziya, pantas saja mereka tak dapat menembusnya.


"Cih, bukankah Anda sangat kuat? mengapa bersembunyi di balik penghalang seperti ini. Apakah Nona Muda Xiao Ziya yang dirumorkan dapat mengalahkan para dewa hanya sebatas gadis tak berguna yang tidak mampu melakukan perlawanan pada musuh kecil seperti kami." ucap Pangeran Yuzang Xin, ia sengaja mengatakan hal itu untuk menyulut kemarahan Xiao Ziya dan membuatnya menghancurkan sihir pembatas agar pasukan Kekaisaran Binzo bisa menyerang.


Bukannya merasa marah Xiao Ziya malah menunjukkan senyuman lebar. Gadis itu mengeluarkan sebuah sofa panjang dari dalam cincin semesta miliknya kemudian duduk dengan nyaman di sofa itu sembari menyandarkan kepala. Bukan hanya sampai di situ saja, Xiao Ziya mengeluarkan buah buahan segar seperti anggur, apel, mangga, dan masih banyak lagi. Semua buah buahan itu ia makan sembari melihat pasukan Kekaisaran Binzo yang masih berusaha untuk masuk ke wilayah kekuasaannya.


"Sialan!!! bagaimana Anda bisa bersantai seperti itu di saat situasi perang yang seharusnya menegangkan." umpat Pangeran Yuzang Zuno pada Xiao Ziya. Gadis itu terlalu menyepelekan pihak Kekaisaran Binzo sehingga tak menganggap pernyataan perang ini sebagai hal yang serius.


"Perang? ah kalian mengajak saya untuk berperang?. Mengapa tak ada yang mengatakannya sedari awal, baiklah saya akan memenuhi keinginan kalian semua dengan senang hati." ucap Xiao Ziya yang masih dalam posisi santai tanpa bergeser sedikitpun.


Para jenderal yang berada di barisan paling depan mulai merasakan aura yang kurang enak keluar dari tubuh gadis itu. Xiao Ziya mengibaskan tangannya kemudian keluar lima ratus lima pasukan iblis miliknya, mereka menggunakan zirah berwarna hitam pekat dengan sorot mata merah menyala. Aura kematian yang sangat kental menyeruak hingga membuat para prajurit dari pihak Kekaisaran Binzo gemetaran.

__ADS_1


"Kami siap melakukan perintah dari Nona Xiao Ziya." ucap kelima Jenderal Iblis secara serempak. Sudah lama mereka tak mendapatkan tugas untuk membunuh musuh musuh dari nona mudanya itu.


"Kalian lihat pasukan yang ada di sana, bunuh mereka semua dan sisakan kedua pangeran saja." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara serius.


"Siap laksanakan!." jawab seluruh pasukan iblis milik gadis itu.


"Serang!!!!!!." ucap kelima Jenderal Iblis yang langsung mengangkat pedang mereka dengan tinggi kemudian berlari ke arah pasukan Kekaisaran Binzo yang susah menunggu di perbatasan.


Kini peperangan benar benar terjadi. Ribuan prajurit dari pihak Kekaisaran Binzo melawan lima ratus pasukan iblis milik Xiao Ziya, meskipun pasukan yang dimiliki oleh gadis itu kalah jumlah namun mereka sangat unggul dalam bidang kekuatan dan kemampuan berperang. Dalam waktu yang sangat singkat seribu prajurit Kekaisaran Binzo telah dibunuh oleh pasukan Xiao Ziya, melihat keganasan pihak musuh akhirnya semangat membara yang meluap dari tubuh Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno mulai padam. Kedua pangeran itu merasa bahwa peperangan ini akan dimenangkan oleh Xiao Ziya meskipun mereka berhasil melarikan diri ke istana kekaisaran dan menambah jumlah pasukan sebanyak mungkin.


"Mengapa Anda hanya berdiam diri di sana dan menonton saja, apakah Nona Muda Xiao Ziya merasa ketakutan?." tanya Pangeran Yuzang Zuno dengan senyuman meremehkan.


"Takut? untuk apa saya takut pada kalian yang tak mampu mengalahkan pasukan saya. Ahahaha apakah Pangeran Yuzang Zuno sedang bercanda." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa yang memekik telinga sang pangeran.


"Argh sialan, sebaiknya Anda turun langsung untuk menghadapi kami. Jika Anda tak datang maka akan kami pastikan penduduk yang tinggal di wilayah bagian selatan akan hidup menderita." ancam Pangeran Yuzang Xin dengan tatapan tajam. Sang pangeran mengeluarkan pedang merah tua miliknya itu dan terus menerus menyerang lapisan pelindung agar bisa mencapai Xiao Ziya.


"Astaga Anda terlihat seperti orang gila." ucap Xiao Ziya sembari memasukkan beberapa anggur ke dalam mulutnya.


Pangeran Yuzang Xin tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu, ia percaya jika terus menerus menyerang pembatas tersebut menggunakan pedangnya maka lambat lain akan hancur juga. Xiao Ziya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tindakan Pangeran Yuzang Xin yang sangat memalukan itu, seperti saat dilahirkan ia mengalami cacat otak. Di sisi lain Pangeran Yuzang Zuno menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh kebencian, daripada tetap diam dan melihat seluruh pasukannya dibunuh oleh pasukan milik gadis itu akhirnya sang pangeran turun langsung ke medan perang.


"Untunglah pangeran yang satunya masih memiliki sedikit kewarasan sebelum mengambil sebuah tindakan." gumam Xiao Ziya.


Peperangan itu terus berlanjut, lambat laun jumlah pasukan dari pihak Kekaisaran Binzo mulai berkurang bahkan kini hanya tersisa setengahnya saja. Pangeran Yuzang Zuno mulai gelisah, ia tak ingin mati konyol dalam peperangan ini. Dengan segera Pangeran Yuzang Zuno melihat ke arah Pangeran Yuzang Xin dan langsung menarik kakak laki lakinya itu untuk pergi dari medan perang. Sebelum berhasil kabur dari sana tiba tiba dua orang jenderal dari pihak Xiao Ziya menghalangi jalan mereka.


"Tangkap kedua pangeran itu dan bawa mereka ke hadapan saya." perintah Xiao Ziya dengan suara yang cukup kencang.


Kedua jenderal iblis mengeluarkan sebuah tali berwarna hitam pekat dari dalam zirah yang mereka kenakan, setelah itu mereka mengikat kedua tangan Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno.


"Lepaskan!!!! lepaskan kami." ucap Pangeran Yuzang Xin yang berusaha untuk memberontak ketika tangannya hendak di ikat.


"Argh apakah kalian ingin melukai tangan saya? mengapa ikatannya kencang sekali!." bentak Pangeran Yuzang Zuno yang merasa tak terima karna kedua tangannya disatukan kemudian diikat dengan sangat kencang.


"Diamlah kalian berdua!." bentak salah seorang jenderal iblis yang merasa bahwa kedua pangeran ini sangat berisik dan mengganggu telinga mereka.

__ADS_1


Setelah selesai mengikat tangan kedua pangeran, kini mereka dibawa menuju ke Xiao Ziya yang masih menikmati buah buahan dengan santai. Pangeran Yuzang Xin membelalakkan matanya karna ia dapat melewati penghalang itu dengan sangat mudah ketika masuk bersama dengan sang jenderal dari pihak musuh. Ini sangat aneh sekaligus mengagumkan karna untuk pertama kalinya Pangeran Yuzang Lui menemukan sihir seperti itu.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Jangan lupa follow ig author buat dapat informasi penting ♥️


__ADS_2