
Xiao Ziya tiba di sebuah desa yang paling dekat dari perbatasan, gadis itu melihat kesekeliling tampaknya di sana aman aman saja, namun gadis itu merasakan aura jahat yang cukup kuat.
"Apa yang sebenarnya terjadi di desa ini? mengapa saya tak bisa menemukan apapun." ucap Xiao Ziya yang sedang berusaha untuk memahami apa yang sedang terhadi.
Cukup lama Xiao Ziya berdiri dan terdiam di tepi jalan, tak ada kejadian buruk yang terjadi baru kali ini ia merasa salah mendeteksi sesuatu. Akhirnya gadis itu berjalan menyusuri desa dan mampir di sebuah kedai makanan, ia memesan beberapa menu kemudian menunggu di salah satu meja yang kosong.
"Entah mengapa hatiku terasa sangat tidak nyaman." ucap Xiao Ziya lirih, saat melihat kesekitar terlihat begitu banyak pelanggan yang menikmati pesanan mereka. Tiba tiba saja selera makan Xiao Ziya menghilang dan gadis itu hampir saja muntah tanpa sebab yang jelas, saat ini ia sedang menahannya.
Karna banyak sekali hal yang terasa janggal akhirnya Xiao Ziya menggunakan mata iblis merah darahnya untuk melihat apa yang terjadi, belum sempat ia melihat kesekeliling menggunakan mata merahnya tiba tiba seorang pelayan datang dan mengantar pesanan Xiao Ziya. Xiao Ziya terkejut bukan main, bukan daging sapi, kambing, ayam atau daging hewan yang disajikan melainkan kepala manusia dengan mulut dan mata yang terbuka lebar, lalu jari jari manusia yang telah dipotong dan ditumis.
"Aish semua ini terlihat begitu menjijikkan." ucap Xiao Ziya yang sudah tak bisa menahan kekesalannya lagi karna disajikan daging manusia.
Brak
Gadis itu menggebrak mejanya dengan keras kemudian melihat keseluruh penjuru kedai, benar saja semua penggunjung yang terlihat seperti manusia pada awalnya kini wujud mereka berubah menjadi sangat menyeramkan. Wajah putih pucat ada juga yang wajahnya hangus terbakar. Darah yang menggenang dimana mana serta triakan minta tolong yang sangat memekikkan telinga.
"Diam kalian semua !." triak Xiao Ziya yang membentak para arwah itu karna teriakan mereka membuat telinganya terasa sakit.
Tentu saja para arwah penduduk desa terkejut dan menghentikan triakan mereka, baru kali ini ada manusia yang berani meneriaki mereka seperti itu. Kebanyakan manusia yang datang akan langsung pergi, pingsan ditempat, ataupun mati karna merasa ketakutan.
"Kau tak takut pada kami?." ucap salah sesosok arwah wanita yang penasaran pada Xiao Ziya, bagaimana bisa gadis semuda itu tak merasa takut sama sekali pada mereka dengan wujud yang sangat menyeramkan seperti ini.
"Kalian sedang bercanda pada saya?." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya, para arwah itupun mendekat ke arah Xiao Ziya dan berusaha untuk menakut nakutinya.
Karna kesal Xiao Ziya mengeluarkan sabit kematian yang ia dapatkan saat berada di Hutan Penyihir Hitam.
"Diamlah jika tak ingin mati untuk yang kedua kali." ucap Xiao Ziya dengan nada seriusnya. Melihat sabit kematian yang dipegang oleh Xiao Ziya membuat para arwah itu merasa ketakutan. Ternyata gadis yang ada di hadapan mereka bukanlah gadis biasa.
"Maafkan kami nona, tolong ampuni kami semua." ucap para arwah yang meminta maaf pada Xiao Ziya karna mereka telah menggangu orang yang salah.
"Baiklah kalian diam, dan salah satu perwakilan kalian maju kedepan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan." ucap Xiao Ziya yang merasa penasaran mengapa para arwah penduduk desa itu tak pergi ke alam kematian. Apakah ada sesuatu yang membuat mereka tak bisa pergi atau ada hal lain karna jika dilihat dengan baik mereka bukanlah arwah jahat, namun saat pertama kali masuk ke desa itu Xiao Ziya merakan aura jahat yang begitu kuat.
Akhirnya sesosok arwah pria maju untuk mewakili arwah yang lain, jika Xiao Ziya tak salah menebak semasa hidupnya pria itu adalah kepala desa dari desa tersebut.
"Mengapa kalian mati dalam waktu yang bersamaan?." ucap Xiao Ziya yang mengajukan pertanyaan pertama.
__ADS_1
"Malam itu kami semua sedang tertidur di rumah masing masing, namun tiba tiba terjadi kebakaran yang sangat hebat. Anehnya kami tak bisa keluar dari rumah ataupun desa sehingga kami semua mati dalam insiden itu." ucap pria itu yang menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Xiao Ziya.
Xiao Ziya sedang mencerna apa yang pria itu katakan karna sangat aneh bila mereka tak bisa keluar dari rumah ataupun desa saat api masih belun membesar, sepertinya ini bukanlah kebakaran biasa yang tak disengaja.
"Lalu mengapa arwah kalian masih ada di sini?." ucap Xiao Ziya yang mengajukan pertanyaan kedua.
"Kami tidak tau namun arwah kami memang tak bisa bergi ke alam krmatian, neraka, ataupun nirwana. Kami semua terkurung di sini tanpa sebab yang jelas. Bahkan arwah kami hanya bisa diam di desa ini." ucap pria itu lagi yang membuat Xiao Ziya semakin yakin bahwa kematian seluruh penduduk desa itu bukanlah hal yang wajar.
"Baiklah aura yang ada di tempat ini akan membuat arwah kalian melebur sendirinya jika terlalu lama di sini untuk itu masuklah kedalam cincin semestaku." ucap Xiao Ziya yang menawarkan agar para arwah penduduk desa itu masuk kedalam cincin semestanya agar arwah mereka tak lenyap begitu saja.
"Benarkah nona muda akan membawa kami semua?." tanya para arwah itu dengan perasaan senang. Xiao Ziya menganggukkan kepalanya kemudian memasukkan semua arwah itu kedalam cincin semestanya.
Setelah semua arwah penduduk desa itu ada di dalam cincin semestanya tiba tiba muncul sesosok iblis hitam. Ia menatap Xiao Ziya dengan marah, sorot mata merahnya mengisyaratkan bahwa Xiao Ziya telah melakukan kesalahan yang besar.
"Kambalikan semua arwah arwah penduduk desa itu." ucap iblis hitam itu yang hendak menyerang Xiao Ziya dengan cakarnya yang panjang, dengan mudah Xiao Ziya menghindar.
"Iblis rendahan sepertimu ingin menyerangku?." ucap Xiao Ziya yang menatap iblis itu dengan kesal. Xiao Ziya mengayunkan sabit kematiannya pada iblis hitam itu. Sang iblis hancur dan lenyap karna menyerang orang yang salah.
Setelah iblis itu mati Xiao Ziya melanjutkan perjalananya menuju Istana Kerajaan Hitam, saat di perjalanan banyak penduduk Kerajaan Hitam menatap Xiao Ziya dengan kagum karna baru ini mereka melihat gadis secantik itu.
"Mari kita ikuti kemana gadis itu pergi, jika kita tau dimana tempat tinggalnya akan mudah untuk mengunjunginya nanti." ucap pemuda lainnya yang menyarankan agar mereka mengikuti Xiao Ziya.
Para pemuda itu mengikuti Xiao Ziya dari belakang, gadis itu tau bahwa ia sedang diikuti oleh beberapa pemuda namun ia tak ingin ambil pusing karna para pemuda itu tak memiliki niatan jahat padanya. Xiao Ziyapun akhirnya sampai di depan gerbang masuk istana Kerajaan Hitam, para prajurit penjaga gerbang masuk terkejut melihat gadis yang tak asing bagi mereka sedang menatap dengan sebuah senyuman manis yang indah.
"Salam paman semua." ucap Xiao Ziya yang masih ingat dengan betul bahwa para penjaga gerbang itu sama seperti yang pertama kali saat ia datang ke Istana Kerajaan Hitam.
"Selamat datang nona Xiao Ziya, kami semua sangat merindukan anda." ucap para prajurit penjaga gerbang yang membungkukkan badan mereka sebagai tanda penghormatan pada nona besar mereka.
Para pemuda yang tadinya mengikuti Xiao Ziya dari jauh hanya bisa melihat dari jauh karna tak mungkin bagi mereka untuk masuk kedalam istana Kerajaan Hitam tanpa surat undangan resmi. Lantas siapa gadis yang mereka ikuti? mangapa ia bisa masuk kedalam istana hitam dengan sesuka hati?.
"Sebaiknya kita kembali ke rumah masing masing karna kita tak bisa masuk kedalam." ucap salah seorang pemuda yang menyarankan agar mereka kembali ke rumah masing masing.
"Silahkan nona Ziya masuk kedalam, raja dan para pangeran sudah lama menunggu kedatangan anda." ucap prajurit penjaga gerbang masuk istana yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam istana. Xiao Ziyapun masuk kedalam istana para pelayan yang melihat kedatangan Xiao Ziya menyambut kedatangan gadis itu dengan senang hati.
"Selamat datang kembali di istana hitam Nona Ziya." ucap para pelayan yang menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan senang hati.
__ADS_1
"Trimakasih untuk sambutannya, tolong siapkan segelas susu hangat saya sangat haus." ucap Xiao Ziya yang merasa senang karna mendapat sambutan dari pelayan istana kerajaan hitam. Xiao Ziya meminta salah seorang dari mereka untuk membuatkan segelas susu hangat karna ia merasa sangat haus.
"Baiklah kami akan menyiapkan kamar dan makanan ringan untuk nona, silahkan nona ke aula utama untuk menemui raja dan pangeran." ucap para pelayan yang langsung membubarkan diri sedangkan Xiao Ziya berjalan menuju aula utama.
Brak
Suara pintu aula utama yang di buka dengan kasar oleh Xiao Ziya padahal gadis itu hanya mendorongnya pelan namun pintu itu malah terbuka dengan keras. Orang orang yang sedang berkumpul di aula utama merasa terkejut dan menoleh ke arah pintu masuk. Disana mereka melihat seorang gadis yang familiar bagi sebagian orang terutama Raja Zeus dan kedua putranya yang langsung tersenyum ceria ketika melihat gadis itu.
"Ayah saya datang." ucap Xiao Ziya yang langsung berlari ke arah Raja Zeus.
Melihat putri angkatnya yang sangat antusias untuk menemuinya Raja Zeuspun berdiri dari singgasananya dan merentangkan kedua tangannya dengan lebar, benar saja Xiao Ziya memeluk Raja Zeus dengan erat membuat kedua kakak laki lakinya merasa cemburu .
"Ah adik Ziya apakah kau tak rindu pada kedua kakakmu yang tampan." ucap Pangeran Zeeling yang memasang wajah kesalnya.
"Kemarilah saya akan memeluk kalian berdua juga." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis yang menenangkan hati. Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz berlari ke arah Xiao Ziya dan memeluk adik mereka dengan erat.
Beberapa orang yang tak mengenal siapa Xiao Ziya hanya terdiam dan melihat apa yang sedang terjadi, mereka hanya menebak bahwa gadis itu adalah sepupu jauh dari kedua pangeran. Setelah mereka selesai berpelukkan rapatpun kembali dilanjutkan.
"Maaf atas sedikit gangguan yang terjadi." ucap Raja Zeus yang meminta maaf pada para tamunya.
"Tidak apa apa Raja Zeus, kami faham bahwa kalian pasti rindu dengan nona muda." ucap para perdana mentri dan jenderal Kerajaan Hitam yang sudah pernah bertemu Xiao Ziya sebelumnya.
"Perkenalkan gadis yang sedang duduk di samping kanan saya ini adalah putri angkat saya." ucap Raja Zeus yang memperkenalkan Xiao Ziya secara resmi pada para perwakilan anggota bangsawan yang hadir pada rapat tersebut.
Perwakilan para bangsawan itu bertanya tanya sejak kapan Raja Zeus yang terkenal sangat kejam mengangkat seorang anak perempuan dengan paras cantik dan imut seperti itu. Ditambah lagi putri angkat dari Raja Zeus sepertinya bukan berasal dari wilayah Kerajaan Hitam bahkan wajahnya sangat asing bagi penduduk dunia atas.
"Apakah anda memungutnya dari jalanan?." ucap Yue Lunzo yang merupakan kepala keluarga dari keluarga Bangsawan Yue Funzi.
Mendengar perkataan Yue Lunzo membuat Raja Zeus dan kedua putranya naik pitam dan hendak mengangkat suara, namun Xiao Ziya memberikan isyarat pada mereka untuk diam saja karna ia bisa menyelesaikannya sendiri.
"Apakah saya terlihat seperti seorang gadis gelandangan yang sangat menyedihkan?." tanya Xiao Ziya pada Yue Lunzo dengan nada bicara yang dingin dan juga tajam. Tatapan mata Xiao Ziya membuat Yue Lunzo merinding.
"Lalu mengapa Raja Zeus mengangkatmu sebagai putri? padahal di wilayah Kerajaan Hitam ini banyak anak gadis yang layak menjadi anak angkatnya daripada gadis yang tak jelas asal usulnya sepertimu." ucap Yue Lunzo yang merasa Xiao Ziya tak layak menjadi putri angkat dari Raja Zeus mungkin putrinya adalah salah satu kandidat yang cocok untuk menjadi putri angkat sang raja.
"Ah jadi saya tak layak menjadi putri angkat Raja Zeus lalu siapa yang layak menempati posisi ini? apakah putri anda? jadi anda iri pada saya hahaha." ucap Xiao Ziya diselingi tawa yang menyeramkan. Raja Zeus tau bahwa putrinya sedang merasa sangat marah pada Yue Lunzo.
__ADS_1
Hai hai semua author update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat sehat aja ya, jangan lupa follow, vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ya.