RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kekhawatiran


__ADS_3

Hari berjalan dengan sangat cepat semua berjalan dengan lancar, kedua puluh teman Xiao Ziya baru saja kembali setelah selesai berbelanja di sebuah mall yang ada di pusat kota bersama Anzu Zee. Di sisi lain Xiao Ziya baru keluar dari gedung pemerintahan, ia sudah mengisi beberapa formulir untuk mendaftar sebagai pemimpin baru yang resmi di dunia semesta tingkat renda. Ada beberapa anggota pemerintahan lama yang akan bekerja di bawah kepemimpinan gadis itu, Xiao Ziya juga harus memikirkan siapa yang akan menjadi wakilnya karna ia masih punya banyak tugas yang belum terselesaikan.


"Hari sudah malam sebaiknya saya pulang." ucap Xiao Ziya, ia tak menyangka menyelesaikan formulir formulir pendaftaran menjadi pemimpin resmi membutuhkan waktu yang cukup lama.


Gadis itu berjalan beriringan dengan keramaian kota di malam hari, banyak penduduk dunia semesta tingkat rendah yang melakukan aktivitas saat malam hari. Saat gadis itu sedang berjalan di sebuah lorong sepi, ia sengaja mengambil jalan pintas agar cepat sampai di rumah.


"Ya ada lagi yang datang untuk membuat masalah." ucap Xiao Ziya sembari melihat ke arah sebuah bangunan tua, ia rasa ada yang mengikutinya semenjak keluar dari gedung pemerintahan.


Sebenarnya Xiao Ziya bisa melesat dengan cepat agar penguntit itu tak bisa mengejarnya, akan tetapi ia merasa penasaran siapa lagi yang ingin mencari masalah setelah semua hal yang terjadi. Xiao Ziya memperlambat langkahnya dan muncul seorang pria tak asing yang menghadang gadis itu dengan sebuah pedang panjang.


"Aku datang untuk membalas dendam." ucap Yanzuro Zee dengan senyum jahatnya, entah apa yang ada di dalam otak pria itu mengapa ia merasa dirinya sudah sangat kuat hanya karna mendapat sedikit bantuan dari orang asing.


"Saya kira siapa yang datang ternyata seorang manusia tanpa otak." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar dan ekspresi malas, mengapa ia harus bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi.


Lagipula bagaimana cara Yanzuro Zee terbebas dari racun yang ia berikan? fasilitas dan pengobatan yang ada di dunia semesta tingkat rendah tak akan mampu menekan racun itu lebih dari satu hari. Xiao Ziya mulai mencari tau apa yang sedang terjadi, ia menatap ke arah pria itu dengan tatapan tajam dan Xiao Ziya cukup terkejut melihat Yanzuro Zee memiliki energi qi yang mengalir pada tubuhnya.


"Ternyata ada seseorang yang membantumu." ucap Xiao Ziya dengan seringai menakutkan, mungkin pria di hadapannya itu tak tau semengerikan apa efek samping dari memasukkan energi qi kedalam tubuh manusia yang tak memiliki lautan spiritual.


"Dengan kekuatan yang ku miliki sekarang aku pasti bisa membunuhmu." teriak Yanzuro Zee, pria itu langsung menyerang Xiao Ziya secara brutal menggunakan pedang panjang miliknya. Serangan yang diberikan oleh Yanzuro Zee tak dapat memberikan luka pada tubuh Xiao Ziya karna pria itu tak memiliki dasar dalam ilmu pedang.


"Jika kau ingin membunuhku kau butuh usaha selama ribuan tahun." ucap Xiao Ziya, ia tak menanggapi dengan serius serangan yang diberikan oleh Yanzuro Zee.


"Berhentilah menghindar." ucap Yanzuro Zee yang kesal karna Xiao Ziya hanya menghindari setiap serangannya tanpa melakukan serangan balik. Harga diri pria itu akan hilang jika ia kalah untuk kedua kalinya melawan Xiao Ziya.


"Saya tak perlu membuang banyak tenaga untuk menghadapi anda." ucap Xiao Ziya dengan santai dan gadis itu masih menghindari serangan Yanzuro Zee.


"Cih, katakan saja kau takut kalah bila harus melawanku secara langsung." ucap Yanzuro Zee, pria itu sengaja memancing amarah Xiao Ziya agar mendapat serangan balik dan ia bisa melakukan pertarungan imbang.


"Pria yang hampir mati di tangan seorang gadis muda, apakah pantas mengatakan hal itu?." ucap Xiao Ziya yang masih santai santai saja, ia tak ingin membuang tenaga untuk hal hal tak berguna semacam ini.


Yanzuro Zee semakin marah karna sudah di remehkan oleh Xiao Ziya meski sekarang ia memiliki kekuatan seperti kultivator pada umumnya, Yanzuro Zee mengambil beberapa langkah menjauh dari Xiao Ziya ia mengumpulkan seluruh energinya pada satu titik dan kembali menyerang Ziya dengan brutal.


"Anda tampak seperti orang bodoh." ucap Xiao Ziya yang hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat untuk menghindari serangan Yanzuro Zee.


Lama kelamaan Yanzuro Zee merasa lelah dan energi qi dalam tubuhnya sudah mulai habis, ia berencana untuk pergi dari tempat itu dan kembali lagi saat energi qi miliknya sudah pulih. Namun apakah Xiao Ziya akan memberikan kesempatan lagi pada Yanzuro Zee? jawaban nya sudah sangat jelas, Xiao Ziya akan menghabisi pira itu saat itu juga.


Xiao Ziya mengepalkan tangan, sebuah cahaya berwarna biru keemasan berkumpul dan menyatu di tangan Xiao Ziya cahaya itu melesat ke arah Yanzuro Zee dengan kecepatan satu kedipan mata. Xiao Ziya dengan sengaja menembakkan energi qi miliknya kedalam tubuh pria itu, ia akan melihat bagaimana Yanzuro Zee mengatasi kelebihan energi yang akan ia alami.


"Argh apa yang kau lakukan padaku, cahaya apa yang masuk kedalam tubuhku tadi." ucap Yanzuro Zee dengan panik, ia rasa energi qi milik Raja Anling Zee bertentangan dengan energi yang baru saja Xiao Ziya masukkan kedalam tubuhnya sehingga muncul benturan yang cukup kuat.


Tubuh Yanzuro Zee tak dapat menahan lebih lama lagi, pria itu sedang berteriak dengan sangat keras karna pembuluh darah halus yang ada di dalam tubuhnya pecah secara bersamaan, jantungnya membesar hingga seukuran kepala kemudian meledak. Pria itu tak dapat merasakan apapun lagi, ia telah mati dengan cara yang sangat tragis sekaligus konyol.


"Semuanya sia sia saja, mungkin keberuntungan yang kau miliki tak sebanyak diri saya." ucap Xiao Ziya, ia segera pergi meninggalkan tempat itu. Ziya membiarkan mayat Yanzuro Zee tetap ada di sana karna pihak rumah sakit pasti sedang mencarinya.


Dalam perjalanan menuju rumah Xiao Ziya masih memikirkan siapa orang yang telah membantu Yanzuro Zee mendapat kekuatan yang cukup mengerikan, mungkinkah itu ayah tirinya yang ingin membunuh tanpa meninggalkan jejak? atau ada pihak lain dari dunia manusia abadi yang menginginkan kematiannya.


Tak lama kemudian Xiao Ziya sampai di rumah yang ia sewa, gadis itu masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar. Mungkin untuk saat ini ia harus segera pergi menuju dunia manusia abadi untuk menyelesaikan masalah utamanya yang ada di sana.


Tok tok tok.

__ADS_1


Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang, dengan langkah gontai Xiao Ziya membuka pintu kamarnya ternyata Xiao Xinzo yang datang.


"Selamat malam adik Ziya." ucap Xiao Xinzo yang menyapa adik sepupunya itu, ia melihat raut wajah cemas dari Xiao Ziya mungkin ada hal buruk yang baru saja terjadi pada gadis itu.


"Selamat malam Xinzo Gege, ada keperluan apa kau mencari saya?." tanya Xiao Ziya dengan nada malas karna ia merasa cukup lelah untuk hari ini.


"Saya hanya ingin melihat kondisiku saja, maaf telah mengganggu waktu istirahat adik Ziya. Saya pamit kembali ke kamar saja." ucap Xiao Xinzo membungkukkan badan kemudian pergi meninggalkan Xiao Ziya, sebenarnya pemuda itu ingin menanyakan beberapa hal pada sang adik sepupu namun ia langsung mengurungkan niatnya itu saat melihat ekspresi Xiao Ziya.


"Sungguh aneh." ucap Xiao Ziya, ia kembali masuk kedalam kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk kemudian mulai memejamkan mata.


Di tempat lain tepatnya dunia manusia abadi, Raja Anling Zee dari kerajaan Bulan mendapat serangan balik dari kekuatan yang ia berikan pada Yanzuro Zee. Dengan adanya serangan balik menandakan bahwa Yanzuro sudah meninggal, sangat disayangkan manusia bisa sepertinya tak akan mampu berbuat apa apa pada gadis sekuat Xiao Ziya.


Raja Anling Zee memuntahkan seteguk darah berwarna kehitaman, ia merasakan sesak di dadanya. Raja Anling Zee sangat kecewa dengan performa Yanzuro yang sangat buruk, ia baru saya memberikan kekuatan itu beberapa jam yang lalu dan sekarang pria itu sudah tewas.


"Sangat disayangkan bonekaku tak berguna." ucap Raja Anling Zee sambil meremas tangannya kuat kuat, jika ia tak segera menyingkirkan Xiao Ziya maka konflik antara Kerajaan Bulan dan Kerajaan Penguasa Bintang Timur akan semakin besar.


Andai saja Raja Anling Zee tau bahwa Xiao Ziya berselisih paham dengan ayah tirinya yaitu Raja dari Kerajaan Bintang Timur mungkin Raja Anling Zee akan berpihak pada gadis itu. Namun semua sudah terlambat setelah Xiao Ziya tau siapa dalang di balik kejadian ini maka ia akan membunuh orang itu agar tak menimbulkan kekacauan di masa depan.


"Sepertinya aku harus membuat rencana baru, kapan gadis itu akan datang kesini?." ucap Raja Anling Zee yang ingin menyiapkan sambutan luar biasa untuk Xiao Ziya.


Di saat Raja Anling Zee sedang membuat rencana untuk menyingkirkan gadis itu, Raja Artur malah sibuk memikirkan bagaimana cara ia melindungi penerusnya yang akan pergi ke dunia manusia abadi jika bisa Raja Artur akan mencegah Xiao Ziya pergi kesana.


"Hah anak nakal itu membuatku cemas." ucap Raja Artur dengan wajah frustasi, ia ingin menyusul Xiao Ziya ke dunia semesta tingkat rendah akan tetapi tugasnya sebagai penguasa neraka tak bisa di tinggalkan begitu saja. Ia ingin meminta bantuan pada cucunya namun sang cucu sibuk mengurus Kerajaan Daun Perak, entah bagaimana Raja Artur bisa menjalankan amanah dari sang malaikat kematian.


"Jika aku tak bisa melindungi gadis itu akankah terjadi perang antara alam neraka dan alam tempat malaikat kematian itu tinggal?." ucap Raja Artur yang semakin cemas, banyak hal yang harus ia pikirkan saat ini. Ia juga tak tau jika penerusnya itu memiliki latar belakang yang sangat rumit seperti ini.


"Prajurit tolong panggilkan beberapa jenderal terbaik yang kita miliki." ucap Raja Artur yang meminta agar prajurit yang berjaga di depan ruang kerjanya pergi ke tempat pelatihan untuk memanggil beberapa jenderal neraka terbaik yang mereka miliki.


Untuk sementara waktu Raja Artur akan meminta beberapa jenderal neraka terbaiknya untuk mengawasi kondisi Xiao Ziya saat berada di dunia manusia abadi, bila terjadi hal yang mengancam nyawa gadis itu maka Raja Artur akan datang sendiri ke dunia manusia abadi untuk membantu Xiao Ziya.


"Semoga saja tak ada hal buruk terjadi saat gadis itu pergi ke sana." ucap Raja Artur penuh dengan harapan, walaupun status Xiao Ziya kemungkinan lebih tinggi daripada dirinya tak menutup kemungkinan bahwa Raja Artur sangat menyayangi anak nakal itu.


Di tempat lain tepatnya Dunia atas kabar mengenai Xiao Ziya yang ingin pergi ke dunia manusia abadi sudah sampai di telinga Raja Zeus dan kedua putranya Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz. Mereka bertiga sangat mencemaskan keselamatan adik perempuannya, meski Xiao Ziya sangatlah kuat orang orang dengan status tinggi yang ada di dunia manusia abadi mungkin lebih kuat daripada gadis itu.


"Kami harus menyusul adik Ziya kesana." ucap Pangeran Zeeling yang tak bisa membiarkan adik perempuannya pergi ke tempat berbahaya seperti itu sendirian.


"Kami akan membantu adik Ziya melawan orang orang jahat yang ada di sana." ucap Pangeran Anz dengan ekspresi kesalnya, ia tak suka saat orang orang mencari masalah dengan adik perempuannya itu.


Raja Zeus senang mendengar kedua putranya sangat peduli dengan adik angkat mereka, akan tetapi apa yang bisa mereka berdua lakukan? jika mereka datang kesana bukannya membantu mereka hanya akan menjadi beban saja.


"Bukannya ayah ingin melarang kalian, jika kalian kesana kehadiran kalian hanya akan menjadi kelemahan dari nona Xiao Ziya." ucap Raja Zeus secara terang terangan pada kedua putranya, lagipula saat ini putrinya itu masih berada di dunia semesta tingkat rendah untuk menyelesaikan masalah pengalihan pemimpin.


"Mengapa kami menjadi kelemahan adik Ziya? jika kami ada di sana kami bisa membantu memperkuat adik Ziya." ucap Anz yang belum mengerti bahaya apa yang akan mereka hadapi jika ikut bersama Xiao Ziya ke dunia manusia abadi.


"Kemungkinan besar ada musuh yang sangat kuat sedang mengincar adik kalian, jika kalian ikut maka kalian akan menjadi sandera." ucap Raja Zeus, ia menjelaskan secara singkat kepada kedua putranya itu agar mereka mengerti masalah kali ini bukanlah masalah kecil yang bisa di selesaikan dengan mudah.


"Baiklah jika begitu kami tak akan memaksakan diri untuk ikut pergi kesana, namun saat adik benar benar dalam bahaya ayah harus membantunya." ucap Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz secara bersamaan. Sang ayah memiliki kekuatan yang lebih besar daripada dirinya, oleh karna itu ayah mereka akan lebih membantu daripada kehadiran mereka berdua.


"Tentu, ayah akan pergi kesana bersama Yang Mulia Raja Artur bila hal buruk terjadi pada adik kalian." ucap Raja Zeus, perkataanya menenangkan kedua putranya itu.

__ADS_1


Ia akan benar benar pergi ke dunia manusia abadi jika ada hal buruk yang terjadi pada Xiao Ziya, selain sebagai putri yang sangat ia sayangi gadis itu juga memiliki posisi sebagai penerus tahta alam neraka artinya Xiao Ziya atasan dari Raja Artur.


"Ayah tak akan membiarkan putri ayah terluka." ucap Raja Zeus penuh dengan keyakinan, meski ia harus kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan Xiao Ziya.


Waktupun terus berjalan dan pagi telah datang menggantikan dinginnya malam, Xiao Ziya bangun lebih awal daripada teman temannya yang lain gadis itu harus pergi ke gedung tempatnya menyewa rumah untuk menanyakan apakah tempat yang ia minta sudah di siapkan ataukah belum.


"Selamat pagi nona Ziya." ucap Lu Yang, ia baru keluar dari kamar dan melihat Xiao Ziya hendak pergi dari rumah.


"Selamat pagi." jawab Xiao Ziya singkat.


"Kemana nona akan pergi sepagi ini?." tanya Lu Yang, ia merasa penasaran apakah nonanya itu pergi untuk berlatih ataukah ada urusan lain.


"Saya ingin melihat lihat tempat yang cocok untuk membuka sekolah seni bela diri." jawab Xiao Ziya, ia langsung pergi karna tak ingin membuang waktu terlalu lama. Masalah yang akan datang tak akan pernah menunggu untuk seseorang siap terlebih dahulu.


"Hah nona memang selalu sibuk." ucap Lu Yang, ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu kemudian keluar untuk mencari udara segar.


Tak lama setelah itu Xiao Ziya sampai di gedung jasa sewa bangunan dan tanah, ia masuk kedalam dan melihat lihat apakah seller yang melayaninya tempo lalu ada di sana.


"Permisi ada yang bisa saya bantu?." ucap seorang pemuda dengan paras lumayan tampan sedang tersenyum pada Xiao Ziya.


"Saya ingin mencari seorang seller bernama Yiana Jung." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi. Pemuda itu sempat terdiam sejenak ia sedang mengingat ingat apakah ada pekerja bernama Yiana Jung di sana.


"Saat ini senior Yiana Jung sedang melayani seorang pelanggan, jika anda ada keperluan pribadi dengan senior Yiana Jung silahkan menunggu di ruang tunggu." ucap pemuda itu dengan ramah namun Xiao Ziya tau sorot mata apa yang sedang ia perlihatkan pada Xiao Ziya.


"Saya tak punya banyak waktu untuk menunggu tolong katakan Xiao Ziya datang untuk bertransaksi." ucap Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas. Akhirnya pemuda itu tau bahwa gadis yang ada di hadapannya seorang pelanggan, iapun pergi untuk memanggil seniornya.


Setelah beberapa menit berlalu seorang wanita muda berlari menuju ke arah Xiao Ziya, wanita muda itu adalah Yiana Jung ia merasa tak enak hati membiarkan pelanggan vvipnya menunggu lama.


"Maaf karna membuat nona Ziya menunggu lama, saya minta maaf sebesar besarnya." ucap Yiana Jung sambil membungkukkan badan berkali kali. Melihat tingkah sang seller membuat Xiao Ziya tertawa kecil, ternyata masih ada orang dengan etika baik seperti ini.


"Saya tak akan mempermasalahkan hal ini, apakah tempat yang saya pesan sudah kalian persiapkan?." tanya Xiao Ziya, ia harap sang seller tak akan mengecewakannya.


Tanpa basa basi lagi Yiana Jung mengambil beberapa lembar gambar dari dalam tasnya, di sana sudah ada gambar gambar serta rincian beberapa tempat strategis yang bisa dijadikan sebagai sekolah seni bela diri. Xiao Ziya melihat lihat gambar itu, ia sedang mempertimbangkan mana yang akan ia sewa untuk beberapa tahun kedepan. Setelah dua jam benih berlalu akhirnya transaksi antara kedua pihak berjalan dengan lancar, kali ini Xiao Ziya memberi tips besar untuk Yiana Jung atas kerja kerasnya.


"Ini terlalu banyak untuk saya." ucap Yiana Jung, ia merasa tak enak hati menerima tips yang sangat besar seperti ini.


"Itu hanya uang sepuluh juta bukan nominal yang besar, uang itu pantas atas kerja kerasmu melayani keinginan saya." ucap Xiao Ziya yang tak mempermasalahkan tips sebesar sepuluh juta itu.


Bagi Yiana Jung uang tips sebesar sepuluh juta adalah hal yang sangat luar biasa, uang itu setara dengan tiga bulan gajinya jika memiliki pelanggan yang memenuhi target. Yiana Jung menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, apakah gadis itu adalah orang kaya yang sesungguhnya?.


"Baiklah urus surat surat yang lain dan antar ke rumah saya, saya akan pergi ke tempat ini untuk mengeceknya." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari gedung jasa sewa itu.


Tempat yang akan dijadikan sekolah bela diri berada tak jauh dari pusat kota, tempat itu memiliki sebuah bangunan yang cukup luas dan halaman yang empat kali lipat lebih luas daripada bangunan utama. Xiao Ziya sengaja datang kesana terlebih dahulu untuk melihat apakah ada arwah jahat yang menjaganya, sebuah bangunan yang sudah lama ditinggalkan pasti memiliki aura negatif yang sangat besar.


"Mungkin ada hal menarik yang akan saya temui di sana." ucap Xiao Ziya dengan seringai menakutkan miliknya.


Gadis itu melesat dengan kecepatan penuh agar tak memakan waktu lama, penduduk dunia semesta tingkat rendah belum terbiasa dengan sebuah kilatan cahaya yang lewat di depan mereka.


"Para kultivator memang suka melakukan hal hal seperti itu." ucap seorang kakek tua yang sedang bersantai di halaman rumahnya, ia melihat bayangan Xiao Ziya yang melintasi halamannya dengan cepat.

__ADS_1


Hai hai semua aku kembali lagi maaf udah hiat selama tiga hari karna ada beberapa urusan penting yang harus aku prioritasin terlebih dahulu. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya.


__ADS_2