RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kerusuhan


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, kini sang bulan telah tergantikan oleh sang mentari. Xiao Ziya yang masih merasa ngantuk enggan bangun dari tempat tidurnya. Sedangkan kini di depan paviliun Xiao Ziya yang ada di Akademi Merpati telah dipenuhi banyak orang, mereka adalah para petinggi dari Akademi Merpati.


"Kepala akademi cepatlah panggil nona yang menempati paviliun ini." ucap Ning Ruhi yang sangat penasaran dengan rupa nona yang membeli tanah kosong yang tiba tiba ada sebuah bangunan yang luas.


"Saya akan memanggilnya." ucap Xi Subi yang merasa ragu karna ia merasa bahwa Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya.


Xi Sunbi memanggil Xiao Ziya beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam paviliun sehingga mereka terpaksa menunggu di luar gerbang paviliun, Xiao Ziya yang sedang tertidur lelap merasa terganggu karna ada yang memanggil manggil namanya. Dengan terpaksa gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai Xiao Ziya keluar dari paviliunnya dan berjalan ke gerbang depan, saat membuka gerbang utama banyak sekali orang orang yang menunggu Xiao Ziya di depan gerbang.


"Mengapa kalian semua ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang merasa keheranan mengapa banyak sekali orang yang sedang berdiri di depan gerbang masuk paviliunnya.


Selain Xiao Ziya yang terkejut ternyata para petinggi Akademi Merpati lebih terkejut daripada gadis itu, siapa yang akan mengira bahwa nona yang kepala akademi maksud adalah seorang gadis yang masih berusia sebelas tahun.


"Selamat pagi nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang memberikan hormat pada Xiao Ziya.


"Selamat pagi juga Kepala Akademi." ucap Xiao Ziya yang membalas salam hormat dari Kepala Akademi Merpati.


"Saya dan petinggi yang lain datang kesini untuk melihat lihat bagian dalam dari paviliun anda jika nona mengizinkannya." ucap Xi Sunbi yang meminta izin terlebih dahulu pada Xiao Ziya saat akan masuk kedalam paviliunnya.


Namun beberapa petinggi yang sudah tak sabar dan tak menganggap satatus Xiao Ziya penting langsung masuk melewati gerbang masuk paviliun tanpa meminta izin pada gadis itu. Xiao Ziya yang merasa dihiraukan oleh mereka akhirnya juga ikut masuk kedalam bersama beberap petinggi lain yang masih bersikap sopan pada Xiao Ziya.


"Apa yang kalian lakukan, mengapa tak menunggu persetujuan dari nona Ziya sebelum masuk kedalam." ucap Xi Sunbi yang merasa sangat malu dengan kelakuan sebagian petinggi di akademinya.


"Hah mengapa harus meminta izin pada bocah ingusan itu, dia bahkan tak bisa melakukan apa apa." ucap Ning Runhi yang sepertinya memang tak menyukai Xiao Ziya sedari awal. Xiao Ziya yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"Maaf atas kecerobohan saya nona." ucap Xi Sunbi yang merasa bersalah pada Xiao Ziya atas apa yang dilakukan oleh para petinggi akademi.


Bukan hanya tak meminta izin pada Xiao Ziya, sebagian dari mereka ingin mencabut beberapa tanaman langka yang ada di halaman depan paviliun Xiao Ziya. Karna Xiao Ziya sangat tak suka ketika ada orang yang mengambil barang miliknya tanpa izin akhirnya mengrluarkan beberapa belati dari cincin semestanya. Xiao Ziya langsung melesatkan belati itu hingga melukai beberapa petinggi akademi yang sangat tak sopan padanya.


"Mengapau kau melukai kami bocah ingusan." ucap Saoru yang merasa perih dibagian punggung telapak tangannya karna mendapat sebuah luka goresan yang lebih dalam.


"Kau hanya menumpang hidup saja di sini, paviliun ini tentu milik Akademi Merpati." ucap Ning Runhi yang memancing kemarahan dari Xiao Ziya. Bagaimana bisa bangunan yang Xiao Ziya buat sendiri dan berdiri di tanah miliknya sendiri bisa menjadi milik orang lain.


Xiao Ziya yang mulai tak suka dengan tingkah petinggi Akademi Merpati, mereka berbicara dan bertingkah sesuka hati mereka.


"Kalian ingin mati dengan cara seperti apa?." tanya Xiao Ziya dengan nada dinginnya.


Xi Sunbi yang mendengar perkataan dari Xiao Ziya sudah faham bahwa gadis itu tak sedang bercanda dengan apa yang ia katakan, jika beberapa petinggi itu tak segera sadar dan meminta maaf maka kematianlah hadiah yang akan mereka dapatkan.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian hentikan kekonyolan itu, minta maaflah pada nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang memberi peringatan pada mereka.


"Kalian sudah dewasa mengapa bersikap seperti ini." ucap Wingyan ketua kedua yang sudah kenal dengan Xiao Ziya.


Namun beberapa petinggi itu terap saja tak mendengarkan peringatan yang diberi oleh kepala akademi dan juga ketua kedua. Mata Xiao Ziya semakin menajam, warna bola mata gadis itu beralih menjadi merah darah ia menatap kearah orang orang tak tau diri yang ada di hadapannya. Seketika para petinggi yang ada di sana merasan aura membunuh yang sangat pekat, sebagian dari petinggi akademi pingsan karna tak kuat dengan aura membunuh yang Xiao Ziya pancarkan.


"Pergilah dari paviliunku sebelum saya melepas kepala kalian." ucap Xiao Ziya yang mengatakannya penuh dengan penekanan, karna merasa sangat ketakutan akhirnya para petinggi yang berniat menguasai paviliun milik Xiao Ziya itu pergi.


Xiao Ziya kembali pada penampilan normalnya, gadis itu tak ingin membuat masalah dengan orang orang yang ada di Akademi Merpati namun jika sekali lagi mereka mengusik ketenangannya maka tak ada lagi pengampunan. Xi Sunbi yang masih ada di sana bersama beberapa orang merasa sangat lega karna teman teman mereka tak jadi meregang nyawa.


"Trimakasih atas kebaikan nona yang membiarkan mereka untuk pergi." ucap Xi Sunbi yang merasa bahwa Xiao Ziya sudah menekan emosinya agar tak melukai para petinggi akademi yany sudah membuatnya marah itu.


"Kalian juga pergilah, saya ingin menenangkan diri terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang meminta Kepala Akademi Merpati bersama dengan beberapa orang yang lain untuk pergi.


Mereka mematuhi apa yang Xiao Ziya katakan, dengan segera mereka pergi dari paviliun Xiao Ziya. Setelah semua petinggi Akademi Merpati pergi Xiao Ziya masuk kedalam paviliunnya dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu itu.


Ditempat lain saat ini orang orang yang ada di kota kecil milik Xiao Ziya sudah berlatih dengan sangat keras hingga kecepatan kultivasi para pasukan khusus milik Xiao Ziya melesat dengan cepat. Mereka merasa menjadi lebih kuat adalah kewajiban mereka semua agar nona yang sudah menebus mereka dari pasar budak tak merasa kecewa.


"Sudah beberapa hari ini nona Ziya tak berkunjung kesini apa yang sedang nona lakukan." ucap Sen Linju salah satu prajurit khusus milik Xiao Ziya.


"Mungkin nona muda sedang sibuk." jawab salah satu temannya.


Hari sudah mulai siang dan Xiao Ziya baru saja selesai mengumpulkan semua nyawanya, setelah merasa bosan hanya berdiam diri di dalam kamar saja akhirnya Xiao Ziya memilih untuk berjalan jalan di sekitar Akademi Merpati. Xiao Ziya tiba di sebuah lapangan yang cukup luas di sana ada beberapa murid Akademi Merpati yang sedang berlatih seni pedang.


Xiao Ziya melihat mereka dari jarak yang bisa dibilang cukup jauh karna ia tak ingin mengganggu latihan para Murid Akademi Merpati. Hingga ada seorang gadis yang menghampirinya dengan raut wajah kesal.


"Hey kau kemarilah." triak gadis itu pada Xiao Ziya, sedangkan Xiao Ziya yang merasa tak kenal dengan gadis itu hanya berdiam diri di tempatnya semula.


Karna merasa tak di dengar oleh Xiao Ziya akhirnya sang gadis melesat ke arah Xiao Ziya. Ternyata gadia itu adalah Wu Ning, gadis yang menabrak Xiao Ziya semalam namun Wu Ning pergi begitu saja tanpa meminta maaf akhirnya Xiao Ziya membalas perbuatan Wu Ning.


"Akhirnya aku menemukanmu, bukankah ini masih jam berlatih pedang mengapa kau ada di sini bukannya berlatih bersama teman temanmu." ucap Wu Ning yang mengingatkan Xiao Ziya dengan nada ketusnya.


"Mengapa saya harus berlatih bersama kalian?." tanya Xiao Ziya yang memang bukan murid dari Akademi Merpati. Mendapat jawaban seperti itu membuat Wu Ning semakin tak suka pada Xiao Ziya.


Wu Ning menatap Xiao Ziya dengan tajam kemudian menjambak keras rambut Xiao Ziya hingga Xiao Ziya merasakan sakit. Karna tak terima rambutnya yang indah di jambak oleh sembarangan orang Xiao Ziya berbalik menjambak rambut Wu Ning hingga sebagian rambut gadis itu rontok. Wu Ning yang tak terima Xiao Ziya merontokkan rambutnya berniat untuk membalas namun anehnya sekeras apapun ia menarik rambut Xiao Ziya tetap saja tak ada sehelai rambutnya yang rontok.


"Mengapa susah sekali membuat rambutmu rontok." ucap Wu Ning yang masih menarik narik rambut Xiao Ziya. Wu Ning tak sadar bahwa sudah banyak helai rambutnya yang rontok mungkin Wu Ning akan botak jika Xiao Ziya terus menarik rambut gadis itu.

__ADS_1


Melihat dua orang gadis yang sedang bertengkar di ujung lapangan membuat beberapa guru murid luar dan guru murid dalam datang menghampiri mereka. Saat melihat yang sedang bertengkar adalah Xiao Ziya dan salah satu murid dalam membuat para guru semakin bingung apa yang harus dilakukan.


"Berhenti mengapa kalian bertengkar seperti anak kecil." ucap Ma Ruxi salah satu guru murid dalam yang sedang berusaha memisahkan mereka berdua.


"Maaf paman namun saya memang masih berusia sebelas tahun entahlah dengan nenek tua yang ada di hadapan saya." ucap Xiao Ziya yang sudah berhenti menarik rambut Wu Ning karna ia tau bagian tengah kepala gadis itu sudah botak namun Wu Ning masih tak menyadari hal itu.


"Siapa yang kau panggil nenek tua gadis sialan. Guru Xi Jinhu lebih baik kau bawa muridmu yang menyebalkan itu." ucap Wu Ning yang masih saja keras kepala mengira Xiao Ziya adalah salah satu murid luar dari Akademi Merpati.


"Maaf Wu Ning nona ini bukan murid akademi." ucap Xi Jinhu salah satu guru murid luar.


Wu Ning yang mendengar jawaban dari guru Xi Jinhu sedikit bingung jika gadis yang ada di hadapannya bukab murid luar apakah gadis itu murid dalam baru atau bagaimana?.


"Nona ini adalah nona Xiao Ziya, seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu yang datang untuk berkunjung." ucap Binju salah satu guru murid dalam yang menjelaskan siapa Xiao Ziya pada Wu Ning agar muridnya itu tau bahwa ia telah membuat masalah dengan seorang master.


Wu Ning yang mendengar itu tentu saja tak bisa langsung percaya, gadis yang masih berumur sebelas tahun sudah menjadi seorang master? apakah dunia sedang bercanda padanya? Wu Ning yang sudah berumur tuju belas tahun masih menjadi murid dalam dari Akademi Merpati.


"Kalian semua jangan membual padaku." ucap Wu Ning yang tak ingin mempercayai apa yang ia dengar karna itu terdengar seperti sebuah kemusrahilan.


"Yang kami katakan itu benar adanya muridku." ucap Ma Ruxi yang berusaha membuat muridnya itu mengerti.


Akhirnya Xiao Ziya menunjukkan token identitasnya sebagai seorang master, Wu Ning yang melihat itu akhirnya pingsan karna ia merasa sangat kaget.


Beberapa guru mengantar Wu Ning ke ruang kesehatab sedangkan beberapa guru yang lain meminta maaf pada Xiao Ziya atas tindakan salah satu murid dari Akademi Merpati. Xiao Ziya hanya tersenyum saja karna baru kali ini ada yang mengajaknya bertengkar dengan cara yang sangat lucu yaitu saling menarik narik rambut.


"Hah ada ada saja, namun bagaimana reaksi gadia yang bernama Wu Ning itu saat tau bahwa bagian tengah kepalanya botak." ucap Xiao Ziya yang ingin tertawa terbahak bahak namun Xiao Ziya mencoba untuk menahannya karna masih banyak murid yang sedang berlatih di lapangan itu.


Xiao Ziya melesat pergi karna ia merasa lapar akhirnya Xiao Ziya mampir ke kantin Akademi Merpati untuk memesan beberapa makanan dan mengisi perutnya yang kelaparan itu.


Saat Xiao Ziya tiba di kantin suasana kantin sangat ramai, para murid sedang makan siang. Xiao Ziya yang sudah kelaparan itu sudah tak peduli lagi dengan tatapan para murid yang menatapnya dengan keheranan.


Seperti biasa Xiao Ziya memesan banyak menu yang lumayan mahal dan ibu kantin berkata bahwa makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya adalah menu makanan yang sangat jarang dipesan oleh murid murid lain karna harganya yang mahal.


"Jika saya boleh tau nona murid kelas berapa?." tanya ibu kantin yang ingin tau siapa Xiao Ziya.


"Saya dari Akademi Kekaisaran Qiyu sengaja berkunjung ke Akademi Merpati." jawab Xiao Ziya dengan singkat kemudian membayar pesananya.


Xiao Ziya memilih duduk di meja paling ujung, sembari menunggu pesananya datang Xiao Ziya bertanya pada Dewi Yin Yuer mengenai Dewa Agung baru yang telah mengusir sang dewi kecantikan. Suatu saat Xiao Ziya pasti akan datang ke dunia dewa untuk membalaskan apa yang telah para dewa itu lakukan padanya.

__ADS_1


...Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi. Jangan lupa follow yang belum follow aku ya, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun mawarpun juga ga papa kok, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, tips juga okey....


__ADS_2