
Xiao Ziya menunggu pesanannya datang sembari melihat lihat kondisi di sekitar kedai tersebut, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan Xiao Ziya dan Ziloz datang.
"Mengapa Anda memesan tiga mangkuk mie daging? bukankah kita hanya berdua saja." tanya Ziloz sembari menatap ke arah makanan yang telah diletakkan di atas meja.
"Dua mangkuk mie daging itu adalah milik saya, Anda tak perlu khawatir jika semua makanan yang saya pesan tak akan habis karna saya akan memakannya hingga tak bersisa." jawab Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
"Ternyata begitu, selamat makan Nona Ziya." ucap Ziloz, ia langsung menyantap mie daging itu dengan lahap.
Suasana di dalam kedai terpantau ramai lancar, semua pembeli antri dengan tertip dan tak ada keributan yang terjadi. Xiao Ziya menikmati makanan miliknya dengan santai tanpa ada yang mengganggu, baru saja ia merasakan ketenangan tiba tiba pria yang ia temui di penginapan tadi masuk ke dalam kedai dan mengantri bersama pembeli lain.
Untuk saat ini Xiao Ziya hanya ingin fokus menghabiskan makanan yang ia pesan tanpa mempedulikan apa yang ingin pria itu lakukan.
"Apakah Anda merasakan aura yang aneh di sekitar sini Nona Ziya?." tanya Ziloz dengan suara pelan namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Xiao Ziya.
"Ya saya merasakannya, sudahlah jangan terlalu difikirkan. Selama tak terjadi apapun kita tak perlu memancing keributan." jawab Xiao Ziya, gadis tetap fokus pada mie daging miliknya hingga terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah meja yang ia tempati.
Brak....
Suara meja Xiao Ziya yang di gebrak dengan cukup kencang oleh pria asing itu, kali ini sang pria bukan tertarik pada Xiao Ziya melainkan pada Ziloz yang duduk di samping gadis itu.
"Bau mu sungguh menjijikan." ucap si pria secara blak-blakan pada Ziloz, ucapannya tentu menyinggung perasaan dari putra Dewa Hiloz.
"Apa maksud Tuan hingga berkat demikian. Kita tak saling mengenal satu sama lain jadi jangan memancing kemarahan saya seperti ini." jawab Hiloz, ia langsung berhenti makan dan menatap tajam ke arah pria aneh itu.
"Tak mungkin jika orang dari lapisan dunia atas berteman dengan manusia biasa seperti gadis itu, mengapa aura yang kau miliki sangat murni?. Ini terkesan sangat mencurigakan, atau mungkin para dewa sedang tidak mempunyai pekerjaan lain hingga mereka bermain main dengan para manusia?." ucap pria itu dengan tatapan menyelidik.
"Anda tidak perlu tau siapa saya dan apa yang ingin saya lakukan di tempat ini. Jangan mengganggu orang lain yang sedang menikmati makan siangnya." tegur Ziloz.
Tangan pria itu hendak menyentuh Ziloz akan tetapi langsung ditepis dengan cukup keras oleh Xiao Ziya. Gadis itu terlihat marah dengan sikap lancang pria yang tidak dikenalnya itu, kehadiran para Dewa ataupun Dewi ke dunia bawah bukanlah hal yang mencurigakan karna mereka mendapatkan banyan tugas. Yang lebih mencurigakan adalah kehadiran sosok pria asing itu dengan aura kehidupan yang sangat rendah.
"Silahkan pergi ke meja Anda dan jangan mengganggu kami yang sedang makan." ucap Xiao Ziya, gadis itu memberikan peringatan pertama.
"Ahahaha apakah gadis kecil seperti mu berfikir bahwa aku akan merasa takut?" ucap sang pria asing sembari menertawakan Xiao Ziya dengan cukup kencang.
"Silahkan Anda kembali ke tempat duduk yang telah Anda pesan. Mengganggu orang lain bukanlah tindakan yang baik." ini adalah peringatan kedua dati Xiao Ziya untuk pria tersebut.
Bukannya pergi pria itu semakin menyebalkan dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan remeh, gadis tanpa kultivasi sepertinya ingin menggertak? sungguh tindakan yang bodoh.
"Sepertinya Anda sudah merasa bosan melihat keindahan dunia, mari saya bantu untuk menghilangkan Indra penglihatan Anda yang tidak berguna ini." ucap Xiao Ziya dengan tangan yang mengepal.
__ADS_1
"Ah saya merasa sangat takut. Mari kita bertemu di belakang kedai setelah selesai makan siang." ucap sang pria asing yang langsung pergi meninggalkan Xiao Ziya dan kembali ke bangkunya.
Xiao Ziya kembali menikmati mie daging miliknya hingga habis, ia segera membayar pesanannya dan Hiloz kemudian Ziya menunggu di halaman depan kedai tersebut. Sebenarnya Ziloz ingin kembali ke Dunia Dewa dan Dewi namun ia rasa cukup seru menonton Nona Muda Xiao Ziya memberikan pelajaran pada laki laki itu. Cukup lama mereka berdua menunggu hingga sang laki laki asing keluar dengan ekspresi wajah meledek.
"Saya kira kalian berdua sudah pergi sedari tadi, ternyata kalian punya nyali yang besar." ucap pria asing itu.
"Tidak ada alasan merasa takut dengan orang yang sudah dekat dengan ajalnya. Jika kedatangan Anda ke dunia bawah hanya untuk membuat keributan maka segeralah pergi." ucap Xiao Ziya, ia memberikan peringatan pada pria itu.
"Ahahaha menangnya siapa kau ini hingga berani mengusir ku?. Seorang gadis kecil dan pria remaja dengan aura yang sedikit berbeda. Apakah kalian fikir aku akan takut dengan ancaman anak anak seperti ini?." ledek pria itu. Xiao Ziya menatapnya dengan kesal, siapa yang disebut dengan anak anak? ia sudah berusia lima belas tahun dan bukan anak kecil lagi.
"Sebaiknya Gege jangan ikut campur dalam masalah ini karna saya ingin menyelesaikannya sendiri." ucap Xiao Ziya.
Ziloz dengan segera menganggukkan kepalanya, ucapan dari Xiao Ziya merupakan perintah mutlak yang tak akan ia langgar ataupun abaikan begitu saja. Kini Ziloz mundur beberapa langkah untuk mencapai jarak aman, ia membuat sihir pelindung di area kedai agar tak terjadi kerusakan ataupun adanya korban jiwa dari kalangan penduduk sekitar. Setelah semuanya selesai Ziloz mengacungkan jempolnya pada Xiao Ziya, kini saatnya begi Ziya untuk memberi pelajaran pada pria asing itu.
"Mari kita selesaikan masalah ini sekarang juga, karna Anda bersikeras tak ingin pergi maka saya akan menggunakan kekerasan." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius.
Pria asing itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, jadi gadis itu benar benar menantangnya? sungguh sesuatu yang tak terduga. Pria itu meludah ke sembarang tempat sebagai isyarat bahwa ia yakin gadis itu lawan yang sangat mudah.
"Majulah terlebih dahulu, saya tak ingin dianggap pengecut karna menyerang seorang gadis muda dengan brutal." tantang pria tersebut. Jika ia tau seberapa kuat gadis yang sedang diremehkannya itu mungkin kata kata barusan tak akan pernah terucap dari mulutnya.
"Baiklah jika itu keputusan Anda maka saya akan menghargainya. Jangan sampai ada yang bilang saya sengaja menyerang seseorang tanpa ada perlawanan, bertahanlah dalam serangan pertama saya ini." ucap Xiao Ziya. Ia tersenyum dengan begitu mengerikan bahkan matanya mengeluarkan cahaya berwarna merah darah.
Xiao Ziya mengambil pedang hitamnya dari dalam cincin semesta kemudian memfokuskan pandangannya pada pria itu, aura membunuh yang sangat pekat dan mengerikan keluar dari tubuh Ziya. Pria asing yang menatapnya dengan remeh tadi mulai gemetaran, insting pria itu mengatakan bahwa ia akan mati konyol di tangan seorang gadis muda.
Sebuah perisai berwarna hitam dengan lambang tengkorak di bagian tengahnya sedang menahan serangan dari pedang hitam milik Ziya. Meskipun perisai itu terlihat sangat kuat dan kokoh, sebentar lagi ia akan hancur.
Krak....
Terdengar suara retakan dari perisai itu dan tiba tiba saja sudah hancur menjadi abu. Sang pria asing membelalak matanya dengan tatapan tak percaya, perisai pemberian tuan mudanya dapat hancur dengan begitu mudah di tangan gadis itu.
Pedang hitam milik Xiao Ziya menggores dada pria itu dengan luka yang cukup parah, sang pria meringis menahan sakit.
"Siapa gadis gila ini sebenarnya, mengapa ia begitu kuat." gumam pria asing dengan suara pelan.
"Uhuk uhuk... sepertinya aku harus segera pergi dari tempat ini dan melapor pada tuan muda." batin pria asing itu dengan tatapan dingin yang ia arahkan pada Xiao Ziya.
"Ck jika sedari awal Anda adalah seorang pengecut yang hanya bisa melarikan diri saat pertandingan berlangsung, jangan bersikap seolah olah Anda adalah seorang pria dengan kehormatan yang tinggi." komentar Xiao Ziya setelah mendengar isi fikiran dari lawannya.
"Sialan kau, aku merasa ditipu. Bagaimana mungkin seorang gadis tanpa kultivasi seperti mu memiliki kekuatan semengerikan ini." protes pria asing itu. Semua kemampuan yang dimiliki oleh gadis yang tengah menjadi lawannya sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"Tidak memiliki kultivasi? mungkin tingkatan Anda terlalu rendah untuk melihat tingkat kultivasi milik saya." jawab Xiao Ziya dengan senyum dingin. Ia sudah memberikan beberapa kesempatan pada pria asing itu untuk segera pergi dari dunia bawah, akan tetapi kesempatan yang ia berikan disia-siakan begitu saja. Jadi pria itu memilih untuk mati di tangan Xiao Ziya daripada kembali ke tempat asalnya dengan selamat.
"Si...siapa kau sebenarnya?!." tanya pria asing itu dengan sedikit berteriak.
"Mungkin saya sosok yang sedang di cari oleh tuan muda Anda. Meskipun saya tidak tau darimana Anda berasal namun saya yakin Anda tinggal di tempat yang sama dengan beberapa orang aneh yang saya bunuh." jawab Xiao Ziya.
Pria itu menggenggam tangannya dengan erat, kedua kepalan tangan pria itu mengeluarkan api berwarna ungu kehitaman. Sang pria berlari ke arah Xiao Ziya secepat yang ia bisa kemudian melayangkan beberapa pukulan pada gadis itu.
"Inikah kemampuan yang Anda miliki untuk menangkap dan membawa saya pergi? yah masih butuh waktu selama ribuan tahun agar Anda setara dengan saya." ucap Xiao Ziya. Ia dengan mudah menghindari puluhan pukulan dari pria itu.
Kemampuan pria asing itu tidaklah buruk, api berwarna ungu miliknya memiliki efek penghancur yang sangat kuat bahkan bisa membakar siapapun yang tersentuh olehnya. Yang menjadi permasalahan adalah pria itu memilih lawan yang salah, Xiao Ziya tak akan terpengaruh oleh api itu karna beberapa jenis api yang ada di dalam tubuhnya jauh lebih kuat.
"Diamlah gadis sialan!." umpat pria itu pada Xiao Ziya. Ia masih berusaha mengenai Xiao Ziya meskipun gagal ratusan kali.
"Biar saya tunjukkan bagaimana cara memukul yang benar." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan. Hiloz yang saat ini sedang menonton pertandingan tersebut sampai merinding setelah melihat seringai nona mudanya.
Xiao Ziya mengepalkan tangannya dengan erat, ia mengumpulkan beberapa energi yang ada di dalam tubuh kemudian menyalurkan energi itu pada kedua telapak tangannya. Setelah dirasa cukup Xiao Ziya langsung memukul pria asing itu dengan menggunakan 0,001 persen kekuatan yang ia miliki.
Bruak....
Duar .....
Suara yang begitu nyaring dan kekencangan. Pria itu menabrak beberapa pohon hingga timbang dan sebagian dari tubuhnya juga hancur. Xiao Ziya melesat ke arah pria tersebut kemudian menginjak perut sang pria yang sedang terluka.
"Ini baru namanya sebuah pukulan telak." ucap Xiao Ziya dengan senyuman puas.
"Saya akan melaporkan pada Tuan Muda mengenai kekuatan Anda ini, jangan harap Anda bisa menghancurkan tempat tinggal kami." ucap pria itu dengan terbata-bata.
"Ya lakukan saja jika bisa." setelah mengatakan hal itu Xiao Ziya langsung memotong leher pria itu menggunakan pedang hitamnya, ia juga membakar jasad sang pria untuk menghilangkan jejak.
Pertarungan antara Xiao Ziya dengan pria asing tersebut akhirnya berakhir, semua pengunjung kedai yang menonton sedari tadi merasa lega karna nona muda mereka baik baik saja. Ziloz beejalan mendekat ke arah Ziya, ia bertepuk tangan dengan cukup heboh sehingga membuat Ziya sedikit malu.
"Sepertinya pria itu tak mencari informasi terlebih dahulu sebelum mengusik Anda, dia pasti menjadi bagian dari Alam Neraka saat ini." ucap Ziloz dengan senyuman puas.
"Karna semuanya telah selesai apakah Ziloz Gege tak ingin kembali? saya khawatir Dewa Hiloz sedang mencemaskan keadaan Anda." Ziya mengingatkan Ziloz bahwa ia sudah terlalu lama berada di Dunia Bawah dan harus segera kembali.
"Saya hampir melupakan hal itu. Jika Anda mempunyai waktu luang, mampirlah ke Alam Dewa Dewi karna banyak yang merindukan kehadiran Nona Xiao Ziya. Terimakasih untuk traktirannya hari ini, sampai jumpa lagi Nona Ziya." ucap Ziloz. Dalam sekejap mata ia menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
Xiao Ziya menatap ke arah langit beberapa saat, setelahnya ia segera pergi menuju penginapan untuk bersiap siap dalam pertemuan yang diadakan sore nanti. Kini suasana di sekitar wilayah bagian selatan terpantau aman tanpa ada gangguan, Xiao Ziya sedang berendam di dalam bak mandi besar sembari mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
__ADS_1
"Huft masih banyak yang harus saya lakukan. Sepertinya hidup tenang tanpa gangguan apapun adalah sebuah hal yang tabu." gumam Xiao Ziya dengan senyuman tipis dan wajah lelahnya yang terlihat begitu jelas.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.