RATU IBLIS

RATU IBLIS
Peperangan Terbuka


__ADS_3

Xiao Ziya meminta pasukan khusus miliknya untuk berbaris dan beriringan dengan para prajurit Kekaisaran Qiyu yang ada di sana, setelah itu ia meminta semua orang untuk mendengar apa yang sudah ia rencanakan. Sebuah rencana yang sangat bagus dan juga matang, Kaisar Yan dan Jenderal Zue setuju dengan rencana yang dibuat oleh Xiao Ziya. Tiba tiba mata gadis itu menatap tajam ke arah beberapa prajurit Kekaisaran Qiyu sepertinya gadis itu sudah mencium bau mata mata diantara mereka.


"Ikat mereka." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sulur hitam dari telapak tangan kemudian sulur sulur hitam itu merambat ke arah beberapa prajurit kekaisaran dan mengikat tubuh mereka dengan sangat kencang.


"Ada apa adik Ziya?." tanya Kaisar Yan, ia tak mengerti mengapa tiba tiba adik perempuannya itu mengikat lima prajurit kekaisaran.


"Mereka adalah mata mata dari luar." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan ekspresi dinginnya, semua prajurit yang ada di sana menatap ke arah lima rekan mereka bagaimana bisa rekan yang mereka kenal lama menjadi mata mata dari pihak luar apakah Xiao Ziya telah salah menangkap orang atau bagaimana?.


"Mereka adalah prajurit yang sudah mengabdi lama pada Kekaisaran Qiyu." ucap Jenderal Zue yang dapat mengingat wajah kelima prajurit yang sedang diikat oleh Xiao Ziya.


"Saya tau hal itu namun uang bisa membutakan semua orang termasuk mereka berlima." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


"Jadi maksutmu mereka berhianat?." tanya Kaisar Yan yang meminta sebuah penjelasan yang lebih rinci mengenai kesalahan kelima prajurit kekaisaran itu.


"Mereka berlima beberapa waktu lalu mendapatkan tugas untuk menjaga wilayah perbatasan sekaligus benteng masuk wilayah Kekaisaran Qiyu, ada ratusan orang asing yang ingin masuk tanpa memperlihatkan token identitas mereka. Dengan sogokan berupa beberapa koin emas mereka mempersilahkan orang asing itu untuk masuk kedalam. Saya juga mendapatkan suatu fakta bahwa mereka juga dibayar oleh orang orang dari Sekte Harimau Putih untuk mengawasi pergerakan yang dilakukan oleh pihak Kekaisaran Qiyu. Kalian berlima kira bisa mengelabuhi seorang Xiao Ziya dengan mudah? ahahah jangan bermimpi." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan secara rinci apa saja kesalahan yang dilakukan oleh kelima prajurit itu selain itu ia melempar beberapa bukti berupa lembaran surat yang dibawa oleh merpati pos.


Jenderal Zue dan Kaisar Yan menatap dengan tak percaya ke arah lima prajurit Kekaisaran Qiyu itu. Bagaimana bisa mereka yang sudah mengabdi sejak lama melakukan sebuah penghianatan seperti ini, dan dengan mudahnya kedua orang itu percaya pada para kelima prajurit itu. Untung saja Xiao Ziya memiliki insting yang sangat tinggi sehingga ia bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.


"Bawa mereka kelima kepenjara bawah tanah lalu cambuk seribu kali." ucap Kaisar Yan yang sudah sangat geram dengan tingkah kelima prajurit itu.


"Berkat adik kita bisa sedikit bernafas lega sekarng." ucap Jenderal Zue yang akan lebih berhati hati lagi kedepannya, entah mengapa akhir akhir ini ia kurang fokus saat dihadapkan dengan berbagai masalah Kekaisaran Qiyu.


"Kita belum bisa bernafas lega karna beberapa orang dari Sekte Harimau Putih sedang berjalan menuju istana, sebaiknya kita bertiga menunggu mereka di aula utama." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Kaisar Yan dan Jenderal Zue untuk pergi ke aula utam terlebih dahulu karna ada satu hal yang perlu ia lakukan.


"Baiklah kami akan pergi sekarang." ucap Kaisar Yan yang pergi meninggalkan tempat latihan para prajurit kekaisaran bersama dengan Jenderal Zue.


"Jadi untuk kalian para pasukan khusus saya serta para prajurit kekaisaran saya minta kalian untuk tetap berada di area latihan hingga orang orang dari Sekte Harimau Putih pergi, jika kalian lapar panggil saya pelayan untuk membawakan makanan kesini. Saya akan membuat sebuah dinding pembatas agar mata mata dari pihak musuh tak bisa mengawasi kalian saat berlatih kalian mengerti!!!." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada semua prajurit yang ada di sana.


"Baik kami mengerti nona Ziya." ucap pasukan khusus milik Xiao Ziya serta para prajurit Kekaisaran Qiyu yang berteriak secara serempak.


Xiao Ziya berjalan dan mencari titik yang pas untuk memasang dinding pembatas setelah menemukan posisi yang tepat gadis itu mulai membacakan sihir kuno dan membuat sebuah dinding pembatas yang sangat tinggi dan kuat. Hanya orang orang dari kekaisaran yang tak memiliki niatan buruk yang bisa keluar masuk dari sana dengan mudah, setelah selesai membuat dinding pembatas gadis itu pergi menuju aula utama Kekaisaran Qiyu karna tamu yang ditunggu tunggu sudah datang.


Saat ini Kaisar Yan dan Jenderal Zue sedang dihadapkan oleh beberapa orang dari Sekte Harimau Putih. Kali ini yang datang adalah Yung Sangrang sebagai pemimpin, Zunro sebagai ketua pertama, dan Jinzunha sebagai ketua kedua. Mereka bertiga sangat marah pada Kaisar Yan serta adik perempuan sang kaisar karna telah menipu Yung Sangrang dan mengatakan bahwa adik perempuan kaisar adalah tunangan sang kaisar.


"Jika Kaisar Yan memang tak ingin menerima lamaran saya anda tak perlu melakukan hal seperti ini pada saya." ucap Yung Sangrang yang sedang membuat ekspresi sedihnya untuk menarik simpati dari Kaisar Yan. Xiao Yan sedikit merasa bersalah karna ia membohongi gadis itu.


Brak.


Suara pintu aula utama yang ditendang keras oleh Xiao Ziya agar terbuka dengan lebar, gadis itu masuk kedalam aula dengan tatapan mata tajam yang sangat tak bersahabat. Gadis itu menatap ke arah Kaisar Yan dan memberi isyarat agar Xiao Yan turun dari tahta yang sedang ia duduki. Xiao Ziya sangat tak suka dengan sikap plin plan kakak laki lakinya itu, Xiao Yan segera turun dari singgasananya.


Xiao Ziya berjalan menuju singgasana itu kemudian duduk di sana tiba tiba saja sebuah mahkota ratu menghiasi kepala gadis itu, jika dilihat lagi Xiao Ziya memiliki aura kepemimpinan yang tak bisa dibandingkan dengan Xiao Yan yang kadang tak tegas itu.


"Kalian kesini karna merasa menjadi pihak yang terhakimi? kalian kira saya peduli?." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya yang membuat ketiga perwakian dari Sekte Harimau Putih merasa geram.


"Turunlah itu bukan tempatmu, mengapa kau menduduki singgasana milik Kaisar Yan?." ucap Yung Sangrang yang meminta Xiao Ziya untuk turub dari tahta Kekaisaran Qiyu karna bagi Yung Sangrang, Xiao Ziya hanyalah gadis tak sopan yang tak menerti tata krama.


"Ahahah siapa kau berani memerintahku? orang luar sepertimu tak memiliki hak apapun." ucap Xiao Ziya yang akan memulai perdebatannya dengan Yung Sangrang. Kaisar Yan dan Jenderal Zue memilih untuk duduk di kursi yang telah di siapkan mereka tak merasa keberatan Xiao Ziya menduduki tahta Kekaisaran Qiyu karna tahta itu memang milik Xiao Ziya.


"Mengapa anda diam saja Kaisar Yan, gadis itu merebut apa yang sudah menjadi milik anda." ucap Zunro yang meminta pada Kaisar Yan untuk menurunkan gadis itu dari atas singgasana.


"Jika adik Ziya ingin duduk di sana dalam jangka waktu yang lama saya tak akan marah sedikitpun karna singgasana itu memang miliknya." ucap Kaisar Yan yang sedang melihat ke arah Xiao Ziya dengan bangga, ia yakin jika Kekaisaran Qiyu dipimpim oleh adik perempuannya itu maka wilayah Kekaisaran Qiyu akan sangat maju. Namun adiknya sangat suka berkelana kesana kemari sehingga ia tak suka hanya berdiam diri di sebuah tempat.


"Jadi apa maksut kedatangan kalian ke sini?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicar yang tegas, aura keemasan miliknya mulai keluar dan mendominasi seluruh aula utama.


"Saya tak terima dengan kebohongan yang telah anda dan kakak laki laki anda buat." ucap Yung Sangrang yang akan menyerang Xiao Ziya menggunakan kata kata pedasnya.


"Saya juga tidak suka orang asing masuk kewilayah saya tanpa mematuhi aturan yang ada." ucap Xiao Ziya dengan senyum mengerikannya, ketiga perwakian Sekte Harimau Putih menelan ludah mereka dengan kasar. Apakah rencana mereka telah diketahui oleh gadis yang sedang duduk si singgasana itu.


"Kami mematuhi aturan yang ada di Kekaisaran Qiyu." ucap Zunro yang mengyangkal ucapan Xiao Ziya dengan nada membentak.


"Husst kau tak layak berbicata dengan saya, saya sedang mengintrogasi nona Yung Sangrang bukan anda." ucap Xiao Ziya yang membuat Zunro merinding ketakutan tatapan Xiao Ziya seolah olah kematian sudah dekat dengannya.

__ADS_1


"Peraturan apa yang kami langgar?." ucap Yung Sangrang yang tak ingin mengakui kesalahan yang telah ia perbuat dengan anggota Sekte Harimau Putih yang lain.


"Jadi kau ini idiot?." ucap Xiao Ziya yang mulai tak bisa mengontrol kata katanya, karna jika ingin menang melawan orang gila ia juga harus membuang sedikit kewarasan yang ia punya.


"Jaga ucapanmu gadis sialan." triak Jinzunha yang tak terima saat pemimpin sektenya dihina oleh seorang gadis muda yang tak berpengalaman.


"Diamlah kau gadis rendahan." triak Xiao Ziya yang melempar sebuah belati ke arah Jinzunha hingga belati itu menancap di lengan sebelah kirinya.


Jinzunha memegangi lengan kirinya dan melihat ke arah Xiao Ziya, bagaimana bisa gadis itu melempar sebuah belati dengan sangat cepat hingga ia tak sempat untuk menghindar. Yung Sangrang menggertakkan giginya ia marah saat Xiao Ziya melukai salah satu anggota sektenya.


"Beraninya kau melukai salah satu anggota sekteku." triak Yung Sangrang penuh dengan amarah.


"Husst ini bukan wilayah kekuasaanmu, saya bisa menebas semua kepala anggota sektemu jika saya mau. Jadi jaga nada bicaramu saat berhadapan dengan saya, mengapa anda merasa tak terima? maka pulanglah ke tempat asal kalian." ucap Xiao Ziya dengan senyuman remeh yang menghiasi wajah cantiknya. Xiao Yan dan Jenderal Zue merasa mereka sedang melihat sebuah drama teater yang sangat luar biasa keren.


"Bagaimana bisa nona Ziya adalah adik pemuda sepertimu." ucap Jenderal Zue yang menatap ke arah Kaisar Yan dengan tatapan tak percaya. Xiao Ziya gadis muda yang sangat berbakat dan mampu menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya dengan tenang bisa menjadi adik dari pemuda yang sedikit plin plan seperti Xiao Yan sungguh sangat aneh.


"Saya juga tak mengerti mengapa dia jauh lebih keren daripada saya." ucap Kaisar Yan yang mengakui bahwa adik perempuannya itu sangatlah keren, ia akan menjadi penggemar nomer satu dari adik perempuannya itu.


"Kau mengusir kami?." ucap Yung Sangrang yang sedang melotot ke arah Xiao Ziya.


"Kalau iya memangnya kenapa?." ucap Xiao Ziya yang memang sangat keras kepala dan selalu membuat lawannya merasa kesal.


"Tak lama lagi kekaisaran ini akan menjadi milik kami." ucap Yung Sangrang yang mulai mengumumkan peperangan antara pihak Sekte Harimau Putih dengan Pihak Kekaisaran Qiyu.


"Lakukan jika kalian mampu." ucap Xiao Ziya yang menerima tantangan itu dengan senang hati.


Jung Sangrang dan kedua ketua Sekte Harimau Putih keluar dari aula utama Kekaisaran Qiyu, mereka akan pergi ke penginapan masing masing dan akan bersiap untuk berperang. Sedangkan Xiao Ziya turun dari singgasana ia memberi isyarat pada Kaisar Yan dan Jenderal Zue untuk menjaga keamanan istana kekaisaran sedangkan ia akan pergi ke tempat latiha para prajurit.


Setelah sampai di tempat latihan para prajurit ia membawa semua prajurit yang ada di sana termasuk prajurit kekaisaran mereka pergi melalui gerbang belakang Kekaisaran Qiyu.


"Kalian para prajurit kekaisaran bentuk formsi melingkar, kelilingi istana Kekaisaran Qiyu dan jangan biarkan orang luar masuk kedalam atau orang dalam keluar istana kecuali Kaisar dan Jenderal Zue kalian mengerti." ucap Xiao Ziya yang mulai menjalankan rencananya.


"Lima ribu pasukan khusus kebanggasan saya mari kita serang tempat tempat para musuh, kalian siap." triak Xiao Ziya dengan suara yang lantang.


"Kami siap!!." ucap lima ribu pasukan milik Xiao Ziya yang langsung membentuk lima kelompok dan pergi kelima titik penginapan yang telah dibagi oleh nona mereka di sana akan ada perwakian dari Klan Xiao yang akan memimpin mereka.


Xiao Ziya berpesan pada lima ribu pasukan khusus miliknya yang ikut dalam peperangan kali ini untuk langsung menebas kepala musuh mereka dan lindungi warga sekitar yang ada di tempat kejadian. Sedangkan Xiao Ziya bergerak menuju lima penginapan yang lain untuk menebas kepala musuh dengan tangannya sendiri.


"Ahahah mari kita bantai." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan pedang hitam miliknya dan melesat dengan cepat menuju penginapan pertama.


Setelah sampai di penginapan pertama ia bertemu dengan pemilik penginapan itu, pria pemilik penginapan itu langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia telah meminta pengunjung lain untuk pergi dari penginapannya. Setelah tak ada lagi penduduk yang berkeliaran di sekitar tempat itu Xiao Ziya masuk kedalam penginapan dan menebas lima puluh anggota Sekte Harimau Putih menggunakan pedang hitam miliknya.


Setelah selesai di penginapan pertama Xiao Ziya lanjut hingga kepenginapan kelima, semua anggota Sekte Harimau Putih mati dengan keadaan badan yang terpisah dari kepalanya. Kini Xiao Ziya akan melihat apakah pasukannya telah berhasil ataukah ada yang mengalami kesulitan. Xiao Ziya melesat kelima titik yang berbeda dengan cepat para pasukan khususnya yang dipimpin oleh para ketua Klan Xiao menjalankan tugas dengan lancar.


"Sekarang waktunya pergi ke Klan Xiao." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi menuju Klan Xiao karna ia yakin anggota Sekte Harimau Putih juga menginap di penginapan yang dekat dengan klan kesayangannya itu.


Benar saja saat sampai di Klan Xiao mereka sedang diserang oleh anggota Sekte Harimau Hitam dengan cepat Xiao Ziya membantu dan menebas kepala musuh.


"Semua anggota Klan Xiao mundur dan tutup semua akses masuk klan." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah dengan cepat Xiao Ciyun meminta para murid Klan Xiao untuk mundur dan menutup semua akses masuk kedalam klan.


"Pasukan iblisku keluarlah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima ratus pasukan iblis miliknya.


"Kami siap melaksanakan tugas dari junjungan muda." ucap kelima ratus prajurit iblis milik Xiao Ziya yang akan selalu mematuhi perintah nona muda mereka.


"Jaga Klan Xiao dan bunuh para musuh yang menyebalkan ini, ingat kalian jangan sampai terluka. Langsung tebas saja kepala mereka." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Pasukan iblisnya untuk menjaga Klan Xiao.


"Siap kami akan melaksanakan tugas dari junjungan." ucap para pasukan iblis milik Xiao Ziya secara serempak.


Kini Xiao Ziya akan pergi menuju Akademi Kekaisaran Qiyu karna bisa saja Yung Sangrang juga menempatkan ratusan anggota sektenya untuk mengawasi Akademi kekaisaran Qiyu. Setelah sampai di akademi Xiao Ziya melihat para murid akademi sedang melawan ratusan anggot Sekte Harimau Putih.


"Tebas saja kepala mereka." triak Xiao Ziya yang memberikan semangat pada para murid dan guru Akademi Kekaisaran Qiyu, ia tau bahwa akademi Kekaisaran Qiyu memiliki jumlah murid yang lebih banyak dari Sekte Harimau Putih yang sedang menyerang mereka.

__ADS_1


Para murid dan guru yang tadinya hanya melukai orang asing yang menyerang akademi mereka langsung berubag menjadi beringas dan menebad kepala Anggota Sekte Harimau Putih dengan senjata yang mereka bawa.


"Jangan memberi celah pada para pengganggu kalian mengerti?." triak Xiao Ziya dari kejauhan namun dapat di dengar oleh para murid dan guru Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Baik master Ziya." triak mereka semua secara serempak.


Setelah memastikan kondisi Akademi Kekaisaran Qiyu aman Xiao Ziya langsung bergerak menuju wilayah perbatasan karna ia tak tau berapa jumlah anggota Sekte Harimau Putih yang akan menyerang perbatasan. Setelah sampai di perbatasan gadis itu melihat pasukan Kekaisaran Qiyu yang kalah jumlah dengan anggota Sekte Harimau Putih. Xiao Ziya mengambil sebuah kembang api berwarna merah dan menyalakan kembang api itu.


Suara ledakan kembang api terdengar sebanyak sepuluh kali. Para pasukan khusus milik Xiao Ziya yang masih ada di dalam kota kecil langsung berkumpul di lapangan utama ada sepuluh ribu pasukan khusus milik Xiao Ziya yang berkumpul. Setelah itu salah satu dari mereka memimpin pergi ke tempat suara ledakan kembang api.


"Ternyata jumlah anggota Sekte Harimau Putih sangatlah banyak." ucap Xiao Ziya yang tak mengira sebuah sekte luar yang tak memiliki wilayah kekuasaan memiliki jumah anggota yang sangat besar.


Sepuluh ribu pasukan khusus milik Xiao Ziya sampai di perbatasan mereka melihat ke arah Xiao Ziya yang berdiri di atas benteng.


"Bantu pasukan kekisaran dan tebas semua kepala musuh." triak Xiao Ziya yang memberikan perintah pada sepuluh ribu pasukan khususnya.


"Kalian dengar itu ayo kita serang." triak beberapa orang dalam pasukan milik Xiao Ziya.


Kondisi mulai berbalik prajurit Kekaisaran Qiyu yang berjaga di wilayah perbatasan tadinya hampir saja kalah karna jumlah mereka yang sangat sedikit, namun dengan bantuan pasukan milik Xiao Ziya mereka lebih unggul daripada musuh.


Xiao Ziya turun dari benteng ia ikut menebas kepala musuh yang berasal dari Sekte Harimau Putih. Ribuan kepala berserakan di perbatasan kini Xiao Ziya akan memimpin sepuluh ribu pasukan khusus miliknya untuk pergi menuju istana Kekaisaran Qiyu karna itu adalah tempat terakhir yang akan dituju oleh Yung Sangrang.


Saat ini Kaisar Yan dan Jenderal Zue sedang berusaha untuk mempertahankan Istana Kekaisaran Qiyu hingga Xiao Ziya datang, Yung Sangrang membawa lima ribu anggota Sekte Harimau Putih bersama dengannya selama ini banyak anggota sekte itu yang membaur bersama dengan rakyat biasa agar keberadaan mereka tak diketahui.


"Ahahah siapa yang akan membantu kalian berdua, pasti saat ini gadis itu sedang sibuk di perbatasan." ucap Yung Sangrang, ia merasa bahwa rencananya kali ini akan berhasil karna ia menyerang di beberapa titik secara bersamaan. Pasukan Kekaisaran Qiyu pasti sedang kewalahan sekarang. Gadis itu tak mengetahui fakta bahwa semua anggota sektenya yang menyebar di beberapa titik telah tewas.


Suara derap kaki terdengar, Yung Sangrang melihat seorang gadis yang sedang berjalan mendekat ke arah istana bersama ribuan pasukan dibelakangnya.


"Bagaimana bisa kau sampai di sini dengan sangat cepat, bukankah kau hanya punya lima ribu pasukan saja." ucap Yung Sangrang yang tak bisa percaya dengan apa yang telah ia lihat.


"Saya sudah mengatakan bahwa anda belum layak untuk mengalahkan saya." ucap Xiao Ziya dengan wajah tanpa ekspresinya.


"Kalian jangan diam saja serang gadis itu." ucap Yung Sangrang yang memberikan perintah pada anggota sektenya.


"Pasukanku tebas semua kepala mereka." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblis miliknya.


Pasukan milik Xiao Ziya maju dan menyudutkan aggota Sekte Harimau Putih, pasukan milik Xiao Ziya menebas kepala musuh dengan sangat cepat. Yung Sangrang yang melihat ratusan anggota sektenya tumbang merasa sangat marah bagaimana ia yang sangat kuat dan berkuasa itu kalah dengan seorang gadis yang jauh lebih muda darinya.


"Aku tak akan terima kekalahan ini." triak Yung Sangrang yang langsung mengambil sebuah tombak yang ia simpan di punggungnya.


Sesosok nag berwarna hijau keluar dari tombak milik Yung Sangrang sepertinya gadis itu memiliki hewan pengikut yang cukup kuat namun belum layak untuk dibandingkan dengan hewan pengikut milik Xiao Ziya.


"Ahahah saat ini kau akan mati dengan mengenaskan." triak Yung Sangrang yang langsung merasa lebih unggul daripada Xiao Ziya.


"Apa kau sedang membanggakan naga lumutan itu?." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun. Naga hijau milik Yung Sangrang marah saat mendapat julukan naga lumutan.


"Hei bocah manusia jaga ucapanmu." ucap sang nag hijau yang menyemburkan racunnya pada Xiao Ziya, dengan cepat Xiao Ziya membuat prisai pelindung bukan hanya untuknya namun untuk mereka yang berada di pihaknya juga.


Racun milik sang naga hijau mengenai anggota sekte Harimau Putih yang sedang bertarung hingga ratusan anggota sekte mati karna keracunan. Yung Sangrang semakin geram pada Xiao Ziya.


"Mengapa kau tak melindungi anggota sekteku juga!!." triak Yung Sangrang yang sangat marah.


"Apa urusannya anggota sektemu dengan saya?." ucap Xiao Ziya yang tertawa dan tak mengerti apa isi kepala Yung Sangrang.


"Naga sialan kau harus lebih hati hati lagi." ucap Yung Sangrang yang memarhi naga hijau miliknya.


"Hey itu salahmu mengapa kau sangat lemah hingga tak bisa melindungi mereka yang ada di pihakmu, dan kau tuan naga mengapa kau memilih majikan tak berguna seperti dia." ucap Xiao Ziya yang kini bertanya pada sang naga hijau mengapa hewan ilahi yang cukup kuat sepertinya memiliki tuan yang sangat lemah dan tak berguna.


"Saya juga terpaksa mengikuti gadis gila itu." ucap sang naga dengan nada bicara malasnya. Mendengar jawaban sang naga membuat Xiao Ziya ingin tertawa dengan kencang.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips juga.

__ADS_1


__ADS_2