RATU IBLIS

RATU IBLIS
59


__ADS_3

Hermione mengendarai mobilnya kearah rumah Dimas, wujudnya sudah berubah menjadi Dara.


"Bram udah gak ada jadi aku gak perlu repot berubah jadi Hera" batin Hermione.


Hermione sampai didepan rumah Dimas, gerbang rumahnya terbuka jadi dia bisa memasukan mobilnya.


Hermione keluar dari mobil dan berjalan santai kearah pintu, setelah didepan pintu dia mengetuk pintunya tak lama kemudian pintunya dibuka oleh Dimas.


"Cakep banget, masuk dulu Reno lagi siap-siap" ucap Dimas.


"Yaiyalah dari lahir udah cakep" ucap Hermione masuk kedalam.


"Sombong banget" ucap Dimas.


Mereka berdua duduk diruang tamu menunggu Reno yang siap-siap.


"Bram udah mati" batin Hermione yang sengaja supaya didengar Dimas. Dimas refleks melihat kearah Hermione.


"Serius?" tanya Dimas, Hermione hanya mengangguk pelan.


"Yes gak ada yang ganggu lagi yuhu" ucap Dimas.


"Dara terbaik deh" ucap Dimas mencubit pipi Hermione gemas.


"Ih pipi gue njir" ucap Hermione mengusap pipinya.


"Gemes banget gue sama pipi lo" ucap Dimas.


"Gak gitu juga kali" ucap Hermione.


"Ya maaf, ololo cayang ciapa ini" ucap Dimas mengacak-acak rambut Hermione.


"Ih apasih lo" ucap Hermione cemberut menatap Dimas sambil membenarkan rambutnya, yang ditatap hanya tersenyum.


"Bibirnya kenapa gitu minta dicium? Boleh kok sini mendekat" ucap Dimas.


"Apaan sih Mas" ucap Hermione mengusap wajah Dimas.


"Tinggal bilang kali Ra gue siap kok, ciah siap apaan njir" ucap Dimas mereka berdua lalu tertawa.


Reno melihat mereka berdua sedari tadi dari lantai 2, setelah itu dia berjalan menuruni tangga sambil memasang senyum manis dibibirnya itu untuk menutupi kecemburuannya.


"Eh kakak udah disini" ucap Reno berbasa-basi saat sudah berada diruang tamu.


"Iya No, udah siap?" tanya Hermione.


"Udah kak" jawab Reno.


"Dimas kita pergi dulu ya, jangan kangen lho" ucap Hermione berdiri.


"Gue kangen sama lo?" tanya Dimas.


"Iya" jawab Hermione.


"Hahaha ya pasti kangenlah" ucap Dimas, Hermione memasang ekspresi datar mendengar itu.


"Aaa dasar ikan mas" ucap Hermione.


"Pergi dulu ya bang" ucap Reno.


"Iya, hati-hati ya Ra jangan ngebut bawa mobilnya" ucap Dimas.


"Insya Allah gue bakal ngebut tenang aja" ucap Hermione berjalan melangkah pergi diikuti Reno dibelakangnya.

__ADS_1


"Eh bisa ngomong Insya Allah, emangnya gak panas?" batin Dimas heran.


"Akukan hebat" batin Hermione menjawab.


"Eh bilang apa tadi lo bakal ngebut wah gak bener ni cewek" ucap Dimas. Hermione membalikkan badannya melihat kearah Dimas dia lalu menjulurkan lidahnya dan membalikkan badannya kembali. Dimas hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Hermione dan Reno sudah masuk kedalam mobil.


"Kak aku aja yang nyetir" ucap Reno.


"Nggak biar aku aja" ucap Hermione memundurkan mobilnya keluar dari halaman rumah Dimas.


"Masa cewek nyupirin cowok" ucap Reno.


"Biarin kamukan belum punya sim" Hermione melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Andre aja belum punya udah boleh pakai mobil kesekolah" ucap Reno.


"Dia maksa jadi mau gak mau dikasih, dan sekarang mau kamu maksa aku gak bakal kasih" ucap Hermione.


"Kamu kesekolah memang ngendarai motor walaupun gak punya sim kadang juga memang pernah ngendarai mobil untuk jalan-jalan keliling kota, tapi jangan harap bisa ngendarai mobil kalau lagi bareng aku" ucap Hermione.


Reno cemberut mendengar perkataan Hermione, Hermione melajukan mobilnya kearah toko buku.


Setelah sampai ditoko buku Hermione dan Reno turun dari mobil, mereka berdua berjalan masuk ketoko buku yang buka selama 24 jam.


"Aku mau cari buku disebelah sana ya" ucap Hermione menunjuk tepatnya.


"Iya kak" ucap Reno, mereka berdua akhirnya terpisah


Hermione mencari komik sedangkan Reno mencari buku pelajaran.


"Aura ini kayak kenal" batin Hermione lalu melihat sekeliling.


"Cuman ini kak?" tanya kasirnya.


"Iya" jawab Hermione.


"Tunggu sebentar ya kak" ucap kasir.


Hermione melihat kearah Reno yang masih mencari buku, tiba-tiba rak buku terjatuh dari arah ujung tempat buku komik menuju tempat Reno berada.


1 persatu rak terjatuh, Reno tak menyadarinya karena dia masih sibuk mencari buku. Hermione berlari kearah Reno dan menarik tubuh Reno kepelukannya.


Brak...


...Brak......


^^^Brak... ^^^


Buku-buku berhamburan jatuh, para pegawai yang melihat kejadian itu kaget dan heran karena rak buku yang sangat besar itu terjatuh sendiri, didorong oleh manusia saja susah jatuh. Para pembeli untungnya sedikit karena sudah malam hari.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Hermione.


"Nggak" jawab Reno yang berada dipelukan Hermione, dia masih syok jantungnya berdetak kencang.


"Sialan kau Phoenix" batin Hermione.


"Hahaha anak seperti itu kau lindungi" ucap Phoenix yang ada disana dengan wujud bagian tubuh atasnya manusia dan bagian bawahnya kuda. Hanya Hermione yang bisa melihat Phoenix.


"Mbak sama mas nya gak apa-apa?" tanya pemilik toko buku itu, Hermione melepaskan pelukannya.


"Nggak pak" jawab Hermione dan Reno kompak.

__ADS_1


"Maaf atas kejadian yang kurang mengenakan, ini diluar kendali kami" ucap pemilik toko buku.


"Iya saya tau kok pak" ucap Hermione.


"Oh iya buku kamu gimana?" tanya Hermione melihat Reno.


"Ada nih untung aku pegang" ucap Reno menunjukkan beberapa buku.


"Ini semua berapa ya pak, sama komik juga 5?" tanya Hermione.


"Bawa saja mbak gak usah bayar anggap saja sebagai tanda bersalah kami membahayakan mas nya" ucap pemilik toko buku.


"Eh gak usah pak, dianya juga gak apa-apa" ucap Hermione.


"Kak biar aku aja yang bayar" ucap Reno.


"Nggak usah bayar mas mbak" ucap pemilik toko buku.


"Nggak enak dong, kami datang kesini mau beli buku bukan mau ditraktir" ucap Hermione.


"Nggak apa-apa bawa aja bukunya" ucap pemilik toko buku.


"Yang bener ini?" tanya Hermione.


"Iya bener mbak, bawa aja" ucap pemilik toko buku.


"Makasih pak" ucap Hermione.


"Iya sama-sama" balas pemilik toko buku.


Hermione dan Reno keluar dari toko buku sambil membawa kantong yang isinya buku. Mereka masuk kedalam mobil dan Hermione langsung menjalankan mobilnya.


"Kok bisa gitu ya kak?" ucap Reno heran.


"Kakak juga gak tau" jawab Hermione.


"Didepan sana pasti udah rame polisi" batin Hermione.


"Kenapa nih kok macet, tumben banget" ucap Reno.


"Coba tanya No" ucap Hermione. Reno menurunkan kaca mobilnya.


"Pak didepan ada apa ya?" tanya Reno.


"Katanya disalah satu kamar apartemen kebakaran mana ada orang lagi disana, paling parahnya lagi tubuhnya udah hampir jadi abu jadi gak bisa dideteksi itu siapa" ucap warga yang menonton disana.


"Ohh kasian banget, makasih ya pak" ucap Reno.


"Iya sama-sama" ucap warga. Reno menutup kembali kaca mobilnya.


"Kasian banget" ucap Reno.


"Iya kasian" ucap Hermione.


"Untung tadi pas kebakaran dirumah gak ada siapa-siapa kalau ada mungkin kayak korban yang ini" ucap Reno. Hermione melihat Reno sebentar lalu melihat kearah jalan, dia menjalankan mobilnya perlahan.


"Kak Reno boleh nanya gak?" tanya Reno mengingat sesuatu.


"Boleh mau nanya apa?" balas Hermione.


"Kakak sama bang Dimas ada hubungan apa sih? Kalian pacaran?" tanya Reno.Hermione melirik Reno sebentar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2