
Wi Xume tak merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan, untuk bisa menjadi Ratu di Kekaisaran Qiyu ia rela melakukan apapun termasuk menjatuhkan dirinya ke ranjang sang kaisar. Wi Xume melakukan semua itu agar ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan tak diremehkan oleh keluarga sang ayah lagi. Setelah ia menjadi ratu maka status ibu dan kakak laki lakinya akan menjadi tinggi dan tak akan diremehkan oleh orang lain.
Jika Wi Xume memiliki rencana maka Xiao Ziya juga memiliki rencana yang dapat menghancurkan semua impian dari Wi Xume. Semua keluarga Wi Xume telah tiada dan yang tersisa tinggal kakak laki lakinya saja, namun kakak laki lakinya sangat membenci Wi Xume karna menganggap gadis itulah yang telah menghabisi ibunya sendiri.
"Saya akan tetap menjadi ratu dari kekaisaran ini." ucap Wi Xume dengan mata penuh keyakinan.
"Apa yang akan kau lakukan setelah menjadi ratu?? lakukan saja, karna saya sangat baik hati maka saya akan mempermudah jalanmu menjadi seorang ratu." ucap Xiao Ziya dengan senyum dinginnya. Wi Xume tak mengerti dengan apa yang dimaksut oleh Xiao Ziya, apakah sekarang gadis itu sudah merestuinya bersama dengan Kaisar Yan?.
"Apa kau sedang bercanda denganku?." tanya Wi Xume dengan wajah serius. Tak mungkin seseorang yang sedari awal memusuhinya tiba tiba menjadi sangat baik padanya.
"Lakukan pernikahan kalian satu minggu lagi, dan ada syarat agar kau bisa menikah dengan kakakku itu." ucap Xiao Ziya yang mulai menjalankan rencananya lagi, ini adalah jebakan untuk Wi Xume.
"Baiklah aku akan memenuhi persyaratanmu itu." ucap Wi Xume yang merasa berhasil membodohi Xiao Ziya.
"Laksanakan hukuman untuk gadis ini, setelah selesai bawa ke kamar tamu untuk diobati oleh tabib. Setelah itu kau bisa bertemu dengan saya untuk mengetahui syarat itu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari penjara bawah tanah Kekaisaran Qiyu. Para penjaga bawah tanah mulai mencambuk tubuh Wi Xume dengan keras hingga gadis itu menjerit kesakitan.
Saat ini Xiao Ziya sudah ada di lorong istana kekaisaran, ia sedang berjalan jalan kesana kemari untuk melihat bagaimana kondisi istana sekarang. Tak banyak hal yang berubah hanya saja banyak bagian bagian istana yang tak terurus. Xiao Ziya pergi ke ruang kerja para mentri, tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk kedalam.
"Salam hormat kami pada nona muda." ucap para mentri yang memberikan ucapan salam pada nona muda yang sangat mereka hormati itu.
"Ada keperluan apa hingga nona Ziya datang ke ruang kerja kami?." tanya salah satu mentri yang menjabat sebagai mentri keuangan Kekaisaran Qiyu.
"Siapkan berkas berkas untuk pergantian kaisar, lakukan saja tugas ini dengan hati hati tanpa sepengetahuan Kaisar Yan. Kaisar kita yang sekarang sudah terlalu bodoh untuk memimpin sebuah kekaisaran." ucap Xiao Ziya yang meminta para mentrinya untuk membuat berkas berkas tentang pergantian kaisar. Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat mereka semua merasa lega.
"Siapa kandidat yang akan menjabat sebagai kaisar baru?." tanya salah seorang mentri yang memiliki jabatan sebagai mentri pertahanan dan keamanan.
"Jenderal Zue yang akan menduduki tahta kekaisaran dengan otoritas tertinggi tetap berada di tangan saya." ucap Xiao Ziya yang memilih Pangeran Kegelapan yang akan menggantikan posisi Xiao Yan.
"Baik kami akan melaksanakan tugas dari nona muda dengan baik dan tak akan memberitaukan Kaisar Yan tentang hal ini." ucap para mentri yang menyanggupi tugas itu.
Sebelum pergi dari ruang kerja para mentri Xiao Ziya memberitaukan pada mereka semua jika hal ini bocor sebelum pesta pernikahan Xiao Yan dilaksanakan maka Xiao Ziya tak akan segan segan membunuh orang yang telah menghianatinya, ia juga akan menghabisi seluruh anggota keluarga orang itu. Tentu para mentri tak akan berani berhianat pada Xiao Ziya karna gadis itu selalu menepati kata katanya.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruang kerja para mentri gadis itu berjalan menuju kamarnya. Saat membuka kamar ia mencium bau yang sangat menjijikan yaitu bau dari Wi Xume.
"Sebaiknya aku membersihkannya terlebih dahulu sebelum tertular penyakit gatal dan tak tau malu dari gadis itu." ucap Xiao Ziya yang menyalakan api hitam di tangan kirinya. Api itu semakin membesar dan membakar habis semua barang yang ada di sana.
Dinding kamar yang tadinya berwarna putih kini berganti menjadi warna emas, semua perabotan yang ada di kamar Xiao Ziya dilapisi dengan emas sehingga terkesan mewah dan sangat berkelas.
"Dinding pelindung naga putih terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang membuat dinding pelindung di seluruh area kamarnya gadis itu tak ingin Wi Xume masuk dan menempati kamarnya lagi.
Setelah itu Xiao Ziya beranjak keluar dari istana Kekaisaran Qiyu dan pergi menuju Akademi Kekaisaran Qiyu untuk bertemu dengan Xiao Xun. Saat dalam perjalanan Xiao Ziya merasakan aura yang sangat familiar baginya, gadis itupun menoleh ke sana kemari untuk mencari dimana orang itu.
Benar saja Xiao Ziya melihat salah satu anak laki laki dari bibinya, pemuda itu adalah Tuan Muda Min Ronje anak ketiga dari Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi. Dengan segera Xiao Ziya berjalan kearah pemuda itu dan menepuk punggungnya pelan.
Karna merasa terkejut Min Ronje menodongkan pedangnya pada Xiao Ziya, namun setelah mengetahui ternyata gadis yang ada di depannya itu adalah adik sepupunya, Min Ronje langsung menurunkan pedangnya dan merasa bersalah pada Xiao Ziya.
"Maaf karna terkejut saya menodongkan pedang pada adik Ziya." ucap Min Ronje dengan membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maaf pada Xiao Ziya.
Min Ronje mendapatkan tugas dari sang ibu untuk menjenguk Xiao Ziya yang sedang berada di dunia bawah, akhir akhir ini Ratu Min Xunzi tak bisa tidur dengan tenang karna selalu memikirkan bagaimana kondisi Xiao Ziya. Selain itu Ratu Min Xunzi juga takut jika keberadaan keponakannya itu dikatahui oleh pihak dari suami pertama dari ibu Xiao Ziya. Jika ia mengirim putra pertama atau putra keduanya akan terlalu menarik perhatian karna itulah Min Ronje mendapatkan tugas ini.
"Ah iya mengapa Ronje gege ada di sini? apakah ada hal penting yang sedang gege lakukan?." tanya Xiao Ziya dengan wajah penasaran yang membuat Min Ronje merasa gemas dan ingin mencubit adik sepupunya itu.
"Ibu meminta saya untuk menjengukmu, ia tak bisa tidur karna selalu memikirkanmu sepanjang hari. Padahal ibu tak pernah sekhawatir itu pada kami bertiga." ucap Min Ronje yang sengaja ingin menjahili Xiao Ziya. Pemuda itu memasang wajah melasnya.
"Maaf jika kehadiran saya membuat kalian bertiga merasa tak enak hati." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf pada kakak sepupunya itu. Bagaimanapun juga bibinya harus lebih menyayangi ketiga putranya sendiri daripada ia yang merupakan keponakan saja.
Melihat Xiao Ziya yang merasa bersalah seperti itu membuat Min Ronje ingin tertawa, pemuda itu sekuat tenaga menahan tawanya.
"Itu bukan masalah besar untuk kami bertiga. Kemana adik Ziya akan pergi? apakah saya boleh ikut?." tanya Min Ronje yang ingin tinggal di dunia bawah lebih lama dari apa yang ibunya perintahkan.
"Saya akan pergi ke akademi untuk menemui kakak kedua. Lebih baik gege memang ikut bersama saya daripada sendirian di sini." ucap Xiao Ziya yang merasa tak baik jika harus meninggalkan Min Ronje sendirian, karna pemuda itu memiliki ketampanan yang di atas rata rata dan mungkin saja itu akan menarik perhatian banyak orang untuk menculiknya.
Akhirnya Xiao Ziya dan Min Ronje berjalan beriringan menuju Akademi Kekaisaran Qiyu, disepanjang perjalanan mereka berdua menjadi pusat perhatian orang orang yang sedang melakukan aktivitas mereka. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka berdua sampai di gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu.
__ADS_1
"Salam hormat kami pada master Ziya." ucap para penjaga gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu. Mereka sangat menghormati Xiao Ziya yang menduduki jabatan sebagai satu satunya master dari akademi ini.
"Saya trima salam kalian. Apakah Kepala Akademi ada di ruangannya?." tanya Xiao Ziya yang menannyakan apakah Xiao Xun saat ini ada di ruang kerjanya ataukah tidak.
"Kepala akademi sedang berada di ruang rapat, ada beberapa hal yang sedang mereka rundingkan untuk penerimaan murid baru tahun ini." jawab salah satu penjaga gerbang. Xiao Ziya mengucapkan terimakasih atas informasi yang ia dapatkan kemudian gadis itu membawa Min Ronje masuk ke dalam akademi bersama dengannya.
Xiao Ziya berjalan menuju kantin akademi karna sudah waktunya makan siang dan gadis itu merasa lapar, Min Ronje sibuk melihat kesana kemari. Ternyata akademi yang ada di dunia bawah tak seburuk apa yang ia bayangkan sebelumnya, Akademi Kekaisaran Qiyu terlihat lebih besar dari beberapa akademi yang ada di dunia atas.
"Gege perhatikan jalanmu jika tidak kau bisa masuk kedalam selokan." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Min Ronje untuk melihat ke arah jalan bukan hanya melihat kesana kemari saja.
"Ah maaf, saya sangat terpukau dengan akademi ini." ucap Min Ronje dengan jujur, Xiao Ziya hanya tersenyum mendengar perkataan gegenya itu.
Mereka sampai di kantin, Xiao Ziya memesan ruang vip yang ada di lantai kedua karna lantai pertama kantin akademi sudah penuh dengan para murid kelas inti dan murid dalam. Saat akan naik ke lantai atas ada beberapa murid yang menghampiri Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada Master Ziya." ucap beberapa murid itu secara bersamaan.
"Saya terima salam kalian." ucap Xiao Ziya dengan ramah.
"Sudah beberapa hari kami tak melihat master, apakah Master Ziya baik baik saja? kami mendengar kabar bahwa master telah menyelamatkan semua orang dari amarah gunung merah. Karna itu ibu dan ayah kami menitipkan hadiah untuk master sebagai tanda trimakasih." ucap Ruo Yogi yang mewakili beberapa temannya untuk menyampaikan amanah dari orang tua mereka. Beberapa murid memberikan hadiah yang masih terbungkus rapi untuk Xiao Ziya. Rasanya seperti sedang merayakan ulang tahun saja, karna hadiah yang mereka berikan terlalu banyak, Xiao Ziya memasukkannya kedalam cincin semesta.
"Saya ucapkan trimakasih atas hadiah yang telah kalian berikan, namun perlu saya tegaskan saya melakukan semua ini karna memang tugas saya untuk melindungi kalian semua. Saya juga ingin menitipkan pesan untuk orang tua kalian, pesan dari saya adalah trimakasih telah melahirkan putra putri yang sangat hebat seperti kalian." ucap Xiao Ziya yang cukup panjang, para murid akademi sangat senang memiliki master yang sangat baik seperti Xiao Ziya. Gadis yang tak pernah menyombongkan diri atas hal besar yang telah ia lakukan.
Setelah itu Xiao Ziya dan Min Ronje naik ke lantai atas dan memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela. Ternyata di lantai atas sudah ada saudara saudara Xiao Ziya yang bersal dari Klan Xiao.
"Wah ternyata ada adik Ziya di sini." ucap Xiao Feng yang pertama kali menyadari keberadaan Xiao Ziya di sana.
Akhirnya Xiao Ziya mengajak Min Ronje untuk bergabung dengan saudaranya yang lain. Melihat seorang pemuda asing berada di samping Xiao Ziya membuat semua orang penasaran.
"Siapa pemuda yang ada di sampingmu itu adik Ziya?." tanya Xiao Xinzo yang menatap ke arah Min Ronje dengan tatapan menyelidik.
Hai hai semua author balik lagi nih jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.
__ADS_1