
Saat ini Yie Munha masih dalam perawatan Ratu Min Xunzi, kondisi gadis itu sudah membaik dan hanya perlu istirahat yang cukup untuk kembali pulih. Ratu Min Xunzi masuk kedalam kamarnya kemudian duduk di ujung ranjang sembari menatap wajah Yie Munha, wajah Yie Munha terbilang cantik saat ia sedang tertidur.
"Sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh lelaki tua itu hingga memburu cucunya sendiri." ucap Ratu Min Xunzi dengan rasa penasaran tinggi, mungkinkah pria itu ada kaitannya dengan kematian ibu kandungnya selama ini?.
Jari Yie Munha bergerak sedikit namun mata gadis itu masih terpejam, kesadaran Yie Munha perlahan lahan kembali. Yie Munha ingin membuka matanya, anehnya gadis itu tak bisa membuka mata sedikitpun.
"Beristirahatlah karna tenaga mu belum pulih, sekarang kau aman di Istana Kerajaan Bulan." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman tipis.
"Terimakasih telah menyelamatkan saya." ucap Yie Munha dengan suara pelan.
Ratu Min Xunzi keluar dari kamar tersebut, wanita itu ingin mencari tau apa yang sedang terjadi di Klan Yuang Yie. Sebelum pergi Ratu Min Xunzi berpesan pada Raja Min Lunxi untuk menjaga Istana Kerajaan Bulan dengan baik, sang ratu akan segera kembali setelah mendapatkan sebuah informasi mengenai rencana Yie Gu.
Ratu Min Xunzi melesat dengan kecepatan maksimal, wanita itu sampai di perbatasan Klan Yuang Yie dalam waktu kurang dari satu jam. Beberapa penjaga perbatasan menghentikan langkah wanita itu dan meminta kartu identitas, Ratu Min Xunzi menunjukkan kartu identitas sebagai salah satu anggota Klan Yuang Yie, akhirnya para penjaga gerbang mengizinkan Ratu Min Xunzi untuk masuk kedalam.
Ratu Min Xunzi berjalan menyusuri desa desa yang ada di wilayah Klan Yuang Yie, semua terlihat seperti biasa tanpa ada keanehan sedikitpun. Ratu Min Xunzi mampir kesebuah kedai yang tak jauh dari Kastil Klan Yuang Yie, mungkin saja ia akan mendapat informasi penting di kedai itu.
"Tolong dua gelas minuman dan cemilan." ucap Ratu Min Xunzi pada seorang pelayan di kedai itu.
"Baiklah tunggu sebentar nyonya." ucap sang pelayan dengan ramah.
Ratu Min Xunzi melihat kesekeliling kedai, ia menemukan dua orang pria berpakaian serba hitam dengan aura membunuh yang cukup pekat berasal dari tubuh mereka selain itu Ratu Min Xunzi menemukan bercak darah pada salah satu pedang miliki pria tersebut. Merasa sedang diperhatikan oleh seseorang kedua pria itupun menoleh dan melihat ke arah Ratu Min Xunzi, awalnya pria pria itu mengira bahwa Ratu Min Xunzi tertarik pada mereka.
"Wanita cantik itu sedang memperhatikan kita." ucap salah satu dari kedua pembunuh bayaran itu.
"Mungkin dia tertarik pada ketampanan ku." ucap pembunuh bayaran yang satunya dengan tingkat percaya diri yang sangat tinggi.
"Bagaimana jika wanita itu menyadari bahwa kita berdua seorang pembunuh bayaran, lihatlah tatapan matanya yang begitu tajam." jawab si pembunuh bayaran yang pertama kali menyadari keberadaan Ratu Min Xunzi.
Akhirnya kedua pria yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran itu berjalan menuju Ratu Min Xunzi untuk memastikan apakah wanita itu benar benar menyadari apa yang telah mereka lakukan atau hanya sebatas melihat karna merasa penasaran. Kedua pria tersebut duduk di bangku yang ada di depan Ratu Min Xunzi, mereka mulai melakukan basa basi yang tak penting.
"Kami belum pernah melihat nyonya sebelumnya, darimana nyonya berasal." ucap salah satu dari kedua pembunuh bayaran itu.
"Itu bukan urusan kalian berdua." jawab Ratu Min Xunzi dengan ketus.
"Mengapa nyonya memandangi kami sedari tadi? kami berfikir anda tertarik pada kami berdua." ucap sang pembunuh bayaran dengan senyuman aneh.
Ratu Min Xunzi tak menjawab pertanyaan kedua pria itu, ia hanya menunjuk ke arah pedang dengan bekas darah di ujungnya. Kedua pembunuh bayaran itu saling menatap satu sama lain, sepertinya mereka dalam posisi yang tidak aman.
"Jika anda ingin selamat anda harus menutup mulut rapat rapat." ancam kedua pembunuh bayaran itu secara bersamaan.
__ADS_1
"Kalian yang telah melukai gadis itu?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan dingin.
"Siapa yang anda maksud? jangan sembarangan menuduh." ucap salah satu diantara kedua pembunuh bayaran itu.
"Yie Munha." jawab Ratu Min Xunzi dengan nada datar, perkataan wanita itu membuat kedua pembunuh bayaran terkejut bukan main. Bagaimana bisa wanita yang baru saja mereka temui mengetahui kejadian malam tadi? mungkinkah wanita itu salah satu bagian dari Kerajaan Bulan?.
"Darimana anda mengetahui hal itu?." tanya kedua pembunuh bayaran secara bersamaan lagi.
"Saya akan membayar sepuluh ribu koin emas jika kalian bersedia memberitahu apa yang sedang direncanakan oleh pria tua sialan itu." ucap Ratu Min Xunzi yang memberikan tawaran menarik pada keduanya.
Kedua pembunuh bayaran itu seperti tertarik dengan tawaran yang diberikan oleh Ratu Min Xunzi, akhirnya mereka memberitahu apa saja rencana yang dibuat oleh Yie Gu. Ratu Min Xunzi mencengkram tangannya dengan erat, ia tak menyangka pria tua itu tega meminta pembunuh bayaran untuk membunuh cucu perempuan yang ia rawat sejak kecil.
"Ini bayaran untuk kalian, jangan katakan apapun pada pria tua itu jika kalian masih ingin hidup." ucap Ratu Min Xunzi dengan tatapan tajam.
"Baik kami mengerti nyonya." ucap kedua pembunuh bayaran itu yang langsung pergi dari kedai. Beberapa saat setelahnya pesanan Ratu Min Xunzi datang, wanita itu memakannya dengan lahap.
Di sisi lain Xiao Ziya sudah terbangun dari tidur lelapnya, gadis itu membuka mata perlahan lahan dan mulai meregangkan badan setelah semuanya nyawanya terkumpul di dalam tubuh Xiao Ziya pergi beranjak ke kamar mandi membersihkan badan dan mengganti pakaian dengan sebuah gaun berwarna biru muda. Setelah selesai Xiao Ziya langsung keluar dari kamar, ia melihat Zier yang masih menjaga di depan pintu kamar.
"Nona sudah bangun?." tanya Zier yang melihat ke arah Xiao Ziya.
"Terimakasih sudah menjaga saya selama saya tidur, Zier ingin berjalan jalan atau masuk kembali kedalam cincin dimensi?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman lembut.
Xiao Ziya memasukkan kembali harimau kesayangannya itu kedalam cincin semesta, setelah selesai Xiao Ziya berjalan menuju istana utama untuk bertemu dengan Raja Yongling Zu. Saat sampai di istana utama Xiao Ziya berpapasan dengan Selir Mue Zu, sang selir menatap sekilas ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh kebencian.
"Awas saja kau nanti." ucap Selir Mue Zu, wanita itu berjalan melalui Xiao Ziya begitu saja.
Xiao Ziya melanjutkan perjalanannya menuju ruang kerja Raja Yongling Zu, gadis itu mengetuk pintu beberapa kali hingga sang raja mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.
"Salam saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Xiao Ziya dengan sopan dan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Salam saya pada Nona Xiao Ziya, ada apa nona datang menemui saya?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan heran.
"Saya ingin membahas tentang masalah di pemilik Toko Berlian Zuvana, sepertinya saya akan turun tangan langsung dalam masalah ini." ucap Xiao Ziya dengan tegas, karna pemilik toko dan pelayannya adalah iblis dari alam neraka. Karna beberapa masalah yang terjadi Xiao Ziya sampai melupakan seseorang yang sempat ingin menerobos dinding pembatas yang Xiao Ziya pasang disekitar toko.
"Nyonya Zuvana adalah penduduk wilayah Kerajaan Bintang Timur, saya yang akan turun tangan dalam masalah ini. Saya harap Nona Ziya tak terlalu ikut campur karna anda tak ada kaitannya dengan kedua orang itu." jawab Raja Yongling Zu dengan santai, ia yakin gadis itu tak akan keras kepala dalam masalah kali ini.
Xiao Ziya menunjukkan token identitasnya sebagai penerus dari alam neraka, gadis itu juga menjelaskan kembali pada Yang Mulia Raja Yongling Zu mengapa ia berhak ikut campur dalam masalah kali ini. Sebenarnya Raja Yongling Zu tak percaya bahwa pemilik Toko Berlian Zuvana dan salah satu karyawannya iblis yang melarikan diri dari alam neraka karena keduanya seperti manusia biasa.
"Apa yang akan anda lakukan pada mereka berdua?." tanya Raja Yongling Zu yang merasa penasaran dengan tindakan Xiao Ziya selanjutnya.
__ADS_1
"Saya akan menyerahkan kedua wanita itu pada Raja Artur." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam.
Raja Yongling Zu sempat terdiam sejenak, ia memang tak bisa menahan keinginan dari Xiao Ziya untuk menyerahkan Nyonya Yingwa Zuvana dan Hana pada Raja Artur akan tetapi ia perlu bukti bahwa kedua wanita itu adalah iblis.
"Saya perlu bukti jika mereka berdua adalah iblis." ucap Raja Yongling Zu.
Xiao Ziya menganggukkan kepalanya, ia meminta izin pada Raja Yongling Zu untuk menjemput seorang iblis yang masih tersisa di luar Toko Berlian Zuvana. Setelah mendapatkan izin Xiao Ziya langsung melesat pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur menuju Toko Berlian Zuvana, hanya perlu waktu beberapa detik untuk gadis itu sampai di tempat tujuannya. Xiao Ziya melihat ke arah seorang pemuda yang masih terkapar di luar toko, Xiao Ziya tersenyum karna pelindung yang ia letakkan di luar Toko Berlian Zuvana memiliki efek kejut yang sangat tinggi.
"Ternyata kalian bukanlah iblis tingkat tinggi." ucap Xiao Ziya, gadis itu mencengkram kerah baju pemuda yang sedang terkapar itu kemudian melesat lagi menuju Istana Kerajaan Bintang Timur.
Karna kecepatan Xiao Ziya yang diluar nalar kultivator biasa, ada beberapa penduduk Kerajaan Bintang Timur yang jatuh tersungkur karna tertabrak oleh Xiao Ziya. Para penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Bintang Timur sampai terkejut karna merasakan angin yang sangat kencang melintas di samping mereka.
"Apa kalian merasakannya juga?." tanya salah seorang prajurit penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Bintang Timur.
"Itu tamu Yang Mulia Raja Yongling Zu sedang melintas." jawab salah seorang prajurit penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Bintang Timur yang sudah pernah melihat Xiao Ziya beberapa kali.
Karna pintu ruang kerja Raja Yongling Zu masih terbuka dengan lebar Xiao Ziya bisa masuk tanpa perlu mengetuk pintu terlebih dahulu, Raja Yongling Zu sampai terjungkal kebelakang karna terkejut dengan kedatangan gadis itu.
"Ini adalah putra dari Yingwa Zuvana." ucap Xiao Ziya sembari melempar tubuh pemuda itu dihadapan Raja Yongling Zu.
"Dia juga seorang iblis?." tanya Raja Yongling Zu.
"Ya, mereka bertiga adalah iblis. Jika anda tak percaya dengan apa yang saya katakan saya bisa membuktikannya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius gadis itu tak sedang bermain-main dengan kata katanya.
"Baiklah malam nanti anda bisa datang ke penjara bawah tanah bersama dengan saya dan beberapa pangeran untuk membuktikan bahwa mereka bertiga adalah iblis." jawab Raja Yongling Zu.
"Kalau begitu saya akan pergi untuk menemui Tuan Putri Beiling Zu." ucap Xiao Ziya yang beranjak pergi dari ruang kerja sang raja dengan meninggalkan putra Yingwa Zuvana di sana.
Ditempat lain saat ini Selir Mue Zu dan kedua anaknya sedang memikirkan cara untuk membalas dendam pada Xiao Ziya karna tindakan gadis itu sudah terlalu jauh. Selir Mue Zu juga khawatir jika gadis itu benar benar bisa membuktikan bahwa Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu bukanlah anak kandung dari Yang Mulia Raja Yongling Zu.
"Sialan kita harus memikirkan cara untuk mengeluarkan gadis itu dari istana ini." ucap Selir Mue Zu pada kedua anaknya, semua perjuangan yang telah ia lakukan selama ini jangan sampai sia sia hanya karna seorang gadis dari wilayah luar Kerajaan Bintang Timur.
"Gadis itu sangat pintar membuat ayah percaya dengan semua perkataanya." ucap Putri Ming Zu dengan tatapan geram, anak haram dari Ratu Junyi Zu itu mendapatkan banyak perhatian dari anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur sedangkan ia tak dianggap oleh mereka.
"Mungkin kita bisa menyewa seorang pemuda untuk tidur di kamar yang sama dengan gadis itu." ucap Pangeran Xilian Zu, pemuda itu memberikan rencana gila pada ibu dan juga adik perempuannya.
"Bagaimana cara kita memasukkan seorang pemuda kedalam kamar gadis itu? saat ini ia tinggal bersama Putri Beiling Zu." jawab Putri Ming Zu dengan kesal, sangat sulit memisahkan Putri Beiling Zu dengan adik tirinya itu.
"Aku yang akan memikirkan caranya nanti, kalian hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya." jawab Pangeran Xilian Zu dengan senyuman miring, jika rencana Pangeran Xilian Zu berjalan dengan lancar maka ia bisa merusak reputasi Xiao Ziya dan membuat gadis itu di usir dari Istana Kerajaan Bintang Timur.
__ADS_1
Hai semuanya maaf ya author kurang fokus jadi nama Pangeran Xilian Zu sama Putri Ming Zu kebalik balik, maaf banget ya semua. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.