
Saat ini Aron tengah melakukan tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya. Pemuda itu tengah menyelinap masuk kedalam istana kekaisaran sebagai seorang penjaga. Untung saja tak ada yang mengenalinya, karna Aron memang jarang menampakkan dirinya di hadapan saudara saudara Xiao Ziya.
"Mengapa hari ini istana sangat ramai." ucap Aron yang merasa sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi sekarang.
Saat ini Kaisar muda tepatnya Xiao Yan tengah menyambut orang orang dari Kerajaan Xingmen yang datang untuk mengunjunginya. Sedangkan Aron masih mencari informasi melalui prajurit prajurit lainnya.
"Siapa mereka? mengapa wajah mereka terlihat sangat asing." tanya Aron pada seorang prajurit yang bertugas menjaga pintu masuk istana.
"Kau tak tau siapa mereka? apa tugasmu di istana ini." ucap prajurit itu dengan nada yang sedikit meninggi. Karna ia mengira Aron adalah prajurit yang bertugas menjaga pintu masuk seperti dirinya. Untung saja Aron tak kehabisan akal untuk mendapat jawaban dari pertanyaanya.
"Maaf saya prajurit yang ditugaskan untuk menjaga sel penjara, sehingga banyak berita yang terlewatkan." ucap Aron dengan cerdiknya.
Akhirnya sang prajurit berhasil ia kelabuhi. Prajurit itu menceritakan semua yang ia ketahui kepada Aron. Aronpun akhirnya mengerti, namun jika nonanya mendengar kabar ini kemungkinan ia akan marah. Bagaimanapun nonanya itu memiliki kedudukan istimewa di dalam istana kekaisaran sehingga hal penting apapun yang terjadi nonanya itu berhak tau.
Setelah mengetahui apa yang sedang terjadi Aronpun segera mencari cara untuk keluar dari istana kekaisaran. Namun gelagat anehnya itu berhasil menarik perhatian Raja Artur yang kebetulan sedang ada di sana.
"Siapa kau? mengapa kau menyusup kedalam istana." ucap Raja Artur yang merasa tingkat kualivitasi pemuda yang ada di hadapannya itu lebih tinggi dari seorang prajurit pada umumnya.
Aronpun menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang. Saat mengetahui siapa yang berhasil menangkap basah aksinya itu ia merasa sedikit lega.
"Maaf tuan, saya diutus oleh nona Ziya untuk mencari tau apa yang terjadi di istana." ucap Aron dengan jujur karna ia tau pria yang ada dihadapannya itu cukup dekat dengan Xiao Ziya dan pria itu tak mungkin membocorkan hal yang sedang ia lakukan.
"Dimana gadis itu, apakah ia masih ada di akademi?." tanya Raja Artur yang memang tak melihat Xiao Ziya sedari tadi.
"Benar, nona sedang ada di akademi karna ia memang tak dijemput pulang." ucap Aron yang kemudian menjelaaskan pada Raja Artur.
"Baiklah segeralah pergi, dan mintalah gadis itu untuk datang kesini." ucap Raja Artur yang membiarkan Aron untuk pergi.
__ADS_1
Aronpun tak menyia nyiakan kesempatan itu dan segera pergi dari istana dan bergegas kembali ke Akademi Kekaisaran untuk menemui nonanya yang sedang menunggu.
Saat ini Xiao Ziya tengah berbaring di atas ranjangnya sembari menunggu kabar dari sang mata mata.
"Mungkinkah Yan gege menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Xiao Ziya yang sedang berfikir tentang kemungkinan yang bisa saja sedang terjadi di istana kekaisaran.
Sebelum gadis itu berfikir terlalu jauh dan membuatnya memikirkan hal buruk, Aron datang dan sempat membuat Xiao Ziya terkejut. Karna pemuda itu masuk lewat jendela yang ada di kamarnya padahal sudah berkali kali Xiao Ziya mengatakan pada Aron untuk datang lewat pintu depan.
"Salam nona Ziya saya datang untuk melapor." ucap Aron sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada Xiao Ziya.
"Katakan apa yang sedang terjadi di istana dan mengapa Yan gege tak menjemputku bersama Xun gege." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Akhirnya Aron menceritakan semua informasi yang ia dapatkan tadi. Ia juga bercerita tentang Raja Artur yang tanpa sengaja menergokinya. Mendengar cerita dari Aron membuat Xiao Ziya sedikit mengerti, namun tetap saja apa yang dilakukan oleh Xiao Yan membuat gadis itu kesal. Bagaimana jika rombongan dari Kerajaan Xingmen memiliki maksut terselubung dengan kunjungan mereka ke istana kekaisaran.
"Baiklah trimakasih untuk informasinya, gege bisa tinggal di paviliun ini untuk beberapa hari kedepan. Aku akan pergi ke kantor kepala akademi lagi untuk meminta ijin." ucap Xiao Ziya yang langsung menggunakan jubah resminya sebagai murid luar, kemudian gadis itu bergegas untuk pergi.
Aron mengerti mengapa Xiao Ziya meminyanya untuk tinggal di paviliun itu. Secara tak langsung gadis itu meminta Aron untuk menjaga paviliunnya. Aron juga tai bahwa nona mudanya ini memiliki banyak musuh di dalam akademi. Bisa saja mereka membuat kegaduhan di dalam paviliun milik Xiao Ziya.
Saat ini Xiao Ziya sudah berada di dalam ruang kepala akademi. Ling An benar benar tak bisa berfikir jernih, bagaimana bisa dalam satu hari gadis itu mengunjunginya sebanyak dua kali. Tentu saja hal itu membuat Ling An merasa sedikit cemas.
" Saya ingin pergi ke istana kekaisaran, kedatangan saya kesini untuk meminta izin pada kepala akademi." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan maksut dan tujuannya datang menemui Ling An.
"Baiklah saya akan memberi ijin padamu." ucap Ling An tanpa basa basi lagi. Dengan tidak adanya Xiao Ziya di akademi dalam jangka waktu beberapa hari akan membuat hidup Ling An sedikit tenang.
"Terimakasih, saya pamit pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari ruangan kepala akademi.
Saat melewati gerbang akademi Xiao Ziya menunjukkan kartu identitasnya dan juga surat ijin yang diberikan oleh kepala akademi.
__ADS_1
"Baiklah nona bisa pergi, maaf telah menghambat perjalanan anda." ucap sang penjaga gerbang Akademi Kekaisaran.
"Tidak apa apa paman, saya hanya ingin mematui prosedur saja." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalanannya menuju istana kekaisaran.
Gadis itu berjalan seperti orang biasanya, ia tak berniat melesat agar sampai segera ke istana karna dia ingin memastikan beberapa titik yang mendapat serangan dari binatang buas.
"Dari mana para binatang buas ini datang, sepertinya mereka dikendalikan oleh seseorang." ucap Xiao Ziya yang saat ini tengah berada di atas pohon yang lumayan tinggi.
Xiao Ziya bisa merasakannya dengan jelas, binatang binatang buas itu menyerang bukan karna isting mereka sebagai predator namun memang ada seseorang yang mengendalikan fikiran mereka dan sengaja membuat kekacauan di Kekaisaran Qiyu.
"Siapapun yang melakukan ini cepat atau lambat aku akan menemukanmu." ucap Xiao Ziya yang segera bersembunyi karna merasakan kehadiran seseorang.
Terlihat seorang pemuda yang menggunakan jubah hitam datang dan mendekat ke arah kerumunan binatang buas itu. Xiao Ziya mengawasi setiap gerak gerik yang dilakukan oleh pemuda itu.
Pemuda tersebut membuka tudung jubah yang ia kenakan, terlihat matanya merah menyala dan cukup menyeramkan. Pemuda itu seperti membaca sebuah mantra sihir, setelah pemuda itu selesai membaca mantra sihir para binatang buas itu tak terkendali dan menyerang beberapa rumah yang ada di sana.
"Siapa dia, mengapa ia membuat kekacauan di wilayahku. Wajahnya sangat asing." ucap Xiao Ziya yang memang tak mengenal pemuda itu.
Tak lama pemuda itu pergi, Xiao Ziya mengamatinya dari atas pohon. Namun sepertinya pemuda itu berjalan menuju istana kekaisaran.
"Sepertinya hanya aku yang bisa membereskan kekacauan ini." ucap Xiao Ziya yang kemudian turun kebawah untuk membantu warga yang diserang para binatang buas itu.
Sebelum pergi Xiao Ziya memberi sihir pelindung di sekitar kawasan itu. Saat ia bertanya pada seorang pria yang ada di sana tentang keberadaan pemuda tadi ternyata pria itu tak melihatnya.
"Sepertinya memang hanya orang orang tertentu yang dapat melihatnya, aku harus segera pergi menuju istana." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat secepat mungkin.
**Hai guys, gimana kabar kalian semoga sehat terus ya. Oh ya Author butuh koin nih ada yang mau masuk gc buat ngasih koin ga? soalnya klw kalian tips koin pun itu ga masuk ke akunku hiks. Btw gimana rapor kalian?.
__ADS_1
Jangan lupa Vote sebanyak banyaknya, like, komen, dan rate ya**