RATU IBLIS

RATU IBLIS
Naga Keabadian


__ADS_3

Kedua api itu saling berbenturan hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat keras, untung saja pohon pohon di sekitar mereka tak mengalami kerusakan. Naga Keabadian itu masih menatap Xiao Ziya dengan tak suka ia tak terima jika dirinya kalah bertanding dengan seorang gadis lemah seperti itu. Sang naga kembali pada wujud manusianya ia mengeluarkan sebuah tongkat sihir dengan ukiran naga yang melingkari tongkat itu. Lee Wunhzo atau lebih dikenal dengan sebutan naga keabadian membacakan sebuah mantra sihir, cahaya keemasan yang sangat terang menyinari tongkat sihir itu kemudian ia mengarahkannya pada Xiao Ziya.


"Perisai api." ucap Xiao Ziya yang juga membuat sebuah sihir pelindung untuk melindungi dirinya dari tembakan tembakan cahaya emas itu. Karna ulah sang naga keabadian beberapan pohon tumbang, Xiao Ziya yang sudah berjanji pada kakek penunggu gunung itu merasa sangat kesal.


"Kau tak perlu menyakiti makhluk hidup lain saat melawanku." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik kerah baju Lee Wungzo, gadis itu melesat dengan cepat dan mencari tempat bertarung yang tak dipenuhi pepohonan agar naga keabadian itu tak merusak apa yang tumbuh di gunung itu. Melihat Lee Wungzo yang ditarik paksa oleh Xiao Ziya tentu membuat Raja Artur cemas ia mengikuti gadis itu dari belakang.


Setelah menemukan tempat yang tak terlalu ditumbuhi pepohonan Xiao Ziya melepaskan cengkramannya pada kerah baju Lee Wungzo. Lee Wungzo yang masih terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu masih diam dalam beberapa waktu, setelah kesadarannya kembali Lee Wungzo menghentakkan tongkat sihirnya ke tanah sehingga menciptakan gelombang yang cukup besar, dengan cepat Xiao Ziya loncat ke atas untuk menghindari gelombang itu.


"Mengapa kau menarikku seperti itu bocah ingusan." ucap Lee Wungzo yang marah pada Xiao Ziya, seumur hidupnya baru kali ini ia diperlakukan seperti itu. Biasanya semua orang akan tunduk dan patuh padanya karna ia adalah sang naga keabadian.


"Gunung ini bukanlah milikmu, tempat ini sudah di jaga ratusan tahun oleh seseorang mengapa kau merusaknya dengan seenak jidatmu." ucap Xiao Ziya yang juga kesal pada pemuda yang ada di hadapannya. Bagaimana jika kakek berambut merah itu sedih karna gunung yang ua jaga dirusak oleh naga tak tau diri itu.


"Saya sudah hidup jutaan tahun, tak ada orang yang menjaga gunung ini." ucap Lee Wungzo yang mengatakan bahwa ia tak pernah melihat seorang kakek tua di puncak gunung itu, sang naga keabadian sudah beberapa kali berdiam diri di gunung itu namun tak ada orang lain yang ada di puncak sana selain dirinya.


"Meski kau sudah hidup jutaan tahun namun semua ini bukanlah milikmu." triak Xiao Ziya yang mulai beradu argumen dengan pemuda naga itu, sebagai sesosok naga yang hidup jutaan tahun seharusnya ia memiliki sikap yang baik dan welas asih.


"Bocah ingusan kau tak perlu mengajariku." ucap Lee Wungzo yang tak ingin mendengarkan perkataan Xiao Ziya, baginya di dunia ini tak ada yang lebih memahami tatanan semua lapisan dunia kecuali dirinya. Mungkin karna sudah hidup dalam kurun waktu yang sangat lama naga keabadian itu lupa siapa yang menciptakannya.


"Kau hanya berurusan dengan saya jadi jangan melibatkan yang lain, apapun itu entah manusia, hewan, ataupun tumbuhan." ucap Xiao Ziya yang sama keras kepalanya dengan sang naga keabadian.


Setelah mencari cari keberadaan penerusnya dengan teman lamanya itu akhirnya Raja Artur menemukan mereka berdua sedang berdebat dengan hebat, sang naga keabadian mengeluarkan aura emas kemuliaan miliknya sedangkan Xiao Ziya mengeluarkan aura membunuh yang sangat kental selain itu ada aura keemasan yang terlihat dengan samar pada gadis itu.


"Hentikan kalian tak perlu bertengkar seperti ini." ucap Raja Artur yang berusaha untuk memisahkan mereka berdua.


"Penerusmu ini sangat menyebalkan, mengapa kau memilih gadis rendahan seperti dia." ucap Lee Wungzo yang kini malah menghina Xiao Ziya.


"Sudahlah jangan membuat gadis itu meledak, kau tak akan mampu mengatasinya." ucap Raja Artur yang sedang memperingatkan temannya itu agar tak membuat kemarahan Xiao Ziya meluap, karna gadis itu akan diluar kendali.


"Sebaiknya kau pilih saja penerus lain." ucap sang naga keabadian yang tak menghiraukan peringatan dari Raja Artur.


Xiao Ziya tersenyum tipis mendengar semua komentar yang dikatakan oleh sang naga keabadian, apakah naga itu kira Xiao Ziya ingin menjadi seorang penerus tahta Raja Artur? jika bukan karna kakek tua itu yang membuatnya berreingkarnasi dan memohon padanya maka Xiao Ziya lebih memilih hidup sebagai gadis biasa.


"Hey naga tua, kau kira saya senang dengan posisi ini? jaga mulutmu jika kau tak tau apa apa lebih baik kau diam." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin andalannya, jika sudah seperti ini maka kemarahan Xiao Ziya mulai terpancing.


"Siapa yang akan menolak posisi sebagai pewaris tahta neraka? tentu semua orang menginginkannya." ucap sang naga keabadian yang percaya bahwa semua orang apalagi para kultivator biasa tak akan menolak saat mereka diberikan kedudukan sebagai junjungan muda dari wilayah neraka.


"Kau kira menyenangkan berurusan dengan segunung berkas berkas yang membuat kepala pusing?." ucap Xiao Ziya yang kini sudah dalam mode iblisnya, penampilan gadis itu berunah sangat drastis karna kemarahannya yang hampir saja meledak.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan saat mendapatkan posisi itu, bukankah begitu?." ucap Lee Wangzo yang semakin memancing kemarahan Xiao Ziya. Ya gadis itu benar benar sudah dalam ambang batas kesabarannya.


"Diamlah." ucap Xiao Ziya dengan nada bicaranya yang pelan namun masih dapat di dengar oleh Lee Wungzo dan Raja Artur.


"Apa kau mengakui bahwa semua ucapanku tadi adalah kebenaran?." ucap Lee Wungzo yang semakin memojokkan Xiao Ziya.


"Saya bilang diamlah." ucap Xiao Ziya yang sedang menundukkan kepalanya dengan tangan yang mengepal, gadis itu masih berusaha sekuat mungkin untuk menahan amarahnya.


"Ahahaha lihatlah betapa lucunya penerusmu ini kawanku." ucap sang naga keabadian yang kini malah menertawakan Xiao Ziya, ia mengira gadis itu sudah tak dapat membalas kata katanya sehingga ia hanya diam saja tanpa mengucapkan apapun.


"Diam!!!." triak Xiao Ziya yang emosinya sudah meledak ia mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Lee Wungzo. Mata merah darah milik Xiao Ziya memancarkan aura kematian yang sangat kental, gadis itu tak ingin lagi menahan amarahnya.


Xiao Ziya mendekat ke arah Lee Wungzo setelahnya ia mencekik leher pemuda itu hingga Lee Wungzo kesulitan bernafas, ini pertama kalinya bagi sang naga keabadian ada seseorang yang berani melawannya sepert itu. Setelah beberapa saat mencekik leher Lee Wungzo, Xiao Ziya langsung melemparkan tubuh pemuda itu hingga terpental beberapa meter dan menabrak sebuah batu besar. Karna benturan yang sangat kuat batu itupun hancur menjadi debu.


"Tolong maafkan sikap teman saya yang sudah kelewatan." ucap Raja Artur yang meminta maaf atas nama naga keabadian, Xiao Ziya diam ia tak ingin menerima permintaan maaf seperti itu. Jika naga keabadian ingin meminta maaf maka ia harus mengucapkannya sendiri.


"Mungkin selama satu juta tahun tak ada yang memukulnya seperti itu hingga arogansinya diluar batas, sekarang biar saya yang memberinya pelajaran." ucap Xiao Ziya yang melesat ke arah sang pemuda yang menjadi jelmaan naga keabadian saat dalam wujud manusianya. Xiao Ziya menarik tubun pemuda itu dan melemparnya hingga berada di dekat Raja Artur.


"Kau bukan siapa siapa bagi saya, kau juga bukan sosok yang harus saya sembah atau hormati. Bersikaplah seperti anda ingin dipelakukan." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan dingin, ia menatap ke bawah melihat ke arah Lee Wungzo yang sudah terluka sangat parah wujudnya kembali lagi dalam bentuk naga. Badan naga keabadian itu dipenuhi oleh dara dan benerapa bagian yang terluka.


"Uhuk uhuk uhuk penerusmu ini memang sangat kejam." ucap sang naga keabadian yang terbatuk batuk dengan mengeluarkan banyak sekali darah segar setelahnya naga keabadian itu pingsan.


"Ternyata kau datang lagi untuk menemuiku junjungan muda dari neraka." ucap sang kakek penjaga gunung yang mengira Xiao Ziya akan langsung pergi setelah menyelesaikan masalahnya di tempat itu.


"Maaf karna kelalaian saya sebagian pohon dan beberapa batuan hancur." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf pada kakek penjaga gunung itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat sang kakek tersenyum kemudian kakek itu mengatakan bahwa itu semua bukan kesalahan gadis itu, Xiao Ziya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga apa yang ada di gunung itu namun seekor naga yang arogan merusaknya jadi kakek penjaga gunung tak akan menyalahkan Xiao Ziya.


"Trimakasih sudah berusaha menjaga makhluk hidup yang ada di sini, kau bisa kembali sekarang." ucap sang kakek penjaga gunung yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk pergi karna mungkin saja gadis itu memiliki banyam sekali urusan yang harus ia selesaikan.


"Sampai jumpa kakek." ucap Xiao Ziya yang langsung membaca mantra teleportsi agar ia segera sampai ke istana neraka.


Setelah melintasi dimensi ruang dan waktu akhirnya Xiao Ziya sampai di istana neraka, gadis itu bertanya pada seorang pelayan kemana Raja Artur pergi membawa seekor naga dan pelayan itu mengatakan jika saat ini Raja Artur sedang berada di kamar tamu. Setelah mendapatkan informasi Xiao Ziya langsung bertrimakasih pada pelayan itu kemudian pergi menuju kamar tamu. Saat membuka pintu kamar tamu hal pertama yang Xiao Ziya lihat adalah sang naga keabadian sedang dalam wujud manusianya lagi kini ia sedag ditangani oleh seorang tabib.


"Bagaimana kondisi temanmu itu Raja Artur?." tanya Xiao Ziya pada Raja Artur yang tampak cemas dengan kondisi teman lamanya yang sedang kritis.


"Tabib mengatakan lukanya cukup dalam dan diperlukan waktu yang lama agar Lee Wungzo pulih kembali." ucap Raja Artur yang mengatakan semua perkataan sang tabin setelah memeriksa kondisi Lee Wungzo.

__ADS_1


"Biarkan dia seperti itu untuk beberapa hari, jika saya sudah tak kesal lagi padanya maka saya akan datang untuk menyembuhkannya. Kau tetaplah ada di istana jangan keluar istana ini walau hanya satu mili meter." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada Raja Artur, karna sang raja kabur dari istana alam neraka bawah maka Xiao Ziya menggantu hukuman sang raja dengan kurungan istana selama satu tahun dan Raja Artur harus mengerjakan semua berkas berkas yang menumpuk setiap harinya.


Mendengar Xiao Ziya merubah hukuman yang diberikan padanya membuat Raja Artur sedikit lesuh, selama beberapa hari di penjara ia merasa tenang karna tak terbenani oleh tugas tugas kerajaan yang menumpuk setiap harinya, ia juga tak merasa khawatir tugas tugas itu akan menumpuk sangat banyak saat ia keluar dari penjara nanti karna Xiao Ziya yang mengerjakannya.


"Apakah saya tak bisa kembali lagi ke dalam penjara?." tanya Raja Artur yang ingin kembali masuk kedalam penjara alam neraka bawah.


"Tidak, kali ini terima saja hukumanmu itu. Jika saya kembali memasukkan anda kedalam neraka mungkin saja teman anda yang lain akan datang dan membuat kekacauan." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mengambil resiko, untung saja tawanan lain sudah ditemukan oleh para prajurit neraka dan beberapa iblis yang membantu.


"Baiklah jika begitu." ucap Raja Artur yang keluar dari kamar tamu kemudian bergegas pergi ke ruang kerjanya, saat membuka pintu ruang kerjanya Raja Artur ingin pingsan karna banyak sekali berkas berkas dan lembaran kertas yang menumpuk. Sudah berapa hari Xiao Ziya tak datang untuk mengerjakan berkas itu mengapa menumpuk dengan sangat tinggi.


"Jika bukan karna teman lama saya itu mungkin saya masih berada di penjara dan bersantai di sana." ucap Raja Artur yang langsung duduk di kursinya, ia mulai membaca berkas berkas itu satu persatu dengan teliti.


Xiao Ziya keluar dari kamar tamu gadis itu ingin kembali ke dunia bawah, gadis itu kembali membacakan mantra teleportasi agar segera sampai di sana. Tempat pertama yang Xiao Ziya tuju adalah hutan yang dekat dengan perbatasan bagian barat Kerajaan Zu Long gadis itu ingin mencari tau alasan mengapa monster monster itu bermunculan.


"Hah apakah ini ulah seorang iblis lagi, mengapa mereka tak bisa berdiam diri saja." ucap Xiao Ziya yang mulai menyusuri hutan itu dan mencari cari dimana tempat persembunyian para monster.


Xiao Ziya memcari dari ujung ke ujung hutan itu namun ia tak menemukan apapun, gadis itu berusaha merasakan aura dari para monster akhirnya ia berjalan mendekat ke arah sebuah pohon hitam yang sangat besar, Xiao Ziya menatap pohon itu dari atas hingga bawah ini sangat aneh mengapa pohon hitam itu mengeluarkan aura hitam milik monster srigala yang ia temui kemarin malam.


"Apakah ada sesuatu di balik pohon ini?." ucap Xiao Ziya yang ingin tau rahasia apa yang ada di dalam pohon hitam itu. Xiao Ziya berjalan melingkari pohon ia berusaha mencari sesuatu.


Saat Xiao Ziya sedang sibuk mengamati pohon besar itu tiba tiba sebuah pintu besar muncul dari balik pohon, karna penasaran akhirnya Xiao Ziya masuk dan melihat apa yang ada di dalam pohon itu. Yang Xiao Ziya lihat hanyalah ruangan hampa tanpa ada apapun. Walau di ruangan itu tak ada apapun namun Xiao Ziya merasakan banyak mata yang sedang memandanginya dari kejauhan.


Xiao Ziya menemukan sebuah lorong yang sangat panjang gadis itu berjalan menyusuri lorong, hingga ia sampai di ujung lorong itu. Ini sangat aneh karna tak ada apapun di sana, Xiao Ziya memejamkan matanya sebentar kemudian membuka matanya lagi mata Xiao Ziya sudah berubah menjadi merah.


Seketika ia bisa melihat semua monster yang sedang mengelilinginya, ternyata monster itu memiliki kemampuan khusus mereka hanya bisa di lihat saat ingin menampakkan diri saja. Pantas ada beberapa monster yang berhasil menembus pertahanan para prajurit Kerajaan Zu Long.


"Mengapa kalian menyerang Kerajaan Zu Long apakah mereka melakukan kesalahan?." tanya Xiao Ziya yang ingin menanyakan alasan dibalik penyerangan para monster itu.


"Mereka sudah merusak hutan tempat kami tinggal." ucap salah seorang moster banteng yang dengan berani mengatakan alasan di balik penyerangan para monster itu.


"Tidak itu bukan alasan kalian melakukan semua ini, karna saya sudah menyusuri hutan ini dan tak ada bagian yang rusak." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa monster banteng itu sedang membohonginya, sepertinya ada sesuati yang mereka rahasiakan dari Xiao Ziya.


"Mereka mengambil sebuah permata hitam dari hutan ini, permata itu adalah sumber kekuatan kami. Karna mereka mengambilnya dengan paksa kami akan terus menyerang hingga mereka mengembalikannya." ucap salah seorang monster srigala yang menceritakan dengan jujur mengapa mereka menyerang Kerajaan Zu Long.


"Baiklah jika begitu kalian tunggulah di sini sampai saya kembali membawa permata hitam itu." ucap Xiao Ziya yang berencana untuk mengambil kembali permata hitam yang menjadi hak para monster itu.


"Trimakasih telah berbicara secara baik baik pada kami, kami akan memunggu di sini." ucap sang monster srigala yang merasa tenang karna ada seseorang yang akan mewakilkan mereka untuk mengambil permata hitam itu dari tangan Zu Fengzo yang telah mengambilnya secara paksa.

__ADS_1


Xiao Ziyapun bergegas pergi dan keluar dari pohon hitam besar itu, Xiao Ziya melesat dan melewati perbatasan sebelah barat Kerajaan Zu Long. Tak ada yang menghentikan gadis itu karna para prajurit perbatasan sudah hafal dengan Xiao Ziya. Setelah masuk ke wilayah Kerajaan Zu Long, Xiao Ziya bergegas pergi menuju istana kerajaan.


Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya guys, jangan lupa follow, vote itu wajib ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga.


__ADS_2