
Xiao Ziya, Xiao Yan, dan Xiao Xun tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama hingga ada beberapa murid Klan Xiao yang memberanikan diri untuk membangunkan mereka bertiga, setelah membuka mata dan mencoba untuk mengingat apa yang terjadi Xiao Ziya langsung mencubit pipi kedua kakak laki lakinya agar segera bangun.
"Sakit adik." ucap Xiao Xun yang mengusap pipinya karna merasa kesakitan.
Kedua pemuda itu akhirnya bangun dan meregangkan badan mereka, terlihat mereka seperti kebingungan mengapa ada di sana. Setelah itu Xiao Yan dan Xiao Xun melihat ke arah Xiao Ziya yang ada di tengah tengah mereka.
"Kalian kembalilah ke asal masing masing." ucap Xiao Ziya yang langsung berdiri kemudian pergi meninggalkan Xiao Yan dan Xiao Xun di sana. Xiao Ziya bergegas pergi menuju paviliunnya untuk berganti pakaiam setelah itu ia pergi menuju restoran terdekat yang ada di sebrang Klan Xiao.
Saat baru saja sampai terlihat suasana restoran yang cukup ramai, gadis itu mencari tempat duduk yang masih kosong setelah menemukannya ia langsung duduk dan memesan makanan makanan yang ada di daftar menu. Xiao Ziya memperhatikan para pengunjung di restoran itu ia merasakan kehadiran kultivator dari dunia atas entah apa tujuannya berada di dunia bawah. Jika tujuan orang itu adalah membuat kekacauan maka Xiao Ziya tak akan sungkan untuk membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
"Ini pesanan nona Ziya." ucap seorang pelayan perempuan yang mengantarkan pesanan milik Xiao Ziya. Gadis itu melihat ke arah makanan yang disajikan dihadapannya bau pahit yang menyengat menandakan bahwa di dalam makanan itu terdapat racun yang sengaja di campurkan.
Xiao Ziya memberikan isyarat mata pada Aron yang sedang mengawasi di atap restoran, setelah mendapat isyarat dari nona mudanya untuk menangkap pelayan wanita yang menyajikan makanan pada Xiao Ziya. Aron pergi melewati pintu belakang ia mendobraknya dengan paksa dan langsung menodong wanita pelayan itu menggunakan belati kecil miliknya. Para koki yang ada di dapur terkejut dengan kejadian itu merek ingin membantu namun tak berani.
"Maaf tuan apa kesalahan yang telah saya lakukan pada anda?." tanya pelayan wanita itu yang merasa tak memiliki masalah dengan pemuda yang sedang menodongkan belati tepat di lehernya itu.
"Gadis yang ingin anda racun itu adalah nona muda saya." ucap Aron dengan suara datarnya, ia juga mengikat tangan pelayan wanita itu menggunakan sihir api yang telah ia pelajari. Aron membawa pelayan wanita itu menuju meja makan tempat nona mudanya berada.
"Kerja bagus gege, tutup akses untuk keluar dari restoran ini karna saya yakin wanita ini tak bermain sendirian." ucap Xiao Ziya yang tersenyum penuh dengan arti, Aron menganggukkan kepala kemudian melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya mentap ke arah pelayan wanita yang sedang bersimpuh dengan badan yang gemetarn serta tangan yang terikat oleh tali api. Xiao Ziya mengambil satu sendok sup daging yang pelayan wanita itu sajikan padanya, Xiao Ziya ingin menyuapkan sup daging pada sang pelayan dengan cepat pelayan itu menggelengkan kepalanya agar sup daging tak masuk kedalam mulut.
"Makanlah!! kau yang telah menyajikannya." triak Xiao Ziya dengan nada tinggi hingga membuat pengunjung lain terkejut, mereka hanya melihat dari kejauhan saja dan tak berani ikut campur dalam maslah itu.
Seorang kultivtor muda yang merupakan orang dari dunia atas berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya, sepertinya ia ingin ikut campur dengan urusan Xiao Ziya atau memang ia yang telah merencanakan hal ini dari awal namun tak menyangka rencananya terbongkar secepat itu.
"Nona sebaiknya anda tak bersikap kasar pada pelayan wanita itu." suara sang kultivator dunia atas terdengar seperti seorang pemuda jadi bisa disimpulkan usianya masih dua puluh tahunan.
"Apa anda perlu ikut campur dalam urusan saya?." jawab Xiao Ziya dengan nada bicar dinginnya ia tak suka jika ada orang asing yang ikut campur dalam masalahnya.
Pemuda itu tersenyum kemudian mendekati sang pelayan wanita, ia hendak membuka tali api yang mengikat kedua pergelangan tangan sang pelayan wanita.
"Mengencang." ucap Xiao Ziya yang mengganti tali api itu menggunakan sulur hitam miliknya sehingga akan sangat sulit untuk dilepaskan kecuali Xiao Ziya sendiri yang bersedia untuk melepaskannya.
__ADS_1
Pemuda yang berasal dari dunia atas itu masih berusaha untuk melepaskan sulur hitam yang mengikat pelayan wanita yang tengah kesakitan, karna ikatannya malah semakin mengencang pemuda itupun menyerah dan menatap Xiao Ziya seperti sedang bertanya mengapa Xiao Ziya melakukan semua hal itu. Jika orang awam yang melihatnya pasti mereka mengira bahwa Xiao Ziya adalah gadis yang jahat dan melukai orang lain tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.
"Nona saya mohon lepaskan pelayan tak bersalah ini." ucap sang pemuda yang sedang memohon pada Xiao Ziya namun dengan nada bicara yang tak biasa.
"Jadi siapa yang harus saya salahkan? apakah anda?." ucap Xiao Ziya dengan senyum sinisnya. Ia tak akan kalah dalam permainan saling menjatuhkan itu, Xiao Ziya sangat yakin pemuda yang berasal dari duni atas itu memang sengaja meremcanakn semua ini.
"Mengapa saya yang anda salahkan?." tanya pemuda itu dengan wajah yang memelas tapi wajah penuh kepalsuan itu tak akan membuat hati seorang Xiao Ziya goyah.
Semua pengunjung yang terjebak di restoran itu mulai berbisik bisik dan membicarkan hal buruk tentang Xiao Ziya, sedangkan gadis yang sedang dibicarakan masih menunjukkan wajah santainya karna wajar bagi seorang junjungan muda dari neraka memiliki sifat seperti seorang iblis.
"Nona dengar kan bagaimana mereka membicarakan anda?." ucap pemuda itu yang menatap kasihan ke arah Xiao Ziya. Sikap pemuda itu benar benar membuat Xiao Ziya kesal dan ingin menebasnya saat itu juga.
"Saya tinggal memotong lidah mereka semua nanti." ucap Xiao Ziya dengan suara datar dan aura membunuh yang mulai keluar dari dalam tubuhnya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat semua pengunjung yang tadinya sedang membicarakan gadis itu menjadi bungkam.
"Mengapa anda sangt kejam seperti ini nona?." tanya sang pemuda yang sedang berusaha memancing amarah dari Xiao Ziya.
"Karna saya tak diajarkan menjadi badut dengan banyak mengtakan omong kosong." jawab Xiao Ziya yang membuat pemuda itu merasa tersinggung karna ia tau julukan badut yang gadis itu katakan diperuntukkan untuk dirinya.
"Ahahah anda sangat lucu sekali nona, jadi biskah saya berkenalan dengan anda?." tanya pemuda itu dengan senyuman palsu yang menghiasi wajahnya, entah mengapa sesaat saja Xiao Ziya merasakan bahwa pemuda itu adalah Yue Agze namun wajahnya sangat berbeda.
"Jangan sekejam itu pada saya nona." ucap pemuda itu yang masih berkelit dengan kata kata manisnya yang membuat siapa saja ingin muntah ditempat.
"Ah baiklah jadi mengapa tuan muda Yue Agze datang kesini? apa anda sedang merindukan saya?." tanya Xiao Ziya dengan seringai menyeramkannya, gadis itu tak habis fikir mengapa pemuda gila itu bisa sampai di dunia bawah? apakah ia sudah membunuh ibu dan kedua saudara perempuannya kemudian mencari sebuah cara agar bisa menyusulnya ke dunia bawah untuk membalas dendam?.
"Ternyat nona Ziya masih ingat dengan saya, saya datang karna sangat merindukan anda. Kini kita bis bersama selamanya karna wanit tua dan kedua saudara perempuan saya telah tiada." ucap Yue Agze yang menunjukkan wujud aslinya, sepertinya pemuda itu telah melakukan perjanjian darah dengan sesosok iblis yang cukup kuat hal itu dapat terlihat pada mantra pengikat yang ada di leher Yue Agze.
Xiao Ziya menghela nafasnya panjang kemudian menggelengkan kepalanya pelan ia tak mengerti bagaiman cara menjelaskan pada pemuda bernama Yue Agze itu bahwa tak ada lagi kesempatan baginya setelah menghianati Xiao Ziya.
"Pulanglah ke dunia atas ini bukan tempat mu." ucap Xiao Ziya yang meminta pada pemuda itu agar kembali ke dunia atas dan tak perlu mencarinya lagi sekarang ataupun di masa yang akan datang.
"Saya ingin menjadi pengikut anda." ucap Yue Agze yang tetap dalam pendiriannya walau ia tau bahwa hanya akan ada penolakan dari Xiao Ziya.
"Kau telah melakukan perjanjian dengan iblis, hidupmu tak akan lama jadi kembalilah." ucap Xiao Ziya yang tetap meminta pada pemuda itu untuk kembali ke dunia atas.
__ADS_1
Yue Agze tak ingin mendengarkan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya, yang ingin pemuda itu lakukan adalah selalu berada di samping nona mudanya. Karna ia terus ditolak oleh Xiao Ziya akhirnya Yue Agze marah matanya memerah dan muncul tanduk di kepalanya wujud pemuda itu menjadi sangat aneh.
Xiao Ziya mencoba mengingat ingat bahwa masa hukuman Raja Artur telah selesai dan ini adalah saat yang tepat untuk memanggil kakek tua itu dan memintanya untuk membawa Yue Agze pergi ke penjara karna pemuda itu sangat menganggu hidupnya.
"Raja Artur kemarilah sebelum saya kesana dan memukulmu." triak Xiao Ziya yang dapat di dengar oleh para dewa yang sedang berada di alam mereka. Raja Artur yang saat itu sedang bersantai dan meminum secangkir teh langsung tersedak ketika mendengar suara Xiao Ziya yang sedang memanggilnya.
"Hais gadis itu memang tak bisa membiarkanku bersantai sehari saja." ucap Raja Artur yang terpaksa turun ke dunia bawah untuk memenuhi panggilan dari Xiao Ziya.
Setelah melesat dengan kecepatan yang tinggi Raja Artur sampai di tempat Xiao Ziya memanggilnya, karna datang dengan suasana hati yang sedikit kesal Raja Artur sampai merusak atap restoran itu. Melihat bagaimana cara si kakek tua datang membuat Xiao Ziya geleng geleng kepala.
"Mengapa kau memanggilku yang sedang bersantai ini gadis nakal?." tanya Raja Artur dengan raut wajah tak ikhlasnya karna acara bersantai minum teh harus hancur karna panggilan dari Xiao Ziya yang sangat mendadak.
"Bawa pemuda itu bersama anda masukkan ke dalam penjara paling panas saya muak melihatnya." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Yue Agze yang sedang dalam wujud manusia setengah iblisnya. Raja Artur langsung menoleh ke arah pemuda yang ditunjuk oleh Xiao Ziya ia mengerti mengapa gadis itu memintanya untuk datang.
"Baiklah jika begitu saya akan membawa pemuda ini ke penjara dan melanjutkan acara minum tehku yang tertunda." ucap Raja Artur yang menarik kerah baju Yue Agze kemudian membawanya melesat menuju alam neraka untuk dimasukkan kedalam penjara ter panas yang ada di sana sesuai permintaan penerusnya itu.
Yue Agze yang dibawa pergi begitu saja oleh sesosok pria berambut putih panjang hanya terdiam karna ia tak mengerti apa yang terjadi bahkan iblis yang menguasai setengah dari tubuhnya hanya diam dan tak bereaksi apapun.
"Hey iblis mengapa kau hanya diam saja?." tanya Yue Agze di dalam bantinnya.
"Jika saya tau gadis yang ingin kau ganggu adalah junjungan muda maka saya tak akan membuat perjanjian gila seperti ini." ucap sang iblis yang terdengar sangat pasrah karna telah tertangkap oleh Raja Artur.
Setelah sang Raja Artur pergi membawa pemuda gila itu Xiao Ziya bisa sedikit lebih tenang. Sekarang ia kembali menatap ke arah pelayan yang menyajikan makanan beracun padanya, wanit itu sangat ketakutan setengah mati saat ditatap oleh Xiao Ziya.
"Aron kemarilah, biarkan pengunjung yang lain pulang." ucap Xiao Ziya yang meminta Aron untuk membuk kembali akses keluar masuk restoran itu, setelah melakukan perintah Xiao Ziya pemuda itu memdekat ke arah Ziya.
"Apa ada tugas lain nona?." tanya Aron yang ingin memastikan apakah nona mudanya ingin memberikan tugas lain ataukah tidak.
"Cari informasi mengenai para perampok atau bandit yang mengganggu ketenangan di wilayah kekuasaan saya, setelah itu kirim rincian laporan di kamar saya yang berada di istana kekaisaran." ucap Xiao Ziya yang memberikan tugas lagi pada Aron.
"Baiklah jika begitu saya pamit." ucap Aron yang langsung melesat pergi untuk menjalankan tugas.
Xiao Ziya mengambil mangkuk berisi sup bayam yang sudah bercampur dengan racun kemudian gadis itu membuka paksa mulut sang pelayan wanit dan memasukkan sup bayam itu hingga sang pelayan wanita menelannya hingga habis.
__ADS_1
"Nah rasakan sendiri bagaimana rasanya memakan racun." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian ia pergi ke pemilik restoran untuk membayar ganti rugi karna atap restoran itu dirusak oleh Raja Artur.
Hai hai semuanya akhirnya author balik lagi nih. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga.