RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pasar Gelap


__ADS_3

Setelah beberapa saat mencari buku itu akhirnya Ling An menemukannya, ia memberikan buku itu pada Xiao Ziya agar ia bisa membacanya sendiri dan memilih sebuah cara untuk pergi ke dunia atas.


"Baiklah trimakasih kepala akademi, saya pamit terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari ruang kepala akademi. Xiao Ziya kembali ke paviliunnya untuk membaca apa yang ada di dalam buku itu.


Setelah membaca beberapa saat Xiao Ziya terlihat sedang mempertimbangkan cara apa yang akan ia pilih untuk bisa pergi kedunia atas dan bisa diakui oleh orang orang dari dunia atas.


"Wah banyak sekali cara agar bisa pergi kedunia atas." ucap Xiao Ziya yang sudah menentukan sebuah cara.


Sebelum ia pergi dalam jangka waktu yang lama tentu saja ia harus mempersiapkan semuanya dengan matang, jangan sampai saat ia pergi ke dunia atas akan ada nyamuk nyamuk baru yang mengganggu kekaisaran dan kerajaan yang ada di bawah kepemimpinanya. Untuk itu Xiao Ziya berencana untuk membentuk pasukan khusus yang bisa melindungi kerajaan dan kekaisaran miliknya.


"Sepertinya besok aku harus mencari banyak orang untuk dilatih menjadi pasukan khusus." ucap Xiao Ziya yang sudah memikirkan semuanya dengan matang.


Setelah itu Xiao Ziya pergi keluar paviliun untuk menikmati suasana malam di sekitar Akademi Kekaisaran Qiyu.


Saat Xiao Ziya melintasi paviliun milik murid baru itu ia merasakan aura yang begitu asing baginya. Karna ia penasaran dengan siapa sebenarnya pemuda bernama Ling Zungze itu akhirnya Xiao Ziya melompati tembok tinggi yang mengelilingi paviliun itu. Ia mencari cari keberadaan Ling Zungze namun Xiao Ziya tak menemukannya di luar maupun di dalam paviliun hingga Xiao Ziya memilih untuk naik ke atas atap paviliun itu.


Disanalah ia menemukan pemuda bernama Ling Zungze yang sedang kesakitan san di tubuhnya terukit mantra kutukan yang sangat mengerikan. Xiao Ziya menatap pemuda itu dan memastikan mantra kutukan tingkat apa yang sedang menjeratnya, ternyata sebuah mantra kutukan tinggat tinggi.


"Apa yang terjadi padamu?." tanya Xiao Ziya yang membuat Ling Zungze terkejut karna ada seseorang yang berhasil menemukan keberadaanya.


"Pergilah sekarang, cepat pergi." ucap Ling Zungze yang meminta Xiao Ziya untuk pergi, namun Xiao Ziya tetaplah gadis keras kepala yang tak akan mendengarkan perkataan siapapun ketika ia sudah memutuskan sesuatu.


"Mengapa saya harus pergi?." ucap Xiao Ziya yang malah menanyakan mengapa ia harus pergi dari tempat itu.


"Jika kau tetap di sini maka kau juga akan terkena mantra kutukan." ucap Ling Zungze yang memperingatkan Xiao Ziya untuk segera pergi, ia tak ingin orang lain merasakan rasa sakit yang sama seperti apa yang ia rasakan sekarang.


"Baiklah saya akan tetap di sini dan melihat apakah sihir kutukan itu bisa mengutuk saya juga." ucap Xiao Ziya yang merasa tertantang dengan sihir kutukan yang sedang menggerogoti tubuh Ling Zungze apakah sihir kutukan itu juga bisa membuatnya kesakitan seperti itu.

__ADS_1


Lung Zungze menatap Xiao Ziya dengan kebingungan apa yang sedang difikirkan oleh gadis itu mengapa ia tak pergi malah tetap ada di sini dan menantang sihir kutukan itu untuk menggerogoti tubuhnya juga agar ia bisa merasakan rasa sakit juga. Apakah gadis itu sudah gila atau sedang kerasukan sesuatu hingga akal sehatnya tiba tiba menghilang begitu saja.


"Pergilah sihir kutukan ini bukanlah mainan." ucap Ling Zungze yang tetap meminta Xiao Ziya untuk pergi.


Xiao Ziya duduk di sebelah Ling Zungze dan tak mendengarkan peringatan dari pemuda itu, tulisan tulisan sihir kutukan yang ada di tubuh Ling Zungze mulai merambat ke tubuh Xiao Ziya namun saat akan menyentuh tubuh Xiao Ziya tulisan tulisan sihir kutukan itu menghilang karna tak mampu menembus aura emas yang Xiao Ziya miliki.


"Sihir kutukan itu tak berpengaruh padaku jadi kau tak perlu cemas." ucap Xiao Ziya yang tak merasakan tekanan saat ada di dekat Ling Zungze yang artinya sihir kutukan itu tak berbahaya untuknya.


"Bagaimana ini bisa terjadi, bukankah kau hanya gadis biasa?." ucap Ling Zungze yang keheranan dengan kekebalan tubuh yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


Xiao Ziya memberikan sebuah pil berwarna emas dan meminta Ling Zungze untuk meminumnya, dengan ragu ragu pemuda itu memasukkan pil emas pemberian Xiao Ziya kedalam mulutnya, dalam beberapa saat tubuhnya diselimuti cahaya emas yang sangat hangat, tulisan sihir kutukan yang ada di tubuhnya tiba tiba menghilang begitu saja, rasa sakitnya juga hilang. Biasanya Ling Zungzd hatus menahan rasa sakit itu hingga pagi tiba karna cahaya matahari bisa menetralkan kutukan yang ada di dalam tubuhnya.


"Kau sudah merasa lebih baik, jika begitu saya pergi dulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi tanpa menunggu persetujuan dari Ling Zungze yang sebenarnya ingin menanyakan sesuatu pada gadis itu.


"Aku datang kesini untuk melindungi gadis itu namun mengapa ia yang malah membantuku." ucap Ling Zungze yang merasa ada yang salah dengan apa yang baru saja terjadi.


Saat ini Xiao Ziya sudah ada di dalam kamarnya, gadis itu sedang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda bernama Ling Zungze, mengapa ia mendapatkan sihir kutukan yang membuat dirinya tampak mengerikan seperti itu. Wajahnya cukup tampan dan samgat kontras dengan rambut putih yang ia miliki. Xiao Ziya menepis rasa penasaranmya gadis itu memilih untuk memejamkan matanya karna besok ada banyak hal yang harus gadis itu lakukan.


Sedangkan saat ini Raja Artur sedang mondar mandir di dalam ruang kerjanya entah apa yang membuat fikirannya terganggu. Ia merasakan akan ada sesuatu yang terjadi namun dimana dan kepada siapa hal besar itu terjadi ia masih belum bisa melihatnya dengan jelas.


"Hah ini sungguh meresahkan." ucap Raja Artur yang masih saja mondar mandir seperti cacing kepanasan. Karna tak bisa menjernihkan fikirannya akhirnya Raja Artur pergi menemui cucunya yang ternyata sedang begadang dengan setumpuk berkas berkas yang ada di hadapannya itu.


"Mengapa tiba tiba kakek datang kesini?." tanya Yuan Zie yang melihat kakeknya yang tiba tiba datang mengunjunginya itu.


"Aku merasa akan ada hal besar nanti namun apa yang akan terjadi." ucap Raja Artur yang mengucapkan apa yang sedang ia fikirkan.


Raja Artur yang sedang pusing itu membuat Yuan Zie juga ikutan pusing. Akhirnya kakek dan cucunya itu sama sama dilanda pusing. Mengapa mereka mau repot repot memikirkan sesuatu yang masih belum tentu akan terjadi atau mungkin saja benar benar akan terjadi dalam jangka waktu yang masih lama.

__ADS_1


Waktu berjalan dengan sangat cepat, pagipun telah tiba dan Xiao Ziya sudah sampai di sebuah pasar gelap yang menjual manusia manusia yang tak bersalah. Sebagian dari mereka adalah rampasan perang yang kemudian dijual oleh pihak kerajaan yang memenangkan peperangan.


"Selamat pagi nona, apa yang sedang nona lakukan di sini?." tanya seorang pria yang sepertinya juga seorang pengunjung yang ingin membeli sesuatu di pasar gelap.


"Saya ingin membeli beberapa budak." ucap Xiao Ziya yang mengutarakan maksut dan kedatangannya ke pasar gelap.


Beberapa orang yang ada di sana menatap Xiao Ziya dengan tak percaya, bagaimana bisa gadis kecil sepertinya memiliki cukup koin emas untuk membeli budak. Hingga seorang pemuda berumur dua puluh tahun menghampiri Xiao Ziya.


"Perkenalkan nama saya Yang Lu, saya memiliki beberapa budak yang ingin saya jual apakah nona berminat melihatnya?." ucap pemuda itu yang memperkenalkan dirinya kemudian mengajak Xiao Ziya kesebuah tempat yang tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Terlihat sebuah kurungan besi yang berisi ratusan pria dan juga pemuda yang penuh dengan luka di tubuh mereka.


"Silahkan nona memilih budak mana yang akan nona beli." ucap Yang Lu yang meminta Xiao Ziya untuk memilih seorang budak diantara para pria dan pemuda yang ada di sana.


"Saya akan membeli semua, tolong beri tau berapa harganya." ucap Xiao Ziya yang akan membeli semua budak itu dari Yang Lu.


"Semuanya sekitar sepuluh ribu koin emas." ucap Yang Lu yang sudah mentotal berapa harga dua tatus budak yang ia miliki sekarang.


"Apakah anda menerima pembayaran dengan siatem barter?." tanya Xiao Ziya yang tak ingin mengeluarkan koin koin emasnya karna ia ingin menukar mereka semua dengan sesuatu benda.


"Tentu saja di saat benda yang ingin anda tukar memiliki harga yang sama dengan budak budak itu." ucap Yang Lu yang ternyata menerima pembayaran selain koin emas.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah inti laba laba iblis tingkat tinggi dan menunjukkannya pada Yang Li, pemuda itu merasa sangat terkejut karna inti laba laba iblis tingkat tinggi seharga dua puluh ribu koin emas lebih.


"Ini sudah lebih dari cukup nona, apakah anda benar ingin menukar bena berharga ini dengan mereka?." tanya Yang Lu yang memastikan sekali lagi. Xiao Ziya menganggukkan kepalanya.


"Kalian semua gadis ini kini menjadi nona kalian, jangan membuat masalah kalian mengerti." ucap Yang Lu yang memberi tahu dua ratus budak yang ia jual agar menurut pada Xiao Ziya yang menjadi nona baru mereka.


Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih, gimana kabar kalian sekarang semoga kalian sehat selalu ya, Jangan lupa follow yang belum follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share, tips

__ADS_1


__ADS_2