RATU IBLIS

RATU IBLIS
Gadis Rubah


__ADS_3

Hue Yingha menepuk jidatnya pelan ia hampir lupa membawa Xiao Ziya dan pemuda yang bernama Yin Jung untuk melihat para budak yang telah ia siapkan bersama dengan ketiga pekerjanya.


"Maaf saya hampir saja lupa, mari kita jemput Yin Jung kemudian pergi ke tempat para budak." ucap Hue Yingha yang mengajak Xiao Ziya untuk pergi dari ruangan itu, sedangkan Hue Sinling pergi untuk menemui ketiga putranya.


Xiao Ziya dan Hue Yingha pergi menemui Yin Jung yang tengah berbincang bincang pada tiga orang asing yang Xiao Ziya jumpai di ruang makan.


"Salam hormat saya pada nona muda." ucap Yin Jung yang langsung memberikan salam setelah melihat Xiao Ziya ada di sampingnya.


"Kuterima salammu, mari kita pergi melihat para budak setelah itu kembali ke kota kecil." ucap Xiao Ziya yang langsung mendapat jawaban sebuah anggukan dari Yin Jung. Pemuda itu tampak sedang merindukan teman temannya yang ada di kota kecil.


"Ah iya perkenalkan mereka bertiga adalah pekerja di pasar gelap ini." ucap Hue Yingha yang memperkenalkan ketiga pemuda yang sudah bekerja di pasar gelap Yanghue semala belasan tahun dan mereka sangat setia pada tuannya.


"Perkenalkan saya Binzolin, ini kedua rekan saya Yu Xinju dan Ming Hue." ucap salah seorang pemuda yang memperkenalkan dirinya dan juga kedua rekan kerjanya.


"Salam kenal saya Xiao Ziya." ucap Xiao ziya dengan sebuah senyum kecil yang sangat menawan.


"Mari kita pergi untuk melihat para budak yang telah kami siapkan untuk nona Ziya." ucap Hue Yingha yang memimpin jalan, Xiao Ziya dan Yin Jung ada di belakang.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di sebuah tanah lapang yang sangat luas, di sana sudah ada puluhan ribu orang yang sedang berbaris dengan rapi, kepala mereka menunduk kebawah karna merasa takut.


Mereka sangat takut karna mengira telah dibeli oleh keluarga bangsawan yang sangat kaya raya dan nantinya mereka hanya akan diperlakukan dengan kasar bahkan dibunuh.


"Kalian semua perkenalkan gadis muda yang ada di samping saya adalah nona baru kalian semua." ucap Hue Yingha dengan nada tegas. Para budak itu mengangkat sedikit kepala mereka untuk melihat siapa yang akan menjadi tuan baru atau nona baru mereka.


Saat melihat Xiao Ziya yang tersenyum dengan ceria membuat puluhan ribu budak itu merasa tak percaya, bagaimana bisa mereka dibeli oleh seorang nona muda yang kecil, imut, dan lugu itu.


"Selamat pagi semuanya, saya Xiao Ziya yang selanjutnya akan bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup kalian semua, ketika kalian bisa setia pada saya maka saya akan memberikan kehidupan yang layak untuk kalian semua. Pemuda yang ada di samping saya ini dulunya juga sama seperti kalian, dan kalian bisa menanyakan padanya apa saja yanh saya lalukan padanya dan juga teman temannya. Jika ada yang ingin bertanya silahkan maju kedepan." ucap Xiao Ziya yang membuat para budak itu kesulitan untuk menelan ludah mereka, seorang nona muda yang bahkan terlihat sangat muda memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat adalah hal luar biasa yang pertama kali mereka semua lihat.


Setelah beberapa saat ada seorang wanita muda yang maju kedepan.


"Saya ingin bertanya apakah nona muda anda memperlalukan para wanita dengan baik atau hanya pada pria dan pemuda?." ucap wanita muda itu yang ingin memastikan bahwa ia dan teman temannya akan aman.


"Ditempat kami para wanita dan gadis ditugaskan untuk memasak, mencuci, dan membersihkan beberapa bangunan dengan gaji lebih dari seratus keping emas perbulannya, saat nona muda berbelanja ia juga sering membelikan para wanita dan gadis gadis yang ada di sana. Sesekali kita semua akan menggelar permadai di tanah lapang yang luas untuk makan dan bercengkrama antara pengikut laki laki dan perempuan. Bisa saya pastikan kalian akan baik baik saja selagi memuruti apa kata nona muda dan setia padanya." ucap Yin Jung yang menjawab pertanyaan dari wanita muda itu.


Merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh Yin Jung wanita itu bertrimakasih kemudian kembali ke barisannya, lalu seorang pemuda yang seumuran dengan Yin Jung maju kedepan.


"Lalu apa yang dilakukan para pria dan pemuda?." tanya pemuda itu yang ingin tau apa yang harus ia lakukan setelah menjadi pengikut dari Xiao Ziya.


"Berlatih sepanjanh hari karna kami tak ingin mengecewakan nona muda." jawab Yin Jung.


"Apakah para pria dan pemuda dilatih untuk memjadi prajurit yang siap mati kapan saja?." ucap pemuda itu yang sedikit penasaran.

__ADS_1


"Iya dan juga tidak, kami memang prajurit milik nona Xiao Ziya. Namun nona selalu berpesan pada kami untuk kembali dalam keadaan hidup, nona juga berkata walau kami adalah pasukan miliknya namun keselamatan kami yang paling utama dibandingkan apapun." jawab Yin Jung, dan sepertinya pemuda itu juga merasa puas.


"Jika tak ada yang ditanyakan lagi maka kita akan segera berangkat agar segera sampai di kota." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menunda nunda lagi karna ada banyak hal yang harus ia siapkan.


Xiao Ziya dan Yin Jung berpamitan pada Hue Yingha dan keluarganya, Xiao Ziya juga bertrimakasih atas sambutan hangat yang telah mereka berikan.


"Lain kali jangan lupa mampir." triak Hue Sinling pada rombongan Xiao Ziya yanh sudah mulai menjauh.


Saat sampai di luar gerbang pasar gelap Yanghue, terlihat para penjaga gerbang menatap Xiao Ziya dengan tajam. Walau mereka sangat ingin memukul gadis itu namun para penjaga gerbang mengurungkan niat mereka.


"Untung saja ia adalah pelanggan vip milik bos." ucap salah satu pria yang menjaga gerbang masuk pasar gelap Yanghue. Xiao Ziya yang dapat mendengar itu dengan jelas hanya tersenyum saja.


Kali ini Xiao Ziya harus membawa enam puluh dua ribu lima ratus budak dari wilayah Kekaisaran Binzo menuju perbatasan yang dekat dengan wilayah Kekaisaran Qiyu tentunya ini bukan hal yang mudah oleh karna itu Xiao Ziya memerlukan bantuan para binatang binatang yang telah menjadi pengikutnya.


"Keluarlah kalian semua." ucap Xiao Ziya yang meminta para binatang untuk keluar dari cincin semeata miliknya, seketiga semua binatang yang ada di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya keluar.


"Salam hormat kami pada nona muda, apa yang perlu kami bantu." ucap para binatang itu secara bersamaan.


"Mokuzo dan Lunzi awasi budak budak ini dari atas langit, Zier dan Wingzo awasi mereka dari belakang. Mongi dan Yoongi awasi dari samping, yang terakhir Wilre tolong awasi apa saja yang ada di depan kita." ucap Xiao Ziya yang telah membagi tugas apa saja yang harus para binatang pengikut setianya itu lakukan. Dengan segera mereka menempati posisi masing masing dan menjalanlan tugas.


Dengan pengawalan yang sangat ketat seperti ini tak ada budak yang berani untuk melarikan diri, dan juga sangat efektif untuk melindungi mereka semua dari serangan musuh yang bisa datang kapan saja dan dimana saja.


Mendengar Xiao Ziya akan melintas dan membawa banyak sekali budak membuat Pangeran Zo Linhu kebingungan untuk apa Xiao Ziya membeli budak sebanyak itu.


"Bawalah seratus prajurit untuk mengawal perjalanan nona Ziya, saya tak bisa kesana karna ada rapat penting dengan beberapa jenderal tinggi." ucap Pangeran Zo Linhu yang meminta prajurit penjaga perbatasan untuk membawa seratus prajurit yang ada di sana.


Dengan segera prajurit penjaga perbatasan menuruti apa yang diperintahkan oleh sang pangeran. Ia membawa serarus prajurit dan kembali ke daerah perbatasan paling luar.


"Silahkan nona dan rombongan melintas, Pangeran Zo Linhu berpesan bahwa seratus pasukan yang saya bawa ini akan mengawal perjalanan nona selama masih ada di kawasan Kekaisaran Binzo." ucap sang prajurit penjaga perbatasan yang menyampaikan pesan dari sang pangeran.


"Trimakasih maaf karna telah merepotkan." ucap Xiao Ziya yang kemudian memberikan seratus koin emas pada penjaga perbatasan itu.


Xiao Ziya dan rombongannya masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Binzo, dengan jumlah yang sangat banyak tentu kehadiran mereka menyita perhatian penduduk yang sedang melakukan aktivitas masing masing.


"Wah lihatlah bukankah itu nona Xiao Ziya, lalu siapa puluhan ribu orang yang ada di belakangnya." ucap seorang pedagang yang sedang merapikan barang dagangannya.


"Mungkin mereka budak yang dijual di pasar gelap." ucap salah seorang pembeli di toko itu.


"Nona Xiao Ziya sangatlah menawan, andai saja aku bisa menikah dengannya." ucap seorang pemuda yang sedang duduk di sebuah kedai.


"Nona perjalanan ini akan sangat panjang sebaiknya kita membeli bekal makanan selagi ada di wilayah Kekaisaran Binzo." ucap Yin Jung yang memberi saran pada Xiao Ziya untuk membeli makanan di sana.

__ADS_1


Xiao Ziyapun menghentikan langkahnya diikuti puluhan ribu budak, Xiao Ziya berpesan agar mereka tetap di sana karna ada sesuatu yang ingin ia lakukan. Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya mereka hanya bisa menurutinya.


Xiao Ziyapun pergi ke beberapa toko dan kedai yang menjual roti kering, buah, atau apapun yang bisa bertahan lama. Para budak melihat kondisi sekitat dan mereka sangat ingin kabur dari sana namun penjagaan terlalu ketat sehingga tak ada yang bisa mereka lakukan untuk kabur.


Tak lama kemudian Xiao Ziya kembali dan perjalananpun dilanjutkan, hari sudah sore dan mereka sampai di daerah luar wilayah Kekaisaran Binzo. Sebagai tanda trimakasih pada seratua prajurit yang bersedia mengawalnya Xiao Ziya memberikan masing masing orang dua puluh keping emas itu sama seperti gaji mereka dalam satu bulan.


"Baiklah selanjutnya perjalanan akan sangat berbahaya karna kita akan melintasi banyak hutan." ucap Xiao Ziya yang memperingatkan pada para budak untuk berhati hati dan tak lengah.


Merekapun masuki sebuah kawasan hutan yang cukup lebat karna tak ada satupun rumah orang di hutan itu suasana terasa sangat sunyi dan gelap. Beberapa budak wanita tampak gemetaran karna mereka takut akan kegelapan. Karna merasa tak tega Xiao Ziya menjentikkan tangannya, muncul beberapa api berwarna putih yang menyala di atas mereka menjadi penerang selama ada di dalam hutan. Haripun mulai larut dan beberapa budak merasa lelah, Xiao Ziya memutuskan untuk beristirahat dan makan. Ia membagikan roti kering dan buah pada semua budak yang ada di sana, selain itu Xiao Ziya memberikan daging mentah pada binatang yang mengawal budak budaknya.


"Yin Jung kau ingin makan buah apa?." tanya Xiao Ziya pada salah satu anggota pasukan khususnya itu.


"Saya ingin buah apel jika ada." ucap Yin Jung tanpa sungkan, Xiao Ziya memberikan sekeranjang apel segar pada pemuda itu sedangkan Xiao Ziya memakan buah persik berusia seratus tahun yang ada di dalam cincin semestanya.


Saat Xiao Ziya dan rombongannya sedang menikmati makanan tiba tiba ada sekelompok orang yang menghampiri mereka. Kelompok itu berisikan lima gadis cantik yang terlihat lemah namun jangan pernah tertipu oleh penampilan mereka karna kelima gadis cantik itu adalah siluman rubah yang sedang mencari pemuda yang dapat mereka jadikan santapan makan malam.


Tuan muda tolong kami." ucap kelima gadis rubah itu yang memanggil Yin Jung dengan sebutan tuan muda, karna diantara puluhan ribu pria dan pemuda yang ada di sana hanya Yin Jung yang menggunakan pakaian yang cukup mahal.


Yin Jung yang dipanggil tuan mudapun menengok ke arah Xiao Ziya yang sedang sibuk memakan buah persiknya. Xiao Ziya yang menyadari akan hal itu hanya mengangkat bahunya sebagai pertanda bahwa ia tak peduli.


"Tuan muda tolong lihatlah kami, kami lebih cantik daripada gadis kecil yang ada di sana." ucap salah satu gadis rubah yang menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak suka.


"Kami ingin makan." ucap salah satu gadis rubah yang menunjuk buah persik milik Xiao Ziya.


Xiao Ziya tak peduli dengan apa yang dilakukan oleh rubah rubah itu, ia tetap melanjutkan memakan buah persik miliknya hingga seorang gadis rubah berjalan mendekat ke arahnya.


"Hey kau gadis kecil pergilah dan berikan buah persik itu pada kami." ucap gadis rubah itu yang sedang mengusir Xiao Ziya yang sedang makan.


Ada dua hal yang tak boleh dilakukan sembarang orang pada Xiao Ziya, yang pertama membangunkan gadis itu ketika ia tak ingin bangun, dan mengganggunya saat menilmati makanan.


"Kau fikir kalu layak untuk mengusirku?." ucap Xiao iya yang mengambil buah persik baru lalu menggigitnya.


Sang gadis rubahpun merasa sangat kesal karna dihiraukan oleh Xiao Ziya, ia hendak menyerang Xiao Ziya namun tiba tiba gadis rubah itu jatuh tersungkur kebelakang.


Tuan muda lihatlah pelayanmu sangat kasar." ucap seorang gadis rubah yang sedang menggoda Yin Jung dan mencari pembelaan.


Yin Jung sudah tak bisa sabar lagi karna nona mudanya yang telah menyelamatkan hidupnya dikatai sebagai seorang pelayan.


"Diamlah orang yang kau panggil pelayan itu adalah nona muda saya." triak Yin Jung yang membuat para gadis rubah terkejut.


Hai semua pembacaku maaf karna Maret aku sibuk banget dan semoga April ini bisa full update satu bulan ya. Jangan lupa follow buat yang belum, gift hadiah apapun, vote yang belum vote, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips juga ya

__ADS_1


__ADS_2