
"Saya akan membawa kalian ke dunia semesta tingkat rendah untuk misi khusus bersama lima belas orang lain yang sudah saya pilih, untuk beberapa tahun kedepan kalian akan berpisah dengan anggota lainnya. Saya harap kalian segera mengemasi barang barang dan ikut dengan saya ke Klan Xiao karna waktu kita tak banyak." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi lagi, ia sudah sangat khawatir dengan kondisi dunia semesta tingkat rendah apalagi ketiga mafia bersaudara yang sedang menjaga kursi pemerintahan pasti sedang mendapat tekanan dari berbagai pihak.
"Baiklah kami akan berkemas sekarang, dan berpamitan pada yg lain secara singkat." ucap Xu Ho yang tak akan menolak perintah dari nona mudanya itu. Kelima pasukan khusus milik Xiao Ziya kembali ke rumah mereka masing masing dan mulai berpamitan pada yang lainnya.
Xiao Ziya menunggu di kantin dengan sabar, ia tau bahwa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berpamitan dengan ratusan ribu orang. Setelah cukup lama menunggu akhirnya kelima anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya datang.
"Maaf telah membuat nona menunggu lama." ucap Sinru yang merasa tak enak hati.
"Itu bukan masalah besar, mari bergegas pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat keluar dari kantin menuju perbatasan Wilayah Kekaisaran Qiyu diikuti kelima anggota pasukan khusus miliknya.
Karna sudah larut malam suasana di desa desa dekat perbatasan sangatlah sepi, para penduduk mematikan penerangan di rumah mereka hingga tak ada penerangan sedikitpun. Setelah memakan waktu setengah jam akhirnya Xiao Ziya dan kelima anggota pasukan khusus miliknya sampai di Klan Xiao.
"Salam hormat kami pada Xiao Ziya." ucap para penjaga gerbang masuk wilayah Klan Xiao.
"Apa ada beberapa murid akademi yang datang?." tanya Xiao Ziya pada penjaga gerbang tersebut, ia berharap kelima murid itu sudah datang.
"Semua tamu anda sudah ada di dalam klan." ucap penjaga gerbang itu.
Xiao Ziya menganggukkan kepalanya kemudian masuk kedalam Klan Xiao, ia bergegas pergi menuju paviliun miliknya. Benar saja setelah sampai di paviliun, Xiao Ziya bertemu dengan kesepuluh murid Akademi Kekaisaran Qiyu, dan juga kelima saudaranya.
"Baguslah kalian sudah ada di sini. Mari pergi ke halaman belakang." ucap Xiao Ziya yang mengajak mereka semua untuk pergi ke halaman belakang paviliun miliknya. Di sana Xiao Ziya akan membuat sebuah gerbang teleportasi agar mereka semua bisa sampai ke dunia semesta tingkat rendah dalam waktu singkat.
Setelah sampai di halaman belakang, Xiao Ziya mulai menggambar beberapa pola sihir di atas tanah. Gadis itu meletakkan beberapa spirit stone berwarna merah pada titik tertentu.
"Terbukalah." ucap Xiao Ziya. Sebuah cahaya berwarna merah muncul di sekitar pola sihir itu.
"Kalian masuk secara bergantian." ucap Xiao Ziya yang meminta kedua puluh orang yang akan ia ajak ke dunia semesta tingkat rendah untuk masuk kedalam cahaya berwarna merah tersebut. Mereka saling berpandangan satu sama lain karna merasa ragu, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Saya akan masuk terlebih dahulu." ucap Ruo Yogi dengan berani, ia yakin semua hal yang diciptakan oleh Xiao Ziya tak pernah gagal.
Setelah Ruo Yogi masuk kedalam cahaya merah itu semua orang mulai bergantian masuk juga. Setelah semuanya telah melewati gerbang teleportasi kini tinggal Xiao Ziya yang masih berdiri di halaman belakang rumahnya. Gadis itu masuk kedalam cahaya merah dan mulai melintasi dimensi ruang dan waktu secara cepat, ia berharap mereka yang masuk terlebih dahulu tak merasa pusing dengan kecepatan setinggi ini.
Di sisi lain saat ini Hanz, Kenzo, dan Zero sedang bertengkar hebat dengan beberapa orang yang memihak para pemimpin di generasi sebelumnya. Mereka menganggap bahwa Xiao Ziya tak akan pernah kembali ke dunia semesta tingkat rendah kapanpun, jadi percuma menunggu gadis itu datang.
"Kalian sudah berjanji memberi waktu kami selama satu minggu dan sekarang masih berjalan tiga hari." ucap Hanz dengan kesal karna orang orang itu tak dapat memegang janji yang mereka buat.
"Satu minggu waktu yang terlalu lama, lebih baik kita mengadakan pemilihan pemimpin baru esok pagi." ucap salah seorang pria dengan tubuh kekar, ia memegang granat entah dengan tujuan apa.
"Kami menolak hal itu." ucap Kenzo dengan tegas, keputusan seperti ini hanya bisa diambil oleh Xiao Ziya saja.
"Ck, kalian bertiga sangat keras kepala. Apakah kalian tak menyadari jika tak ada seorangpun anggota pemerintahan yang berpihak pada kalian?." ucap Herry salah satu putra pemimpin pada generasi sebelumnya. Kemungkinan besar pemuda itu ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin pada generasi kali ini.
"Kami tak butuh dukungan dari para pejabat pemerintahan. Selama nona Xiao Ziya ada di pihak kami semua akan baik baik saja." ucap Zero dengan ekspresi marah, ia sangat tak suka di desak seperti ini.
"Gadis itu tak akan pernah kembali, apa kalian tuli sehingga tak bisa mendengar apa yang ku ucapkan!!!." teriak Herry dengan suara lantang.
Xiao Ziya saat ini sudah berada di dunia semesta tingkat rendah bersama dengan kedua puluh kultivator yang akan mengajar di sini. Semua pandangan orang orang sekitar tertuju pada kelompok Xiao Ziya.
"Nona Ziya sudah kembali." ucap seorang gadis muda yang merasa senang melihat Xiao Ziya kembali ke dunia mereka.
"Pemuda dari dunia bawah sangatlah tampan." ucap seorang wanita yang tengah terpesona dengan ketampanan Ruo Yogi dan teman temannya yang lain.
Xiao Ziya sedang berfikir dimana mereka semua akan tinggal, lebih baik jika mereka tinggal dalam satu atap. Xiao Ziya melihat kesekeliling dan menemukan sebuah brosur, dalam brosur tersebut dikatakan bahwa mereka menyewakan beberapa rumah dengan harga rendah hingga harga tinggi.
__ADS_1
"Ikuti saya dan jangan sampai terpisah." ucap Xiao Ziya yang melesat dengan kecepatan sedang agar yang lain bisa menyusulnya.
Semua orang di kota Cenzi begitu terpana dengan keterampilan para kultivator yang bisa berlari dengan cepat, jika ucapan Xiao Ziya tempo lalu benar benar terjadi bisa dipastikan bahwa penduduk dunia semesta tingkat rendah akan belajar ilmu beladiri.
Setelah melesat cukup lama akhirnya mereka semua sampai di sebuah gedung berwarna coklat muda, Xiao Ziya meminta keduapuluh rekannya untuk menunggu di luar. Tanpa menanyakan apapun mereka semua mengikuti perintah Xiao Ziya.
"Permisi apa benar kalian menyewakan beberapa rumah?." tanya Xiao Ziya pada seorang wanita muda. Wanita itu menoleh sebentar ke arah Xiao Ziya lalu mengabaikan gadis itu.
Mungkin sang seller mengira gadis yang sedang bertanya padanya hanya mempu menyewa sebuah rumah dengan harga lima juta perbulan jadi akan membuang buang waktu jika melayani gadis itu. Saat Xiao Ziya sedang kesal karna merasa di acuhkan, muncul seorang gadis lain yang merupakan seorang seller juga gadis itu tersenyum ramah pada Xiao Ziya.
"Ada yang bisa saya bantu nona? jika anda ingin menyewa rumah anda bisa berkonsultasi pada saya." ucap gadis itu, Xiao Ziya melihat name tag yang ada di seragam kerja sang gadis.
"Saya ingin menyewa sebuah rumah dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun." ucap Xiao Ziya dengan sopan karna gadis itu sangat sopan dan baik padanya.
"Silahkan duduk terlebih dahulu agar pembicaraan ini terasa nyaman." ucap Yiana Jung nama dari seller tersebut.
Xiao Ziya duduk di sebuah kursi yang disediakan dan Yiana Jung duduk berhadapan dengan Xiao Ziya. Terlihat seller cuek tadi sedang memperhatikan mereka berdua, mungkin ia ingin mempermalukan rekan kerjanya karna menerima seorang pelanggan miskin.
"Jika saya boleh tau berapa orang yang akan menempati rumah tersebut?." tanya Yiana Jung dengan senyuman manis andalannya.
"Apakah ada rumah yang dapat menampung tiga puluh orang?." tanya Xiao Ziya yang membuat Yiana Jung terkejut, apakah gadis itu sedang bercanda? ia datang sendirian namun meminta sebuah rumah dengan kapasitas tiga puluh orang?.
"Bukankah itu terlalu banyak untuk anda yang tinggal sendiri?." ucap Yiana Jung dengan sedikit keraguan di hatinya, ia takut jika gadis yang ada di hadapannya hanya sedang bermain main saja.
"Lebih baik kau abaikan saja dia." ucap sang seller senior yang menolak Xiao Ziya tadi.
Yiana Jung bingung, bosnya pernah mengatakan siarpapun yang datang ia harus memberi pelayanan yang memuaskan meski mereka hanya bertanya tanya saja tanpa niat menyewa rumah. Akhirnya Yiana Jung melanjutkan pemberian konsultasi pada Xiao Ziya.
"Saya tinggal bersama dengan beberapa orang yang ada di luar." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah pintu kaca, di sana terlihat ada beberapa orang yang sedang berbincang bincang.
Xiao Ziya mengamati kelima gambar yang ada di hadapannya itu, ia sangat tertarik dengan sebuah rumah dengan lantai tiga, rumah itu memiliki tiga puluh lima kamar, selain itu ada beberapa fasilitas tambahan yang sangat menggiurkan seperti kolam renang pada lantai satu dan lantai tiga, setiap kamar memiliki tempat mandi pribadi, dan beberapa fasilitas lain.
"Saya akan mengambil rumah yang ini." ucap Xiao Ziya yang sedang menunjuk gambar rumah yang ingin ia sewa. Yiana Jung terkejut karna rumah yang akan di sewa oleh Xiao Ziya adalah rumah termahal yang mereka miliki.
"Anda yakin ingin menyewanya dalam jangka waktu lama, anda harus membayar seratus juta perbulan untuk semua biyaya listrik, air, dan tukang bersih bersih yang datang satu dua kali." ucap Yiana Jung yang memberi tau betapa besarnya biyaya sewa yang harus dibayar oleh gadis muda itu.
Xiao Ziya mengeluarkan sebuah koper dengan ukuran yang sangat besar, Xiao Ziya membuka koper itu dan membuat semua orang yang ada di dalam gedung terkejut termasuk seller yang menolak Xiao Ziya tadi.
"Saya akan membayar lunas biyaya sewa selama tiga tahun, ada tiga koma enam miliar di dalam koper ini." ucap Xiao Ziya dengan santai, ia bisa menjual beberapa berlian untuk memenuhi biyaya kehiupan keduapuluh rekannya itu.
"Baik saya akan menelfon bos terlebih dahulu, anda bisa membawa keluarga anda yang lain masuk ke dalam karna kami memiliki cafetaria di sana." ucap Yana Jung yang menunjuk kesebuah ruangan di samping kanan tempat mereka duduk.
"Baiklah saya dan keluarga saya akan menunggu di sana." ucap Xiao Ziya yang berdiri dari duduknya dan berjalan keluar gedung tersebut.
"Adik sudah menemukan tempat tinggal untuk kita?." tanya Xiao Yuna? ia sudah sangat lelah karna perjalanan lintas dimensi saangat menguras tenaga.
"Masuklah kedalam, di luar sangat panas." ucap Xiao Ziya karna hari sudah siang dan matahari tepat di atas kepala.
Duapuluh rekan Xiao Ziya masuk kedalam gedung mereka pergi menuju cafetaria untuk memesan beberapa minuman dan makanan. Seller yang sempat menolak Xiao Ziya tadi merasa kesal, seharusnya gadis itu menjadi pelanggan pertamanya hari ini. Sang seller berinsiatif untuk menemui Xiao Ziya dan meminta gadis itu menjadi pelanggan pertamanya sebelum bos datang.
"Ini adalah menu makanan dan minuman yang ada di sini, pesan saja apa yang kalian mau dan saya yang akan membayarnya nanti." ucap Xiao Ziya, ia memberikan masing masing orang sebuah daftar menu.
Xiao Ziya membuka ponsel yang ia simpan di dalam cincin semesta selama berada di dunia bawah karna ponselnya tak akan berguna di sana. Dengan sihir elemen petir Xiao Ziya dapat mengisi baterai ponsel tersebut dalam hitungan detik saja.
__ADS_1
Xiao Ziya terlihat sedang berusaha untuk menelfon seseorang namun tak ada jawaban dari orang tersebut, raut wajah Xiao Ziya berubah menjadi khawatir ia takut terjadi hal buruk pada ketiga mafia bersaudara di gedung pemerintahan.
"Hai nona cantik." ucap sang seller yang menolak Xiao iya tadi. Seller tersebut bernama Luna Lee, dari wajahnya saja sudah terlihat begitu materialis.
"Ada apa?." tanya Xiao Ziya dengan ketus, ia tak suka dengan wanita itu.
"Maaf atas kesalahan saya tadi, saya ingin anda mengatakan pada bos bahwa anda pelanggan saya." ucap Luna Lee dengan senyuman yang menyebalkan. Xiao Ziya menyeringitkan alisnya, mengapa ia harus mengaku ngaku sebagai pelanggan wanita itu?.
"Maaf saya adalah pelanggan pertama dari nona Yiana Jung." ucap Xiao Ziya dengan santai.
Luna Lee menggenggam tangannya dengan sangat erat, ia sangat tak suka jika ada orang yang membantah keinginannya seperti yang sedang dilakukan oleh Xiao Ziya.
"Anda harus melakukannya mau tak mau, jika anda melawan maka keselamatan anda akan terancam." ucap Luna Zee, ia menggunakan cara kekerasan untuk memaksa Xiao Ziya.
"Apa saya terlihat seperti orang lemah bagi anda? saya juga memiliki dua puluh rekan yang akan membantu saya jika anda melakukan kekerasan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman mengejek. Luna Lee sangat kesal dan menampar Xiao Ziya, untunglah ada sebuah tangan yang menahan tamparan itu.
"Senior tak bisa menindas pelanggan saya." ucap Yiana Jung yang datang tepat waktu, ia menatap tajam ke arah Luna Lee.
"Cih, kau yang telah merebut pelanggan pertamaku." ucap Luna Lee yang meludahi baju Yiana Jung sungguh tindakan yang tak pantas ditiru.
"Anda yang menolak untuk melayani saya." bantah Xiao Ziya dengan tegas.
Terdengar suara langkah kaki yang berjalan masuk menuju cafetaria, seorang wanita paruh baya yang sangat cantik menggunakan atasan Jaz berwarna biru dan bawahan berupa rok selutut.
"Mengapa kalian membuat keributan?." tanya wanita paruh baya itu.
"Senior Luna Lee ingin menampar pelanggan saya." ucap Yiana Jung tanpa rasa takut, ia tau konsekuensi jika melaporkan hal ini pada atasannya.
"Apa itu benar Luna Lee?." tanya sang wanita paruh baya dengan tenang.
"Dia yang merebut pelanggan saya." ucap Luna Lee yang tak ingin mengakui kesalahannya.
"Jadi nona muda bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi." ucap wanita paruh baya itu yang bertanya pada Xiao Ziya. Xiao Ziya tersenyum dan mulai menceritakan semua kejadian itu dengan rinci.
"Kau kehilangan pelangganmu karna sifat burukmu itu Luna Lee." ucap sang wanita paruh baya bernama Jincia, ia adalah pemilik dari bisnis jasa sewa rumah.
"Saya tak tau jika nona ini akan menyewa rumah termahal yang kita miliki." ucap Luna Lee yang kini memandang sinis ke arah Xiao Ziya.
"Apa kau sudah lupa dengan prinsip yang harus kau pegang saat bekerja di perusahaan saya?. Siapapun orangnya apapun yang ia kenakan kau harus melayaninya dengan baik." ucap Jincia dengan nada marah, ia meminta pada Luna Lee untuk pergi ke tempatnya.
"Maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi." ucap Jincia yang meminta maaf pada Xiao Ziya karna salah satu karyawannya telah membuat kesalahan.
"Saya harap hal seperti ini tak terjadi lagi nyonya Jincia." ucap Xiao Ziya dengan tatapan lembut.
Akhirnya ketiga orang itu duduk di sebuah tempat kosong yang ada di cafetaria, mereka membahas tentang rumah yang akan di sewa oleh Xiao Ziya. Jincia juga memberikan nomer telfonnya bila Ziya mengalami masalah saat tinggal di rumah itu.
"Baiklah rumah ini akan menjadi milik anda selama tiga tahun, saya harap anda akan merawat rumah ini dengan baik." ucap Jincia.
"Yang akan tinggal dalam waktu lama di rumah itu adalah rekan rekan saya, kebetulan saya datang kesini untuk memenuhi janji saya pada penduduk dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Ziya dengan santai.
"Ah anda nona Ziya yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak orang?." ucap Jincia yang merasa senang karna bertemu dengan gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya dan seluruh anggota keluarga saat dunia semesta tingkat rendah diserang oleh pasukan dari dunia manusia abadi.
"Ternyata saya sangat terkenal, maaf nyonya saya tak bisa berlama lama di sini ada banyak hal yang harus saya urus." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada sang wanita paruh baya dan juga Yiana Jung.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih jangan lupa jaga kesehatan kalian ya, istirahat yang cukup, banyak banyak minum air putih juga guys. Follow buat yang belum, vote karna tak wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.