
Sepertinya Xiao Ziya memerlukan beberapa orang untuk mengurus tanahnya itu dan menanaminya dengan baik.
"Humm dimana aku bisa mendapatkan benerapa orang." ucap Xiao Ziya yang sedang melihat lihat kesekitar pasar. Disana terlihat beberapa orang dengan baju compang camping yang terlihat lusuh dan tak terurus.
Xiao Ziya menatap mereka dan mulai berfikir sejenak, mungkin orang orang itu bisa ia pekerjakan untuk menjaga perkebunan dan persawahan yang akan ia buat nanti.
"Permisi paman bisakah kita berbincang sebentar." ucap Xiao Ziya dengan sopan, pria yang ada di hadapan Xiao Ziya itu menatapnya dengan kebingungan ada keperluan apa sehingga seorang gadis kecil ingin berbicara dengannya.
"Jadi apa maksut nona ingin berbicara dengan saya." ucap pria itu yang ingin tau maksut dari nona yang ada dihadapannya itu.
Xiao Ziyapun memberi tahu pada pria itu bahwa ia ingin memperkerjakannya, dan jika pria itu memiliki teman atau keluarga ia juga bisa mengajaknya. Sang pria menatap Xiao Ziya dengan curiga karna sudah banyak yang menawarkan perkerjaan padanya namun mereka hanya ingin menjualnya ke perdagangan budak.
"Paman tak perlu curiga, saya Xiao Ziya dari Kekaisaran Qiyu yang memenangkan juara pertama turnamen kemarin." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dan memperlihatkan kartu murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang ia miliki.
Pria itu percaya dan meminta ijin pada Xiao Ziya untuk memanggil keluarga dan teman temannya yang lain, setelah menunggu beberapa saat Xiao Ziya melihat sekelompok orang dengan pakaian lusuh, jika Xiao Ziya tak salah menghitung mereka semua berjumlah tiga puluh lima orang dan itu sudah cukup.
"Baiklah kalian bisa ikut dengan saya sekarang." ucap Xiao Ziya yang memimpin jalan. Diantara tiga puluh lima orang itu masih ada yang was was dengan kehadiran Xiao Ziya karna mereka tak bisa sepenuhnya percaya dengan orang asing.
Tak berapa lama akhirnya mereka semua tiba disuatu tempat yang dikelilingi benteng tinggi, saat Xiao Ziya masuk kedalam merekapun juga ikut masuk kedalam. Terlihat beberapa rumah yang sudah tersusun dengan rapi, persawahan yang lumayan luas dengan pohon pohon tinggi yang mengelilingi tempat itu.
"Jadi kalian bisa tinggal di sini dan bekerja sebagai petani dan merwat tempat ini, selain itu tanaman yang kalian tanam akan tumbuh dengan cepat karna tanah diwilayah ini termasuk ajaib, namun kalian semua harus ingat tak semua orang bisa masuk kewilayah ini." ucap Xiao Ziya yang mulai menjelaskan apa yang orang orang itu harus lakukan.
Mereka terharu dan ada yang sampai meneteskan air matanya, mereka dulunya juga penduduk wilayah itu yang melarikan diri saat ada serangan dari binatang buas, namun saat mereka kembali rumah mereka sudah menghilang dan tersisa tanah kosong yang gersang.
__ADS_1
"Trimakasih karna nona sudah bersedia memperkerjakan kami." ucap salah seorang dari mereka yang ingin bersujud dihadapan Xiao Ziya namun ditahan oleh gadis itu.
"Jangan melakukan hal itu, jika tidak aku akan marah." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan dan mereka semua menurutinya.
Sebelum pergi Xiao Ziya meninggalkan beberapa barang yang sekiranya bisa mereka pakai nantinya, selain itu Xiao Ziya juga meninggalkan satu peti besar berisi koin emas yang membuat mereka ingin pingsan.
"Koin koin emas ini gunakan untuk memenuhi kebutuhan kalian, ingat jangan berebut dan jangan tamak. Saya pamit terlebuh dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi.
Xiao Ziya bergegas kembali ke penginapannya untuk beriatirahat karna besok ia dan yang lainnya akan kembali ke Kekaisaran Qiyu, tentu saja semua orang yang ada di sana sudah menunggu kepulangan mereka. Setelah tiba di penginapan dan masuk kedalam kamarnya Xiao Ziya merasa ada seseorang di kamar itu.
Saat ia mencarinya kemana mana ia menemukan Ruhi yang sedang bersembunyi di kolong tempat tidur Xiao Ziya.
"Apa yang kau lakukan di sana?." tanya Xiao Ziya yang langsung meminta Putri Zo Ruhi untuk keluar dari sana.
Dengan senang hari Putri Zo Ruhi mematuhi perintah Xiao Ziya, gadis kecil itu menatap Xiao Ziya seperti ingin menangis.
"Ruhi datang sendiri, Ruhi dengar besok pagi jiejie akan pulang untuk itu Ruhi akan tidur dengan jiejie malam ini agar Ruhi tak rindu jiejie nantinya." ucap Putri Zo Ruhi yang memang dari awal sangat dekat dengan Xiao Ziya.
Xiao Ziya hanya bisa tersenyum dan menggendong Zo Ruhi kemudian ia baringkan di atas tempat tidurnya.
"Baiklah karna jiejie mengantuk mari kita tidur." ucap Xiao Ziya yang ikut merebahkan dirinya dan mulai menutup mata.
Sedangkan di Istana Kekaisaran Binzo para pelayan dan pengawal yang menjaga dan tinggal di istana putri merasa kebingungan sekaligus khawatir karna Putri Zo Ruhi tak ada di kamarnya. Saat mencari di sekitar istanapun tak ada jejak dari sang putri.
__ADS_1
"Apa yang sedang terjadi mengapa kalian terlihat panik ?." tanya Pangeran Zo Binje yang sedang berjalan jalan di sekitar istana karna ia tak bisa tidur.
"Mohon maaf pangeran ketiga, putri Ruhi tak ada di kamarnya sepertinya ia menghilang atau di culik." ucap seorang pelayan dengan ketakutan.
"Apa !! adikku tak ada di kamarnya bagaimana kalian bisa teledor seperti ini." ucap Pangeran Zo Binje yang merasa marah dan kemudian pergi untuk menemui sang ayah
Pangeran Zo Binje berjalan tergesa gesa menuju ruang kerja ayahnya saat ia membuka pintu ruang kerja itu nampaklah sang ayah yang sedang berbincang dengan pangeran pertama dan pangeran kedua.
"Mengapa kau masuk keruangan ayah tanpa mengetuk pintu ?." ucap Pangeran Zo Runjin sambil menatap adiknya tajam karna ia menganggap apa yang dilakukan sang adik sangatlah tidak sopan.
"Katakan apa yang ingin kau sampaikan pada ayah." ucap Raja Zo Linzu yang tau bahwa putra ketiganya tak akan melakukan hal seperti itu tanpa ada alasan.
"Putri Zo Ruhi menghilang semua pelayan dan pengawal istana sedang mencarinya. Bahkan ada prajurit yang mencarinya keluar istana namun keberadaan Putri Ruhi belum diketahui." ucap Pangeran Zo Binje yang sangat takut bila adik kecilnya itu sedang menjadi sandara.
"Bagaimana ini bisa terjadi, cepat kerahkan banyak prajurit untuk menyusuri setiap sudut kekaisaran." ucap Raja Zo Linzu yang tak ingin putri kecilnya yang rapuh itu terluka.
"Ayah tak perlu melakukan hal itu." ucap Pangeran Zo Linhu yang sedari tadi memang tenang tenang saja tanpa merasa khawatir pada adiknya.
"Dia itu adikmu bagaimana kau bisa setenang ini." ucap Raja Zo Linzu yang memarahi pangeran kedua.
"Anak itu pasti ada di penginapan tempat nona Ziya tinggal, karna besok nona Ziya akan pulang ke Kekaisaran Qiyu." ucap Pangeran Zo Linhu yang langsung mendapat jitakan dari pangeran pertama karna merasa kesal.
"Walau begitu kita tetap perlu memastikannya." ucap Pangeran Zo Runjin yang langsung menarik tangan pangeran kedua untuk memastikan apakah Putri Ruhi benar benar ada di penginapan tempat Xiao Ziya tinggal.
__ADS_1
**Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi, wkwkwk agak awal sih aku updatenya karna pengen istirahat aja nanti siang.
Jangan lupa follow aku ya, vote yang belum vote tapi sekarang vote itu pakek kupon bukan poin, gift hadiah apa saja, like, komen, rate, shrae** .