
SETELAH KALIAN BACA CHAPTER INI HARAP BACA PEMBERITAHUAN DI AKHIR CHAPTER.
Setelah mendapatkan kunci rumah dan sertifikat sewa atas rumah yang diinginkan oleh Xiao Ziya, gadis itu berjalan menuju rekan rekannya yang lain untuk melihat apakah mereka sudah selesai makan.
"Kita harus segera pergi, ada hal penting yang harus saya urus." ucap Xiao Ziya pada kedua puluh orang yang masih menikmati makanan mereka.
"Baiklah kami akan makan dengan cepat." ucap Xiao Bin, ia berfikir mungkin saja ada masalah besar yang harus di tangani oleh Xiao Ziya karna itu mereka tak boleh menghambat waktu terlalu lama.
Setelah menunggu selama lima menit akhirnya kedua puluh rekan Xiao Ziya sudah selesai makan, mereka bergegas pergi menuju rumah yang ada di pinggiran kota. Akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang sangat megah, semua orang menatap kagum ke arah bangunan berlantai tiga itu.
"Ini kunci rumahnya, kalian masuklah ke dalam terlebih dahulu. Ada lebih dari tiga puluh kamar di dalam, kalian bisa memilih kamar kalian sendiri kan?." ucap Xiao Ziya yang sedikit cemas meninggalkan rekan rekannya sendiri saat di hari pertama mereka tinggal.
"Kau bisa mempercayakannya pada kami." ucap Xiao Feng dengan senyuman lebar, ia tak ingin teman temannya yang lain menjadi beban bagi Xiao Ziya. Xiao Feng yakin seiring berjalannya waktu mereka bisa beradaptasi dengan kebiasaan penduduk dunia semesta tingkat rendah.
"Baiklah saya akan kembali malam nanti." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi meninggalkan rekannya yang lain.
Xiao Feng memimpin temannya yang lain untuk masuk ke dalam rumah, saat berada di dalam mereka saling berpandangan satu sama lain karna bingung.
"Jadi bagaimana cara kita memilih kamar?." tanya Ruo Yogi, ada banyak sekali ruangan di rumah itu dan mereka harus memilih satu.
"Kita bisa memilihnya secara acak." ucap Xin Zunro yang memberikan saran. Akan membutuhkan waktu yang lama jika membuka satu persatu kamar tersebut.
"Baiklah kita akan memilih sesuai insting masing masing." ucap Xiao Yuna yang menyetujui saran dari Xin Zunro.
Akhirnya kedua puluh orang itu mulai memilih kamar mereka masing masing, Xiao Yuna tertarik dengan kamar yang ada di paling ujung, ada beberapa orang yang naik ke lantai dua untuk memilih kamar mereka.
Di saat yang lain sedang sibuk memilih kamar, Xiao Ziya malah sibuk dengan isi kepalanya sendiri. Saat ini Xiao Ziya sedang berada di dalam gedung pemerintahan, namun suasana gedung itu sangat sepi tak ada satu orangpun di sana. Xiao Ziya khawatir jika para pemimpin generasi sebelumnya membuat masalah dengan ketiga mafia bersaudara.
"Saya harus menemukan mereka." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, gadis itu tak suka jika ada orang lain yang ikut campur dalam permasalahannya. Xiao Ziya ingat dengan jelas bahwa para pemimpin generasi sebelumnya telah berjanji tak akan mengusik masalah pemerintahan lagi.
Xiao Ziya keluar dari gedung pemerintahan dan mulai mencari ke berbagai tempat untuk menemukan ketiga mafia bersaudara, banyak tempat yang sudah Xiao Ziya kunjungi tapi tak menemukan jejak ketiga pemuda itu. Kemungkinan terburuk yang terjadi saat ini mereka bertiga sedang di tahan di sebuah tempat rahasia.
"Mereka ingin bermain dengan saya? maka akan saya layani dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menakutkan.
Xiao Ziya pergi ke rumah para pemimpin generasi sebelumnya untuk menyandra keluarga mereka, pertama tama Xiao Ziya pergi ke rumah Keluarga Yanzuro Zee. Saat pertama kali sampai di rumah Yanzuro Zee, Xiao Ziya melihat penjagaan yang super ketat gadis itu berfikir mungkin kedatangannya ke dunia semesta tingkat rendah sudah diketahui oleh pihak musuh.
"Kalian salah memilih lawan." ucap Xiao Ziya dengan tenang.
Xiao Ziya mengeluarkan dua buah pisau dari dalam cincin semesta miliknya, gadis itu melesat dengan cepat ke arah para penjaga dan menusuk jantung mereka satu persatu. Setelah berhasil membunuh semua penjaga yang ada di luar, kini saatnya Xiao Ziya membasmi semua penjaga yang ada di dalam rumah.
"Selamat siang paman." sapa Xiao Ziya pada seorang pria bertubuh kekar dan botak. Pria itu melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, ia sedang berfikir dari mana datangnya gadis itu? bukankah penjagaan saat ini sudah diperketat.
"Bagaimana caramu masuk kedalam?." tanya pria tersebut dengan kasar.
"Saya hanya perlu membuka pagar lalu melewati halaman depan dan sampai di dalam rumah." jawab Xiao Ziya, apa yang di katakan gadis itu memanglah benar. Xiao Ziya hanya tak memberi tau jika ia sudah membunuh semua penjaga yang ada di luar.
"Tak ada orang yang melarang mu masuk ke dalam?." tanya pria itu yang mulai curiga pada Xiao Ziya.
"Ah mereka semua tertidur dengan baju yang bersimbah darah, saya tak tau apa yang sedang terjadi." ucap Xiao Ziya dengan wajah polosnya. Bodohnya pria itu percaya dengan perkataan Xiao Ziya karna sang pria tak mengenali Ziya dengan baik.
"Kau ingin bertemu dengan siapa?." tanya pria bertubuh kekar itu. Setiap tamu yang datang pasti memiliki urusan penting dengan tuan rumah.
"Saya ingin bertemu dengan nyonya Yasmin Zee, ada hal penting yang akan saya sampaikan pada beliau." ucap Xiao Ziya dengan sangat sopan. Pria itu mempersilahkan Xiao Ziya untuk menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
"Terimakasih paman." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis.
Pria bertubuh kekar dan berkepala botak itupun pergi untuk menemui Nyonya Yasmin Zee yang sedang berada di halaman belakang untuk menyiram bunga bunga kesayangannya.
"Selamat siang nyonya." ucap pria itu pada Yasmin Zee.
"Selamat siang." jawab Yasmin Zee dengan nada yang sedikit ketus.
"Ada seorang gadis yang datang untuk bertemu dengan anda." ucap pria itu, ia sangat tak suka dengan kesombongan nyonya nya itu.
"Baiklah saya akan pergi menemuinya." ucap Yasmin Zee, ia menghentikan aktivitas menyiram bunga dan pergi menuju ruang tamu.
Pria bertubuh kekar itu terdiam di tempatnya untuk beberapa saat, ia ingat bahwa gadis yang ditemuinya tadi mengatakan tak ada orang yang melarangnya masuk kedalam rumah karna banyak pria yang tertidur dengan tubuh yang bersimbah darah. Jika hal itu benar maka telah terjadi penyerangan pada para penjaga luar.
"Ini sangat aneh, siapa yang membunuh para penjaga itu?. Aku harus pergi keluar dan melihatnya sendiri." ucap sang pria yang memilih untuk melihat kondisi di luar rumah.
Nyonya Yasmin Zee sangat terkejut melihat Xiao Ziya ada di ruang tamu. Siapa yang akan menyangka jika gadis itu kembali ke dunia semesta tingkat rendah untuk memenuhi perkataanya.
"Bagaimana bisa kau berada di sini?." tanya Yasmin Zee dengan tatapan terkejut.
"Mengapa saya tak bisa datang kesini?." tanya Xiao Ziya pada wanita menyebalkan yang sedang menatapnya itu.
"Masalah yang ada di dunia semesta tingkat rendah bukanlah urusanmu, pulanglah ke duniamu sendiri." ucap Yasmin Zee dengan nada tinggi. Ia ingin kabur dari sana karna gadis itu bukanlah gadis biasa.
"Dimana suami anda saat ini?." tanya Xiao Ziya yang berdiri lalu mendekat ke arah Yasmin Zee. Perlahan Xiao Ziya mencekik leher Yasmin Zee hingga wanita itu merintih kesakitan.
"Saya tak akan memberi tau." ucap Yasmin Zee yang tak akan memberitahukan dimana suaminya berada. Sebelum gadis itu datang sang suami sudah mengatakan agar Yasmin Zee menjaga rahasia tentang keberadaan suaminya itu.
"Apa yang anda lakukan pada nyonya?." tanya pria bertubuh kekar tadi pada Xiao Ziya.
"Saya tau bahwa anda juga merasa kesal pada wanita ini, paman bisa pulang kerumah dan merahasiakan hal ini dari orang lain. Nyawa paman lebih berharga daripada harus menyelamatkan wanita yang selalu menghina anda, pulanglah paman masih ada istri dan anak paman di rumah." ucap Xiao Ziya, ia tak ingin menyakiti pria bertubuh kekar dan berkepala botak itu karna sang pria memperlakukannya dengan baik.
Pria itu tampak bingung, apakah dia harus meninggalkan nyonya yang sudah memperkerjakannya selama bertahun tahun itu? atau ia harus menyelamatkan sang nyonya?. Apa yang dikatakan oleh gadis itu adalah sebuah kebenaran, selama ini nyonyanya selalu menghina dirinya.
"Maaf nyonya Yasmin, saya harus pulang demi anak dan istri saya." ucap pria itu yang memilih meninggalkan Yasmin Zee.
Yasmin Zee sangat kesal karna pengawal yang ia sewa tak setia padanya ditambah lagi Xiao Ziya semakin mengencangkan cengkramannya.
"Katakan dimana Yanzuro Zee berada." ucap Xiao Ziya, ia tetap memaksa Yasmin untuk mengadakan dimana suaminya berada.
Karna tak kunjung mendapat jawaban dari Yasmin Zee akhirnya Xiao Ziya memasukkan wanita itu di dalam cincin semesta. Setelah memasukkan Yasmin Zee kedalam cincin semesta, Xiao Ziya berencana menangkap semua anggota Keluarga Yanzuro Zee yang masih berada di dalam rumah.
"Akhirnya rumah pertama selesai." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi senang, gadis itu keluar dari rumah Yanzuro Zee dan pergi menuju rumah Anzu Zee.
Ditempat lain saat ini para pemimpin generasi sebelumnya dan beberapa anggota pemerintahan sedang mencambuk Hanz, Kenzo, dan Zero agar ketiga pemuda itu mau menandatangani surat perjanjian yang telah mereka buat. Surat perjanjian itu berisi tentang ketiga mafia menyerahkan urusan pemerintahan pada beberapa pihak terkait dengan sadar tanpa paksaan dari orang lain, karna isi surat perjanjian sangat merugikan nona muda mereka akhirnya ketiga mafia bersaudara sepakat tak menandatanganinya.
"Kalian sangat keras kepala, kalian hanya perlu menandatanganinya saja kemudian kami akan membebaskan kalian bertiga." ucap Yanzuro Zee dengan nada tinggi, ia sudah kehabisan kesabaran menghadapi ketiga mafia bersaudara.
"Lebih baik kami mati daripada menghianati nona Ziya." ucap Hanz dengan lantang, para bajingan ini menjanjikan kebebasan pada mereka bertiga namun jika Nona Ziya mengetahui hal ini tak akan ada lagi yang dapat menyelamatkan nyawa mereka bertiga.
"Sialan, cepatlah kami tak memiliki banyak waktu untuk menunggu." ucap Anzu Zee dengan kesal.
"Kami tak akan menandatanginya apapun yang terjadi." ucap Kenzo dengan serius.
__ADS_1
Beberapa orang sudah kehilangan kesabaran mereka, Yanzuro Zee mengambil sebuah pistol dari saku celananya. Yanzuro Zee berencana untuk menembak ketiga mafia bersaudara dan mengambil cap tangan mereka dengan paksa.
Saat Yanzuro Zee menembak ke arah Hanz ada sebuah dinding tak kasat mata yang melindungi pemuda itu, karna tak berhasil menembak Hanz pria itupun mencoba menembak Kenzo dan Zero namun hal yang sama terulang lagi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa peluru pistol ini tak dapat menembus tubuh kalian?." tanya beberapa orang yang ada di sana.
Samar samar mereka mendengar suara langkah kaki dari luar gudang, suara langkah kaki itu lama lama menjadi sangat jelas.
Bruaaak.
Suara pintu gudang yang ditendang dengan kencang oleh Xiao Ziya, pintu gudang itu sampai lepas dan terbang ke arah beberapa anggota pemerintahan yang ada di sana.
"Argh siapa yang berani melakukan hal ini?." tanya Yanzuro Zee dengan sangat marah, siapa orang yang berani mengganggu urusannya.
"Saya." ucap Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas. Semua orang melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan terkejut, bagaimana bisa gadis itu sampai di tempat ini dengan sangat cepat.
"Ahahaha akhirnya kau datang juga gadis busuk." ucap Yanzuro Zee dengan ekspresi senang. Mungkin ia bisa mengancam Xiao Ziya dengan menyandra orang orang kepercayaannya.
Beberapa anggota pemerintahan berjalan mendekati Xiao Ziya dan mulai mengelilingi gadis itu, mereka semua memegang pistol yang diarahkan pada Xiao Ziya. Bukannya takut Xiao Ziya malah tersenyum remeh, pistol yang mereka pegang tak akan mampu menembus pertahanan dari Xiao Ziya.
"Jika ingin melukai saya setidaknya kalian harus meledakkan satu juta granat." ucap Xiao Ziya dengan wajah datar.
"Nyawa ketika temanmu ini ada di tangan kami." ucap Yanzuro Zee dan Anzu Zee dengan ekspresi menyebalkan.
Xiao Ziya tersenyum miring kemudian muncul semua anggota keluarga dari Yanzuro Zee dan Anzu Zee, kedua pria itu sangat terkejut mengetahui fakta anggota keluarga mereka disandera oleh Xiao Ziya.
"Nyawa keluarga kalian ada di tangan saya." ucap Xiao Ziya, ia membuat sebuah sihir pembatas agar tak ada yang melarikan diri.
"Sialan, lepaskan mereka jika tidak akan ku tembak ketiga pemuda ini sekarang." ucap Anzu Zee yang marah, ia tak ingin istri dan anaknya terluka karna masalah ini. Awalnya Anzu Zee memprediksi jika Xiao Ziya tak akan melakukan hal kriminal seperti ini, nyatanya gadis itu secara terang terangan menculik anggota keluarganya.
"Lakukan saja jika kalian bisa, kalian lupa jika saya berasal dari dunia bawah?. Artinya saya memiliki kekuatan sihir yang mampu melindungi ketiga pemuda itu, lalu bagaimana dengan kalian? apa yang akan kalian lakukan jika saya membunuh mereka di sini?." ucap Xiao Ziya dengan dingin, semua orang merinding mendengar perkataan gadis itu. Xiao Ziya terlihat seperti seorang penjahat kelas kakap yang sudah membunuh ratusan orang.
"Jika kabar tentang kejahatan mu sampai diketahui oleh penduduk dunia semesta tingkat rendah mereka akan mengusir mu dari sini." ucap Yanzuro Zee yang mencari sebuah alasan agar Xiao Ziya tak mencelakai anak dan istrinya.
"Benarkah? jika orang orang dari dunia manusia abadi datang lagi siapa yang akan menyelamatkan mereka?." ucap Xiao Ziya yang balik bertanya pada para pemimpin generasi sebelumnya. Yanzuro Zee dan Anzu Zee sempat terdiam beberapa saat, mereka berdua tau para penduduk dunia semesta tingkat rendah akan lebih percaya dengan perkataan Xiao Ziya.
"Tentu saja kami yang akan melindungi mereka semua!!." triak para anggota pemerintahan yang tak terima dengan hinaan dari Xiao Ziya. Selama ini dunia semesta tingkat rendah baik baik saja tanpa kehadiran gadis itu, namun semua menjadi kacau setelah Xiao Ziya ada di sana.
"Mungkin kau penyebab kekacauan ini." ucap Anzu Zee dengan lantang, ia menuduh jika serangan yang dilakukan oleh dunia manusia abadi ada hubungannya dengan Xiao Ziya.
"Ternyata kalian bermulut besar, jika kalian mampu melindungi penduduk dunia semesta tingkat rendah mengapa kalian malah bersembunyi saat itu?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman remeh, perkataan tanpa bukti hanyalah omong kosong belaka.
PENGUMUMAN PENTING ADA AUTHOR DARI APLIKASI OREN JIPLAK KARYA AKU. DIA GA ADA IZIN SAMA AKU GUYS, YANG PUNYA WP TOLONG TEGUR DIA. GA TAU LAMA LAMA GA SEMANGAT AKU GARA GARA ORANG BODOH KAYA GINI. BIKIN NOVEL SUSAH NENG KALAU OTAKNYA GA MAMPU GA USAH JIPLAK DEH. MAU LU TAUTIN NAMA GUA DI SITU TAPI KALAU LU GA IJIN GUA GA IKLAS. KALAU LU SALAH SATU PEMBACA GUA JUJUR GUA KECEWA BANGET, JGN T'LOL DEH. MULUT GUA JAHAT KALAU BENCI SAMA ORANG, KALAU GA TERIMA SINI TAWURAN.
INI NAMA DIA DAN NOVEL HASIL JIPLAKANNYA, APA SIH MOTIF LU TUH HAH BIKIN EMOSI AJA.
Kalian bisa liat sendiri prolog dia sama cuma beda nama aja. Plus lah jangan bikin darah tinggi gua dah lu. Jangan bikin alasan akutuh cuma inspirasi aja cocotmu ya!!!!!! inspirasi tuh bikin cerita alurnya hampir sama ditambah pemikiran sendiri lah ini cuma rubah beberapa kata. JAHAT KAN GUA KALAU UDAH MARAH GINI !!!!!!!
KLARIFIKASI DARI AKU YA GUYS, AKU GA PERNAH NGASIH IZIN KE DIA, YG PUNYA WP TOLONG PISUHIN SAJA DIAAAAAAAAA.
__ADS_1