RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sang Ratu Kembali


__ADS_3

Putri Beiling Zu meremas tangannya dengan kencang, gadis itu masih sangat sensitif jika ada seseorang yang membahas tentang kepergian Xiao Ziya dari Kerajaan Bintang Timur, ditambah lagi Pangeran Xilian Zu mengatakan bahwa Xiao Ziya tak akan pernah kembali lagi ke tempat itu. Putri Beiling Zu melemparkan sebuah serpihan es tajam dan berhasil menggores lengan kanan Pangeran Xilian Zu, semua orang yang hadir dalam rapat tersebut langsung menatap ke arah Putri Beiling Zu dengan tatapan terkejut.


"Sekali lagi Anda mengatakan hal buruk tentang adik Ziya, maka akan saya pastikan nasib buruk akan menghantui Anda." ucap Putri Beiling Zu penuh dengan penekanan pada setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, ekspresi sang putri menunjukkan bahwa ia benar benar serius dengan ucapannya itu.


"Bukankah Ratu Junyi Zu menolak Xiao Ziya sebagai anak kandungnya? mengapa Tuan Putri Beiling Zu masih menganggap Xiao Ziya sebagai adik?." ucap Putri Ming Zu yang membuat suasana di ruang rapat semakin memanas.


Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Jongsu Zu memegangi tangan Putri Beiling Zu dengan erat agar gadis itu tak membunuh Putri Ming Zu di ruang rapat. Saat ini Putri Beiling Zu benar benar sangat marah, memangnya mengapa jika ibunya tak mengakui Xiao Ziya sebagai anak? bagi Putri Beiling Zu Xiao Ziya tetaplah adik tiri yang paling ia sayangi.


"Anda sangat menyayangi gadis yang tak jelas asal usulnya itu, bukankah kami berdua juga adik tiri Anda?." ucap Pangeran Xilian Zu dengan senyuman miring yang sangat menyebalkan. Mungkin Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu adalah adik tiri dari Putri Beiling Zu, namun mereka tak akan pernah menjadi saudara dari gadis itu.


"Saya tak sudi memiliki hubungan darah dengan manusia kotor seperti kalian." jawab Putri Beiling Zu dengan kata kata tajam. Raja Yongling Zu, Ibu Suri Yanhua Zu, dan Tuan Yonzan Zu sampai terkejut mendengar perkataan dari Putri Beiling Zu yang sangat kejam itu.


Pangeran Xilian Zu merasa tak terima karna sang putri menganggap ia dan saudarinya adalah manusia kotor. Akhirnya Pangeran Xilian Zu membuat sebuah pedang dari sihir api yang ia kuasai, sang pangeran ingin menyerang Putri Beiling Zu untuk memberi pelajaran pada gadis itu. Tak mau kalah dengan pangeran gila itu akhirnya Putri Beiling Zu mengeluarkan sebuah pedang dengan elemen es pemberian dari Xiao Ziya.


"Saya tak pernah menerima penghinaan dari Anda." triak Pangeran Xilian Zu yang berlari ke arah Putri Beiling Zu.


"Saya tak akan tinggal diam saat kalian menghina Adik Ziya." triak Putri Beiling Zu dengan suara yang sangat kencang, gadis itu berlari ke arah Pangeran Xilian Zu untuk memberi serangan balasan.


Suasana di ruang rapat benar benar kacau, saat ini yang terdengar hanyalah suara dentingan pedang antara Putri Beiling Zu dengan Pangeran Xilian Zu. Raja Yongling Zu ingin menghentikan pertarungan antara kedua anaknya itu namun tiba tiba saja Putra Mahkota Yunzo Zu menghadangnya, sang putra mahkota mengatakan bahwa saat ini Putri Beiling Zu sedang bertarung untuk kehormatan Xiao Ziya. Mendengar alasan itu membuat Raja Yongling Zu mengurungkan niatnya, jika ia menghentikan sang putri maka putrinya akan sangat membencinya nanti.


"Ayah tak bisa melakukan apapun saat kedua anaknya saling bertarung satu sama lain." ucap Putri Ming Zu dengan senyuman meremehkan, mungkin sudah saatnya bagi Yang Mulia Raja Yongling Zu untuk turun dari tahtanya.


"Lagipula tak ada yang tau apakah kalian berdua benar benar anak kandung ayah." balas Pangeran Honzi Zu dengan senyuman lebar.


"Cih sialan." ucap Putri Ming Zu dengan kekesalan yang memuncak, mengapa para pangeran lebih menyukai Xiao Ziya daripada mereka berdua.


Pertarungan antara Putri Beiling Zu dan Pangeran Xilian Zu masih berlangsung dengan sangat sengit, Pangeran Xilian Zu berhasil melukai beberapa anggota tubuh Putri Beiling Zu hingga sang putri mengeluarkan banyak darah. Selir Mue Zu dan Putri Ming Zu tersenyum senang karna sebentar lagi Putri Beiling Zu akan kehilangan nyawanya jika ia tak mengalah para pertarungan kali ini, Selir Mue Zu tau bahwa sang putri sangat keras kepala jika sudah menyangkut orang yang ia sayangi.


"Akuilah kekalahan Anda Tuan Putri Beiling Zu sebelum Anda mati di tangan saya." ucap Pangeran Xilian Zu, pemuda itu masih menyerang sang putri.


"Saya akan mari dan rela mati jika itu untuk kehormatan Adik Ziya!!." triak Putri Beiling Zu penuh dengan kemarahan. Pedang pemberian Xiao Ziya mengeluarkan cahaya berwarna biru dengan sangat terang, semua orang menutup mata karna cahaya itu sangat menyilaukan.


Beberapa saat kemudian muncul seorang wanita dengan pakaian serba biru dan sorot mata tajam yang mengeluarkan aura dingin.

__ADS_1


"Salam saya pada nona, saya adalah Peri Elster yang ditugaskan oleh Nona Xiao Ziya untuk menjaga Anda. Saat ini Anda adalah nona baru saya, dan biarkan saya menjalankan tugas sebagai penjaga Anda." ucap wanita cantik yang ternyata seorang peri dengan elemen es, Peri Elster memegang tangan Putri Beiling Zu dan seketika semua luka si tubuh sang putri sembuh tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


"Adik Ziya memberikan pedang sehebat ini pada saya?." ucap Putri Beiling Zu yang tak pernah menyangka bahwa pedang pemberian Xiao Ziya dijaga langsung oleh seorang peri. Putri Beiling Zu memeluk pedang itu kemudian meneteskan air matanya, ternyata bukan ia saja yang menganggap Xiao Ziya sebagai saudari kandung dan selama ini Xiao Ziya juga menganggapnya sebagai saudari kandung juga.


"Siapa manusia yang berani melukai majikan saya?." tanya Peri Elster dengan tatapan dingin, seketika aura dingin yang sangat kuat menyelimuti ruang rapat.


"Kau tak perlu ikut campur dalam pertarungan kami, sudah sangat jelas bahwa gadis itu akan mati." ucap Pangeran Xilian Zu dengan sangat angkuh, mungkin ia tak mengetahui bahwa Peri Elster salah satu peri elemen es yang diakui oleh Ratu Rexuca karna kekuatannya dapat membekukan semua benda bahkan manusia sekalipun.


Peri Elster menatap langsung mata Pangeran Xilian Zu, seketika tubuh sang pangeran berubah menjadi patung es begitupun dengan jantungnya yang berhenti berdetak karna membeku. Selir Mue Zu dan Putri Ming Zu panik, keduanya langsung menghampiri Pangeran Xilian Zu dan berusaha melelehkan es itu menggunakan sihir api. Sangat disayangkan belum ada sihir api yang bisa melelehkan es milik Peri Elster kecuali api milik Xiao Ziya, karna hal itulah Peri Elster sangat menghormati gadis itu.


"Pemuda angkuh sepertinya tak layak untuk hidup." ucap Peri Elster yang ingin menghancurkan tubuh Pangeran Xilian Zu namun aksinya dihentikan oleh Raja Yongling Zu.


"Maaf, bagaimanapun pemuda ini tetaplah putra saya." ucap Raja Yongling Zu yang akan melindungi anak anaknya meskipun mereka telah membuat kesalahan yang fatal.


"Anda bisa melindunginya sebagai seorang ayah dan saya akan tetap membunuhnya sebagai seorang musuh. Hanya Nona Ziya saja yang akan saya dengarkan perintahnya." ucap Peri Elster tetap dengan pendiriannya.


Raja Yongling Zu tampak kebingungan, entah mengapa ia merasa tak akan menang jika melawan peri itu namun keselamatan Pangeran Xilian Zu saat ini berada di tangannya. Peri Elster melihat ke arah Putri Beiling Zu untuk meminta pendapat gadis itu mengenai apa yang harus ia lakukan.


"Lakukan saja tanpa melukai ayah saya." ucap Putri Beiling Zu yang sudah menetapkan keputusannya.


"Mengapa kau tega melakukan hal ini pada saudaramu sendiri!." bentak Selir Mue Zu pada Putri Beiling Zu.


"Sejak awal saya tak pernah menganggap keberadaan Anda maupun anak anak Anda. Wanita yang menjadi selir karna menjual harga dirinya tak pantas berada di istana ini." jawab Putri Beiling Zu dengan kalimat yang lebih kejam. Gadis itu meminta Peri Elster untuk masuk kembali ke dalam pedang, setelah itu Putri Beiling Zu pergi meninggalkan ruang rapat tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Putri Beiling Zu merasa sangat puas karna telah menyingkirkan orang yang berani merendahkan harga diri adik perempuan kesayangannya.


Selir Mue Zu mengambil jantung milik Pangeran Xilian Zu yang sudah membeku, wanita itu memeluknya dengan erat kemudian menangis sejadi jadinya. Di sisi lain Putri Ming Zu menaruh kebencian yang amat mendalam pada Putri Beiling Zu, suatu hari nanti ia akan merenggut nyawa salah satu kakak laki laki dari gadis itu. Entah mengapa kemarahan Putri Ming Zu tak bisa di bendung lagi, sang putri berlari keluar dari ruang rapat untuk menyusul Putri Beiling Zu.


"Kemana Anda akan pergi?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan dingin, tangan sang putra mahkota mencekal tangan Putri Ming Zu dengan sangat kencang hingga sang putri merasa kesakitan.


"Sedari awal Pangeran Xilian Zu juga menginginkan pertarungan ini, jika bukan karna peri itu mungkin saat inilah kami yang akan mengadakan upacara pemakaman." ucap Pangeran Honzi Zu dengan sorot mata tajam, tak ada yang boleh menghentikan pertarungan hidup dan mati yang telah disepakati kecuali salah satu diantara pihak yang sedang bertarung mengakui kekalahan mereka.


"Ini bukanlah pertarungan hidup dan mati, mengapa kalian sekejam ini pada kami." bentak Putri Beiling Zu dengan kesal, bukankah pertarungan antara Putri Beiling Zu dan Pangeran Xilian Zu adalah pertarungan biasa.


"Anda salah, pertarungan tadi adalah pertarungan hidup dan mati ketika keduanya mengatakan niat masing masing dengan tegas." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan serius, ia meminta Putri Ming Zu untuk kembali ke tempatnya atau gadis itu ingin bertarung dengan ketiga pangeran saat ini juga?. Akhirnya Putri Ming Zu memilih untuk mengalah dan kembali menemani ibunya yang sedang bersedih.

__ADS_1


Saat ini suasana di Istana Kerajaan Bintang Timur sedang kacau karna kematian Pangeran Xilian Zu yang disebabkan oleh Putri Beiling Zu, anehnya para pelayan dan prajurit malah merasa senang dengan kematian sang pangeran. Para pelayan dan prajurit di istana mulai menyebarkan kematian sang pangeran karna pangeran tersebut secara terang terangan merendahkan Nona Ziya sehingga memancing kemarahan Putri Beiling Zu. Dengan berita seperti itu tentu penduduk Kerajaan Bintang Timur akan menyalahkan Pangeran Xilian Zu karna tak bisa menjaga perkataanya sendiri hingga menyebabkan kemalangan pada dirinya. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap, gadis itu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh sekaligus mengganti pakaian, setelah selesai Xiao Ziya pergi untuk menemui Ratu Min Xunzi dan memberitahu apa isi gulungan surat wasiat yang ditinggalkan oleh neneknya.


"Selamat malam nona Ziya, bagaimana konsisi Anda saat ini? saya sudah menyiapkan teh jahe hangat untuk memulihkan tenaga Anda." ucap seorang pelayan wanita yang memberikan Xiao Ziya secangkir teh jahe hangat. Gadis itu menerimanya dengan senang hati kemudian membawa cangkir berisi teh jahe itu bersamanya.


Xiao Ziya berjalan menuju halaman belakang Istana Kerajaan Bulan, di sana sudah ada Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Min Xome, dan Min Wungi mereka semua berkumpul dan menunggu kedatangan Xiao Ziya.


"Salam semuanya, maaf karna telah membuat kalian menunggu cukup lama." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


"Kami bisa menunggu lebih lama lagi, bagaimanapun saat ini Anda sedang dalam kondisi yang kurang baik." ucap Raja Min Lunxi yang tak merasa keberatan jika harus menunggu dalam waktu yang lebih lama lagi.


"Apa yang adik bawa?." tanya Min Xome saat melihat cangkir yang sedang dipegang oleh Xiao Ziya.


Xiao Ziya tersenyum tipis kemudian memperlihatkan teh jahe hangat yang dibuatkan oleh seorang pelayan khusus untuknya saja. Xiao Ziya mencium aroma teh jahe itu kemudian gadis itu tersenyum miring.


"Sepertinya seseorang berusaha untuk meracuni saya." ucap Xiao Ziya yang menyiramkan teh jahe itu pada rumput yang ada di dekatnya, dalam hitungan beberapa detik rumput itu layu kemudian mati.


Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi membelalakkan matanya, mereka tak menyangka masih ada musuh yang bersembunyi di Istana Kerajaan Bulan. Siapa yang ingin menyingkirkan Xiao Ziya? saat berfikir demikian tiba tiba Ratu Min Xunzi teringat pada Yie Munha yang dulunya sangat membenci Xiao Ziya. Gadis itu satu satunya orang yang harus dicurigai dalam masalah kali ini, Mungkin Yie Munha ingin merebut posisi Xiao Ziya sebagai pemimpin Kerajaan Bulan.


"Anda tak perlu berfikir terlalu jauh bibi, ini bukan ulah dari saudari Yie Munha." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manisnya, setiap pergerakan dari Yie Munha diawasi oleh salah seorang prajurit iblis sehingga jika gadis itu melakukan hal yang mencurigakan maka sang prajurit iblis akan melapor pada Xiao Ziya.


"Lalu siapa yang ingin menyingkirkan mu dari istana ini?." tanya Ratu Min Xunzi dengan rasa penasaran tinggi.


"Ratu dari Kerajaan Bulan telah kembali ke wilayahnya." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata dingin, Ratu Jinha Zee telah kembali untuk merebut apa yang seharusnya miliki setelah Raja Anling Zee mati. Entah mengapa sang ratu langsung menunjukkan keberadaannya secara terang terangan seperti ini.


"Ratu dari kerajaan ini?." tanya Min Wungi dengan tatapan bingung.


"Saat saya membunuh semua anggota Kerajaan Bulan, sang ratu sedang berada di wilayah lain untuk menemui orang tuanya karna hubungan raja dan ratu saat itu sedang renggang." jelas Xiao Ziya secara singkat mengapa Ratu dari Kerajaan Bulan belum mati.


"Lalu apa yang akan Anda lakukan?." tanya Min Xome yang ingin tau rencana Xiao Ziya selanjutnya.


"Membuat wanita itu merasa malu karna berani menginjak kakinya kembali ke wilayah ini. Mari kita bicarakan apa isi surat wasiat peninggalan nenek terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya, urusan Ratu Jinha Zee bisa diselesaikan di lain waktu karna saat ini wanita itu sudah berada di Istana Kerajaan Bulan dan menyamar sebagai seorang pelayan biasa.


"Baiklah kami sudah tak sabar mendengar pesan terakhir yang ditinggalkan oleh ibu." ucap Ratu Min Xunzi dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Hai semuanya, hehehe di usahakan buat kedepannya bakal rutin update. Maaf karna lama ga update guys, beberapa hari ini kesehatan author lagi turun doain ya supaya authornya sehat terus dan bisa terus berkarya buat kalian. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2