
Xiao Ziya menatap ketiga orang itu dengan jijik, bagaimana mereka bisa hidup dengan cara yang sangat kotor seperti itu.
"Singkirkan tangan kotormu dariku." ucap Xiao Ziya yang langsung menghempas tangan Permaisuri Xi Wunji dengan sangat keras hingga tangannya memar.
"Beraninya kau membuat kekacauan di istanaku." triak Raja Xi Yunzo yang tak terima dengan perlakuan Xiao Ziya pada permaisuri dan juga putrinya.
Ia menganggap bahwa semua hal hal buruk yang terjadi pada kerajaanya akhir akhir ini adalah Xiao Ziya, walau Xiao Ziya berhasil menyelamatkan Pangeran Xi Sihu namun ia juga sudah membuatnya kehilangan banyak anggota keluarga.
"Bukankah istri anda sendiri yang mencari masalah dengan saya." ucap Xiao Ziya yang sudah kesal dan sangat ingin menghancurkan tubuh mereka bertiga sekarang juga.
Pertama tama yang harus ia musnahkan adalah Putri Xi Anhi yang sudah ia beri kesempatan untuk hidup dan memperbaiki dirinya namun putri tak tahu diri itu malah mengulang kesalahan yang sama sehingga membuat Xiao Ziya kesal dan marah padanya.
"Pertama tama saya harus menyambut putri tercinta anda di neraka." ucap Xiao Ziya yang kini sudah dalam wujud transformasinya sebagai seorang Ratu Iblis walau transformasinya belum seratus persen namun sudah semenakutkan itu.
"Apa apa yang akan kau lakukan padaku tidak tidaaak." ucap Putri Xi Anhi yang tak ingin mati begitu saja setelah ia terbebas beberapa hari yang lalu.
Namun permohonan dari Putri Xi Anhi hanyalah angin berlalu bagi Xiao Ziya, ia sudah memberi kesempatan namun tak digunakan dengan baik maka tak ada kesempatan lain untuk seseorang yang tak menghargai hidupnya sendiri. Xiao Ziya menatap Putri Xi Anhi dengan tajam tiba tiba sang putri merasa sesak dan kesulitan untuk bernafas, detak jantungnya terhenti kematian benar benar sudah menghampirinya. Setelah mengalami hal itu beberapa saat tiba tiba darah keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulut Putri Xi Anhi. Kini ia menggantung di atas sana tanpa nyawa putri Xi Anhi telah mati dengan cara yang menyakitkan.
Melihat putrinya yang seperti itu membuat Permaisuri Xi Wunji semakin macau dan mengambil sebuah pedang yang ada di sebelahnya, permaisuri Xi Wunji berusaha untuk menyerang Xiao Ziya dengan pedang itu namun tak berhasil.
"Bakar jiwanya." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan api hitam miliknya.
Api hitam milik Xiao Ziya masuk kedalam tubuh Permaisuri Xi Wunji dan mulai membakar jiwa sang permaisuri, rasa sakit yang permaisuri rasakan berkali kali lipat lebih menyakitkan daripada anggot Klan Yin yang pernah Xiao Ziya musnahkan dengan api hitamnya itu.
Biasanya Xiao Ziya hanya membakar tubuh dan jiwa seseorang dari luar tubuh orang itu namun kali ini ia memasukkan api hitam kedalam tubuh sehingga itu akan lebih menyiksa, kematian akan dirasakan perlahan lahan oleh permaisuri Xi Wunji.
"Lalu kematian seperti apa yang anda inginkan Yang Mulia Raja Xi Yunzo." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahat yang ia tunjukkan. Walau sang raja hanya membuat sedikit masalah dengannya namun jika ia dibiarkan hidup ia akan menjadi musuu besar untuk Xiao Ziya kedepannya.
"Tidak aku tak ingin mati, siapapun tolong aku." ucap sang raja yang berteriak untuk meminta bantuan pada siapapun yang ada di luar aula istana kerajaan Xingmen.
Sekeras apapun Raja Xi Yunzo berteriak tak ada seorang prajurit atau pelayan yang berani untuk menolongnya, para pangeran sudah mengingatkan prajurit dan pelayan agar tidak ikut campur dalam masalah ini jika mereka tetap ingin hidup dengan tenang.
"Saya ini raja dan anda hanyalah adik kaisar." triak Raja Xi Yunzo yang ingin mengancam Xiao Ziya dengan posisinya sebagai Raja dari Kerajaan Xingmen.
"Wah wah anda seorang raja, maka saya adalah ratu, jika anda salah satu raja yang ada di dunia bawah, maka saya adalah ratu yang memiliki wilayah neraka." ucap Xiao Ziya yang membalas kata kata dari Raja Xi Yunzo. Raja Xi Yunzo terdiam sambil memandangi Xiao Ziya, apakah gadis di depannya itu sudah gila atau bagaimana.
__ADS_1
"Apakah kau terkena gangguan jiwa?." tanya Raja Xi Yunzo dengan spontan dan membuat Xiao Ziya tertawa terbahak bahak.
Baru kali ini ada orang yang berani mengatainya seperti itu, gangguan jiwa? anggap saja Xiao Ziya memang gila namun mengapa tak ada yang berani dengan gadis gila seperti dirinya bukankah itu sangat lucu.
"Maka kau akan mati ditangan gadis yang terkena gangguan jiwa ini." ucap Xiao Ziya yang sangat puas dengan apa yang lakukan hari ini.
Xiao Ziya mengeluarkan piton saljunya dari dalam cincin semestanya ia meminta piton saljunya itu untuk melilit Raja Xi Yunzo.
"Wilreku sayang bawa dia kedalam cincin semesta disana kau bisa lakukan apapun pada raja itu, kau boleh menyiksanya, menyantapnya atau apapun." ucap Xiao Ziya yang mengelus kepala piton salju miliknya itu kemudian memasukkan nya lagi kedalam cincin semesta.
Permaisuri Xi Wunji masih menjerit kesakitan karna jiwanya dimakan perlahan lahan oleh api hitam milik Xiao Ziya gadis itu hanya diam dam menikmati teriakan kesakitan dari mulut Permaisuri Xi Wunji. Permaisuri itu ingin lari sejauh mungkin namun kakinya tak bisa bergerak seperti ada yang menahannya.
"Sepertinya aku harus membakar jasad Putri Xi Anhi." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan api merah berkobar dari tangannya dan melemparnya tepat di jasad Putri Xi Anhi.
Sebuah pemandangan yang mengerikan jika dilihat oleh orang lain namun pemandangan itu sangat indah bagi Xiao Ziya. Setelah jeritan dari Permaisuri Xi Wunji tak terdengar lagi Xiao Ziya keluar dari paviliun itu dan pergi keluar istana.
Semua penghuni istana Kerajaan Xingmen sudah berada di tempat yang aman ini saatnya bagi Xiao Ziya untuk meluluh lantahkan kerajaan Xingmen dan membuat kerajaan baru. Ia juga akan memilih seorang raja baru dari anggota kerajaan lama.
"Terbakarlah lalu bangun yang baru." ucap Xiao Ziya yang membakar istana Kerajaan Xingmen dengan api hitam dan merah miliknya perpaduan warna yang sangat indah dan cantik.
Semua penduduk Xingmen menyaksikan istana kerajaan mereka dilahap oleh api yang sangat hebat namun entah mengapa bukannya merasa sedih mereka malah merasa senang dan hati mereka terasa hangat.
"Ah apakah kamu tidak merasa takut sayang." tanya ibu itu pada anaknya.
"Tidak, lihatlah gadis yang berdiri di dekat api itu bu dia terlihat sangat berani." ucap anak itu yang melihat kearah Xiao Ziya.
Setelah selesai membakar istana Kerajaan Xingmen Xiao Ziya pergi menemui anggota kerajaan Xingmen yang lain. Mereka sedang berada di sebuah penginapan.
Saat berjalan menyusuri rumah rumah penduduk banyak yang memandangnya dengan tatapan binar kebahagiaan dan juga rasa takut, entah apa yang ada di difikiran mereka Xiao Ziya tak ingin ambil pusing atas hal itu.
Saat memasuki penginapan banyak mata yang memandangnya.
"Kalian tinggallah di sini hingga istana baru selesai dibangun." ucap Xiao Ziya dengan datar dan tanpa ekspersi apapun.
"Kakak Ziya." ucap Pangeran Xi Sihu yang langsung menghampiri Xiao Ziya dan meminta untuk digendong.
__ADS_1
"Kau baik baik saja?." tanya Xiao Ziya pada Pangeran Xi Sihu, ia memberikan sebuah anggukan sebagai jawaban.
"Kalian jangan harap aku akan meminta maaf atas apa yang aku lakukan." ucap Xiao Ziya pada para anggota istana Kerajaan Xingmen yang tersisa.
"Kami tidak berani Nona Ziya." ucap mereka secara serempak.
Setelah itu Xiao Ziya membawa Xi Sihu pergi bersamanya, ia ingin membawanya ke Klan Xiao. Mungkin saja Pangeran Xi Sihu bisa menjadi kakak laki laki yang baik untuk Xiao Zoe.
"Kak Ziya kita akan pergi kemana." tanya Pangeran Xi Sihu yang lebih nyaman memanggil Xiao Ziya dengan sebutan kak daripada jiejie.
"Apakah pangeran ingin berkenalan dengan adik laki laki saya?." tanya Xiao Ziya dengan lembut pada Pangeran Xi Sihu. Sang pangeran terlihat begitu antusias ketika Xiao Ziya ingin memperkenalkannya pada Xiao Zoe.
Sedangkan saat ini pembangunan istana Xingmen yang baru sudah dimulai api milik Xiao Ziya mulai membentuk sebuah istana dengan warna hitam dan merah sebagai warna dasarnya. Orang orang yang melihat itu menatap dengan rasa tak percaya kobaran api yang biasanya hanya bisa membakar habis sebuah bangunan kini bisa membangun sebuah bangunan baru sungguh sebuah keajaiban.
Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di gerbang masuk Klan Xiao, karna hari sudah akan pagi Xiao Ziya memutuskan untuk beristirahat sejenak di klan. Namun sebelum itu ia membawa Pangeran Xi Wunji ke paviliun milik sang ayah. Kedangan Xiao Ziya sepagi itu tentu saja membuat para pelayan di paviliun Xiao Cunyu sedikit merasa terkejut.
"Ah selamat datang nona Ziya, tuan sedang istirahat sedangkan tuan muda Zoe sedang bermain di kamarnya." ucap seorang pelayan yang menyambut nona mereka dengan senang hati.
Xiao Ziya dan Pangeran Xi Sihu pergi ke kamar Xiao Zoe. Saat masuk terlihat Zoe yang sedang bermain dengan beberapa pelayan, mereka melapor bahwa Xiao Zoe sudah tidur dan baru terbangun beberapa jam yang lalu.
"Zoe sayang jiejie datang." ucap Xiao Ziya yang membuat Zoe mengalihkan pandangannya dan langsung berlari ke arah Xiao Ziya. Xiao Ziya menyambutnya dan langsung menggendong Zoe bersama dengan Pangeran.
"Wah wah lihatlah adik adikku yang tampan ini." ucap Xiao Ziya yang mencium pipi Zie dan Pangeran Sihu secara bergantian.
Setelah itu Ziya menurunkan keduanya dan berabaring di tempat tidur milik Xiao Zoe yang lumayan luas.
"Adik adikku sayang jiejie ingin beristirahat dulu ya kalian bisa main atau tidur di sampingku." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum ramah. Kedua anak laki laki itu langsung naik keatas tempat tidur.
Tempat tidur Xiao Zoe berdipan rendah sehingga Zoe tak terluka kita ia jatuh dari tempat tidurnya dan ia bisa naik ataupun turun sesuka hatinya.
"Titie bo uwa bo." ucap Zoe yang meracu sesuka hatinya.
"Ayolah kita tidur pangeran pangeran kecilku." ucap Xiao Ziya yang memejamkan matanya dan langsung terlelap dalam tidurnya yang nyenyak begitupun dengan kedua anak laki laki yang ada di samping Xiao Ziya.
Para pelayan yang merasa lelahpun kembali ke kamar mereka dan beriatirahat mereka sangat bersyukur nona Xiao Ziya datang di saat yang tepat.
__ADS_1
**Hai hai semuanya aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja, alhamdulillah aku bisa update.
Jangan lupa follow aku ya, dan jangan lupa vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun supaya aku makin semangat, like like like, komen, rate, share**.