
Xiao Ziya berjongkok sebentar kemudian ia berdiri kembali dalam posisi memegang salah satu pergelangan kaki Kaisar Yuzang Yanglang, gadis itu berjalan menuju aula utama Kekaisaran Binzo dengan menyeret tubuh sang kaisar di sepanjang jalan. Para prajurit dan pelayan yang menyaksikan hal itu secara langsung hanya bisa diam, mereka tak berani membantu Kaisar Yuzang Yanglang karna takut akan memancing amarah gadis itu. Setelah sampai di depan aula para prajurit yang sedang berjaga langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Xiao Ziya serta Putri Zo Ruhi untuk masuk ke dalam aula.
"Pria tua ini cukup kuat, mungkinkah dia terlalu banyak dosa." ucap Xiao Ziya sembari melemparkan tubuh Kaisar Yuzang Yanglang ke sembarangan arah.
Tubuh sang kaisar terbentur dinding ruang aula, untunglah ia tak mengalami luka parah. Xiao Ziya menatap datar ke arah tubuh sang kaisar yang tergeletak di lantai, ia memalingkan wajah kemudian berjalan naik ke atas tahta dan duduk di sana sedangkan Putri Zo Ruhi duduk di tempat yang biasa digunakan oleh Pangeran Yuzang Xin.
"Sebentar lagi dia akan bangun, mari kita lihat bagaimana reaksinya nanti." gumam Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan.
Setelah menunggu selama sepuluh menit Kaisar Yuzang Yanglang mulai membuka matanya perlahan. Sang kaisar memegang kepalanya yang terasa sakit, ia menoleh ke kiri dan ke kanan dan menemukan dirinya berada di dalam aula utama Kekaisaran Binzo.
"Wah Anda sudah bangun Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang, saya kira Anda akan mati setelah bertemu dengan leluhur Anda tadi." ucap Xiao Ziya. Perkataannya menyadarkan sang kaisar bahwa gadis itu benar benar datang ke tempatnya.
"Kau..? mengapa kau duduk di singgasana milikku!." bentak Kaisar Yuzang Yanglang. Ia merasa tak senang saat melihat apa yang menjadi miliknya direbut oleh orang lain.
"Sedari awal singgasana ini adalah milik saya. Bukan saya yang merebutnya dari Anda tapi Andalah yang mencurinya dari saya. Semua orang yang tinggal di Dunia Bawah juga tau siapa yang berhasil meruntuhkan kekuasaan kaisar sebelumnya, bahkan Anda tak ikut andil dalam perebutan kekuasaan itu." jawab Xiao Ziya dengan tatapan sinis. Sejak kapan wilayah Kekaisaran Binzo menjadi milik Klan Yuzang?.
"Setelah saya naik menjadi kaisar maka wilayah ini adalah milik saya, Anda pergi begitu saja meninggalkan tanggung jawab terhadap wilayah ini dan saya datang untuk menyelamatkan banyak penduduk." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang memberikan sebuah pembelaan. Perkataan laki laki tua itu memang benar adanya dan Xiao Ziya tak akan menyangkal hanya untuk sekedar membela diri.
"Jadi Tuan Yuzang Yanglang sangat menyukai tahta kekaisaran ini? baiklah jika begitu namun saya memiliki beberapa syarat. Jika Anda setuju maka saya tak akan mengambil kembali tahta ini." tawar Xiao Ziya pada Kaisar Yuzang Yanglang. Ia rasa tak perlu memimpin para penduduk yang sudah memberontak darinya, ia hanya menginginkan wilayah bagian selatan saja.
Kaisar Yuzang Yanglang terlihat diam untuk beberapa saat, ia tampak sedang memikirkan penawaran yang diberikan oleh Xiao Ziya. Sang kaisar hanya khawatir gadis itu sekedar menjebaknya saja dan tetap akan mengambil alih tahta Kekaisaran Binzo.
"Anda pasti tau saya sangat sibuk dan tak memiliki waktu untuk mengurusi sebuah wilayah besar seperti ini. Mari membuat kesepakatan jika Anda tetap ingin menjadi seorang kaisar." ucap Xiao Ziya dengan tegas. Gadis itu dapat membaca apa yang sedang difikirkan Kaisar Yuzang Yanglang makanya ia mengatakan hal tersebut.
"Kesepakatan seperti apa yang akan Anda buat dan apa keuntungannya untuk saya?." tanya Kaisar Yuzang Yanglang. Sepertinya ia harus mendengarkan terlebih dahulu kesepakatan yang ingin diajukan Xiao Ziya padanya.
"Pertama saya akan menyerahkan seluruh wilayah Kekaisaran Binzo kecuali wilayah bagian selatan, Anda bisa memimpin mereka yang sedari awal berada di pihak Anda. Kedua saya akan menghentikan semua hubungan kerjasama antara Kekaisaran Binzo dengan beberapa pihak yang masih berhubungan dengan saya, jika Anda adalah Kaisar Wilayah Kekaisaran Binzo maka saya adalah musuh kalian karena itu jangan pernah mengharapkan bantuan dari pihak saya. Yang ketiga apapun yang terjadi pada Kekaisaran Binzo adalah tanggung jawab Anda sebagai seorang kaisar dan saya hanya akan memimpin wilayah bagian selatan. Dan yang terakhir jika Anda ingin melihat istri serta kedua putra Anda dalam kondisi masih bernafas maka serahkan setengah kekayaan Kekaisaran Binzo pada saya karna sedari awal semua itu adalah milik saya. Anda setuju ataupun tidak itu terserah pada Anda dan saya tak akan memaksa." jelas Xiao Ziya mengenai beberapa hal yang ingin ia sepakati bersama dengan Kaisar Yuzang Yanglang.
__ADS_1
"Saya setuju jika wilayah bagian selatan lepas dari Kekaisaran Binzo, mereka terlalu keras kepala untuk diatur ataupun mematuhi perintah saya. Namun saya merasa keberatan jika harus menyerahkan setengah dari harga Kekaisaran Binzo karna semua itu dibutuhkan untuk mensejahterakan penduduk." jawab Kaisar Yuzang Yanglang mengenai kesepakatan yang dibuat oleh Xiao Ziya.
"Ah jika begitu saya akan menyerahkan Ratu Yuzang Lui, Pangeran Yuzang Xin, dan Pangeran Yuzang Zuno dalam bentuk mayat pada Anda." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar, ia tak akan jatuh miskin meski tak mendapat setengah dari harta Kekaisaran Binzo. Xiao Ziya sengaja meminta harta itu untuk menjamin kehidupan Putri Zo Ruhi di masa depan, meskipun kecil kemungkinan sang putri ingin menjadi pemimpin Kekaisaran Binzo saat ia dewasa nanti namun ia harus mendapatkan hidup yang layak.
"Tidak...!!! jangan lakukan itu pada keluarga saya. Jika mereka mati maka saya akan sendirian tinggal di istana sebesar ini." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, ia tak mungkin bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama tanpa ada dukungan keluarga.
"Kalau begitu serahkan setengah harta Kekaisaran Binzo pada saya. Harga untuk menyelamatkan satu nyawa itu sangatlah mahal Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang. Seharusnya saya juga menghabisi nyawa Anda dengan semua kesalahan yang telah Anda lakukan, akan tetapi saya berbaik hati dan menawarkan hal lain sebagai gantinya." ucap Xiao Ziya dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Baiklah jika itu keinginan Anda maka saya akan mengabulkannya. Anda harus berjanji tak akan pernah merebut wilayah Kekaisaran Binzo dari tangan saya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang dengan tatapan tajam.
"Saya Xiao Ziya berjanji tak akan pernah mengambil wilayah Kekaisaran Binzo dari tangan Kaisar Yuzang Yanglang, namun bila para penduduk Kekaisaran Binzo merasa sang kaisar sudah tidak layak maka sebagai Nona Muda yang baik saya akan mencarikan kandidat baru yang akan memimpin Kekaisaran Binzo." sumpah Xiao Ziya atas namanya sendiri. Ucapan gadis itu disaksikan langsung oleh penguasa langit dan bumi.
"Dengan begini saya biasa mempercayai ucapan Anda. Saya akan meminta para prajurit untuk mengambilkan setengah harta Kekaisaran Binzo." ucap Kaisar Yuzang Yanglang. Pria tua itu langsung memanggil beberapa prajurit untuk masuk ke dalam aula kemudian memerintahkan mereka untuk pergi ke gudang penyimpanan harta kemudian mengambil setengah dari harta yang ada di sana. Tanpa membantah para prajurit itu langsung pergi untuk menjalankan perintah dari sang kaisar.
"Lalu dimana istri serta kedua anak saya saat ini?." tanya Kaisar Yuzang Yanglang dengan perasaan khawatir.
"Keluarlah." ucap Xiao Ziya sembari mengibaskan tangan kanannya. Seketika Ratu Yuzang Lui dan kedua pangeran keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya. Diantara mereka bertiga konsisi Ratu Yuzang Lui lah yang paling parah.
"Mengapa Anda menghukum istri saya dengan begitu kejam, kesalahan apa yang telah ia lakukan pada Anda." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang merasa tak terima. Dengan kesepakatan yang telah mereka buat seharusnya sang istri kembali dalam kondisi baik baik saja ataupun dengan sedikit bagian tubuh yang terluka.
"Anda akan merasa sangat malu jika mendengar apa yang telah dilakukan Ratu Yuzang Lui saat berada di Istana Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya dengan memejamkan matanya perlahan. Sebuah layar transparan muncul di hadapan gadis itu kemudian muncul kilasan kejadian yang terjadi di Istana Kekaisaran Binzo.
Di situ Kaisar Yuzang Yanglang diam mematung, satu hal yang membuatnya terkejut adalah sang istri secara terang terangan berusaha untuk menggoda Kaisar Zue. Bukankah umur diantara keduanya terpaut sangat jauh? apa yang sebenarnya sedang di pikirkan oleh istrinya itu. Selain kejadian tersebut ia juga melihat pada awalnya Xiao Ziya tak melakukan apapun hingga sang istri tiba tiba melesat ke arah gadis itu dan mencoba untuk menikam secara diam diam, wajar saja jika saat ini istrinya kembali dalam kondisi yang mengenaskan seperti ini.
Kaisar Yuzang Yanglang menyadari bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis yang bisa ia singgung, selama hidupnya ia baru pertama kali melihat seorang kultivator dapat membawa paksa jiwa manusia yang telah tenang di nirwana.
"Apakah tak ada obat ataupun ramuan untuk menyembuhkan istri saya?." tanya Kaisar Yuzang Yanglang yang menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"Saya memiliki namun saya tak bersedia memberikannya pada Anda." jawab Xiao Ziya sembari bangun dari singgasana Kekaisaran Binzo. Entah mengapa singgasana itu terasa sangat tidak nyaman untuknya.
"Saya bersedia untuk membelinya, saya mohon agar Nona berkenan menjualnya pada saya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang. Wajah pria tua itu seperti seorang pengemis yang meminta belas kasih dari orang lain.
"Saya ingin lembah yang ada di wilayah bagian selatan sebagai tebusannya. Wilayah itu juga tak akan bisa Anda manfaatkan karna Kekaisaran Binzo bagian selatan telah menjadi milik saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh arti.
"Baik Anda bisa mengambil lembah itu sebagai tebusannya." jawab Kaisar Yuzang Yanglang tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.
Xiao Ziya mengeluarkan beberapa butir pil tingkat menengah serta beberapa botol ramuan yang harus diminum oleh Ratu Yuzang Lui secara rutin agar kondisinya segera pulih. Sebenarnya gadis itu memiliki sebuah pil tingkat tinggi yang dapat memulihkan kondisi Ratu Yuzang Lui dalam beberapa menit saja akan tetapi Xiao Ziya tak bersedia untuk memberikannya.
"Pil berwarna biru cerah ini harus Anda rendam dalam air hangat dan dicampurkan dalam bak mandi Ratu Yuzang Lui, sedangkan ramuan ini Anda minumkan sebanyak dua kali sehari yaitu saat pagi dan malam hari. Jika menggunakan tabib bisa Ratu Yuzang Lui memerlukan waktu selama kurang lebih tuju bulan untuk memulihkan kondisinya serta menghilangkan bekas luka di tubuhnya itu, namun dengan semua pil dan ramuan yang saya berikan ia dapat sembuh dalam waktu satu minggu." jelas Xiao Ziya pada Kaisar Yuzang Yanglang mengenai keuntungan yang pihak mereka dapatkan dalam pertukaran itu.
" Saya rasa itu harga yang pantas. Baiklah kesepakatan di antara kita telah selesai saya harap Nona Xiao Ziya dan Putri Zo Ruhi segera pergi dari wilayah kekuasaan saya ini." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, ia sedang mengusir Xiao Ziya secara halus. Bagaimanapun juga hati kaisar masih sangat marah mengenai semua hal yang menimpa dirinya meskipun saat ini wilayah Kekaisaran Binzo tak akan di usik lagi oleh gadis itu.
"Saya hanya sedang menunggu para prajurit datang membawakan setengah harta Kekaisaran kemudian pergi dari tempat ini. Apakah Anda mengira saya merasa nyaman di sini?. Lebih baik Anda segera membawa Ratu Yuzang Lui kembali ke kamarnya sebelum kondisinya semakin memburuk." ucap Xiao Ziya yang sedang mengingatkan sang kaisar bahwa ratunya sedang tidak baik baik saja.
Kaisar Yuzang Yanglang membopong tubuh Ratu Yuzang Lui kemudian membawanya keluar dari aula utama Istana Kekaisaran Binzo sedangkan kedua pangeran masih terdiam dalam posisi duduk mereka. Xiao Ziya melambaikan tangannya pada Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno, kedua pangeran itu langsung berdiri dan berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya.
"Lakukan tugas kalian berdua dengan baik. Awasi setiap pergerakan Kaisar Yuzang Yanglang dan Ratu Yuzang Lui ketika ia sudah pulih nanti. Kalian harus segera melapor jika mereka berdua merencanakan sesuatu yang merugikan saya." perintah Xiao Ziya pada Pangeran Yuzang Xin dan Pangeran Yuzang Zuno.
"Baik kami akan melaksanakan tugas dari Nona Xiao Ziya dengan tatapan. Kami permisi terlebih dahulu." ucap kedua pangeran itu secara bersamaan. Beberapa saat sebelumnya Xiao sempat melihat cahaya berwarna merah dari mata mereka berdua, Xiao Ziya tersenyum puas melihat karyanya itu.
Kedua pangeran bergegas pergi meninggalkan aula utama Istana Kekaisaran Binzo agar sang kaisar tak merasa curiga pada mereka. Beberapa menit setelahnya puluhan prajurit datang dengan membawa belasan peti kotak besar yang penuh dengan emas.
"Ini masih sebagai dari harta yang Anda minta, mohon tunggu sebentar karena jumlah prajurit berkurang sangat banyak jadi kami tak bisa mengambilnya sekaligus." ucap salah seorang prajurit dengan nafas tersengal sengal.
"Ini akan memakan waktu yang lama, antar saya ke gudang penyimpanan harta Kekaisaran dan saya akan mengambilnya sendiri. Kalian bisa mengawal saya jika khawatir saya mengambil lebih dari setengah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk menunggu beberapa peti koin emas.
__ADS_1
"Baik, mari ikut dengan kami." ucap para prajurit yang langsung berjalan mendahului Xiao Ziya.
Hai hai semua author balik lagi, maaf kemarin libur satu hari karna aga pusing. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.