
Besoknya pada saat malam hari Dimas pergi keapotik untuk membeli obat, setelah membeli obat dia mengendarai mobilnya. Ternyata sedari tadi ada yang mengikuti dirinya dari belakang. Dimas melihat kaca spion, dia sedikit melajukan kecepatan ternyata mobil yang dibelakang mobilnya juga melajukan kecepatannya. Dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan mobil yang mengikutinya juga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Mobil yang mengikutinya langsung menyalip Dimas dan berhenti tepat didepan mobil Dimas, Dimas langsung mengerem mendadak.
"Siapa sih yang iseng kayak gini?" batin Dimas.
Orang yang ada didalam mobil keluar, dia menggunakan jubah berwarna hitam wajahnya tidak terlihat sama sekali.
"Itu orang apa hantu, tapi kalau hantu seharusnya putih kenapa malah hitam" batin Dimas, dia masih didalam mobil.
Orang yang mengikuti Dimas lalu menunjuk bam mobil Dimas, seketika ban mobilnya kepes.
"Kayaknya bukan dua-duanya deh" batin Dimas menjadi takut. Orang itu lalu menengadahkan sebelah tangannya keluar bola hitam dari tangan tersebut orang itu langsung melemparkan bola asapnya kearah mobil Dimas, Dimas menutup matanya. Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri didepan mobil Dimas membuat bola hitam itu kena ketubuhnya, dia mundur beberapa langkah karena mendapatkan serangan yang seharusnya kena kepada mobil Dimas tapi dihalang olehnya.
Dimas membuka matanya perlahan karena merasa tidak terjadi apa-apa kepadanya, dia melihat punggung seseorang yang menolongnya.
"Wah ada pahlawan kemalaman nih" ucap orang yang mengikuti Dimas.
"Phoenix pergi kau dari sini jangan mengganggu dia" ucap seseorang yang menolong Dimas.
"Dara anakku aku akan mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan kau" ucap Phoenix membuka penutup kepalanya.
"Jangan mimpi bisa menghancurkanku Phoenix, dan ingat aku bukan anakmu!" ucap Hermione melempar bola api kepada Phoenix, tapi Phoenix langsung menghilang membuat bola api itu mengenai mobil yang digunakan Phoenix tadi. Wujud mereka berdua manusia bukan iblis ataupun siluman.
Dar...
Mobil itu berguling dan meledak. Hermione tidak memperdulikan masalah itu, Phoenix lalu muncul dan balik menyerang Hermione. Hermione ikut menyerang Phoenix, bola api dan bola hitam saling beradu membuat Hermione dan Phoenix terpelanting kebelakang. Tubuh Hermione mendarat dimobil Dimas membuat mobil bagian depan Dimas penyok. Phoenix mendarat diaspal dia lalu membenarkan posisinya. Hermione loncat dari atas mobil Dimas lalu menyerang Phoenix.
"Mobilku" ucap Dimas pelan.
"Kakak Reno dibawa Mawar, kami semua sedang mencari keberadaan mereka" terdengar suara Andre ditelinga Hermione.
Hermione yang mendengar itu langsung menyerang Phoenix bertubi-tubi, Phoenix menghindar dari sana untuk menghindari serangan Hermione.
"Phoenix sialan, kau mempermainkankuuuu!!!" ucap Hermione berubah menjadi iblis. Hermione melihat kearah mobil Dimas dia lalu menjentikkan jarinya seketika mobil Dimas kembalu seperti baru, dia juga menghilangkan mobil yang meledak.
"Pulang sekarang orang tuamu sudah menunggu, lain kali jangan keluar malam" ucap Hermione lalu menghilang.
"Dara tung- hmm iya" ucap Dimas menatap sendu kearah tadi Hermione terakhir berdiri.
Dimas menjalankan mobilnya, dia masih kepikiran tentang Hermione sebenarnya dia ingin bertanya kemana saja selama ini tapi Hermione sudah menghilang.
***
Hermione datang kealam siluman Phoenix dan Mawar. sedangkan Andre dan yang lainnya berada dialam lain untuk mencari keberadaan Reno yang disembunyikan oleh Mawar.
"MAWAR, KELUAR KAU SIALAN!!!" teriak Hermione masuk kedalam istana milik Mawar.
"DIMANA KAU SEMBUNYIKAN RENO? KELUAR CEPAT DASAR PENGECUT!!!" teriak Hermione lagi, Phoenix muncul dihadapan Hermione dengan keadaan yang sudah membaik karena ini alamnya jadi dia akan bertambah kuat dan dia akan lebih mudah melawan Hermione.
__ADS_1
"Jangan berteriak disini" ucap Phoenix.
"Aku tidak peduli! Dimana Reno hah!?" ucap Hermione.
"Ntahlah aku tidak tau" jawab Phoenix cuek.
"Aku tau istrimu menyembunyikan Reno disini sialan!" ucap Hermione menyerang Phoenix, Phoenix membalas serangan Hermione. Hermione sedikit bisa mencium aura Reno disini padahal Phoenix dan Mawar sudah membuat para iblis tidak bisa mencium aura Reno.
"STOP!!!" teriak Mawar menghentikan Hermione dan Phoenix. Hermione lalu melihat kearah Mawar, dia menghilang dan muncuk dihadapan Mawar.
"Dimana Reno?" tanya Hermione.
"Ntah" jawab Mawar.
"Dimana Reno Mawar sialan?!" Hermione memukul Mawar karena kesal.
"Awh, jika kau ingin tau dimana Reno jangan pernah memukulku dan suamiku" ucap Mawar.
"Hm" balas Hermione. Tiba-tiba mereka bertiga menghilang dari sana dan muncul diruangan bawah tanah tempat Phoenix dan Mawar menyembunyikan Reno.
Reno dijaga oleh siluman lain yang wajahnya sama sekali tidak ada yang bagus hanya Hermione, Phoenix dan Mawar lah yang mempesona disana. Reno dikurung dijeruji besi perak yang hanya bisa dibuka oleh Mawar, karena Mawarlah yang membuat jeruji besi itu.
"Kakak" panggil Reno lemah, tubuhnya sudah penuh luka-luka karena disiksa.
"Lepaskan dia" perintah Hermione.
"Lepaskan dia" ucap Hermione.
"Tidak akan aku lepaskan" ucap Mawar. Hermione mencoba membuka jeruji besi menggunakan kekuatannya namun tidak bisa.
"Hermione jangan membuang kekuatanmu untuk membuka ini" batin Hermione.
"Kubilang sekali lagi lepaskan dia" ucap Hermione.
"Sudahku bilang tidak akan" ucap Mawar sombong. Hermione lalu menyerang Mawar, Phoenix membantu Mawar diikuti siluman lain yang menjaga Reno dari luar jeruji membantu Mawar.
Sekitar 20 lawan 1, Hermione tidak peduli dia kalah jumlah yang saat ini dia pedulikan keadaan Reno karena Reno tidak akan bisa berlama-lama dialam gaib seperti ini atau nyawanya tidak akan tertolong.
Andre dan yang lainnya ingin membantu Hermione tapi ada dinding penghalang membuat mereka tidak bisa masuk keistana Mawar, jangankan istana masuk kealam siluman saja mereka tidak bisa.
"Bagaimana ini kita tidak bisa kealam siluman?" tanya Evan.
"Kakak pasti akan kalah jika jumlahnya lebih banyak siluman" ucap Andre.
"Hermione bisa kita urus nanti aku tau dia kuat, yang jadi masalah kita Reno, Reno itu manusia dia tidak bisa berlama-lama dialam gaib" ucap Iliana.
"Kita harus menyatukan kekuatan kita supaya kita bisa masuk kealam siluman yang dikuasai Mawar" ucap Drew. Mereka semua saling tatap lalu mengangguk, mereka menutup matanya dan saling berpegangan tangan satu dengan yang lain.
__ADS_1
.......
Karena kalah jumlah Hermione terus terjatuh dan terjatuh tapi dia tidak menyerah. Reno yang melihat Hermione masih berusaha bertahan demi dirinya merasa bersalah karena pernah berpikiran hal yang buruk dari diri Hermione.
"Mengalah saja Hermione" ucap Mawar, Hermione kembali berdiri lalu melihat Mawar.
"Tidak akan" ucap Hermione. Anak buah siluman Phoenix dan Mawar sudah ada beberapa yang terbaring lemah.
Hermione membuat bola berwarna biru yang cukup besar, dia menatap Phoenix seolah ingin melemparkan bola biru itu kepada Phoenix tapi ternyata tidak dia menghilang lalu muncul dibelakang Mawar dan melempar bola biru itu kepunggung Mawar kasar membuat Mawar tersungkur kedepan. Setelah itu dia membuat hujan bola api.
"Awh hentikan hujan bola api itu" perintah Phoenix.
"Tidak akan hahah" ucap Hermione.
"Kalian sudah berani bermain-main denganku maka kalian akan terima akibatnya hahaha" ucap Hermione, hujan bola api belum berhenti Hermione lalu menyerang Mawar bertubi-tubi supaya Mawar menjadi lemah. Setelah merasa cukup dia melempar bola berwarna emas kejerujinya seketika pintu jeruji itu terbuka.
"Keluar dari sana aku tidak bisa masuk kedalam jeruji itu, tenang saja hujan bola api ini tidak akan berpengaruh untukmu" perintah Hermione. Reno berjalan perlahan keluar dari jerujinya ternyata benar hujan bola api itu tidak mempan untuknya malah bola api itu menembus tubuhnya. Hermione memegang pergelangan tangan Reno mereka berdua lalu menghilang dari sana dan muncul diluar istana. Wujudnya sekarang menjadi Dara.
Muncul Andre dan yang lainnya disana, kekuatan mereka sudah hilang setengahnya.
"Akhirnya bisa masuk kedalam alam siluman" ucap Mona.
"Telat" ucap Hermione walaupun wujudnya sudah menjadi manusia tapi suaranya tetap khas iblis.
"Hehe maaf" ucap Mona.
"Perjuangan kita kesini susah banget kali" ucap Dela.
"Tau" ucap Hermione, Phoenix dan Mawar muncul dihadapan mereka semua.
"Kalian pikir jika sudah masuk kealam ini akan mudah keluar" ucap Mawar, tiba-tiba banyak anak buah siluman Phoenix dan Mawar mengelilingi tubuh Hermione dkk. Para iblis membuat bentuk segi tiga dengan Reno ditengahnya, mereka membelakangi Reno. Mereka berputar melihat para anak buah siluman itu satu persatu. Siluman itu berjalan mendekat dan semakin mendekat.
"Sekarang" ucap Hermione,
"Baik ratu" jawab para iblis, mereka semua lalu mengangkat kedua tangan mereka keatas dan menengadahkan kepala mereka, Hermione mundur masuk kedalam segi tiga tersebut bersama Reno, Reno hanya diam saja karena dia tidak mengetahui apa-apa tentang ini.
"Hentikan mereka cepat" perintah Mawar.
"Kau buat Hermione tidak fokus" ucap Mawar kepada Phoenix.
"Dengan cara apa?" tanya Phoenix.
"Dimas" jawab Mawar, Phoenix langsung menghilang.
Para siluman berlari kearah mereka ingin menghentikan mereka tapi bukannya berhenti para siluman itu malah terpental. Reno yang melihat itu kaget dan heran, dia memegang ujung baju Hermione.
"BERHENTI ATAU DIMAS CELAKA" teriak Phoenix memegang Dimas. Para iblis langsung menghentikan aktivitasnya mereka melihat kearah Phoenix, Mawar dan Dimas yang menjadi tahanan Phoenix dan Mawar.
__ADS_1
Bersambung...