RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mulai Membangun


__ADS_3

"Permisi Nona Ziya." ucap salah seorang pekerja restoran sembari membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.


"Iya ada apa?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung.


"Nyonya Lin Muhi ingin bertemu dengan Anda, namun karna para kepala desa dan perwakilan penduduk masih ada di sini apakah Anda berkenan untuk menemui Nyonya Lin Muhi di lantai tiga?. Beliau mengatakan sangat ingin turun langsung kebawah untuk menemui Nona Xiao Ziya namun situasi kurang mendukung." ucap pekerja itu, ia menyampaikan pesan dari Nyonyanya.


"Baiklah saya akan datang menemui Nyonya Lin Muhi, tolong pandu jalannya." jawab Xiao Ziya atas permintaan pemilik restoran.


"Mari ikut dengan saya." ucap pekerja itu, ia tersenyum ramah kearah Xiao Ziya. Tadinya si pekerja sempat berfikir bahwa Nona Ziya akan tersinggung jika ia mengatakan hal seperti itu, namun pada kenyataannya Nona Ziya adalah sosok yang ramah.


Xiao Ziya mengikuti pekerja itu dari belakang, mereka berdua naik menuju lantai tiga dengan menaiki puluhan anak tangga. Setelan beberapa saat akhirnya keduanya sampai di lantai tiga, pekerja itu mengantar Ziya hingga kedepan sebuah ruangan.


Tok tok tok....


Suara pintu ruangan yang diketuk oleh si pekerja.


"Saya datang mengantar Nona Xiao Ziya untuk bertemu dengan Nyonya Lin Muhi." ucap pekerja itu setelah mengetuk pintu, ia hanya tak ingin Xiao Ziya menunggu lama di depan ruangan tersebut.


Pintu ruangan khusus Nyonya Lin Muhi terbuka dengan lebar, sang nyonya membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya sembari mengucapkan salam. Ia merasa tak enak hati karna tidak bisa menemui sang nona muda secara langsung.


"Silahkan masuk ke dalam Nona Ziya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada Anda." ucap Nyonya Lin Muhi.


"Terimakasih Nyonya." jawab Xiao Ziya.


Sebelum kembali masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu, Nyonya Lin Muhi mengucapkan terimakasih pada sang pekerja karna telah membantunya memanggilkan Nona Xiao Ziya. Kini Xiao Ziya sudah berada di ruangan itu, ia di tatap oleh ketiga anak dari Nyonya pemilik restoran dengan mata berbinar binar.


"Jadi ada keperluan apa Nyonya Lin Muhi memanggil saya kemari?." tanya Xiao Ziya langsung pada intinya. Malam ini ia akan sangat sibuk dengan pembangunan Kerajaan Binglin.


"Perkenalkan ini suami saya, dan mereka bertiga adalah anak anak saya." ucap Nyonya Lin Muhi, ia memperkenalkan keluarganya pada Xiao Ziya.


"Saya Lin Fenzu." ucap Tuan Lin Fenzu.


"Senang berkenalan dengan Tuan Lin Fenzu. Anda pasti sangat bahagia memiliki istri secantik dan sebaik Nyonya Lin Muhi." jawab Xiao Ziya yang tersenyum ramah ke arah pria itu.


"Ahahaha Nona Ziya bisa saja, saya memang sangat beruntung karna memiliki istri sepertinya." ucap Tuan Lin Fenzu dengan malu malu.


"Perkenalkan saya Lin Yongmin, saya adalah anak pertama. Senang bisa berkenalan dan bertemu langsung dengan Nona Xiao Ziya." ucap Lin Yongmin.


"Perkenalkan saya Lin Jingha, anak kedua sekaligus anak perempuan satu satunya. Senang bisa bertemu dengan Nona Xiao Ziya yang sangat cantik dan anggun." ucap Lin Jingha.


"Perkenalkan saya Lin Guzo anak terakhir. Saya sangat senang bisa bertemu dengan Ziya Jiejie, terimakasih telah menyembuhkan kedua kaki saya." ucap Lin Guzo sembari membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya. Anak laki laki itu tersenyum mania ke arah Ziya.

__ADS_1


Xiao Ziya menatap ke arah Lin Guzo dengan tatapan bingung, jadi anak laki laki ini yang mendapatkan berkat pertama dari Dewa Ziloz? syukurlah karna Sekarang kedua kaki anak laki laki itu dapat digunakan dengan normal.


"Saya juga merasa senang bisa berkenalan dan bertemu dengan kalian bertiga." jawab Xiao Ziya atas perkenalan ketiga anak Nyonya Lin Muhi.


"Kami tidak tau harus menebus kebaikan Nona Ziya dengan apa, kami berdua sangat senang dengan kesembuhan putra bungsu kami. Banyak tabib dan alkemis yang telah kami temui namun mereka tidak bisa melakukan apapun. Berkat bantuan dari Nona Xiao Ziya, Lin Guzo dapat merasakan kehidupan yang sama dengan anak anak seusianya." ucap Tuan Lin Fenzu dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Nyonya Lin Muhi sudah menangis sedari tadi karna tak bisa menahan rasa bahagia sekaligus haru.


"Semua ini terjadi berkat kebaikan Nyonya Lin Muhi, saya hanyalah perantara Sang Pencipta untuk memberikan berkat pada keluarga Anda." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya itu.


"Kami sangat senang hingga tak bisa mengatakan apapun lagi." ucap Nyonya Lin Muhi di sela sela tangisnya.


Xiao Ziya sibuk berbicara bincang dengan keluarga pemilik restoran itu, ternyata mereka berasal dari Klan Lin yang berada di pusat kota Kekaisaran Binzo. Nyonya Lin Muhi dan keluarganya di usir karna lebih memilih untuk berada di pihak Xiao Ziya daripada kaisar yang baru, setelah itu Nyonya Lin Muhi pindah ke wilayah bagian selatan dan membeli beberapa petak tanah untuk dibuat restoran dan rumah.


"Saya minta maaf jika masalah ini membuat perpecahan di dalam klan tempat Nyonya Lin Muhi tinggal." ucap Xiao Ziya, meskipun ini bukan kesalahannya namun ia tetap merasa tak enak hati.


"Ini sudah menjadi keputusan kami, Nona Ziya tidak perlu merasa bersalah seperti ini. Bisa terus berada di pihak Anda hingga akhirnya adalah suatu kehormatan untuk kami semua." ucap Nyonya Lin Muhi.


"Saya sangat berterimakasih atas hal tersebut. Sepertinya saya tidak bisa berlama lama di sini karna ada beberapa hal yang harus segera saya kerjakan." ucap Xiao Ziya. Ia ingin berpamitan pada Keluarga Nyonya Lin Muhi.


"Apakah kita akan bertemu lagi Ziya jiejie?." tanya Lin Guzo, ia menunjukkan ekspresi sedih karna akan ditinggal oleh Nona Muda yang sangat cantik itu.


"Setelah urusan jiejie selesai maka jiejie akan langsung pergi untuk menemui mu." jawab Xiao Ziya.


"Benarkah? jangan berbohong pada ku." ucap Lin Guzo dengan bibir yang ia majukan ke depan.


"Aku akan menunggu jiejie datang. Jangan sampai kelelahan karna terlalu bekerja keras Ziya jiejie. Sampai jumpa lagi." ucap Lin Guzo, kali ini anak laki laki itu menunjukkan ekspresi riang.


Xiao Ziya segera keluar dari ruangan khusus itu diikuti oleh Nyonya Lin Muhi, sebelum pergi Ziya ingin menyelesaikan pembayaran atas semua makanan dan minuman yang ia pesan. Setelah sampai di lantai dasar suasana masih sangat ramai seperti semula, mengapa para kepala desa dan perwakilan penduduk tidak kunjung pulang??.


"Apa kalian sedang menunggu saya?." tanya Xiao Ziya dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Kami tidak bisa pergi begitu saja sebelum berpamitan pada Nona Xiao Ziya." jawab salah seorang kepala desa dengan tegas.


"Astaga, maaf membuat kalian menunggu lama di sini. Kalian bisa pulang sekarang karna hari sudah sangat larut." ucap Xiao Ziya, ia langsung mengakhiri pertemuan itu.


"Kami ucapkan terimakasih atas kebaikan Nona Xiao Ziya. Semoga kedepannya wilayah ini tumbuh dengan baik dan menjadi kebanggan Anda." ucap para kepala desa secara serempak.


"Saya juga berterimakasih atas kesediaan kalian semua untuk menghadiri pertemuan ini. Sampai jumpa lagi semuanya, selamat malam dan selamat beristirahat." ucap Xiao Ziya.


Semua orang membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya kemudian mereka mulai meninggalkan restoran tersebut. Kini suasana di dalam restoran tampak sepi seperti saat mereka sedang tutup. Xiao Ziya dan Nyonya Lin Muhi duduk di sebuah bangku kosong, Nyonya Lin Muhi sedang menghitung semua biaya yang harus dibayar oleh Xiao Ziya.


Saat berada di dalam ruangan tadi Nyonya Lin Muhi sudah mengatakan pada Ziya bahwa semua biaya akan ia tanggung, namun dengan segera Ziya menolaknya. Restoran ini memiliki banyak pelayan dan pekerja yang harus mendapatkan gaji mereka tepat waktu, jangan sampai karna ingin membalas budi pada Xiao Ziya sang pemilik restoran menunda gajian para pekerjanya.

__ADS_1


"Semuanya tuju ribu tiga ratus dua koin emas, saya akan memberikan potongan lima puluh persen pada Nona Xiao Ziya sebagai bentuk terimakasih dari saya." ucap Nyonya Lin Muhi.


"Tolong jangan lakukan itu Nyonya. Makanan yang disajikan oleh koki di restoran ini sangat nikmat, dekorasi yang disiapkan oleh para pekerja Anda sangat bagus, saya juga puas dengan pelayanan yang diberikan oleh para pelayan. Karna itu biarkan saya membayarnya dengan penuh tanpa ada potongan sepeser pun." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


Para pekerja dan pelayan yang ada di dapur restoran dapat mendengar pembicaraan antara Nyonya mereka dengan Nona Muda Xiao Ziya. Sebagian di antara mereka sampai menitihkan air mata saat mendengar perkataan dari Nona Ziya.


"Baiklah saya akan menghargai keputusan Anda." ucap Nyonya Lin Muhi. Ia tak bisa memaksakan kehendaknya pada Xiao Ziya.


Ziya mengeluarkan satu karung kecil berisikan sepuluh ribu koin emas, ia meletakkan karung itu di atas meja.


"Sepertinya ini terlalu banyak Nona Ziya." ucap Nyonya Lin Muhi yang sudah dapat menebak bahwa Xiao Ziya memberikan lebih dari jumlah yang harus dibayar.


"Totalnya ada sepuluh ribu koin emas, Anda bisa membagikannya pada semua orang yang bekerja untuk restoran Anda ini. Saya permisi terlebih dahulu Nyonya Lin Muhi." ucap Xiao Ziya. Gadis itu berdiri dari tempat duduknya kemudian melesat pergi meninggalkan restoran tersebut dalam sekejap mata.


Xiao Ziya saat ini sudah berada di gerbang perbatasan antara wilayah selatan dengan wilayah barat, gadis itu menatap ke arah gerbang yang terbuat dari bebatuan yang tampak tak terlalu kokoh.


"Semua prajurit yang sedang berjaga di dalam ataupun di luar gerbang segeralah untuk menyingkir ke tempat yang lebih aman." triak Xiao Ziya dengan cukup kencang.


Para prajurit langsung lari masuk ke dalam wilayah bagian selatan dan mengambil jarak beberapa meter dari tempat Xiao Ziya berdiri. Mereka tidak tau apa yang ingin gadis itu lakukan namun sepertinya sesuatu yang cukup berbahaya.


Xiao Ziya menyalakan api berwarna merah kehitaman dari kedua telapak tangannya, ia melemparkan api itu ke arah gerbang perbatasan hingga terbakar oleh api yang besar. Para prajurit saling bertatapan satu sama lain, mereka tidak mengerti mengapa Nona Ziya melakukan hal semacam itu. Mungkinkah Nona Ziya ingin menghancurkan bangunan gerbang yang lama kemudian membuat yang baru?.


Xiao Ziya mengendalikan kobaran api itu, kini bukan hanya gerbang utama yang terbakar dengan api tersebut melainkan seluruh dinding perbatasan. Para penduduk yang masih beraktivitas di luar rumah mereka merasa terkejut, mengapa tiba tiba wilayah mereka mengalami kebakaran.


"Terbentuklah sesuai dengan keinginan saya." ucap Xiao Ziya sembari memperbesar kobaran api itu. Hanya dalam beberapa menit nampak sebuah dinding yang sangat tinggi dan kokoh, dinding pembatas yang baru telah selesai di buat api pun telah padam.


Xiao Ziya menatap puas ke arah gerbang akses keluar masuk wilayah yang terbuat dari besi yang kokoh, bentuknya juga sangat elegan karna ada ukiran naga di tengah tengah dengan warna hitam gelap. Dinding perbatasan yang tadinya hanya setinggi empat meter kini berubah menjadi sepuluh meter, Xiao Ziya menambahkan material khusus dalam pembuatannya yaitu batu hitam dari alam neraka. Batu hitam jauh lebih kuat dari semua jenis batu yang ada di dunia bawah, batu tersebut bahkan tahan dengan serangan sihir ataupun senjata spiritual tingkat menengah. Meskipun terbuat dari campuran antara batu hitam dan beberapa material lainnya, tembok pembatas berwarna perak dengan kilauan yang indah.


"Apa ini sebuah ilusi?." tanya salah seorang prajurit yang tak dapat mempercayai apa yang ia lihat.


"Apa yang baru saja dilakukan oleh Nona Xiao Ziya? dia melakukan dua pekerjaan dalam satu waktu yaitu menghancurkan serta membangun gerbang serta dinding perbatasan yang baru?." ucap prajurit lain dengan mata melebar.


"Coba tampar aku." perintah salah seorang prajurit pada rekannya yang lain. Ia perlu memastikan apakah semua itu nyata atau hanya halusinasinya saja.


Plak.....


Sebuah tamparan yang sangat kencang mendarat tepat di pipi prajurit tersebut. Sang prajurit langsung menegang pipinya yang terasa sakit.


"Ini sangat keren, apakah api milik Nona Ziya juga bisa membuat seseorang menjadi lebih tampan?." ucap prajurit lain dengan pemikiran yang sangat aneh.


"Sepertinya kalian mulai gila karna melihat hal yang sangat tidak masuk akal seperti itu." tegur seorang Jenderal dengan tatapan datar.

__ADS_1


"Baiklah saya telah selesai memperbaiki gerbang perbatasan, mari mulai membangun wilayah lainnya." triak Xiao Ziya penuh dengan semangat. Gadis itu melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan wilayah di dekat perbatasan.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2