
Yanze Xu ingin membawa pelayan wanita itu pergi dari depan ruang kerjanya namun ia tak dapat menggerakkan tubuhnya sedikitpun, semua karna tekanan yang terlalu kuat dari sabit kematian milik Xiao Ziya. Lunzie Xu yang saat itu masih berada di dalam kamar segera pergi menuju sumber energi, entah apa yang membuat Nona Besarnya begitu marah hingga mengeluarkan sabit kematian. Setelah berada di depan ruang kerja sang adik, Lunzie Xu langsung menatap ke arah sang adik dan seorang pelayan yang tengah tergeletak lemas tak berdaya di hadapan Xiao Ziya, Lunzie Xu pergi menghampiri Nona Besarnya dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Apa ada sesuatu yang terjadi pada Anda Nona Ziya?." tanya Lunzie Xu dengan raut wajah khawatir, ia melihat kondisi Xiao Ziya dari atas hingga ke bawah untuk memastikan bahwa gadis itu baik baik saja.
Di sisi lain Jeinza Lee menatap ke arah seorang pria yang tengah berdiri di samping Xiao Ziya dengan ekspresi terkejut. Dulunya Jeinza Lee adalah wanita yang ingin di tunangkan dengan Lunzie Xu namun sangat disayangkan Lunzie Xu lebih memilih seorang wanita yang berasal dari Alam Dewa Dewi, karna kehadiran wanita itulah masa masa kejayaan dari Lunzie Xu menjadi hancur. Jeinza Lee sengaja mendekati Yanze Xu karna ia gagal mendapatkan kakak laki laki dari pemuda itu, Jeinza Lee berpendapat jika ia tak bisa mendapatkan kakaknya maka ia harus bisa mendapatkan sang adik.
"Mengapa Anda ada di sini Tuan Lunzie Xu?." tanya Jeinza Lee dengan tatapan penuh kerinduan, ia ingin berdiri dan memeluk pria yang sangat ia cintai di masa lalu itu akan tetapi tubuhnya masih tak bisa digerakkan.
"Hilangkan semua tekanan ini, saya ingin memeluk Tuan Lunzie Xu. Apakah Tuan mengingat saya? saya adalah wanita yang dijodohkan dengan Anda." ucap Jeinza Lee dengan wajah berseri seri, akhirnya cinta lamanya kembali dalam pelukannya. Mungkin Lunzie Xu gagal menemukan tempat dimana Dewi Yin Yuer menjalankan hukuman sehingga ia datang menemui Yanze Xu untuk bergabung kembali dengan kelompok Kalajengking Iblis.
Bukannya menghilangkan tekanan dari sabit kematiannya itu Xiao Ziya malah memperbesar tekanan tersebut, ia tak suka jika ada orang lain yang merusak hubungan antara paman Lunzie Xu dengan bibi Dewi Yin Yuer. Yanze Xu semakin melemah, ia hampir pingsan karna tak dapat mengeluarkan energi iblisnya lagi. Pemuda itu sangat ingin menyumpal mulut pelayan yang ada di sampingnya agar tak terus menyulut kemarahan dari Junjungan Muda Xiao Ziya.
"Wanita sepertimu dilarang mendekati Paman Lunzie Xu, paman hanya boleh berhubungan dan menikah dengan wanita baik saja." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan tatapan sinis.
"Mengapa kau selalu ikut campur dalam setiap masalahku." ucap Jeinza Lee dengan kesal.
"Saya tak akan ikut campur jika masalah itu tak berurusan dengan kakak beradik ini, ah apakah kau ingin mati saat ini juga?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman miring dan sorot mata tajam.
Jeinza Lee berusaha menarik tubuhnya kebelakang karna Xiao Ziya semakin dekat dengannya, ia tak ingin mati sebelum menikah dengan Lunzie Xu ataupun Yanze Xu, diantara kakak beradik itu harus ada satu orang yang menjadi suaminya dan hidup bersama dengannya. Xiao Ziya memukulkan bagian tumpul dari sabit kematian itu ke punggung Jeinza Lee hingga wanita itu menjerit kesakitan, Ziya melakukannya beberapa kali hingga ia puas menyiksa wanita tak tau diri itu.
"Iblis rendahan sepertimu tak layak meninggikan suara dihadapan ku." ucap Xiao Ziya kemudian memukul kepala Jeinza Lee hingga wanita itu tak sadarkan diri karna banyak darah segar yang keluar dari kepala bagian belakang.
"Wah, apakah saya memukulnya terlalu kencang?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan bingung sembari melihat ke arah tubuh lemah Jeinza Lee, gadis itu juga heran mengapa kepala seorang iblis bisa serapuh itu.
Lunzie Xu hanya dapat menghela nafas pasrah setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Nona Besarnya itu, pukulan tadi setidaknya dapat membunuh seorang kultivator tingkat langit hanya dengan sekali pukulan. Karna wanita bernama Jeinza Lee itu sudah tak sadarkan diri akhirnya Xiao Ziya memasukkan kembali sabit kematian miliknya ke dalam cincin penguasa mutlak, setelah itu Xiao Ziya meminta pada Lunzie Xu untuk membawa Yanze Xu menuju kamar pemuda itu agar bisa beristirahat.
"Lalu bagaimana dengan wanita yang ada di hadapan Anda?." tanya Lunzie Xu sembari melirik ke arah Jeinza Lee. Meskipun ia tak menyukai wanita itu dan bagaimana cara wanita itu memperlakukan Nona Besarnya, di sisi lain Jeinza Lee tetap bagian dari kelompok Kalajengking Iblis.
"Apa kau ingin menukar nyawanya dengan nyawa kekasih paman? jika tidak silahkan pergi dan antar adik Anda menuju tempat istirahatnya." ucap Xiao Ziya dengan serius, gadis itu tak sedang bermain main dengan apa yang baru saja ia katakan.
Lunzie Xu segera membawa Yanze Xu menuju kamarnya yang tak jauh dari ruang kerja, ia tak mungkin menukar nyawa kekasih yang ia cintai hanya untuk seorang wanita yang tak tau bagaimana cara memperlakukan orang lain dengan baik. Setelah kepergian Lunzie Xu, Xiao Ziya segera menarik kerah baju Jeinza Lee menyusuri setiap lorong yang ada di istana. Darah terus mengalir dari kepala bagian belakang wanita itu hingga meninggalkan bekas darah yang memanjang mengikuti kemana Xiao Ziya membawanya, setelah beberapa saat Xiao Ziya langsung menendang sebuah pintu ruangan dengan cukup kencang hingga pintu itu terbuka dengan sangat lebar.
Xiao Ziya masuk ke dalam ruangan tersebut lalu menguncinya dengan rapat, setelah itu Xiao Ziya meletakkan tubuh Jeinza Lee di sebuah meja panjang.
"Hukuman apa yang pantas untuk iblis sepertimu." ucap Xiao Ziya sembari menatap tajam wajah Jeinza Lee yang semakin memucat. Wanita itu telah kehilangan banyak darah dan tak ada seorangpun yang dapat menyelamatkannya dari tangan Xiao Ziya.
Di sisi lain saat ini Raja Artur sedang berada di dalam kamarnya dengan perasaan gelisah, ia baru saja menyelesaikan beberapa berkas penting dan langsung bergegas pergi ke kamar untuk beristirahat. Anehnya sedari tadi Raja Artur merasa cemas tanpa alasan yang jelas, seketika Raja Artur mengingat Xiao Ziya dan penasaran apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu.
__ADS_1
"Apa yang sedang gadis nakal itu lakukan sekarang." ucap Raja Artur yang langsung membaca mantra teleportasi agar sampai ke tempat dimana Xiao Ziya berada.
Raja Artur melintasi dimensi ruang dan waktu dengan kecepatan normal, setelah lebih dari sepuluh menit ia pun sampai di bagian luar Hutan Pasir Hitam. Raja Artur menoleh ke kanan dan ke kiri karna merasa bingung dengan tempatnya berada sekarang, mengapa Xiao Ziya berada di tempat seperti itu?.
"Mengapa gadis nakal itu ada di tempat ini? lalu dimana dia sekarang?." tanya Raja Artur dengan kebingungan. Akhirnya ia memilih untuk terus masuk ke dalam Hutan Pasir Hitam tanpa mengetahui tempat apa yang sedang ia kunjungi, namun anehnya tak ada satu binatang iblis yang berani menganggu pria itu. Kemungkinan besar para binatang iblis merasakan aura dari raja mereka hingga menyingkir dan bersembunyi agar keberadaan mereka tak diketahui.
Setelah berjalan cukup lama yang Raja Artur temukan hanyalah hamparan pasir berwarna hitam dengan beberapa tumbuhan yang hampir mirip dengan yang ada di Alam Neraka, tiba tiba saja Raja Artur terhisap kedalam pasir hitam itu dan ia langsung masuk ke dalam wilayah kekuasaan Kalajengking Iblis. Beberapa prajurit yang sedang menjaga wilayah Kalajengking Iblis langsung membungkukkan badan mereka ketika melihat Raja dari Alam Neraka datang untuk berkunjung, Raja Artur keheranan setelah melihat kelompok Kalajengking Iblis yang ia usir dari alam neraka tinggal di Lapisan Dunia Manusia Abadi.
"Apa kalian melihat seorang gadis cantik dengan mata tajam dan juga aura yang cukup menyeramkan?." tanya Raja Artur pada seorang prajurit kalajengking iblis.
"Mungkin gadis yang Anda maksud saat ini berada di Istana, mari saya antar." ucap prajurit kalajengking iblis itu yang berinisiatif untuk mengantar Raja Artur pergi ke istana.
Raja Artur mengikuti prajurit itu dari belakang sembari melihat ke arah penduduk yang tinggal di tempat itu, beberapa kalajengking iblis memilih untuk masuk ke dalam rumah mereka daripada harus menyambut kedatangan seorang raja yang telah mengusir mereka dari tempat kelahiran mereka sendiri. Sepertinya kelompok Kalajengking Iblis yang dipimpin oleh Yanze Xu begitu kecewa dengan Raja Artur karna tak mencari kebenaran sebelum memutuskan sesuatu.
"Maaf atas sikap penduduk yang tinggal di sini, Anda pasti mengerti alasan mereka memperlakukan Yang Mulia Raja Artur seperti ini." ucap prajurit Kalajengking Iblis secara terang terangan pada Raja Artur agar sang raja tak langsung menyalahkan para penduduk.
"Ya saya mengerti dan tak mempermasalahkan hal ini." jawab Raja Artur dengan nada datar.
Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya Raja Artur dan prajurit kalajengking iblis itu sampai di depan gerbang masuk istana, para prajurit penjaga gerbang langsung membukakan gerbang dengan lebar dan membiarkan Raja Artur masuk ke dalam sendirian tanpa ditemani oleh seorang prajurit. Raja Artur masuk ke dalam istana itu dan menyusuri setiap sudut ruangan, ia berusaha untuk merasakan aura dari Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sibuk menggambar sebuah pola sihir kuno di beberapa bagian tubuh Jeinza Lee menggunakan darahnya sendiri, sepertinya Xiao Ziya merencanakan sesuatu kepada wanita itu.
"Dengan ini saya Xiao Ziya mengambil jiwa dari seorang iblis bernama Jeinza Lee dan menjadikan tubuh iblis ini menjadi boneka yang dapat saya kendalikan." ucap Xiao Ziya, gadis itu menarik paksa jiwa Jeinza Lee keluar dari tubuhnya sedangkan Jeinza Lee terus berusaha agar tak terpisah dari tubuhnya itu.
"Hentikan jangan lakukan hal itu." triak jiwa Jeinza Lee dengan rintihan kesakitan. Wanita itu memohon belas kasih dari Xiao Ziya agar tak dipisahkan dari tubuhnya namun sangat disayangkan Xiao Ziya terlanjur membenci wanita bernama Jeinza Lee itu.
Beberapa saat kemudian jiwa Jeinza Lee keluar dari tubuhnya, jiwa wanita itu Xiao Ziya masukkan kesebuah botol kaca berwarna emas.
"Bangunlah pengikut setiaku." ucap Xiao Ziya, sekilas mata gadis itu berubah menjadi hitam sepenuhnya. Tubuh Jeinza Lee bangkit dengan tatapan mata kosong, tubuh wanita itu telah diisi oleh jiwa iblis lain yang mau menjadi pengikut setia Xiao Ziya.
"Salam hormat pada Junjungan Muda Xiao Ziya, saya berterimakasih karna Anda memberikan tubuh ini pada saya." ucap sosok iblis yang ada di dalam tubuh Jeinza Lee.
"Sekarang nama mu adalah Jeinza Lee, salah satu pelayan di istana Kerajaan Kalajengking Iblis. Laporkan setiap perkembangan dan apa saja yang terjadi di tempat ini ketika kita bertemu lagi." ucap Xiao Ziya yang meminta iblis itu untuk berperan menjadi Jeinza Lee dan melakukan apa saja yang biasa dilakukan oleh wanita itu.
"Baik saya mengerti, saya permisi terlebih dahulu Junjungan Muda." ucap Jeinza Lee yang langsung keluar dari ruangan tersebut dan berjalan dengan santai menuju dapur istana.
Karna urusannya dengan Jeinza Lee sudah selesai, Xiao Ziya keluar dari ruangan tersebut dan langsung melesat menuju bagian tengah istana karna ia merasakan aura Raja Artur ada di sana. Xiao Ziya tak mengerti mengapa kakek tua itu sampai menyusulnya seperti ini, mungkinkah sihir bangsa iblis kuno yang ia gunakan tadi memancing kedatangan Raja Artur?.
__ADS_1
"Salam saya pada Yang Mulia Raja Artur, senang bisa melihat Anda di sini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, karna Raja Artur sendiri yang datang untuk mencarinya maka ia akan membahas kejadian lima puluh tahun yang lalu. Sebuah kejadian yang membuat kelompok Kalajengking Iblis terpisahkan menjadi dua kubu.
Raja Artur menoleh ke belakang, ia menatap Xiao Ziya dengan tatapan heran. Mengapa ia tak merasakan aura dari Xiao Ziya ketika gadis itu datang untuk menghampirinya? mungkinkah ada aura lain yang menutupi tubuh gadis itu?.
"Bagaimana bisa kau sampai di tempat ini dan menemukan tempat persembunyian kelompok Kalajengking Iblis yang kabur dari neraka?." tanya Raja Artur dengan tatapan penuh selidik. Dari posisinya saja tempat persembunyian kelompok Kalajengking Iblis sangat sulit untuk dicari meskipun beberapa Jenderal Neraka turun langsung untuk mencari mereka.
Xiao Ziya menatap datar ke arah Raja Artur saat kakek tua itu menyebut bahwa wilayah ini adalah tempat persembunyian kelompok Kalajengking Iblis yang kabur dari Alam Neraka, bukankah Raja Artur sendiri yang mengusir dan tak ingin menerima mereka lagi?.
"Tempat ini adalah tempat mereka menetap dan tinggal." jawab Xiao Ziya dengan nada bicara dingin.
Raja Artur mulai tak enak hati ketika melihat tatapan dari Xiao Ziya, sepertinya gadis itu menyimpan kekesalan padanya. Raja Artur mencoba untuk tersenyum dan mencairkan suasana tegang itu, namun Xiao Ziya terus memberikan tatapan tajam tanpa henti.
"Saya sangat kecewa pada Anda, jika bisa berikan posisi Junjungan Muda ini pada orang lain." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara serius, ia sangat kecewa dengan sikap Raja Artur yang tak mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum memutuskan pihak mana yang bersalah.
Raja Artur terdiam beberapa saat, rasanya seperti tersambar petir di malam hari. Apa yang membuat gadis itu tiba tiba kecewa padanya dan memintanya mencari orang lain untuk meneruskan tahta Kerajaan Neraka?. Mungkinkah Yanze Xu telah menceritakan apa yang terjadi lima puluh tahun yang lalu pada kelompok Kalajengking Iblis yang tinggal di Alam Neraka? jika ia, sepertinya Raja Artur akan memberi pelajaran pada pemuda itu.
"Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang telah Anda lakukan. Seorang Raja harus bisa bersikap netral ketika sebuah masalah terjadi, tak peduli seberapa banyak orang yang ada di pihak yang bersalah." ucap Xiao Ziya. Gadis itu meminta Raja Artur untuk mengikutinya karna tak mungkin mereka membicarakan semua itu di tempat yang terbuka.
Di sisi lain saat ini Lunzie Xu sedang mentransfer energi iblis miliknya pada sang adik agar adiknya itu segera sadar, saat melakukan pentransferan Lunzie Xu merasakan aura dari Yang Mulia Raja Artur seketika pria itu menjadi cemas.
"Cepatlah sadar adikku, istanamu sedang dalam bahaya." ucap Lunzie Xu sembari menatap ke arah Yanze Xu yang tak kunjung bangun dari pingsannya.
Saat mencemaskan apa yang sedang dilakukan oleh Raja Artur di kerajaan adiknya itu, tiba tiba pintu kamar terbuka dengan lebar kemudian Xiao Ziya dan Raja Artur masuk ke dalam dengan tatapan tak bersalah. Xiao Ziya meminta pada kakek tua itu untuk duduk di sebuah kursi yang tepat berada di samping Lunzie Xu, Raja Artur tak mempermasalahkan dimana ia harus duduk namun ia merasa tak nyaman karna Yanze Xu masih terbaring di tempat tidur.
"Apa yang terjadi padanya?." tanya Raja Artur sembari menunjuk ke arah Yanze Xu.
"Saya mengeluarkan tekanan yang cukup besar hingga Tuan Yanze Xu pingsan." jawab Xiao Ziya secara singkat.
"Ku kira kau telah memukul kepalanya dengan kencang hingga ia pingsan seperti itu." jawab Raja Artur dengan sedikit candaan karna suasana di ruangan tersebut sedikit suram.
"Mengapa Anda tak pernah menceritakan tentang perpecahan kelompok Kalajengking Iblis pada saya? saat Anda meminta saya untuk menjadi penerus Alam Neraka artinya saya harus mengetahui segala hal yang pernah terjadi di sana. Jika Anda tak yakin dengan kemampuan memimpin yang saya miliki maka dengan senang hati saya akan mengembalikan mahkota yang Anda berikan." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan tatapan tajam, berapa banyak kejadian yang telah disembunyikan oleh pria tua itu agar Xiao Ziya tak mengetahuinya?.
"Saat kau bertemu dengan Lunzie Xu, saya kira dia telah menceritakan segalanya padamu." ucap Raja Artur dengan alasan yang sangat masuk akal.
"Saya pergi dari Alam Neraka sebelum perpecahan itu terjadi, bahkan saya baru mengetahui hal itu saat tiba di tempat ini." jawab Lunzie Xu dengan santai karna ia memang tak mengetahui apapun mengenai kejadian tersebut.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1