
Namun Lunzie Xu merasa heran bagaimana bisa gadis sekecil itu bisa membebaskan kekasihnya? apakah ia memiliki kekuatan yang mumpuni untuk melakukan hal itu.
"Maaf sebelumnya anda ini siapa ya?." tanya Lunzie Xu yang ingin mengetahui dengan detail identitas orang yang sudah membebaskan kekasihnya itu.
"Saya penerua dari junjungan anda terdahulu." ucap Xiao Ziya yang membuat Lunzie Xu merasa terkejut.
Apakah yang dimaksut oleh gadis itu adalah Raja Artur, bagaimana bisa penerusnya seorang perempuan setahunya cucu dari junjungannya itu seorang laki laki yang bahkan sudah berumur lebih daru seratus tahun. Ini sangat tak masuk di akal apakah gadis yang ada di hadapannya itu sedang menipu?.
"Apa yang sedang anda katakan, cucu dari junjungan saya itu laki laki bagaimana bisa penerusnya gadis kecil seperti anda?." ucap Lunzie Xu yang mencoba menjelaskan pada Xiao Ziya agar tak perlu berbohong padanya karna ia tak berniat untuk menyakiti gadis itu.
Xiao Ziya menghela nafasnya panjang mengapa kalajengking iblis menyebalkan itu tak percaya padanya, apakah ia tak layak menjadi penerus dari kakek tua yang sangat alay itu.
"Apa yang kau maksut Yuan Zie? Ah pamanku itu sudah menjadi seorang raja di Kerajaan Daun Perak." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan bahwa cucu dari Raja Artue sudah memiliki wilayah yang harus ia pimpin.
Memimpin sebuah wilayah di dunia bawah yang tak begitu luas saja membuat Yuan Zie merasa kelelahan apalagi jika ia harus menjadi raja dari wilayah neraka yang memiliki sejuta konflik mungkin saja Yuan Zie sudah terkapar tak berdaya.
"Jadi kau benar benar penerus dari Raja Artur? bagaimana bisa apa yang telah saya lewatkab selama enam ratus tahun ini." ucap Lunzie Xu yang tak tau hal apa saja yang telah terjadi selama ia meninggalkan wilayah neraka.
Xiao Ziya menunjukkan sebuah cincin yang diberikan oleh Raja Artur padanya saat mengangkat Xiao Ziya menjadi penerusnya. Sebuah cincin berwarna hitam yang cantik dan sangat dikenali oleh Lunzie Xu. Melihat cincin itu membuat Lunzie Xu langsung bersujud dihadapan Xiao Ziya.
"Maaf atas kelancangan saya pada Yang Mulia Ratu, saya pantas mendapat hukuman." ucap Lunzie Xu yang merasa bersalah karna sudah bersikap tak sopan pada junjungan barunya dan juga telah meragukannya.
"Bagunlah itu bukan masalah yang besar karna kau tak mengetahuinya, sekarang kalian berdua tinggallah di dalam cincin semesta karna saya akan pergi menemui yang lain." ucap Xiao Ziya yang sudah seperti perintah mutlak bagi mereka berdua.
Selain meminta dewi Yin Yuer dan juga Lunzie Xu kedalam cincin semesta, gadis itu juga memindahkan semua spirit stone yang ada di tanah gersang itu kedalam cincin semestanya.
Ketika semua spirit stone sudah berpindah kedalam cincin semestanya tanah yang semula gersang dan tak ada tumbuhan lain yang bisa tumbuh di sana tiba tiba menjadi subur dengan banyak pohon pohon tinggi yang tumbuh dengan begitu cepat.
"Jadi wilayah ini menjadi gersang karna tanahnya mengandung spirit stone, baguslah wilayah ini bisa digunakan untuk bercocok tanam." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dengan senang karna tanah gersang itu sekarang bisa ditanami.
__ADS_1
Karna merasa urusannya di sana telah selesai Xiao Ziyapun kembali ke penginapan untuk menemui seniornya yang lain dan juga mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah kelahiranya.
Saat sampai di paviliun semua orang tengah ada di lantai bawah dan sedang menikmati makan malam mereka, Xiao Ziya keluar terlalu lama hingga ia tak sadar saat sudah sampai di penginapan hari sudah malam.
"Nona Zita dari mana saja kami tadi mencari nona." ucap Xu Yuan yang memang khawatir pada Xiao Ziya.
"Ah saya hanya pergi ke sebuah wilayah kecil yang baru saya dapatkan." ucap Xiao Ziya yang kemudian duduk di salah satu kursi kosong dan gadis itu memesan beberapa makanan.
"Mengapa nona lebih memilih sebuah wilayah dengan tanah gersang daripada sebuah wilayah yang ditawarkan oleh Yang Mulia Raja Zo Linzu." tanya Ling An yang merasa keheranan dengan apa yang diminta oleh muridnya itu memang tak biasa.
"Tanah gersang itu kini sudah menjadi tanah yang sangat subur, saya berencana membangun sebuah hunian kecil dan juga benteng perbatasan." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An dan juga Yuan Simo tersedak makanan mereka.
Sebuah wilayah paling barat Kekaisaran Binzo memanglah wilayah yang gersang dan mereka berdua pernah melihatnya sendiri, namun Xiao Ziya berkata bahawa tanah gersang itu sekarang kini sudah menjadi subur? hal tak masuk akal apa lagi yang sudah gadis itu lakukan.
"Bagaimana jika tiba tiba sang raja menginginkan tanah itu kembali." ucap Yin Yifeng yang sedikit cemas dengan perubahan kondisi tanah yang tiba tiba itu.
"Maka ia akan kehilangan semua yang ia miliki." jawab Xiao Ziya dengan singkat yang membuat semua orang yang mendengarnya merinding.
"Ah akhirnya saya bisa menemukan nona Ziya, bagaimana bisa tanah gersang yang bahkan rumput saja tak bisa tumbuh tiba tiba menjadi sangat subur." tanya Raja Zo Linzu yang baru saja datang dan sudah menanyai banyak hal pada Xiao Ziya.
"Apapun yang saya miliki tak akan menjadi sesuatu yang tak berguna." jawab Xiao Ziya yang tak ingin membahas tentang spirit stone yang ia temukan di sana.
"Maaf atas kelancangan kami yang menggangu waktu makan nona dengan yang lainnya, namun apakah nona bersedia menjual wilayah kecil itu pada kami?." tanya pangeran pertama yang berusaha untuk memberanikan diri bertanya pada gadis yang ada di hadapannya itu.
"Tidak." ucap Xiao Ziya dengan dingin. Ia memang tak berniat menjual tanah yang ia dapatkan dengan susah payah itu.
"Kami akan memberikan penawaran yang tinggi untuk nona." ucap Raja Zo Linzu yang berusaha untuk membujuk Xiao Ziya agar mau menjual tanah yang baru saja ia hadiahkan pada gadis itu.
"Harga yang pantas? maksut anda dengan nyawa anda sendiri?." ucap Xiao Ziya yang membuat sang raja dan kedua putranya terkejut bukan main. Sepetak tanah seharga dengan nyawa seorang raja apa apaan gadis itu.
__ADS_1
"Apakah anda akan melakukan pemberontakan!!." triak pangeran pertama yang tak terima dengan perlakuan Xiao Ziya pada sang ayah.
Namun dilihat dari sudut manapun sang rajalah yang bersalah, mengapa ia harus meminta kembali tanah yang jelas jelas sudah ia berikan sebagai hadiah pada Xiao Ziya, itu bukanlah tindakan yang sopan.
"Kalian ingin berperang?." tanya Xiao Ziya lagi dengan nada yang lebih dingin dari sebelumnya.
"Ah maafkan saya nona Ziya, saya sangat tertarik karna wilayah itu bisa menumbuhkan tanaman dengan cepat." ucap Raja Zo Linzu yang baru saja melihat keajaiban dari tanah yang gersang itu.
"Jika tanah itu berganti pemilik maka ia akan kembali gersang." ucap Xiao Ziya dengan santai.
"Bernarkah seperti itu." ucap Pangeran pertama yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Apa kalian fikir tanah yang tadinya gersang tiba tiba bisa subur dengan sendirinya? aih belajarlah lagi dengan giat pangeran pertama." ucap Xiao Ziya yang sengaja mengejek pangeran pertama dengan halus.
"Apa nona ingin membuat kesepakatan dengan kami?." tanya pangeran kedua yang merupakan putra dari Ratu Zo Binji.
"Saya akan membangun beberapa rumah dan lumbunh di sana, saya juga akan membangun benteng pembatas dan meminta prajurit untuk menjaganya, saya juga akan mensuplay padi dan juga beberapa bahan makanan yang lain ke pasar Kekaisaran Binzo jadi kalian tak perlu khawatir." ucap Xiao Ziya yang sudah bisa membaca situasinya sedari tadi.
"Baiklah trimakasih atas kebijaksanaan nona Ziya, maaf atas kebodohan yang saya lakukan tadi." ucap Raja Zo Linzu yang merasa tenang.
Setelah itu ketiga pria itu pergi untuk kembali ke istana Kekaisaran Binzo. Sedangkan Xiao Ziya melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.
"Untung saja sang raja mau mengalah." ucap Ling An yang merasa lega dan sempat sedikit khawatir jika akan ada pertumpahan darah di sana.
Setelah selesai makan Xiao Ziya kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaian, setelah itu Xiao Ziya kembali pergi ke wilayah paling barat Kekaisaran Binzo.
"Baiklah mari kita membangun." ucap Xiao Ziya yang mulai menggunakan kekuatannya untuk membangun benteng pembatas, kemampuan yang dimiliki oleh Xiao Ziya memang diluar nalar orang biasa.
Setelah itu Xiao Ziya memasang sihir pelindung tingkat tinggi di sekitar wilayah tersebut agar tak ada orang yang bisa keluar masuk dengan seenaknya. Setelah menyelesaikan hal itu Xiao Ziya pergi kesuatu tempat.
__ADS_1
Hai hai semua aku update lagi nih, maaf ya sehari aku cuma bisa dua chapter karna nulisnya capek, mikir alurnya juga ga gampang. Bisa dibilang aku ini masih penulis pemula, Jangan lupa ya buat follow akun aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun juga, like like like, komen buat tinggalin jejak, tips kalau kalian ada koin, rate, and share ya.