
Di dunia ini yang paling menakutkan bukanlah seorang pembunuh yang berwajah iblis, hal yang paling menakutkan adalah saat kita bertemu dengan seorang pembunuh dengan wajah malaikat. Jika mereka akan melakukan suatu tindak kejahatan maka tak akan ada yang mencurigai aksi mereka.
Kelompok pembunuh bayaran itu mulai bergerak, mereka menyusup masuk melalui gerbang belakang. Saat ini penjagaan gerbang belakang lebih ketat daripada sebelumnya walaupun begitu dengan kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit penjaga gerbang tentu mereka kalah saat melawan kelompok pembunuh bayaran.
Mereka masuk dan mulai mengendap endap dari taman belakang, ada beberapa prajurit yang berlalu lalang.
"Sepertinya penjagaan di Istana Kekaisaran Qiyu semakin diperketat. Informasi yang diberikan oleh Xiao Yan sangat tak sesuai." ucap salah seorang gadis yang ada dalam kelompok pembunuh bayaran.
Xiao Ziya yang masih mengamati mereka dari jauh akhirnya mengerti bahwa semua ini adalah rencana dari kakak laki laki pertamanya, Xiao Yan bergerak dengan sangat cepat ketika rencana pertamanya gagal. Entah apa yang ada dalam fikiran pemuda itu apakah ia mengira Kaisar Zue akan selemah dirinya? oh tentu tidak. Tanpa bantuan Xiao Ziya, Kaisar Zue dapat mengatasi para pembunuh bayaran itu, Ziya datang hanya untuk melihat tontonan yang menarik baginya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat masuk kedalam sana?." tanya salah seorang pembunuh bayaran pada rekannya yang lain. Mereka berfikir sejenak dan mulai merubah beberapa rencana.
Kelompok pembunuh bayaran itu melempar satu botol cairan beracun yang mengeluarkan asap sangat pekat, para prajurit dan pelayan yang berlalu lalang pingsan akibat asap beracun itu.
"Jangan sampai terpencar ketika masuk kedalam." ucap pemimpin pembunuh bayaran, entah mengapa sedari tadi ia merasa ada yang mengawasi mereka namun saat menoleh kebelakang mereka tak menemukan siapapun.
Akhirnya mereka masuk kedalam Istana Kekaisaran Qiyu, karna ukuran istana yang sangat luas kelompok pembunuh bayaran itu merasa kebingungan saat harus mencari kamar yang ditempati oleh Kaisar Zue. Setelah mencari kesana kemari mereka menemukan sebuah kamar yang dijaga dengan sangat ketat oleh para prajurit.
"Sebagian dari kita harus membereskan prajurit prajurit itu dan yang lain masuk ke dalam kamar." ucap pemimpin kelompok pembunuh bayaran yang membagi tugas para anggotanya.
Tim pertama maju terlebih dahulu, mereka menerkam ke arah beberapa prajurit yang sedang berjaga. Setelah semuanya dilumpuhkan tim kedua masuk kedalam kamar untuk menusuk Kaisar Zue yang sedang tertidur, sangat disayangkan saat masuk kedalam kamar mereka tak menemukan siapapun di sana. Lalu dimana Kaisar Zue berada? bukankah seharusnya kamar yang dijaga ketat oleh banyak prajurit adalah kamar khusus untuk kaisar?.
Ternyata Kaisar Zue ada di kamar sebelah ia tengah menyeringai mendengar bahwa para pembunuh bayaran sedang kebingungan mencarinya. Kaisar Zue keluar dari kamarnya dan bertemu dengan tim pertama yang sedang berjaga di luar kamar, ia melambaikan tangan ke arah kelompok pembunuh bayaran itu.
"Siapa yang sedang kalian cari di dalam sana? kamar itu adalah kamar kosong jika kalian mencari Kaisar Zue ia ada di kamar ini." ucap Kaisar Zue yang menunjuk ke arah kamar tempatnya keluar.
Tim pertama dari para pembunuh bayaran itu saling berpandangan satu sama lain, mereka seperti curiga pada pemuda itu. Tim pertama masuk kedalam kamar yang ditunjukkan langsung oleh orang yang mereka cari.
"Disini juga kosong, kau menipu kami?." tanya salah seorang pria di tim pertama kelompok pembunuh bayaran.
"Bukankah saya yang kalian cari? maka cobalah untuk membunuh saya disini." ucap Kaisar Zue dengan sorot mata yang tajam, ia mengambil sebilah pedang dari samping dan bersiap untuk menyerang.
Tim pertama dari kelompok pembunuh bayaran merasa ditipu oleh Kaisar Zue, namun ada untungnya mereka mengikuti pemuda itu. Sekarang tim pertama sudah memegang senjata mereka masing masing dan siap untuk bertarung dengan sang kaisar, untuk mempersingkat waktu mereka maju bersama sama menyerang Kaisar Zue.
Kaisar Zue mengayunkan pedangnya dengan sangat terampil kilatan kilatan berwarna ungu muncul di pedang milik Kaisar Zue. Sebagai mantan dari Pangeran Kegelapan tentu kaisar Zue memiliki berbagai macam senjata dengan skill khusus seperti pedang yang ia pakai saat ini, pedang itu memiliki kekuatan kilat ungu yang legendaris.
Tim pertama kelompok pembunuh bayaran kewalahan menghadapi Kaisar Zue yang sangat kuat, informasi yang mereka dapatkan dari Xiao Yan jauh berbeda dengan kenyataanya. Xiao Yan mengatakan bahwa kekuatan dari Kaisar Zue hanya berada di tahap jenderal namun yang mereka rasakan seperti menghadapi kultivator tahap dewa.
"Sialan pemuda ini ternyata sangat kuat." ucap seorang gadis yang ada di tim pertama, ia sudah kewalahan menghadapi kegesitan dari Kaisar Zue.
"Jika terus begini maka kita akan mati dengan sia sia." ucap pemuda dalam tim pertama yang hampir saja pingsan.
Tiba tiba rangkaian petir berwarna ungu menyambar ke arah tim pertama kelompok pembunuh bayaran, seketika mereka mati ditempat dengan kondisi badan yang hangus serta rambut yang naik ke atas. Xiao Ziya menyaksikan segalanya dari atas atap Istana Kekaisaran Qiyu, gadis itu berusaha untuk menahan tawanya.
"Astaga ahaha penampilan apa itu, mengapa mereka terlihat sangat konyol." ucap Xiao Ziya dengan tawanya yang sedikit terdengar.
Tim kedua kelompok pembunuh bayaran keluar dari kamar untuk memberitahukan pada kelompok pertama bahwa di kamar itu tak ada siapapun. Saat mereka keluar dari kamar mereka tak melihat siapapun di luar, tim kedua berusaha mencari kesekeliling Istana Kekaisaran Qiyu namun tak menemukan siapapun.
"Dimana tim pertama berada? apa mungkin mereka kembali lebih awal?." ucap salah satu anggota tim kedua.
__ADS_1
"Tidak mungkin mereka meninggalkan kita sendirian di sini, lebih baik kita mencari mereka sebelum hal buruk terjadi." ucap pemimpin kelompok pembunuh bayaran itu, ia sudah bersama dengan timnya dalam jangka waktu yang lama sehingga ia sangat hafal karakter masing masing anggota.
Saat mereka sedang sibuk mencari tim pertama, mereka dikejutkan oleh kemunculan seorang gadis dari atas Istana Kekaisaran Qiyu. Gadis itu adalah Xiao Ziya yang mereka temui pagi tadi di kedai, pemimpin kelompok pembunuh bayaran menatap kearah Xiao Ziya dengan tatapan bingung.
"Apa yang nona lakukan di sini?." tanya pemimpin kelompok pembunuh bayaran itu yang mempertanyakan mengapa Xiao Ziya ada di Istana Kekaisaran Qiyu.
"Bukankah seharusnya saya yang bertanya demikian?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar, apa mereka menganggap bahwa istana ini milik mereka?.
"Kami sedang berjaga di sekitar sini." ucap salah satu anggota pembunuh bayaran yang mencoba membuat alasan logis agar tak dicurigai oleh Xiao Ziya.
"Istana Kekaisaran Qiyu tak pernah meminta pada kelompok kultivator untuk berjaga, siapa yang sedang kalian bohongi?." ucap Xiao Ziya dengan santai namun membuat tim kedua dari kelompok pembunuh bayaran merasa khawatir.
"Mungkin nona tak mengetahui hal ini, namun Kaisar Zue yang meminta kami untuk datang." ucap sang pemimpin dengan tenang walau detak jantungnya saat ini tak stabil.
Xiao Ziya tersenyum tipis kemudian ia menoleh di belakang, sesuai dugaannya Kaisar Zue datang tepat waktu.
"Gege mengundang mereka kesini?." tanya Xiao Ziya pada Kaisar Zue dengan wajah polos yang ia buat buat.
"Tidak, saya tak pernah menggundang mereka kesini." ucap Kaisar Zue dengan santai.
Tim kedua kelompok pembunuh bayaran semakin tersudut mereka tak mempunyai pilihan lain kecuali menyingkirkan Kaisar Zue serta Xiao Ziya secara bersamaan, setelah itu mereka baru bisa mencari dimana tim kedua berada.
"Serang mereka." ucap pemimpin pembunuh bayaran, ia meminta pada rekannya yang lain untuk menyerang Kaisar Zue sedangkan ia menyerang Xiao Ziya sendirian.
Xiao Ziya mengangkat tangannya tinggi kemudian menampar pemimpin pembunuh bayaran dengan sangat keras, satu tamparan Xiao Ziya membuat kepala pemimpin pembunuh bayaran lepas dari lehernya.
Anggota kelompok pembunuh bayaran yang tersisa sangat terkejut karna pemimpin mereka mati dengan muda di tangan gadis yang masih sangat muda. Karna kehilangan fokus beberapa diantara mereka tertusuk pedang Kaisar Zue hingga mati ditempat.
"Sebaiknya saat bertarung kalian tak kehilangan fokus." ucap Kaisar Zue yang merasa sangat puas, kini tinggal empat pembunuh bayaran yang tersisa.
"Bagaimana mungkin kami kalah dengan mudah, jangan jangan tim pertama mati ditangan kalian juga?.". ucap seorang wanita dengan tubuh yang gemetaran, ia tak bisa membanyangkan bagaimana rekan rekannya yang lain mati.
"Saya tidak ikut campur dalam kematian rekan kalian yang lain." ucap Xiao Ziya.
"Jadi kaisar yang telah membunuh rekan rekan kami." ucap wanita itu dengan nada kesal.
"Bukankah kalian pembunuh bayaran yang diutus oleh Xiao Yan? apakah kalian kira saya tak mengetahui hal itu?." ucap Kaisar Zue dengan senyum penuh arti, ia memanggil beberapa prajurit dan juga jenderal untuk memasukkan keempat pembunuh bayaran itu kedalam penjara bawah tanah.
Xiao Ziya dan Kaisar Zue saling berpandangan satu sama lain kemudian mereka tertawa dengan suara yang cukup keras.
"Bukankah itu sangat hebat?." tanya Kaisar Zue pada adik perempuannya itu.
"Tentu Zue Gege selalu luar biasa." ucap Xiao Ziya yang memuji kemampuan kakak laki lakinya itu. Kaisar Zue beberapa kali lipat lebih unggul daripada Xiao Yan sehingga ia lebih pantas berada di tahta kekaisaran.
Xiao Ziya dan Kaisar Zue masuk kedalam Istana, mereka pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat. Matahari mulai terbenam, kini bulan yang menghiasi langit. Xiao Ziya keluar dari kamarnya yang berada di Istana Kekaisaran Qiyu, ia berjalan keluar dari istana menuju pasar terdekat.
Saat sedang berjalan jalan ia bertemu dengan Wi Algi yang sedang memandu tamunya yang lain untuk berkeliling dan menikmati suasana malam dari Kekaisaran Qiyu.
"Kalian disini ternyata." ucap Xiao Ziya yang membuat Wi Algi dan yang lain merasa terkejut karna mereka tak merasakan aura dari Xiao Ziya sebelumnya.
__ADS_1
"Adik Ziya sedang berkeliling juga?. tanya Wi Algi dengan senyuman cerah di wajahnya.
"Kebetulan saya baru kembali dari istana kekaisaran, bukankah sebaiknya kita makan malam bersama? di sini banyak kedai dan restoran yang menyajikan gading asap asam manis yang sangat lezat." ucap Xiao Ziya yang merasa lapar, ia melewatkan makan siang dan tak mungkin ia melewatkan makan malam juga.
"Baiklah kami akan ikut kemana adik Ziya pergi." ucap Al Xun dengan semangat.
Akhirnya Xiao Ziya memilih masuk kedalam sebuah restoran ternama, ia memang sengaja memilih restoran itu karna merasakan aura dari Xiao Yan dan Wi Xume yang ada di sana juga. Xiao Ziya memilih tempat yang ada di pojokan agar bisa melihat semua pengunjung dengan leluasa. Semua pemuda yang ikut dengan Xiao Ziya duduk sesuai dengan keinginan mereka masing masing.
Seorang pelayan restoran datang, ia membungkukkan badannya dan mengucapkan salam ketika melihat Xiao Ziya.
"Saya ingin satu porsi daging bakar asam manis, satu porsi roti isi daging ayam, dan minuman segar." ucap Xiao Ziya yang sudah selesai memilih makanan apa yang ingin ia santap malam itu.
Kesebelas pemuda yang ikut bersama dengan Xiao Ziya memesan menu yang sama agar lebih mudah, mereka juga ingin mengetahui bagaimana rasa dari makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya.
"Baiklah mohon tunggu hingga makanan diantar." ucap pelayan itu yang langsung pergi kedapur.
Di sisi lain saat ini Xiao Yan dan Wi Xume sedang memandang ke arah Xiao Ziya dan yang lainnya. Wi Xume sangat ingin lari kesana dan memeluk kakak laki lakinya, gadis itu masih berfikir Pakah insiden terbunuhya semua anggota keluarga yang ada di Kerajaan Barat ada hubungannya dengan Xiao Ziya ataukah tidak. Karna menurutnya Xiao Ziya tak akan memiliki kemampuan untuk merubah wajah karna itu adalah ilmu yang sangat tinggi.
"Bolehkah aku pergi kesana?." tanya Wi Xume dengan wajah yang memelas pada Xiao Yan.
"Apa yang ingin kau lakukan di sana?." tanya Xiao Yan, ia tak ingin jika istrinya itu memicu keributan dan mereka akan menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Saya hanya ingin menyapa Algi Gege." ucap Wi Xume dengan sedih. Akhirnya Xiao Yan mengizinkan Wi Xume untuk menghampiri mereka.
Wi Xume berjalan dengan tergesa gesa menuju ke arah Wi Algi kemudian gadis itu memeluk Wi Algi dengan sangat erat. Wi Algi dan yang lain tentu terkejut dengan kejadian itu, Wi Algi mendorong tubuh Wi Xume hingga jatuh kebelakang.
"Mengapa Gege lebih memilih gadis itu daripada aku adik kandungmu?." tanya Wi Xume dengan air mata yang berjatuha. Ia berharap dengan ektingnya maka pengunjung lain akan bersimpati padanya.
Namun siapa yang tak mengetahui tentang kejahatan yang telah Wi Xume lakukan apalagi gadis itu sudah merebut kakak pertama dari Xiao Ziya. Semua pengunjung beranggapan bahwa apa yang Wi Xume dapatkan saat ini adalah ganjaran yang setimpal untuk perbuatannya.
"Bisakah kau tak memperlihatkan wajahmu yang menjijikan itu?." tanya Xiao Ziya dengan sedikit sarkas, saat ia sudah tak suka pada seseorang maka kata katanya akan sangat pedas.
"Kau tak perlu ikut campur dengan urusan kakak adik kandung ini." triak Wi Xume dengan cukup keras, ia sedang memarahi Xiao Ziya.
"Yayaya terserah apa kata orang gila." balas Xiao Ziya dengan santai kemudian ia mengobrol dengan kakak laki lakinya yang lain.
Wi Algi merasa tak enak hati pada Xiao Ziya, saat ini gadis itu sedang ingin makan malam dengan para kakak laki lakinya namun diganggu oleh si gadis sialan yang menyebalkan itu.
"Pergilah,berapa kali harus ku katakan bahwa kita tak memiliki hubungan apapun sekarang." ucap Wi Algi dengan nada tinggi.
"Aku adalah adikmu." ucap Wi Xume yang memaksakan statusnya sebagai adik kandung dari Wi Algi.
"Saya merasa sangat malu memiliki hubungan darah dengan wanita jahat sepertimu, bukankah ini impas kau bisa bersama Xiao Yan sekarang dan aku yang akan menggantikan peran pemuda itu untuk menjadi kakak laki laki yang baik bagi adik Ziya." ucap Wi Algi yang memberi sedikit penjelasan bahwa ia tak ingin kembali lagi ke sisi Wi Xume apapun yang terjadi.
"Ini tidak adil." ucap Wi Xume, ia ditarik pakasa oleh Xiao Yan untuk keluar dari restoran itu.
Xiao Yan mendengar cemoohan dari para pengunjung restoran yang tertuju pada Wi Xume. Entah mengapa Xiao Yan merasa rugi besar menikah dengan gadis itu karna ia kehilangan banyak hal, namun untuk meninggalkan Wi Xume ia tak akan Setega itu.
Hai hai guys aku balik lagi nih, jangan lupa jaga kesehatan ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1