
Pagi ini Hermione pergi keneraka karena dipanggil oleh suaminya Lucifer. Dia melihat banyak manusia disiksa dineraka, jeritan demi jeritan terdengar ditelinga Hermione suara jeritan manusia berdosa menggelegar diseluruh penjuru neraka.
"Selamat datang istriku Hermione" ucap Lucifer.
"Ada keperluan apa memanggil hamba kemari suamiku Lucifer?" Hermione berjongkok menunduk hormat dihadapan Lucifer yang sedang duduk disinggasananya, tangan kanannya dia simpan didada dan tangan kirinya dia simpan dibagian belakang tubuhnya.
"Kapan kau mengambil nyawa Dimas?" tanya Lucifer, Hermione yang mendengar pertanyaan Lucifer gugup ada perasaan kasian kepada Dimas jika harus disiksa dineraka, dia juga kasian kepada Reno jika Dimas pergi meninggalkan Reno untuk selamanya.
"Hamba belum tau suamiku Lucifer" jawab Hermione.
"Tak biasanya kau seperti ini istriku, apa kau kasian padanya?" ucap Lucifer.
"Ntahlah suamiku, hamba tidak tau" jawab Hermione.
"Cepat ambil nyawanya" perintah Lucifer.
"Tolong jangan sekarang suamiku, hamba minta waktunya diperpanjang" ucap Hermione.
"Baiklah jika itu maumu, tapi ingat mau selama apapun dan sekuat apapun kau menahan Dimas untuk masuk kedalam neraka dia tetap akan masuk keneraka dan akan disiksa disini" ucap Lucifer.
"Iya suamiku terima kasih sudah mengingatkan, jika tidak ada keperluan lagi hamba permisi" ucap Hermione.
"Silakan" sahut Lucifer.
Hermione menunduk hormat lalu menghilang dari sana. Dia muncul ditaman alam gaib untuk menenangkan dirinya.
"Aku harus apa sekarang?" ucap Hermione berbaring dirumput.
"Kenapa aku tak mau Dimas disiksa dineraka, baru kali ini aku kasian kepada manusia apalagi sekarang perasaan aku berbeda saat melihat Reno. Perasaan apa sebenarnya ini, apa jatuh cinta, tapi mustahil aku jatuh cinta pada manusia" ucap Hermione.
"Aku tak ingin Dimas disiksa, aku harus mencari cara untuk menahan Dimas supaya tak masuk neraka" ucap Hermione.
Hermione diam disana memikirkan tentang Dimas, mau gimana pun Dimas akan disiksa didalam neraka karena sudah berdosa. Hermione juga memikirkan Reno karena nyawa Reno dalam bahaya besar apalagi dia anak Azazel salah satu suaminya, papa Hermione dan Andre yaitu Phoenix bisa saja membawa Reno untuk dijadikan tumbal supaya kekuatan Phoenix menjadi semakin kuat.
Dialam manusia...
Hari sudah berganti malam tapi Hermione tak terlihat batang hidungnya sama sekali. Dimas, Reno, Fadil, dan Ariel dkk ada dirumahnya ingin menjenguk Hermione tapi yang ingin dijenguk tidak ada.
"Kak Dara kemana kok gak ada?" tanya Reno.
"Gak tau, kemana sih sebenarnya tu anak" ucap Evan.
"Mana gue tau, dari pagi gue bareng lo terus" ucap Iliana.
"Pagi dia pergi gak tau kemana sampai sekarang belum pulang" ucap Drew.
"Jangan-jangan diculik" ucap Fadil.
"Gak ada yang mau nyulik Dara" ucap Julio.
"Sembarangan aja kalau ngomong, bukan Dara yang diculik tapi penculiknya yang diculik Dara" ucap Mona.
"Udah babak belur duluan tu penculik" ucap Dela.
"Lah terus Dara dimana kalian yang serumah kok gak tau?" tanya Dimas.
"Dia kealam gaib" batin Andre yang sengaja supaya didengar oleh Dimas.
__ADS_1
"Alam gaib dan alam manusia waktunya berbeda makanya Dara belum kesini" batin Evan.
"Dia gak bilang mau kemana" jawab Mona.
"Bikin khawatir aja" ucap Dimas.
"Ngapain dia kealam gaib?" batin Dimas.
"Dipanggil sama penguasa neraka" batin Drew.
"Ohhh" batin Dimas.
Hermione berjalan santai masuk kedalam rumah.
"Tuh yang dicari" ucap Dela, mereka semua langsung melihat kearah Hermione. Hermione duduk disebelah Andre dan Evan.
"Kemana aja kak kan disuruh istirahat?" tanya Ariel.
"Jalan-jalan" jawab Hermione.
"Kakak belum sehat harus istirahat kan udah dibilangin kemarin" ucap Ariel.
"Udah sehat Riel" ucap Hermione merebut vape yang ada ditangan Andre lalu menghisapnya.
"Kak, punya kakak kan ada" ucap Andre.
"Malas ngambilnya" sahut Hermione, Andre hanya cemberut.
"Tumben lo perhatian sana cewek" ucap Dani.
"Di apa?" tanya Dimas.
"Nggak bang" ucap Sani, Ariel melirik Sani sekilas.
"Hampir sebut ditidurin kalau sampai bibir sexy gue sebut itu abis ntar gue dimakan Ariel" batin Sani yang didengar oleh para iblis disana.
"Jadi gak liburan?" tanya Dimas.
"Jadilah" jawab mereka semua kecuali Hermione.
"Beberapa bulan lagi kalian ulangan terus bagi rapot, kalau nilai kalian bagus boleh ikut kalau jelek ditinggal" ucap Dimas.
"Yahh bang" ucap Reno, Fadil, dan Ariel dkk.
"Bali menunggu kita semua, kalau nilai kalian jelek bye bye" ucap Dela.
"Main dipantai, terus kita mau naik gunung kan disana wah pasti seru" ucap Mona.
"Belajar yang bener kalau maunya ikut" ucap Iliana.
"Nanti kak Dara ajarin aku, iya kan kak?" ucap Reno.
"Hmmm mau gak ya" ucap Hermione.
"Ihhh kak ajarin kita lah" ucap Fadil.
"Iya iya" jawab Hermione.
__ADS_1
"Kita juga" ucap Ariel dkk serempak.
"Gak usah kak mereka udah pintar, kakak kelas seperti mereka gak cocok diajarin sama kakak" ucap Fadil.
"Ngomong apa lo gue buang ye ntar" ucap Dani.
"Minta dibuang kerumah sakit jiwa" ucap Sani.
"Gue masih waras bang" ucap Fadil.
"Ntar diajarin semua sama Dara tenang aja" ucap Iliana.
"Lah kirain mau lo yang ngajarin" ucap Hermione.
"Gak berbakat gue ngajarin yang kayak gitu" ucap Iliana.
"Berbakatnya ngajarin diranjang" ucap Evan.
"Tau aja lo Van" ucap Julio.
"Soal ranjang gue kalah kalau sama dia" ucap Evan, Iliana melirik tajam Evan.
"Denger gak, gue kalah kalau sama dia berarti kalau sama yang lain dia menang terus" ucap Mona.
"Itu artinya dia pernah sama yang lain" ucap Dela.
"Gue setia, gak pernah tuh kayak gitu" ucap Evan merangkul pundak Iliana.
"Gak pernah sekali maksudnya" Evan melanjutkan perkataannya mereka semua lalu tertawa.
"Lo gak minta ajarin Dre?" tanya Fadil.
"Gue serumah dengan dia tinggal ketuk pintu kamarnya minta ajarin kapan aja beres, tapi gue males jadi gak deh" ucap Andre.
"Udah pinter gak perlu lagi Dre" ucap Dimas.
"Iyalah pinter banget gue" sahut Andre.
"Pinter diranjang" ucap Drew.
"Tau aja lo bule" ucap Andre.
"Gaya apa biasanya Dre?" tanya Dimas.
"Semua gaya gue kuasai, tinggal bilang aja mau gaya apa gue turuti" ucap Andre.
"Lo biasanya gaya apa Mas?" tanya Evan.
"Woman on top hahaha" jawab Dimas sambil melirik Hermione sekilas.
"Hahaha cewek lo aktif juga, cuman 1 pertanyaan dari gue lo punya cewek gak?" ucap Julio.
"Ohh iya gue lupa kalau gue jomblo" ucap Dimas.
"Halu semakin didepan" ucap Drew. Mereka semua tertawa dengan candaan mereka sendiri.
Bersambung...
__ADS_1