RATU IBLIS

RATU IBLIS
71


__ADS_3

Sudah hampir setengah perjalanan mereka mendaki, sekarang mereka sedang istirahat sebentar karena Sarah dkk mengeluh capek terus menerus dari baru berjalan sampai sekarang.


"Kaki kakak gimana masih sakit?" tanya Reno.


"Nggak tuh biasa aja" jawab Hermione.


"Bohong lukanya dalam banget kayak gitu masa gak sakit" sambung Ariel, Dimas melihat Hermione dia sudah punya pemikiran pasti Hermione mengobati kakinya dengan kekuatannya jadi dia tak terlalu khawatir.


"Emang gak sakit, udahlah jangan lebay" ucap Hermione.


"Kakak luka kayak gitu dibilang gak usah lebay infeksi kak" ucap Fadil.


"Gak apa-apa beneran udah gak sakit" ucap Hermione.


"Iya deh terserah kakak" ucap Reno.


"Ihh Ariel ada nyamuk" ucap Sarah.


"Iya nih aduh gatel banget" ucap Wawa menggaruk lengannya.


"Kenapa sih pakai ada nyamuk segala ih" ucap Santi mengibaskan tangannya.


"Udah belum istirahatnya lanjut yuk" ucap Ariel mengedipkan sebelah mata.


"Iya dari pada lama istirahat disini" ucap Dani.


"Keburu malam dijalan ini mah" ucap Sani.


"Ayo lanjut kalau gitu" ucap Dimas yang paham dengan kode Ariel. Sarah dkk cemberut karena baru sebentar istirahat sudah berjalan lagi.


"Males banget gue" bisik Sarah.


"Iya gue juga sama mending divilla" bisik Wawa.


"Atau ke bar kan enak, minum dan main sama om-om dapat duit lagi" bisik Santi.


"Iya lalu besoknya kemall" bisik Sarah.


"Yaiyalah" ucap Wawa dan Santi.


Tiba-tiba ada kabut membuat penglihatan mereka terganggu, kecuali sipara iblis itu. Sarah dkk berjalan dibelakang karena kabut mereka bertiga malah diam sedangkan yang lain masih berjalan, para iblis senang akan hal itu mereka tersenyum miring tanpa terlihat oleh teman manusianya karena kabut masih ada.


"Kok tiba-tiba kabut gini sih?" ucap Dani.


"Iya nih susah liat jalannya" ucap Fadil.


Kabut mulai menghilang cuman sedikit sih itu supaya mereka tak menyadari kalau Sarah dkk tidak ada, ditempat Sarah dkk kabut masih sangat tebal.


"Akhirnya kabut mulai ilang" ucap Sani.


"Iya bisalah ngeliat jalan walaupun gak jelas, kalian jalannya hati-hati ini juga udah mulai sore matahati bentar lagi mau tenggelam" ucap Dimas.


"Siap" jawab mereka.


Mereka semua terus berjalan tanpa menyadari kalau Sarah dkk tidak ada bersama mereka, Hermione, Andre, Evan, Julio, Drew, Iliana, Mona, dan Dela membiarkan para penghuni membawa sebentar Sarah dkk supaya mental mereka kuat. Nanti juga akan Hermione bawa kembali kealam manusia.


Gerimis turun Dimas menyuruh berhenti sebentar karena tak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.


"Eh Sarah sama temennya kemana?" tanya Dimas saat melihat kebelakang.


"Ada dibelak eh kok gak ada" ucap Sani saat melihat kearah belakang tubuhnya.


"Jangan-jangan mereka ketinggalan dibawah lagi" ucap Fadil.


"Mana udah jauh banget" ucap Drew.


"Karena kabut kayaknya" ucap Andre.


"Hmm bisa jadi" ucap Ariel.


"Gimana nih bang?" tanya Reno.


"Kita harus kebawah lagi gak mungkin kita tinggalin" jawab Dimas.


"Ayo cepet takutnya mereka salah jalan jadi kesasar kan gak lucu" ucap Hermione.


"Iya mana udah mau malam lagi" ucap Ariel.


"Ada-ada aja mereka itu" ucap Dani, mereka berjalan turun kembali kebawah.


Ditempat Sarah dkk...


"Eh mereka kemana?" tanya Wawa saat kabut sudah tidak ada.

__ADS_1


"Kayaknya kita ditinggalin" ucap Santi.


"Gimana dong ini?" tanya Wawa.


"Gue juga gak tau" Sarah melihat sekeliling, matanya menangkap dari arah kanan terdapat para lelaki sedang mendaki.


"Cogan tuh" ucap Sarah menyenggol lengan Wawa dan Santi matanya terus melihat kearah 3 lelaki tersebut.


"Anjir cakep banget" ucap Wawa.


"Samperin kuy minta bantuan" ucap Santi.


"Ayo gue yang tengah ya" ucap Sarah berjalan duluan.


"Tungguin ih" ucap Wawa dan Santi menyusul.


"Halo" sapa Sarah, Wawa dan Santi sampau disana.


"Hai" sapa Wawa dan Santi.


"Eh siapa ya?" tanya salah satu lelaki.


"Oh aku Sarah, kami kesasar nih bisa tolongin kami gak? Tadinya kami sama temen kami" ucap Sarah.


"Aku Wawa" ucap Wawa.


"Kalau aku Santi" ucap Santi.


"Ohh gue Bayu, sekalian aja kita mau mendaki nih siapa tau nanti ketemu sama temen kalian" ucap lelaki itu yang bernama Bayu.


"Gue Riki" ucap lelaki teman Bayu bernama Riki.


"Gue Sen" ucap lelaki terakhir yang bernama Sen.


"Maksudnya arwah pendaki yang mau bawa kalian sebentar kealam kami karena sudah berani mengumpat disini, untungnya diizinin sama ratu Hermione" batin Bayu membenarkan perkataannya.


"Boleh kita gabung?" tanya Wawa.


"Dengan senang hati kalian boleh gabung, kami siap menjaga wanita cantik seperti kalian" ucap Riki menggoda membuat wajah Sarah dkk memerah.


"Ayo udah mau malam nih perjalanan kita masih jauh" ucap Sen.


"Ayo" ucap Santi semangat.


Mereka berenam berjalan, mereka sudah masuk kedalam alam gaib membuat manusia tak bisa melihat keberadaan mereka yang ada didalam sana sama seperti Sarah dkk yang berada dialam gaib tak bisa melihat manusia yang dialam manusia. Tiba-tiba hujan turun membuat mereka harus berhenti.


"Yah tenda kita ada ditemen kita" ucap Sarah.


"Kita kan ada 2 tenda nah 1 tendanya buat mereka tempatin aja dulu" ucap Riki.


"Yaudah ayo kita bangun tendanya" ucap Bayu.


"Kalian tunggu aja ya kita mau mendirikan tendanya dulu" ucap Sen.


"Iya" jawab Sarah dkk.


Dimas dan yang lain sudah sampai ditempat dimana tadi Sarah dkk berada.


"Nggak ada dong" ucap Fadil.


"Gimana ini?" Iliana pura-pura panik.


"Kita harus cari" ucap Julio.


"Udah mau malam Julio" ucap Mona.


"Gak memungkinkan kita untuk cari sekarang, tapi kalau gak dicari kasian mereka" ucap Ariel.


"Aduh kenapa mereka dibelakang sih, tadi pertama jalan aja meluk lengan kita terus" ucap Sani.


"Kita pencar aja gimana?" usul Drew.


"Bahaya Drew kalau berpencar bisa aja malah kita ikut tersesat" ucap Evan.


"Kita harus berpencar sih supaya cepet ketemunya" ucap Andre.


"Iya gue setuju" ucap Dimas.


"Bagi kelompoknya" ucap Hermione.


"Dimas, Reno, Ariel bareng gue kearah kanan" ucap Hermione.


"Andre, Fadil, Dani dan Sani kiri" ucap Hermione.

__ADS_1


"Nah kalian yang punya pasangan serah mau kemana yang penting kalian bareng" ucap Hermione.


"Siap bosku" ucap Drew.


"Kenapa kakak bareng mereka sih?" batin Andre.


"Api cemburu tercium nih" batin Evan.


"Bahaya nih" batin Mona.


"Tubuh mereka nempel aura kakak bisa aja nanti malah ikut tersesat dibawa penghuni lain yang ada disini" batin Hermione.


"Udah Dre demi keselamatan bersama" batin Iliana.


"Izinin Dre" batin Dela.


"Iya iya" batin Andre.


"Ayo nanti kita ketemu jam 8 malam disini, kalau masih belum ketemu kita terpaksa turun nginap divilla dan nyari bantuan kejuru kunci digunung ini" ucap Hermione.


"Ini jam 6 pasti ketemu sama mereka" ucap Fadil melihat jam tangannya.


"Ayo mulai kalian hati-hati gerimis nih pasti jalannya licin" ucap Dimas.


"Ok" ucap Sani.


Dimas dan Hermione saling pandang dan mengangguk menandakan siap, mereka berempat berjalan kearah yang tadi Sarah dkk lewati. Tapi bedanya Sarah dkk masuk kedalam alam gaib sedangkan mereka berempat tidak.


"Kok bisa kayak gini ya?" tanya Dimas.


"Nggak tau, mungkin Sarah sama temennya ada melanggar sesuatu" jawab Ariel.


"Mereka bicara kotor" batin Hermione.


"Perasaan gak lho" batin Dimas.


"Didalam hati, inget gak tadi ada petir nah Sarah ngomong kotor didalam hati tadi tuh" batin Hermione.


"Astaga tu anak udah dibilangin juga, kamu gak tau keberadaan mereka?" tanya Dimas.


"Aroma mereka tadi disekitar sini tapi menghilang tanpa jejak, gak tau kemana mereka sekarang" batin Hermione berbohong.


"Pasti susah nih nyarinya" batin Dimas.


"Iya kalau kecium dengan aku pasti mudah, kayaknya penghuni gunung yang paling kuatnya marah deh sampai aku gak bisa nyium aroma mereka, atau karena kemarin aku berantem jadi tenaga aku mengurang dan tak stabil" batin Hermione.


"Kayaknya karena kamu berantem itu deh" batin Dimas.


"Kakak sama bang Dimas ngapain bengong?" tanya Reno.


"Siapa yang bengong kita lagi fokus kejalan nih" jawab Dimas.


"Eh kayaknya kita harus pakai senter udah gelap nih" ucap Dimas.


"Oh iya lupa pantes tadi kayak gimana gitu" ucap Ariel.


"Berhenti dulu mau ambil senter" ucap Hermione.


"Iya" balas Dimas. Mereka semua berhenti lalu melihat isi tas mencari senter setelah mendapatkannya dan menghidupkannya mereak melanjutkan perjalanannya.


Evan, Julio dan Drew bersama pasangan mereka berada dialam gaib untuk memantau Sarah dkk, mereka tak terlihat oleh Sarah dkk hanya Bayu dkk yang melihat. Mereka semua memantau dari jauh.


"Apa kami boleh melakukan sesuatu?" batin Bayu.


"Boleh" batin Evan menjawab.


"Aku ingin anak dari wanita ini" batin Riki.


"Aku juga" batin Sen.


"Lakukan apa yang kalian mau, mereka manusia berdosa apalagi nafsu bermain diranjang mereka sangat tinggi" batin Iliana.


"Kami akan membawa anaknya setelah mereka melahirkannya" batin Bayu.


"Orangnya terserah deh kami hanya ingin anaknya" batin Riki.


"Orangnya akan ratu Hermione bawa keneraka" batin Julio.


"Jika tak ada yang ditanyakan lagi kami akan pergi" batin Drew.


"Silahkan, kami sudah tak ada yang ingin ditanyakan lagi" batin Bayu.


"Terima kasih tuan nona" batin mereka bertiga.

__ADS_1


"Sama-sama" batin Evan dan yang lainnya menjawab lalu menghilang dari sana.


Bersambung...


__ADS_2