
Saat ini matahari sudah menampakkan sinarnya, semua pelayan sedang sibuk menyiapkan sarapan. Hari ini adalah hari dimana seorang kaisar baru akan dipilih, menurut peraturan yang ada harusnya Xiao Ziyalah yang meminpin Kekaisaran Qiyu sekarang, namun dikarnakan usia Xiao Ziya belum mencakupi persyaratan yang ada maka gadis itu berhak menunjuk seseorang untuk menjadi kaisar baru.
"Siapa yang akan menjadi pemimpin baru kita, apakah itu ayah nona besar atau salah satu kakak laki laki dari nona besar." ucap seorang pelayan sembari menyusun makanan di meja makan.
"Sepertinya ayah nona besar yang akan menjadi kaisar." jawab pelayan yang lain.
"Tapi aku berharap Jenderal Yan yang akan menjadi kaisar." ucap seorang pelayan yang terlihat lebih muda daripada pelayan yang lain.
Entah mengapa mau di dunia moderen ataupun dunia kuno semua orang yang ada sangat senang bergosip, untung saja pembicaraan para pelayan itu hanya di dengar oleh mereka sendiri jika orang lain mendengarnya mungkin saja gosip itu akan sampai di luar istana kekaisaran.
Tak lama semua orang sudah berkumpul untuk menikmati sarapan kecuali Xiao Ziya, gadis itu sudah berpesan pada Xiao Yuna bahwa ia tak akan ikut dalam sarapan pagi ini karna ia sangat mengantuk.
Saat Xiao Yuna baru masuk ke kamar Ziya, yang ia lihat adalah gadis itu sedang tertidur sambil memeluk Zoe, sepertinya Xiao Ziya sangat lelah. Dan ketika Xiao Yuna ingin keluar dari kamar Ziya, gadis itu terbangun dan berpesan ia akan melewatkan sarapan jadi jangan menunggunya.
"Dimana putriku?." tanya Xiao Cunyu yang mencari keberadaan Xiao Ziya di ruang makan namun tak berhasil menemukannya.
"Adik Ziya berpesan padaku, bahwa ia akan melewatkan sarapan." ucap Xiao Yuna yang menyampaikan pesan dari saudarinya.
Setelah mendengar itu, semua orang mulai memakan sarapannya termasuk Lian yang masih ada di istana karna Xiao Ziya memintanya untuk tinggal di sini beberapa hari, dan setelah penobatan kaisar baru Xiao Ziya akan mengantar Lian ke Klan Xiao untuk belajar di sana.
"Bagaimana hubunganmu dengan putriku." ucap Xiao Yuza yang bertanya pada Muyen.
Muyen yang sedang makanpun tersedak akibat pertanyaan dari Xiao Yuza yang begitu mendadak. Dengan segera Yuna memberikan segelas air pada kekasihnya itu.
"Ayah apa yang kau tanyakan itu, kami berdua masih sangat muda untuk memulai ke jenjang yang serius." ucap Xiao Yuna yang merasa tak enak pada Muyen. Yuna tau maksud ayahnya itu baik namun momentnya saja yang kurang tepat.
"Tentu saja saya serius dengan putri anda dan jika sudah waktunya saya akan memperkenalkan putri anda pada keluarga saya." ucap Muyen yang memberanikan diri untuk berbicara. Mendengar jawaban dari kekasih putrinya membuat Xiao Yuza merasa lega.
"Bagus jika begitu aku bisa mempercayakan putriku padamu." ucap Xiao Yuza yang langsung melanjutkan makannya yang sempat tertunda.
Sedangkan Xiao Yuna hanya bisa menyantap sarapannya dengan kepala yang tertunduk karna saat ini Yuna merasa sangat malu. Bisa bisanya ayahnya menanyakan hal seperti itu dihadapan banyak orang
Sarapanpun berakhir semua orang kembali ke kamarnya masing masing untuk bersiap di acara pengangkatan kaisar baru yang akan disaksikan oleh beberapa perwakilan klan dan juga perwakilan rakyat biasa.
__ADS_1
Saat semua orang tengah sibuk menyiapkan diri, tokoh utama dalam acara pengangkatan kaisar baru masih terlelap dalam mimpinya, bahkan Zoe saja sudah bangun. Saat ini Zoe tengah memandangi jiejienya yang masih tertidur pulas.
"Tana tana jiena." ucap Xiao Zoe sambil menepuk pipi Ziya pelan, sepertinya bayi laki laki itu ingin membangunkan kakak perempuannya.
Brakk
Suara pintu yang dibuka dengan keras. Nampaklah tiga pemuda tampan yang sedang menatap Xiao Ziya yang sedang tertidur pulas dengan seorang bayi laki laki yang berusaha membangunkannya.
"Zoe apakah jiejiemu tak ingin bangun?." ucap Xiao Yan yang langsung menggendong Zoe. Dan Zoe menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Xiao Yan.
"Baiklah biar kami yang membangunkan jiejiemu." ucap Pangeran Kegelapan yang langsung berteriak di dekat Xiao Ziya namun tetap saja gadis itu belum bangun.
Xiao Yan, Xiao Xun, dan juga Pangeran Kegelapan mencoba berbagai cara untuk membangunkan adik mereka namun tak ada yang berhasil. Akhirnya Xiao Xun memiliki sebuah ide. Xiao Xunpun naik ke atas tempat tidur dan tidur di samping Xiao Ziya kemudian memeluknya. Xiao Yan dan juga Pangeran Kegelapan melakukan hal yang sama, sedangkan Zoe diletakkan di sebuah kursi terlebih dahulu.
Xiao Ziya yang tadinya sangat nyaman dengan posisi tidurnya mulai terganggu, ia tak bisa menggerakkan badannya ke kanan ataupun kekiri, Ziyapun membuka matanya dan melihat tiga kakak laki lakinya sedang memeluknya.
"Apa yang sedang kalian lakukan? waktu tidurku sangatlah berharga mengapa kalian bertiga mengganggu?." tanya Xiao Ziya dengan nada dinginnya.
"Karna tanpamu acara pengangkatan kaisar baru tak akan berjalan dengan baik." ucap Xiao Yan yang mengingatkan adiknya tentang acara penting itu.
"Huft, akhirnya selesai jug." ucap Xiao Ziya yang selesai mengenakan hiasan rambutnya, dengan segera gadis itu menuju aula utama.
Semua orang sudah berkumpul di sana, ini adalah saat saat yang menegangkan karna tak ada yang tau siapa yang dipilih Xiao Ziya untuk menjadi kaisar.
"Hari ini adalah hari yang penting pagi seluruh rakyat Kekaisaran Qiyu. Beberapa hari lalu pemerintahan lama Kekaisaran Qiyu telah hancur sekarang saatnya untuk memilih kaisar baru. Sesuai peraruran yang berlaku seharusnya Nona Xiao Ziyalah yang memimpin kekaisaran ini, namun dikarnakan umurnya tidak memenuhi syarat nona Xiao Ziya bisa menunjuk seseorang untuk menjadi kaisar pengganti." ucap salah satu perdana mentri yang merupakan anggota lama kekaisaran.
Dengan segera Xiao Ziya naik dan berdiri di samping tahta kaisar, lalu gadis itu membuka sebuah gulungan kertas.
"Saya sebagai pemimpin Kekaisaran Qiyu yang sah menunjuk kakak saya Xiao Yan sebagai kaisar pengganti, saya memilihnya dikarnakan dihari lalu Xiao Yan atau tepatnya Jenderal Muda Yan adalah orang yang sangat berjasa bagi Kekaisaran sehingga ia layak menjadi seorang kaisar, selain itu saya juga mengangkat Xiyue menjadi jenderal Kekaisaran Qiyu. Apakah kalian berdua mau menerima jabatan dan tugas ini." ucap Xiao Ziya yang membacakan isi dari surat dekrit kekaisaran yang ia buat, gadis itu terlihat sangat berwibawa dan anggun.
Xiao Yan masih tak menyangka bahwa ialah yang Xiao Ziya pilih untuk menjadi kaisar, Xiao Yan berfikir bahwa tahta itu akan jatuh pada salah satu ketua Klan Xiao. Selain itu Pangeran Kegelapan juga senang karna di angkat menjadi jenderal, akhirnya dia punya kesibukannya sendiri.
Xiao Yan segera naik dan berdiri di depan tahta kaisar.
__ADS_1
"Saya Xiao Yan bersumpah akan menjadi seorang kaisar yang selalu menyayangi dan melindungi rakyat, selain itu saya akan mengembangkan wilayah Kekaisaran Qiyu agar lebih maju lagi. Kepada adikku Xiao Ziya trimakasih atas kepercayaan yang kau beri padaku." ucap Xiao Yan yang disambut dengan tepuk tangan dari semua orang yang hadir. Xiao Cunyu sampai menangis melihat putranya itu kini menjadi seorang kaisar.
"Dengan demikian maka Xiao Yan resmi memjadi kaisar." ucap perdana mentri itu sembari memasangkan mahkota pada Xiao Yan
Semua orang merasa senang karna Xiao Yan lah yang menjadi kaisar, Xiao Ziya menatap kakaknya itu lalu memeluk Xiao Yan dengan erat.
"Jika nanti Yan gege kesulitan mengatasi sesuatu maka panggilah aku." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum manis pada Xiao Yan.
"Tentu saja gege tak akan sungkan meminta bantuanmu." balas Xiao Yan.
Saat semua orang sedang merasa bahagia dan bangga sekaligus menikmati jamuan yang disediakan tiba tiba beberapa anak panah melesat menuju Xiao Yan.
"Prisai pelindung bintang." ucap Xiao Ziya yang masih memeluk Xiao Yan. Panah panah itu tak mampu menembus prisai belindung yang Xiao Ziya miliki.
"Siapa yang berani mengacau !!!!." triak Xiao Ziya dengan lantang kemudian gadis itu melesat pergi diikuti bebrapa prajurit.
Xiao Ziya melihat seseorang melesat ke arah selatan istana dan gadis itu mengikutinya.
"Berhenti." ucap Ziya sambil mengeluarkan sulur miliknya, sulur sulur itu berhasil melilit tubuh si pemanah yang hampir mencelakai gegenya. Xiao Ziya menatap orang itu dengan tajam lalu memasukkanya kedalam cincin semesta.
Xiao Ziya segera kembali ke aula utama untuk memastikan tak ada pemanah lainnya.
"Apa kau baik baik saja dik?. tanya Xiao Xun yang khawatir pada Xiao Ziya.
" Aku baik baik saja Xun gege." jawab Xiao Ziya yang memang baik baik saja.
"Dimana pemanah itu?." tanya Pangeran Kegelapan.
"Aku akan memulangkannya nanti." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblisnya.
**Hai hai pembacaku tercinta akhirnya aku update lagi nih. Ngomong ngomong kalian lagi sibuk ngapain sekarang.
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya
__ADS_1
Komen, like, rate, share**