
Sebenarnya tenaga Hermione masih belum pulih, sama seperti Phoenix dan Mawar tapi karena Hermione kalah jumlah jadi dia sering terkena serangan Phoenix dan Mawar.
Hermione beberapa kali jatuh ketanah seperti sekarang dia sedang terkapar karena mendapat serangan dari Phoenix dan Mawar.
"Katanya ratu iblis tapi segitu aja udah terkapar tak berdaya" ucap Mawar menyindir, dia lalu melilit tubuh Hermione dengan tubuh ularnya.
Hermione tersenyum miring mendengar perkataan Mawar, dia menahan sakit karena saat ini Mawar sedang melilitnya sangat kencang seperti ingin meremukkan tulangnya.
Pohon didekat sana sudah banyak terbakar, para warga memadamkan apinya tapi mereka tidak bisa melihat para iblis dan siluman itu termasuk Dimas dan Reno juga mereka tidak lihat karena Hermione sudah memasang pagar supaya manusia laim tidak melihat kejadian itu.
"Cantik juga wajahmu saat menjadi iblis" ucap Phoenix memegang dagu Hermione, Hermione tersenyum sinis.
"Sepertinya karena selalu tidur dengan banyak pria termasuk Andre juga" ucap Phoenix lagi.
Hermione memberontak, Mawar langsung mempererat lilitannya. Phoenix menghancurkan pagar perlindung yang dibuat oleh Hermione untuk menjaga para iblis dan 2 manusia itu.
Andre langsung menyerang Mawar dan Phoenix tapi mereka menjadikan tubuh Hermione sebagai pelindung mereka membuat Hermione yang terkena serangan Andre.
"Maaf kak" ucap Andre berhenti menyerang, Hermione mengangguk pelan dia sedang mencari celah untuk melawan.
"Jaga Dimas dan Reno" ucap Hermione.
"Disaat seperti ini kau ma" belum selesai Iliana berbicara sudah dipotong.
"Jaga!" bentak Hermione.
"Baik" ucap Iliana. Dia memasan pelindung untuk Dimas dan Reno supaya tak terkena serangan.
"Dara" ucap Dimas pelan melihat Hermione yang sedang menahan sakitnya, Hermione yang mendengar suara Dimas tersenyum kecil kearah Dimas.
"Aku tidak apa-apa" ucap Hermione.
"Uuu sedih" ejek Phoenix.
"Kau Phoenix siluman sialan" Andre ingin menyerang Phoenix tapi dengan cepat Mawar menghalang tubuh Phoenix dengan tubuh Hermione yang masih dia lilit.
"Akhh" Andre melempar bola api yang akan di gunakan untuk menyerang Phoenix kesembarang arah.
Hermione melihat ekor ular Mawar, dia lalu memegang ekor itu dan menariknya membuat Mawar berputar dan melepaskan lilitannya.
Andre langsung menyerang Phoenix dibantu yang lain, Hermione membenturkan kepala Mawar yang berwujud manusia kedinding berkali-kali sambil memegang ekor ular Mawar. Wujud Mawar bagian bawah tubuhnya ular dan bagian atas tubuhnya manusia.
"Akhhh" teriak Mawar kesakitan karena kepalanya terus dibenturkan.
Hermione menendang Mawar membuat tubuhnya menabrak batas pelindung Dimas dan Reno.
Dimas dan Reno terkejut karena Mawar sudah ada dihadapan mereka walaupun terhalang batas pelindung. Darah mengalir dikepala Mawar deras.
Hermione mengangkat tubuh Mawar sambil tersenyum menyeringai. Hermione lalu mengode yang lain untuk berhenti menyerang Phoenix san dituruti oleh mereka. Hermione melihat Dimas dan Reno sekilas lalu membawa Mawar kearah Phoenix.
__ADS_1
"Wajah cantik istrimu sepertinya akan rusak jika aku menempelkan ini kewajahnya" Hermione menengadahkan sebelah tangan lalu muncul batu kerikil tajam dan panas ditelapak tangan Hermione.
"Jangan wajahku" ucap Mawar takut wajahnya rusak.
"Apa wajahmu baiklah" Hermione menampar pipi Mawar dengan kerikil ditelapak tangannya.
"Akhh panas" teriak Mawar, kerikil itu menempel dipipi Mawar yang ditampar.
"Yang satunya lagi" ucap Andre.
"Baiklah" Hermione ingin melakukan lagi tapi Mawar langsung menghilang bersama Phoenix.
Hermione terduduk lemas merasakan tulangnya seperti remuk semua karena dililit Mawar.
"Kalian urus kekacauannya, aku tidak apa-apa" ucap Hermione.
"Tap"
"Ini perintah" ucap Hermione memotong perkataan mereka. Mereka mengikuti apa yang diinginkan Hermione dari mematikan api, membuka pelindung Dimas dan Reno, membenarkan rumah Dimas yang sempat terbakar dan lain semacamnya.
Dimas langsung memeluk Hermione setelah batas pelindungnya hilang, Reno diam mematung saja belum bisa menerima semuanya.
"Awh" Hermione merasakan sakit saat Dimas memeluknya, Dimas langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf, kamu gak apa-apa? Mana yang sakit? Ayo kita kerumah sakit" ucap Dimas.
"Aku gak apa-apa cuman luka kecil" ucap Hermione.
"Kau mengejekku?" ucap Hermione seperti bertanya.
"Tidak itu kenyataan" jawab Dimas.
"Terserah kau saja" ucap Hermione.
"Akhhh lepas" terdengar teriakan Reno membuat Hermione dan Dimas menoleh, yang lain sedang fokus kepekerjaannya jadi tidak menyadari hal itu.
Reno dibawa oleh Mawar melayang, Mawar ingin membawa Reno kealamnya untuk dijadikan tahanan. Hermione langsung terbang menghalang Mawar, Dimas panik melihat sepupunya dibawa oleh siluman ular.
"Kau mau membawanya kemana siluman ular sialan?" tanya Hermione geram, Mawar memegang Reno dengan ekor ularnya.
"Aku akan membawanya kealamku lalu akanku jadikan dia sebagai suami manusiaku" jawab Mawar.
"Jangan harap kau bisa menjadikannya suamimu" ucap Hermione lalu menyerang Mawar. Mawar menghindar dari serangan Hermione, karena selalu menghindar Mawar melupakan Reno dia melepaskan tubuh Reno lalu ingin menyerang Hermione menggunakan ekornya.
"Reno" ucap Hermione saat melihat Reno dilepaskan oleh Mawar diatas langit seperti ini, Hermione terkena serangan Mawar karena fokus ke Reno.
"Akhhh kakak" teriak Reno yang terjun bebas karena dilepaskan oleh Mawar. Hermione melupakan rasa sakitnya, dia lalu menghilang dan muncul dihadapan Reno memegang tubuh Reno supaya tidak mendarat ditanah.
"Huh" Hermione bernafas lega.
__ADS_1
Hermione terbelalak melihat dibelakang tubuh Reno, Hermione refleks melepaskan tubuh Reno membuat Reno terjun lagi tapi dengan cepat Hermione memperlambat kecepatan Reno terjun bebasnya membuat Reno melayang disana.
Karena fokus dengan Reno Hermione sampai lupa dengan keberadaan Phoenix tadi, perutnya tertusuk oleh pedang beracun yang dibuat oleh Mawar.
Darah menetes kekepala Reno, Reno menengadahkan kepalanya melihat Hermione yang sudah ada pedang menancap diperutnya.
"Kakak" teriak Reno terkejut.
Hermione memegang pedang yang menancap diperutnya lalu melihat kearah Phoenix yang tersenyum miring. Phoenix dan Mawar menghilang dari sana, Hermione langsung terjun bebas dengan sangat cepat dari sana, sedangkan Reno masih melayang karena pengaruh kekuatan Hermione tadi.
Brak...
Hermione terkapar diatas tanah dengan pedang yang masih ada diperutnya, mulutnya mengeluarkan darah, matanya sudah tertutup, sebelah sayap Hermione terlepas dari belakang tubuh Hermione. Dia jatuh tepat didepan mata Dimas, para iblis yang sedang membereskan kekacauan langsung keluar dari rumah melihat kearah Hermione yang sudah terkapar dan kearah Reno yang masih melayang dilangit.
"Dara" teriak Dimas melepaskan pedang diperut Hermione lalu memeluk tubuh Hermione.
Para iblis langsung menghampiri Hermione sebelum itu Dela terbang lalu membawa Reno turun.
"Kakak" ucap Andre pelan, matanya melihat kearah pedang yang sempat menancap diperut Hermione dia lalu mengambilnya dan meneliti pedang itu para iblis lain ikut melihat pedangnya.
"Dara bangun Ra" Dimas menggoyangkan tubuh Hermione tapi Hermione sama sekali tidak membuka matanya. Reno memegang tangan Hermione bergetar.
"Ka kakak" panggil Reno dengan suara gemetar menahan tangisan. Reno langsung memeluk Hermione.
"Kak bangun hiks maafin Reno kak" ucap Reno memecahkan tangisannya dipelukan Hermione.
Andre dan sahabat iblisnya saling pandang. Iliana, Mona dan Dela langsung menangis para pasangannya langsung menenangkan mereka.
"Minggir lo" Andre melepaskan pelukan Reno, dia lalu menghilang bersama Hermione.
"Kalian bisa istirahat semuanya sudah kami bereskan" ucap Evan yang ingin menghilang juga tapi dihalang.
"Tolong terus beri kabar tentang Dara" ucap Dimas.
"Tentang itu maaf tidak bisa" ucap Evan langsung menghilang bersama Iliana.
"Kenapa? Gue mohon" ucap Dimas meneteskan air mata.
"Yang jelas untuk beberapa waktu ini kami tidak akan muncul dihadapan kalian, karena kami akan fokus menyembuhkan Dara yang terkena racun dari pedang itu" ucap Julio langsung menghilang bersama Mona.
"Ini menyangkut antara hidup dan mati, jika Dara masih bisa menahan racun tersebut supaya tidak menyebar keseluruh tubuhnya maka dia bisa diselamatkan jika tidak" ucap Drew.
"Dara sudah berjanji tidak akan meninggalkanku, dia tidak bisa mengingkar janjinya begitu saja aku tidak akan biarkan dia meninggalkanku" ucap Dimas.
"Kami berdua pamit untuk membantu yang lain, disini sudah dipasang pagar pelindung gaib supaya Phoenix dan Mawar tidak mengganggu kalian" ucap Drew langsung menghilang bersama Dela.
"Kak Dara" ucap Reno pelan.
"Akhhh" teriak Dimas frustrasi mengacak acak rambutnya.
__ADS_1
Bersambung...